Authentique Pajeon - En-tete

Pajeon Autentik – Pancake Korea dengan Daun Bawang

Pancake Korea yang renyah di luar dan lembut di dalam, berisi seafood dan daun bawang, disajikan hangat dengan saus kecap bercuka.

Langsung ke Resep
5/5 (13)

Suara hujan seolah sudah mulai di wajan bahkan sebelum sampai ke jendela: minyak berdesis, adonan bergetar pelan, daun bawang melunak dan melepaskan aroma hijau yang lembut, nyaris manis. Pajeon yang baik mudah dikenali dari daun bawangnya yang panjang dan tersusun rapi, diikat oleh adonan secukupnya saja.

Pinggirannya garing saat digigit, bagian tengahnya tetap lembut dan kaya rasa daun bawang. Jika mencari hidangan sejenis, bánh xèo Vietnam atau okonomiyaki Jepang juga memadukan adonan dan isian, tetapi dengan struktur yang sangat berbeda. Singkatnya, ini sajian lezat yang patut dicoba.

Bibimbap khas Korea
Klasik Korea lain yang tak kalah terkenal, bibimbap adalah semangkuk hidangan lengkap.

Pajeon, apa itu ?

Namanya sederhana. Pa berarti “daun bawang”, sedangkan jeon merujuk pada keluarga hidangan yang dilapisi adonan lalu dimasak di wajan. Dalam masakan Korea, jeon tetap menonjolkan identitas bahan utamanya, entah zukini pada aehobak jeon, aneka sayuran seperti pada yachaejeon, atau, seperti di sini, daun bawang utuh.

Pajeon berbeda dengan buchimgae, yaitu saat adonan lebih dominan dan bahan-bahan yang dicincang seolah menyatu ke dalam panekuk yang padat. Dalam pajeon autentik, daun bawang tetap terlihat dan utuh, sering kali berupa jjokpa (daun bawang Joseon) yang disusun berdampingan di wajan.

Adonan di sini berfungsi sebagai pengikat, bukan bintang utama. Tepung terigu memberi struktur, pati menghadirkan kerenyahan yang rapuh, dan air es membantu menahan pembentukan gluten. Pajeon klasik biasanya disajikan dengan saus kecap asin dan cuka.

Pajeon gaya Dongnae dari Busan punya logika yang berbeda: lebih kaya, lebih empuk, sarat seafood, dan disajikan dengan chojang, saus tajam berbahan gochujang dan cuka, mirip dengan saus bibimbap.

Dakgalbi khas Korea
Untuk hidangan Korea yang menghangatkan, cobalah dakgalbi.

Dari tepung Amerika hingga malam-malam hujan

Sejarah pajeon merupakan bagian dari sejarah jeon yang lebih luas. Di istana Joseon, hidangan halus ini disebut jeonyuhwa, “bunga yang dimasak di wajan dengan minyak”. Namun, pajeon tidak disebut dalam teks kuliner besar mana pun pada masa itu: baik dalam Eumsik Dimibang dari 1670 maupun Siuijeonseo dari akhir abad ke-19, yang bahkan mencatat jeon burung pipit.

Penyebutan tertulis pertamanya muncul pada 1946, dalam Chosun Eumsik Mandeuneun Beop karya Bang Sin-young: tepung terigu, telur, garam, dan daun bawang, dimasak di atas pelat besi. Setelah Perang Korea (1950-1953), bantuan Amerika memasukkan gandum dalam jumlah besar ke negara itu.

Gandum yang sebelumnya mahal menjadi lebih mudah diakses, dan dapur rumahan pun menyesuaikan tradisi memasak di wajan. Konteks ini juga menjelaskan peran tepung dalam hidangan populer lain, seperti corn dog Korea.

Gamjatang khas Korea
Untuk hidangan bersama yang benar-benar mengenyangkan, gamjatang wajib dicoba.

Kawasan Dongnae di Busan mengembangkan versinya sendiri pada 1930-an, di sekitar Pasar Dongnae. Pajeon yang lebih mewah ini, kaya akan tepung beras, seafood, dan daun bawang, berakar pada hasil laut Busan, sama seperti eomuk.

