Apa itu choy sum?
Choy sum, yang juga dikenal sebagai “yu choy” atau “yu choy sum”, adalah sayuran hijau dari keluarga kubis. Di sini, sayuran ini kerap disebut “kubis Tiongkok”, meski pada awalnya “choy sum” berarti “inti sayuran”.
Choy sum merupakan salah satu dari sekian banyak varietas kubis Tiongkok. Sayuran ini dipanen dengan atau tanpa batang, lalu biasanya dijual dalam ikatan. Dalam masakan Tiongkok, Thailand, dan Indonesia, semua bagiannya dimakan, baik daun maupun batangnya! Ditumis, dikukus, atau dimasak menjadi sup, choy sum selalu terasa istimewa. Anda bisa mengolahnya sesuka hati!
Asal-usul choy sum
Varietas ini berasal dari Tiongkok daratan. Seiring waktu, berkat budidaya kubis Tiongkok secara intensif, lahirlah berbagai varietas baru yang kemudian menyebar ke seluruh Asia, terutama dalam masakan Jepang dan Vietnam. Kini, choy sum telah populer di seluruh dunia. Tak heran jika sayuran ini juga mudah ditemukan di Eropa maupun Amerika Serikat.
Varietas choy sum
Ada sangat banyak jenis kubis Tiongkok yang telah dibudidayakan sejak abad ke-5. Masing-masing dibedakan oleh nama yang berasal dari berbagai dialek Tionghoa. Karena itu, Anda mungkin akan mendengar istilah seperti “bok choy”, “gai lan”, “Hong Kong choy sum”… dan masih banyak lagi.
Yang perlu diingat, semuanya merupakan varietas yang benar-benar berbeda. Choy sum sendiri memiliki sekitar 40 varietas yang terutama tumbuh di kawasan Mediterania; antara lain di Eropa Barat Daya dan Afrika Barat Laut, tetapi juga sangat banyak dibudidayakan di Tiongkok, tempat sayuran ini amat populer.

Seperti apa rasa choy sum?
Choy sum adalah sayuran yang tumbuh dengan batang-batang yang keluar dari bunga kecil berwarna kuning. Semua bagiannya bisa dimakan, mulai dari daun hingga bunganya, yang memiliki sedikit rasa mustard.
Meski ada sentuhan pedas seperti merica, choy sum justru termasuk salah satu jenis kubis yang paling lembut dan empuk, terutama saat dipanen muda. Rasa pahitnya akan semakin terasa seiring sayuran ini bertambah matang. Choy sum juga kerap dibandingkan dengan kubis hijau biasa dan bayam. Jika dimasak dengan tepat, teksturnya akan sangat berair.
Choy sum dalam masakan
Di Hong Kong, choy sum adalah sayuran andalan dalam masakan setempat. Di sana, sayuran segar sering dimasak sebentar agar cita rasanya tetap menonjol. Jika ingin memasaknya, potong bagian pangkalnya, pisahkan daunnya terlebih dahulu, lalu bilas semuanya dengan air dingin seperti biasa. Dalam masakan Kanton tradisional, choy sum biasanya diblansir sebentar lalu disiram dengan saus tiram, kecap asin, arak Shaoxing, atau minyak wijen.
Sebagian orang bahkan memanfaatkan air rebusannya sebagai kaldu sup. Singkatnya, tidak ada yang terbuang. Anda juga bisa menumis choy sum dalam wok atau mengukusnya. Idealnya, masak dengan cepat menggunakan api besar. Choy sum sangat cocok dipadukan dengan hidangan daging, seperti ayam atau babi, bahkan juga aneka hidangan laut.
Anda juga bisa mengolahnya dengan cara yang lebih klasik, yaitu menumisnya dengan mentega. Baik Anda memiliki bahan-bahan pokok masakan Asia di rumah maupun tidak, cara ini tetap sulit gagal!
Apa pengganti choy sum?
Choy sum bisa diganti dengan beberapa varietas kubis Tiongkok, tetapi bok choy tetap menjadi alternatif terbaik. Bok choy juga sangat serbaguna, dengan rasa yang mengingatkan pada seledri atau Swiss chard.
Anda juga bisa mengganti choy sum dengan bayam. Meski rasanya jauh lebih kuat dan tidak memiliki tekstur renyah yang sama, Anda tetap akan menemukan cita rasa lembut dengan sedikit nuansa tanah yang menjadi ciri khas choy sum.
Di mana menemukan choy sum?
Anda bisa menemukannya dengan mudah di bagian buah dan sayur toko bahan makanan Asia. Kelebihannya, sayuran ini dapat dibudidayakan sepanjang tahun, jadi hampir selalu tersedia, meski lebih sering dianggap sebagai sayuran musim dingin.
Saat membelinya, pilih batang yang kokoh dan warnanya cerah. Bagi Anda yang gemar berkebun, kabar baiknya: sayuran ini cukup mudah ditanam. Namun, choy sum tidak tahan terhadap kekeringan dan perlu disiram secara teratur. Jika dirawat dengan baik, Anda bisa mendapatkan panen yang melimpah!
Bagaimana menyimpan choy sum?
Untuk penyimpanan yang optimal, saya sarankan menyimpannya di dalam kantong plastik lalu meletakkannya di laci sayur lemari es. Sebaiknya konsumsi sesegera mungkin; idealnya, choy sum disantap dalam waktu 3 hari. Jika sudah dimasak, simpan di freezer agar tahan lebih lama.

Bahan-bahan
- 1 ikat choy sum
- 2 sendok makan minyak kacang tanah
- 2 siung bawang putih cincang
- 1.5 sendok makan kecap asin light
- 2 sendok teh air
- 1 sendok teh minyak wijen
Petunjuk
- Didihkan sepanci air, lalu tambahkan sedikit garam.2 sendok teh air
- Masukkan bagian batang choy sum ke dalam air mendidih terlebih dahulu. Setelah 30 detik, masukkan bagian daunnya. Blansir selama sekitar 2 menit, atau hingga sayuran empuk.1 ikat choy sum
- Tiriskan choy sum dalam saringan. Letakkan di atas talenan, lalu belah memanjang menjadi dua. Pindahkan ke piring saji.
- Panaskan minyak dalam wajan kecil di atas api sedang. Tumis bawang putih hingga harum. Tambahkan kecap asin light, air, dan minyak wijen, lalu aduk rata.2 sendok makan minyak kacang tanah, 2 siung bawang putih cincang, 1.5 sendok makan kecap asin light, 1 sendok teh minyak wijen
- Angkat wajan dari api, lalu tuangkan saus di atas choy sum. Sajikan selagi hangat.
