kitsune udon sur fond de bois

Kitsune Udon – Sup Udon dengan Tahu Goreng

Sup mi udon yang cepat, praktis, dan pas untuk pencinta sup berkuah ala Jepang yang kaya isian!

Langsung ke Resep
4.89/5 (17)

Dalam dunia mi, kitsune udon termasuk salah satu hidangan paling menghangatkan yang memadukan aneka rasa dan bahan khas negeri matahari terbit. Yuk, coba salah satu hidangan klasik masakan Jepang ini!

Apa itu kitsune udon? 

Kitsune udon adalah hidangan istimewa di Jepang, dan memang sangat populer di sana… Wajar saja! Sederhananya, ini adalah sup mi udon yang tebal dan kenyal dalam kuah dashi. Biasanya, hidangan ini dilengkapi dengan tahu goreng (yang disebut “aburaage”) yang dibumbui dengan kecap asin dan mirin, irisan tipis narutomaki, serta daun bawang.

Bagi pencinta sup dan kaldu seperti ramen, hidangan ini wajib dicoba. Kitsune udon paling sering disajikan panas, tetapi juga nikmat disantap dingin saat musim panas. Singkatnya, ini adalah hidangan yang kaya rasa dan memanjakan, memadukan kelembutan mi dengan gurihnya kuah dan tahu goreng. 

Udon daging sapi
Jangan sampai tertukar dengan Yaki Udon daging sapi saya yang tak kalah lezat

Mengingat budaya dan tradisi Jepang yang begitu kaya, Anda mungkin bertanya-tanya tentang arti istilah “kitsune”. Secara harfiah, kata ini berarti “rubah”. Lalu, mengapa nama ini dipakai? Ada beberapa teori yang mencoba menjelaskannya. Salah satunya menyebutkan bahwa tahu goreng kerap dianggap sebagai makanan favorit rubah dalam cerita rakyat Jepang.

Niku udon dalam mangkuk putih di atas permukaan kayu
Niku udon adalah versi udon berkuah lain yang tak kalah lezat

Teori lain menyebutkan bahwa warna tahu goreng sekilas menyerupai warna bulu rubah. Bahkan, dalam banyak resep Jepang yang diterjemahkan secara harfiah, ada ungkapan “masak hingga berwarna rubah” yang berarti “masak hingga keemasan”. Mungkin terdengar sedikit dipaksakan, tetapi memang itulah kisah-kisah yang kerap dikaitkan dengan kitsune udon. 

Close-up udon tumis kimchi
Udon kimchi saya adalah perpaduan Jepang-Korea yang menggugah selera

Dari mana asal kitsune udon? 

Konon, kitsune udon berasal dari Osaka pada tahun 1893, yaitu pada era Meiji. Di sebuah kedai khusus udon yang awalnya bernama “Mastubaya”, seorang pelanggan kabarnya meletakkan sepotong aburaage yang disajikan sebagai pelengkap di atas semangkuk udon polos, lalu menyukai perpaduan kedua bahan tersebut. Kurang lebih dari situlah semuanya bermula.

Penduduk Osaka sangat bangga pada budaya kuah kaldu mereka yang kaya, begitu pula dengan konamon (makanan berbahan dasar tepung). Karena itu, kitsune udon menjadi cerminan sempurna dari keahlian kuliner daerah tersebut dengan memadukan kedua unsur ini.

Bahan utama kitsune udon

Bahan-bahan kitsune udon

Dashi: Inilah dasar kuah tempat mi akan dimasukkan. Dashi adalah elemen khas Jepang dengan cita rasa umami yang sering digunakan untuk membuat aneka sup, termasuk sup miso yang terkenal! Rasanya cenderung lembut dan halus, sangat berbeda, misalnya, dari kimchi jjigae Korea.

