Hari ini saya bagikan resep ASLI minyak cabai Asia. Belakangan ini saya melihat cukup banyak resep serupa beredar, dan yang bikin saya kecewa—seperti yang sering saya temui di banyak restoran di sini—rasanya hambar. Tidak ada isinya. Padahal, minyak cabai seharusnya bukan cuma campuran bawang putih, cabai untuk memberi warna, dan sedikit biji wijen… Bukan begitu caranya.

Minyak cabai Asia biasanya berisi cuka, gula, kecap asin, bawang merah, daun bawang, dan lain-lain… Semua bahan ini, setelah dimasak perlahan hingga harum dan lembut, menghasilkan rasa luar biasa yang jauh lebih kompleks daripada sekadar minyak dengan sedikit bawang putih. Percayalah.
Saya menganggap minyak cabai Tiongkok sebagai salah satu bumbu dasar penting di dapur Asia bagi siapa pun yang sering memasak hidangan seperti ini dan menyukai rasa pedas. Berbeda dengan la-yu Jepang, yang satu ini benar-benar pedas dan kaya rasa
Warnanya merah menyala, tetapi yang benar-benar membedakannya dari banyak resep minyak pedas lain adalah lapisan rasa yang dibawa oleh semua bahan tambahan itu. Serius, rasa gurih yang intens dipadukan dengan resep minyak cabai rumahan yang sesederhana ini bikin tingkat ketagihannya sangat tinggi.
Saya ingin berterima kasih kepada Céline untuk foto-fotonya yang luar biasa. Dia adalah salah satu orang pertama yang mencoba resep saya setelah saya membagikannya di akun saya. Anda bisa menemukannya di Instagram di sini
Tidak usah tanya berapa lama minyak ini bisa disimpan, karena kemungkinan besar tidak akan bertahan lebih dari seminggu saking enaknya. (Spoiler: maksimal 1,5 minggu di kulkas)
Cara membuat minyak cabai super cepat

Untuk membuat minyak ini, biasanya bumbu-bumbu Asia dimasak perlahan dalam minyak nabati, atau disiram minyak mendidih. Namun, tidak di sini: cukup masukkan semuanya ke microwave, lalu selesai. Hasilnya nyaris sama, dengan cucian setengah lebih sedikit!
Minyak ini cocok sekali untuk tumisan, mi, dan aneka hidangan nasi. Enak juga ditambahkan ke saus lain atau dipakai untuk menyulap hidangan apa pun yang butuh sentuhan pedas.
Bahan-bahan untuk minyak cabai kilat
Cuka beras hitam: Cuka ini punya kedalaman rasa gurih yang tidak dimiliki cuka beras putih. Tapi kalau tidak ada, Anda tetap bisa memakai yang putih, dan hasilnya tetap enak sekali
Kecap asin light: Ini adalah kecap asin biasa yang mudah ditemukan di supermarket. Baca selengkapnya di sini
Serpihan cabai: saya pribadi memakai gochugaru Korea, tetapi Anda bisa menggunakan jenis cabai apa pun, bahkan cabai segar!
Keluarga bawang: Di bagian ini, silakan bereksperimen! Mulai dari bawang putih, bawang merah, bawang bombai, hingga daun bawang. Semuanya enak dipakai dan patut dicoba!
Biji wijen: Saya lebih suka wijen hitam karena aromanya, tetapi gunakan saja yang tersedia di dapur

Minyak apa yang paling cocok untuk minyak cabai?
Untuk membuat minyak cabai, saya sarankan memakai minyak beraroma netral. Namun, Anda tentu boleh bermain dengan rasa, misalnya dengan minyak wijen putih.
Cara menggunakannya
Untuk apa saja! Bukan cuma untuk masakan Asia. Misalnya, saya suka sekali menambahkan minyak cabai rumahan ke pizza saya—hasilnya langsung naik level.

Salah satu resep lain yang memakai minyak cabai bergaya serupa adalah ayam pedas Tiongkok saya

Bahan-bahan
- 1.5 sendok makan cuka beras
- 1 sendok makan kecap asin ringan
- 1 sendok makan gula
- 4 siung bawang putih, cincang halus
- 2 batang daun bawang muda, iris tipis
- 1 sendok makan garam
- 5 sendok makan serpihan cabai
- 1 porsi minyak secukupnya hingga seluruh bahan terendam setidaknya 1 cm
opsional
- 1 sendok makan wijen
- 1 sendok teh bubuk lima rempah Tiongkok
- 1 sendok teh MSG
Petunjuk
- Campurkan semua bahan dalam stoples
- Panaskan dalam microwave 2 kali masing-masing 1 menit pada 900 watt