Apa itu ramen?
Ramen adalah hidangan khas dalam masakan tradisional Jepang yang pada dasarnya terdiri atas mi gandum, kaldu, tare (saus dasar), sayuran, dan daging.
Dengan beragam topping, ramen adalah hidangan yang sangat fleksibel dan bisa dibuat dalam ratusan versi berbeda. Mulai dari mi tipis dan keriting hingga yang tebal dan lurus, dari daging sapi atau babi hingga ikan, ditambah aneka sayuran dan/atau bumbu, Anda pasti bisa meracik semangkuk ramen sesuai selera.
Ramen paling sering diberi topping seperti telur marinasi Jepang, kamaboko seperti narutomaki, daun bawang cincang, irisan bambu, rumput laut kering, jagung… Banyak pilihan yang bisa jadi inspirasi! Paling nikmat disantap ala Jepang, dengan sumpit dan sendok.

Jenis-jenis ramen
Ada 9 kategori utama ramen:
- Ramen shoyu disajikan dengan kaldu berbahan dasar ayam dan kecap asin.
- Shio ramen juga menggunakan kaldu ayam, tetapi dengan cita rasa yang asin. Ini kemungkinan merupakan salah satu kaldu yang paling ringan.
- Ramen miso menggunakan mi yang lebih tebal dan lebih mengenyangkan, dalam kaldu kaya rasa berbahan dasar miso.
- Ramen tonkotsu. Dibuat dengan kaldu yang lebih kaya, dari tulang babi yang direbus lama.
- Ramen tantanmen: ramen tantanmen adalah turunan dari hidangan Tiongkok dan dan mian khas Sichuan. Sekilas, tampilannya yang jingga kemerahan langsung menunjukkan bahwa ini adalah ramen pedas. Ciri khas lain dari tantanmen adalah penggunaan minyak wijen dan gundukan kecil daging cincang di atasnya.
- Ramen tsukemen: Tsukemen (mi celup) adalah jenis ramen yang menyajikan mi dan sup secara terpisah. Untuk menikmatinya, Anda harus mencelupkan mi ke dalam sup kental sebelum disantap. Mi tsukemen sering kali kenyal dan bisa disajikan dingin atau panas, tergantung restorannya. Kaldunya hadir dalam berbagai versi; kebanyakan kental, mirip saus, dan sangat kaya rasa.
- Ramen kari: Ramen kari pada dasarnya “hanya” mi ramen dengan saus kari. Mi yang digunakan biasanya lebih tebal daripada jenis ramen lainnya. Kari yang dipakai bisa berkisar dari manis hingga pedas, dengan versi manis yang lebih umum di Jepang.
- Maze soba: Maze (campur) soba mendapatkan namanya karena topping dan mi harus diaduk terlebih dahulu sebelum dimakan. Tidak seperti kebanyakan jenis ramen, maze soba disajikan kering. Di beberapa restoran, maze soba juga bisa disebut abura soba (油 そ ば) atau abura ramen (油 ラ ー メ ン). “Abura” berarti minyak, yang juga merujuk pada minyak aromatik yang digunakan dalam pembuatannya.
- Ramen dingin: Hidangan khas musim panas ini umumnya disebut hiyashi chuka (冷やし中華). Hidangan ini disajikan dingin, dengan atau tanpa kaldu, lalu ditemani buah sitrus seperti jeruk nipis, lemon, atau yuzu untuk memberi rasa segar. Menyantap ramen dingin akan membuat Anda melupakan panas musim panas yang menyengat di Jepang.

Jenis-jenis kaldu ramen
Ada dua jenis utama:
Kaldu yang dikenal sebagai Chintan (清湯、チンタン) : Chintan berarti “sup bening”, dan istilah ini berasal dari bahasa Tionghoa. Chintan merujuk pada jenis ramen dengan dasar kaldu bening, yang cenderung memiliki rasa lebih ringan dan lembut. Jenis ramen yang tergolong chintan adalah ramen shoyu dan ramen shio.
Kaldu yang dikenal sebagai Paitan (白湯、パイタン) : Paitan, istilah yang juga berasal dari bahasa Tionghoa, berarti “sup putih”. Paitan merujuk pada jenis ramen yang memiliki kaldu keruh, pekat seperti susu, dan opak – warnanya tidak harus putih. Sup ramen tonkotsu adalah salah satu contoh paitan.
Asal-usul ramen
Meski kini ramen menjadi salah satu ikon masakan Jepang, tidak selalu demikian. Pada mulanya, hidangan ini memang berasal dari Tiongkok.
Secara umum diyakini bahwa sejak tahun 1635, Jepang menutup semua perbatasannya dan menolak pengaruh asing, kecuali di Nagasaki. Nagasaki pun menjadi salah satu pintu masuk budaya asing ke Jepang. Dari sanalah orang Tionghoa membawa sup dan mi mereka (yang saat itu disebut champon, sup mi yang berasal dari Nagasaki).
Pada akhirnya, ramen benar-benar lahir dari perpaduan antara kuliner Tiongkok dan masakan Jepang.
Kekayaan kuliner Jepang juga tak berhenti sampai di situ: setiap wilayah di Jepang memiliki hidangan ramen khasnya sendiri yang mencerminkan iklim dan lingkungan setempat. Kini, ramen pun semakin digemari di berbagai negara. Jadi, bukan hal yang aneh jika Anda menemukan beberapa kedai kecil di sekitar tempat tinggal Anda yang menyajikannya.
Mi ramen vs mi udon
Mi ramen dan mi udon cukup mirip dari segi rasa. Perbedaan utamanya ada pada ukuran: mi udon lebarnya antara 3 hingga 4,5 milimeter, sedangkan mi ramen sekitar 1,5 milimeter.