Mi udon: Bahan ini wajib ada dalam resep ini. Selain serbaguna dan cocok untuk banyak hidangan, mi udon sangat disukai karena ketebalan dan teksturnya yang memberi sensasi makan yang benar-benar memuaskan. Untuk memahami kelebihan dan perbedaannya dengan lebih jelas, Anda bisa melihat panduan mi Asia saya

Tahu goreng: Dalam kebanyakan resep, bahan ini disebut “aburaage”. Bentuknya berupa kantong tahu goreng siap pakai, tetapi justru sering kali lebih mudah membuatnya sendiri karena aburaage cukup sulit ditemukan. Proses membumbuinya pun tidak rumit: cukup dengan kecap asin ringan, mirin, sake, dan gula. Semua detailnya saya jelaskan dalam resep. 

Kamaboko: Bahan ini opsional, tetapi merupakan salah satu pelengkap berbahan surimi yang umum ditemukan dalam kitsune udon tradisional. Biasanya, yang digunakan adalah kamaboko jenis “narutomaki” karena tampilannya lebih cantik saat disajikan. 

kitsune udon sur fond de bois

Kitsune Udon Otentik

Cetak Resep Pinner la recette Ajouter à ma liste
4.89/5 (17)
Waktu Persiapan: 10 menit
Waktu Memasak: 20 menit
Waktu Total: 30 menit
Hidangan: Hidangan utama, Sup dan kaldu
Masakan: Jepang
Porsi: 2 porsi
Kalori: 346kcal
Penulis: Marc Winer

Bahan-bahan

  • 300 g mi udon siap pakai

Kuah

  • 2.5 sendok makan mirin
  • 2 sendok makan kecap asin ringan
  • 1 bungkus dashi bubuk (atau buatan sendiri, gunakan takaran air yang sama seperti yang disebutkan di bawah)
  • 1 sejumput garam
  • 600 ml air

Tahu goreng berbumbu

  • 3 potongan tahu goreng tipis

Bumbu tahu goreng

Pelengkap (opsional)

  • narutomaki iris tipis
  • daun bawang cincang

Petunjuk

Kuah

  • Tambahkan air dan dashi bubuk ke dalam panci. Didihkan, lalu kecilkan api dan diamkan selama 4 menit agar rasanya meresap.
    1 bungkus dashi, 600 ml air
    dashi préparé
  • Tambahkan garam, kecap asin, dan mirin.
    2.5 sendok makan mirin, 1 sejumput garam, 2 sendok makan kecap asin ringan
    assaisonnements rajoutés au dashi
  • Didihkan kembali, lalu angkat dari api. Cicipi dan tambahkan garam jika perlu.
  • Rebus mi udon siap pakai sesuai petunjuk pada kemasan.
    300 g mi udon
    nouilles en ébullition
  • Bilas mi di bawah air mengalir setelah matang, lalu tiriskan. Sajikan dalam mangkuk sup.

Tahu goreng berbumbu

  • Tekan tahu goreng dengan tisu dapur untuk mengurangi kelebihan minyak. Masukkan tahu goreng dan semua bumbu ke dalam panci.
    3 potongan tahu goreng tipis, 150 ml air, 1 sendok makan kecap asin ringan, 1.5 sendok makan mirin, 1.5 sendok makan sake, 1 sendok teh gula
    tofu huile retirée
  • Masak dengan api kecil hingga seluruh cairannya menguap.
    tofu assaisonné fini dans casserole

Penyajian

  • Tuangkan kuah panas ke atas mi udon.
  • Tambahkan tahu goreng berbumbu, irisan narutomaki, dan daun bawang di atasnya.
    narutomaki, daun bawang

Catatan

Jika tahu goreng berbumbu sudah disiapkan sebelumnya, resep ini bisa selesai dalam 10 menit saja.
Sachet dashi dan butiran dashi sering kali sudah mengandung garam. Sesuaikan jumlah garam sesuai selera.
Jika Anda menjalani pola makan nabati, gunakan dashi kombu atau dashi shiitake kering.

Nutrisi

Kalori: 346kcal | Féculents: 67g | Protein: 17g | Lemak: 2g | Natrium: 1051mg | Kalium: 4mg | Serat: 6g | Gula: 10g | Vitamin A: 0.02IU | Vitamin C: 7mg | Kalsium: 79mg | Besi: 2mg
Sudah mencoba resep ini?Tag @marcwiner di Instagram!
4.89 dari 17 penilaian (13 penilaian tanpa komentar)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Beri rating pada resep ini