Dalam budaya Korea, pajeon identik dengan hari-hari hujan. Hidangan ini biasa dinikmati bersama makgeolli, yang gelembung ringannya dan keasaman laktatnya menyeimbangkan minyak serta garam. kimchi jjigae juga cocok untuk menghangatkan malam yang lembap.

Bahan utama pajeon

Bahan-bahan pajeon

Daun bawang Joseon (jjokpa) menjadi inti hidangan ini. Utuh atau dibelah dua, daun bawang disusun sejajar untuk membentuk struktur pajeon. Adonannya memadukan tepung terigu sebagai kerangka dengan pati kentang, jagung, atau tapioka untuk menghasilkan pinggiran yang tipis dan rapuh. Air es atau air berkarbonasi membantu menahan pembentukan gluten dan membuat teksturnya lebih ringan. Telur bersifat opsional, tetapi membantu mengikat adonan secara halus.

Untuk haemul pajeon, tambahkan tiram, udang, cumi-cumi, dan kerang yang sudah ditiriskan baik-baik agar panekuk tidak lembek. Cabai merah dan hijau yang diiris serong menambah warna sekaligus pedas ringan. Dalam masakan Korea, cabai juga kerap diisi lalu digoreng, seperti pada gochu twigim.

Minari yang renyah dan beraroma herba merupakan unsur penting dalam versi Dongnae.

Hotteok khas Korea
Untuk yang manis, hotteoks adalah pancake isi kayu manis khas jajanan kaki lima Korea.

Untuk saus pendamping, pajeon klasik biasanya disajikan dengan saus kecap asin dan cuka. Gaya Dongnae lebih memilih chojang yang asam dan sedikit pedas. Adonannya, berbahan tepung beras ketan dan tepung beras biasa, menghasilkan tekstur chaljin yang lentur dan lengket, seperti yang juga ditemukan pada gyeongdan. Kaldu teri dan dasima membumbui adonan dari dalam dan mengingatkan pada cita rasa laut dalam jjamppong.

Authentique Pajeon - En-tete

Pajeon Autentik – Panekuk Daun Bawang Khas Korea

Cetak Resep Pinner la recette Ajouter à ma liste
5/5 (13)
Waktu Persiapan: 35 menit
Waktu Memasak: 10 menit
Waktu Total: 45 menit
Hidangan: Hidangan pendamping, Hidangan utama
Masakan: Korea
Porsi: 4
Penulis: Marc Winer

Bahan-bahan

Makanan laut

  • 100 g daging kerang mussel berat tanpa cangkang
  • 70 g daging kerang palourde berat tanpa cangkang
  • 70 g tiram

Air garam untuk bilasan

  • 600 g air
  • 2 g garam

Bumbu makanan laut

  • 1 sendok teh garam
  • 1 sejumput lada

Isian

  • 200 g daun bawang
  • 15 g cabai hijau sekitar 1 buah cabai
  • 10 g cabai merah sekitar 2/3 buah cabai

Adonan

  • 95 g tepung terigu
  • 30 g tepung beras nonketan
  • 1 g garam sekitar 1/4 sendok teh
  • 200 g air
  • 1 telur kocok lepas

Untuk memasak

  • 85 g minyak sayur

Saus celup kecap-cuka

Petunjuk

Siapkan makanan laut

  • Campurkan air dan garam hingga menjadi larutan garam yang ringan.
    600 g air, 2 g garam
  • Bilas kerang mussel, kerang palourde, dan tiram perlahan dalam air garam. Aduk pelan agar tidak rusak, lalu tiriskan di saringan.
    100 g daging kerang mussel, 70 g daging kerang palourde, 70 g tiram
    Authentique Pajeon - Pour les fruits de mer : Mélanger l’eau et le sel pour obtenir une eau légèrement salée. Y laver délicatement les moules, les palourdes et les huîtres, en les remuant doucement pour ne pas les abîmer. Égoutter dans une passoire, couper en morceaux d’environ 1 cm, assaisonner avec le sel et le poivre, puis laisser mariner environ 10 minutes.
  • Potong makanan laut menjadi potongan-potongan sekitar 1 cm.
  • Bumbui dengan garam dan lada, lalu diamkan selama sekitar 10 menit agar bumbu meresap.
    1 sendok teh garam, 1 sejumput lada

