Jika Anda sedang mencoba memahami apa itu sashimi dan apakah sama dengan sushi, jangan khawatir, Anda tidak sendirian yang merasa bingung dengan hidangan klasik Jepang ini. Saya akan menjelaskannya untuk Anda. Saya bahkan akan menjelaskan cara memakannya. (spoiler: dimasukkan ke mulut !)
Apa sebenarnya sashimi itu?
Sashimi adalah hidangan Jepang yang terdiri dari bahan mentah yang diiris tipis, umumnya ikan dan makanan laut, tetapi kadang-kadang juga daging lainnya.
Sashimi sering disamakan dengan sushi, padahal keduanya sangat berbeda. Sushi dibuat dengan nasi berbumbu dan bercuka, yang dibentuk menjadi gundukan kecil dan diberi topping seperti makanan laut mentah atau matang, atau digulung dalam lembaran rumput laut yang disebut nori yang membungkus isian makanan laut mentah atau matang, sayuran, dan bahan lainnya.

Jadi kuncinya, sushi selalu dibuat dengan nasi, sedangkan sashimi selalu hanya berupa bahan mentah itu sendiri.
Tergantung pada bahannya, sashimi dapat diiris dalam berbagai bentuk, termasuk irisan datar, potongan tipis memanjang, persegi panjang, kubus, atau irisan diagonal. Pisau yang tajam dan keterampilan mengiris yang sempurna sangat penting untuk membuat sashimi, agar irisannya halus, seragam, dan menarik secara visual. Aspek inilah yang paling penting; di sini, prinsip “yang penting enak” tidak berlaku.
Di Jepang, selain ikan dan makanan laut, sashimi juga dapat terdiri dari daging mentah yang diiris tipis seperti daging sapi, babi, ayam, dan kuda, meskipun ikan dan makanan laut tetap yang paling umum.
Walaupun kebanyakan sashimi disajikan mentah, beberapa di antaranya dimasak sebentar, dibrais, ditumis di wajan, atau direbus, demi rasa dan tekstur, sekaligus untuk mencegah keracunan makanan.
Sashimi dapat dinikmati sendiri atau dengan bir, sebagai camilan atau bagian dari hidangan ringan, atau sebagai hidangan pembuka dalam santapan dengan beberapa sajian.
Bagaimana cara makan sashimi?
Sashimi disajikan di atas nampan atau piring, kadang di atas alas daun shiso atau lobak daikon parut, dan bisa dibumbui dengan bahan seperti saus kedelai, jahe, wasabi, dan sitrus. Biasanya sashimi disertai saus cocol berupa saus kedelai atau ponzu, yaitu saus kedelai bercita rasa sitrus.
Untuk makan sashimi, ambil satu potong dengan sumpit Anda, celupkan ke dalam saus cocol, lalu santap dalam satu suapan.
Sashimi vs sushi
Meskipun sashimi sering dianggap sebagai jenis sushi, seperti temaki, keduanya dianggap sebagai dua hal yang sepenuhnya berbeda. Kuncinya, sushi ditentukan oleh nasinya, bukan topping-nya.

Secara etimologis, kata “sushi” berasal dari kata-kata yang kurang lebih berarti “makanan asam” atau “makanan bercuka”, yang tidak merujuk pada ikan, melainkan pada nasi. Nasi sushi tradisional dibuat dengan cuka beras serta garam dan gula.
Sebaliknya, kata sashimi kurang lebih diterjemahkan sebagai « daging iris », meskipun itu hanyalah pendekatan kasar dan etimologi lengkapnya cukup kabur.
Singkatnya, sushi dan sashimi memang memiliki kemiripan. Keduanya sama-sama berukuran satu gigitan dan sama-sama dibumbui dengan bahan seperti saus kedelai, jahe, dan wasabi. Dan keduanya cocok dipadukan dengan bir atau sake. Jadi mari akhiri perdebatannya dan lahap saja isi piring kita.

Jenis-jenis sashimi

Maguro (Tuna): Berasal dari tuna sirip biru, ikan ini dibagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan kadar lemaknya. Akami berasal dari bagian atas ikan, di sepanjang tulang punggung, dan merupakan bagian yang paling rendah lemak. Toro berasal dari bagian perut ikan dan merupakan bagian yang paling berlemak.
Saké (salmon) : salmon termasuk salah satu sashimi paling populer dan, seperti tuna, daging bagian perutnya lebih berlemak dan lembut. Karena salmon dapat membawa parasit, makan salmon mentah bisa berisiko. Solusinya adalah menggunakan salmon budidaya, yang bebas parasit, atau salmon tangkapan liar yang telah dibekukan pada suhu -20 untuk membunuh parasit.
Hamachi (Yellowtail): Salah satu ikan paling populer lainnya untuk sashimi, hamachi memiliki rasa yang kaya dan lembut. Bagian perut biasanya digunakan untuk membuat sashimi dan bagian atas filet digunakan untuk sushi nigiri.
Hirame (Halibut) : Ikan putih bertekstur padat dengan rasa lembut ini bisa berwarna putih dengan semburat merah muda jika diambil dari bagian atas filet, atau abu-abu dengan urat gelap jika berasal dari bagian bawah. Ikan ini paling baik ditangkap pada musim dingin, karena pada saat itulah kadar lemaknya paling tinggi. Ikan ini dapat dimatangkan selama beberapa hari untuk memaksimalkan rasa dan teksturnya.
Saba (makarel): Ikan berlemak dengan rasa yang kuat ini adalah favorit lainnya, terutama saat sangat segar. Ikan ini sering dimarinasi dengan cuka dan garam sebelum disajikan.
Tai (dorade): Ikan putih lainnya, tai sashimi bertekstur padat dan lezat, dengan rasa sedikit manis; bisa berasal dari budidaya atau tangkapan liar. Secara tradisional, ikan ini dikeringkan di antara lapisan kelp untuk menghasilkan rasa umami yang lebih kompleks.
Katsuo (Bonito) : Kadar lemak ikan berdaging merah ini dapat bervariasi, dan rasanya yang kuat membuatnya cocok disajikan dengan daun bawang, jahe, dan wasabi.
Jenis sashimi lainnya termasuk ika (cumi-cumi), tako (gurita), hotate (kerang simping), ikura (telur salmon), dan uni (landak laut).
