Ya, Anda tidak salah membaca judulnya. Di Tiongkok, di Jepang, dan lebih luas lagi di Asia, glutamat digunakan nyaris seperti garam dapur.
Ada alasannya! Rasanya lezat dan sama sekali tidak berbahaya bagi kesehatan. Saya mengajak Anda membaca artikel saya tentang MSG.
Secara umum, di sini ada 3 kubu:
- Mereka yang belum mengenal umami maupun glutamat
- Mereka yang tetap yakin glutamat berbahaya meski sudah ada konsensus ilmiah
- Mereka yang sudah membuka diri pada keajaiban glutamat di dapur
Masalah bagi kategori ketiga adalah kita sering kali tidak tahu cara menggunakannya di luar beberapa resep yang sangat spesifik. Padahal di Tiongkok, misalnya, ada resep yang menjadikannya bahan tersendiri, bukan sekadar penyedap untuk mengangkat rasa.

Sedikit penjelasan tentang glutamat dalam masakan
MSG ibarat bumbu rahasia yang memberi dorongan ekstra pada masakan Anda. MSG tidak akan menyulap hidangan yang gagal menjadi mahakarya, tetapi sangat ampuh menonjolkan rasa yang memang sudah ada, terutama rasa umami, cita rasa gurih yang bisa ditemukan pada bahan seperti jamur kering dan keju yang matang sempurna.
Untuk memakainya dengan tepat, cukup tambahkan sejumput kecil di akhir proses memasak. Takaran ini pas untuk memberi dorongan rasa tanpa berlebihan. Namun hati-hati, kalau terlalu banyak, hidangan bisa terasa datar dan monoton, sedikit mengingatkan pada makanan siap saji supermarket.
Jika Anda membuat hidangan pedas seperti ini, MSG akan jadi sahabat terbaik. Ia memberi sedikit kelembutan di tengah sengatan bumbu pedas. Dan bila Anda telanjur terlalu royal dengan MSG, sejumput cabai cayenne bisa membantu menyeimbangkannya kembali.

Glutamat juga membantu membulatkan rasa, kurang lebih seperti peran gula dalam dessert. Untuk menentukan jumlahnya, bayangkan Anda menambahkan sejumput garam: cukup untuk mengangkat rasa, tetapi tidak sampai menutupinya.
Saat memasak, kita mencari keseimbangan antar-rasa. MSG, lada hitam, dan bawang putih masing-masing punya peran untuk menciptakan hidangan yang harmonis.
Bumbu dapur ibarat kotak P3K saat memasak. Isinya:
- Garam, unsur paling penting untuk mengangkat rasa.
- Lada, cabai, atau jahe untuk menambah sedikit kepedasan.
- Cuka, anggur kering, atau lemon untuk sentuhan asam.
- Gula untuk melembutkan rasa.
- MSG atau saus ikan untuk menambah umami, rasa gurih yang dalam dan kaya.
Kuncinya adalah memainkan semua rasa ini untuk menciptakan hidangan yang paling pas di lidah Anda. Jadi, ayo ke dapur!
Kapan sebaiknya memasak mi Sichuan ini?
Ini adalah hidangan super cepat, tetapi rasanya sangat nendang. Dari segi kesederhanaan, menurut saya hidangan ini bahkan lebih praktis daripada mi anti-ribet saya.

Meski belum bisa dibilang hidangan lengkap, mi ini mudah dipadukan dengan choy sum atau pakcoy blansir, telur ceplok, dan wortel parut. Cocok sekali saat Anda benar-benar terlalu lelah untuk memasak serius. Tambahan minyak cabai Sichuan benar-benar mengangkat keseluruhan rasa. Atau, kalau ingin sekalian menjelajah, coba juga sepupunya: tian shui mian atau xiaomian.
Bahan-bahan untuk mi Sichuan ini

Tentu saja, glutamat adalah bintang utama di sini, dan rasanya saya sudah cukup panjang lebar membahasnya dalam artikel ini. kecap asin ringan melengkapi rasa umami, gula membulatkan rasa, lalu minyak cabai Sichuan dan yacai menambahkan sentuhan asam serta pedas yang menyenangkan.

Bahan-bahan
- 125 g mi kering
- 1 sendok teh MSG
- 1 sendok makan minyak cabai Sichuan
- 1 sendok makan yacai sayur mustard yang diawetkan
- 0.5 sendok teh gula
- 1 sendok teh kecap asin ringan
- 1 sendok makan daun bawang iris tipis
Petunjuk
- Campurkan MSG, minyak cabai, yacai, gula, kecap asin ringan, dan daun bawang dalam sebuah mangkuk. Aduk hingga MSG larut sempurna.1 sendok teh MSG, 1 sendok makan minyak cabai Sichuan, 1 sendok makan yacai, 0.5 sendok teh gula, 1 sendok teh kecap asin ringan, 1 sendok makan daun bawang

- Rebus mi hingga sedikit lewat al dente, tiriskan secepat mungkin, lalu segera aduk bersama bumbu di dalam mangkuk.125 g mi kering

Catatan
Nutrisi
Untuk artikel ini, saya menggunakan tulisan-tulisan dari Chinese Cooking Demystified sebagai sumber.