Siapkan sayuran

  • Bersihkan dan rapikan daun bawang, lalu potong menjadi ruas-ruas sepanjang sekitar 10 cm.
    200 g daun bawang
    Authentique Pajeon - Préparer les légumes : Parer les ciboules, les laver soigneusement, puis les couper en tronçons d’environ 10 cm. Couper le piment vert et le piment rouge en biais, en morceaux d’environ 2 cm de long et 3 mm d’épaisseur.
  • Iris serong cabai hijau dan cabai merah menjadi potongan sepanjang sekitar 2 cm dengan ketebalan 3 mm.
    15 g cabai hijau, 10 g cabai merah

Siapkan adonan

  • Dalam mangkuk besar, campurkan tepung terigu, tepung beras, garam, dan air hingga adonan halus dan tercampur rata.
    95 g tepung terigu, 30 g tepung beras nonketan, 1 g garam, 200 g air
    Authentique Pajeon - Pour la pâte : Dans un saladier, mélanger la farine de blé, la farine de riz, le sel et l’eau jusqu’à obtenir une pâte homogène. Battre l’œuf dans un bol séparé.
  • Kocok lepas telur di mangkuk terpisah.
    1 telur

Siapkan saus

  • Campurkan kecap asin, cuka beras, air, dan kacang pinus yang sudah dihaluskan. Sisihkan hingga siap disajikan.
    1 sendok makan kecap asin light, 1 sendok makan cuka beras, 1 sendok makan air, 1 sendok teh kacang pinus

Memasak

  • Panaskan wajan di atas api sedang, lalu tuang minyak sayur.
    85 g minyak sayur
  • Tuang lapisan pertama adonan ke dalam wajan hingga membentuk lingkaran berdiameter sekitar 10 cm dengan ketebalan 8 mm.
    Authentique Pajeon - Pour la cuisson : Faire chauffer une poêle à feu moyen, puis ajouter l’huile végétale. Verser une première couche de pâte afin de former un disque d’environ 10 cm de diamètre et 8 mm d’épaisseur. Disposer les ciboules sur la pâte, puis répartir les fruits de mer par-dessus. Ajouter les morceaux de piment vert et rouge. Verser environ 30 g de pâte supplémentaire sur la garniture et l’étaler délicatement pour lier l’ensemble. Ajouter enfin l’œuf battu par-dessus. Cuire environ 5 minutes à feu moyen, jusqu’à ce que le dessous soit bien pris et légèrement doré. Retourner la crêpe, couvrir la poêle, puis poursuivre la cuisson environ 3 minutes.
  • Susun daun bawang di atas adonan, lalu sebarkan makanan laut di atasnya. Tambahkan potongan cabai hijau dan cabai merah.
  • Tuang sekitar 30 g adonan tambahan di atas isian, lalu ratakan perlahan agar semua bahan menyatu.
  • Tuangkan telur kocok di atasnya sebagai lapisan terakhir.
  • Masak selama sekitar 5 menit di atas api sedang hingga bagian bawah matang dan berwarna keemasan.
  • Balik panekuk, tutup wajan, lalu lanjutkan memasak selama sekitar 3 menit.
  • Sajikan selagi hangat dengan saus celup kecap-cuka.
    Authentique Pajeon - Servir chaud, accompagné de la sauce soja vinaigrée.

Catatan

  • Jangan mengaduk makanan laut terlalu kuat saat dibilas agar tidak rusak.
  • Untuk hasil terbaik, jaga api tetap sedang agar panekuk kecokelatan merata tanpa gosong.
Sudah mencoba resep ini?Tag @marcwiner di Instagram!
5 dari 13 penilaian (11 penilaian tanpa komentar)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Beri rating pada resep ini