Semua mi pada dasarnya dibuat dari tepung gandum, garam, air, dan kansui (mineral alkali), yang memberi tekstur kenyal dan warna kuning khas. Berbeda dengan mi udon yang tidak mengandung kansui. Karena itu, mi udon berwarna putih dan cenderung lurus, bukan kuning dan keriting. Mi ini secara tradisional disajikan dengan kaldu yang lebih ringan.
Bagaimana cara memasak mi untuk ramen?
Ramen sering dianggap sebagai hidangan instan yang praktis dan mudah dimasak. Memang benar, hidangan ini bukan hanya fleksibel, tetapi juga cepat dibuat. Di pasaran tersedia beragam mi instan yang hampir siap disantap.

Anda hanya perlu menuangkan air ke dalam wadah, lalu mengikuti petunjuk memasak yang tertera, dan hidangan Anda pun segera siap. Namun, Anda juga bisa menemukan mi segar di toko bahan makanan Jepang.
Jika Anda ingin membuat mi sendiri, banyak situs yang menyediakan panduan untuk membantu Anda dalam prosesnya. Mi segar biasanya dimasak selama 1 hingga 2 menit sebelum ditiriskan dan dimasukkan ke dalam kaldu. Hidangan yang mudah dibuat oleh siapa saja!

Bagaimana mengganti mi untuk ramen?
Tidak menemukan mi kering untuk ramen? Tidak masalah. Anda bisa menggunakan mi somen, jenis mi Jepang lainnya, atau mi beras. Jika tak ada semuanya, pasta vermicelli Italia juga bisa menjadi pengganti mi ramen tradisional.
Bagaimana membuat ramen rumahan?
Artikel ini bukan panduan lengkap dari A sampai Z untuk membuat ramen yang rasanya lebih enak daripada di restoran. Tujuannya adalah memperkenalkan dasar-dasarnya, dan hal yang sama juga berlaku untuk resep di bawah ini. Kaldunya sederhana dan mudah dibuat dengan bahan-bahan yang sangat mudah ditemukan, tetapi rasanya tetap lezat.
Siapa pun bisa membuatnya! Perut babi memang berlemak, tetapi justru itulah yang memberi rasa luar biasa pada kuah, dan dagingnya sendiri bisa dijadikan topping. Cukup dinginkan kuah, lalu buang kelebihan lemak yang mengeras di permukaan.
Jika suka, ganti daging babi dalam resep ini dengan chashu babi saya, yang merupakan topping ramen tradisional

Seperti disebutkan di atas, kombinasi rasa untuk kaldu ramen sangat beragam. Jadi, kalau Anda ingin bereksperimen dengan berbagai bahan, silakan saja. Semoga Anda menemukan cita rasa ramen yang paling Anda sukai !
Cara memasak bahan-bahan untuk ramen
Berikut tabel umum yang merangkum lama memasak tiap bahan agar gelatinanya terekstraksi dengan baik


Bahan-bahan
Daging babi asin
- 450 g perut babi utuh, jangan dipotong
- 2 sendok teh garam
Kaldu
- 1.5 liter air
- 30 g jahe diiris
- 3 siung bawang putih dikupas
- 1 ikat daun bawang
- 4 sendok makan kecap asin ringan
- 3 sendok makan sake
- 1 sendok teh garam
- 1 sendok makan minyak wijen
Mi
- 4 ikat mi ramen kering
Pelengkap
- telur setengah matang belah dua
- taoge blansir sebentar
- daun bawang iris tipis
Petunjuk
- Lumuri daging babi dengan garam, lalu diamkan semalaman di lemari es.
- Masukkan air, jahe, bawang putih, daun bawang, dan daging babi asin ke dalam panci, lalu didihkan dengan api besar.
- Buang buih dan kotoran lain yang mengapung di permukaan. Tutup panci, kecilkan api, lalu masak perlahan selama 1,5 hingga 2 jam.
- Biarkan kaldu dan daging babi benar-benar dingin di dalam panci. Saring, lalu simpan kaldu dan daging babi secara terpisah.
- Dinginkan kaldu di lemari es setidaknya selama beberapa jam atau semalaman, lalu buang lemak yang mengeras. Simpan juga daging babi matang di lemari es agar mudah diiris nantinya.
- Siapkan juga pelengkap lain—telur setengah matang, taoge yang diblansir, dan daun bawang iris—sebelum menyiapkan kaldu dan mi. Setelah mi matang, kuah dan pelengkap harus segera ditambahkan; jika tidak, mi akan menjadi terlalu lembek dan Anda tidak akan sempat menyiapkan topping.
- Didihkan kembali kaldu, lalu tambahkan kecap asin, sake, garam, dan minyak wijen. Kecilkan api dan biarkan mendidih perlahan hingga mi siap.
- Masak mi ramen kering sesuai petunjuk pada kemasan. Sesaat sebelum mi matang, tuangkan kaldu ke dalam mangkuk saji.
- Tiriskan mi, lalu segera bagi ke dalam mangkuk saji.
- Tambahkan telur setengah matang, taoge, daun bawang, dan irisan daging babi sebagai topping.
Catatan
Anda juga bisa merendam telur setengah matang dalam saus berbahan dasar kecap asin untuk membuat Ajitama.
