Authentique Sukiyaki - En-tete

Sukiyaki Jepang Autentik

Sukiyaki Jepang autentik dengan irisan tipis daging sapi dan sayuran yang dimasak perlahan dalam saus warishita manis gurih

Langsung ke Resep
5/5 (8)

Daging sapi bermarmer berdesis saat menyentuh permukaan besi. Gula mulai karamelisasi di tepian, sementara kecap asin bercampur dengan uap yang mengepul dari panci. Sukiyaki dimasak langsung di meja dan dinikmati bersama, suapan demi suapan. Ritualnya, urutan memasaknya, dan kebiasaan mencelupkannya ke dalam telur merupakan bagian tak terpisahkan dari hidangan ini.

Chanko nabe
Panci Jepang legendaris lainnya: chanko nabe ala pegulat sumo

Apa itu sukiyaki?

Kata ini mengacu pada masakan pedesaan: suki berarti mata bajak atau sekop, sedangkan yaki berarti memanggang atau membakar. Namanya membangkitkan bayangan memasak di ruang terbuka, di tepi ladang, langsung di atas besi, jauh sebelum sukiyaki hadir di restoran dan ruang makan keluarga.

Dalam bentuk modern yang autentik, sukiyaki adalah hidangan nabemono Jepang yang dimasak di meja. Hidangan ini memadukan irisan tipis daging, naganegi, shungiku, shiitake, yaki-dofu, shirataki, dan bumbu manis gurih berbahan dasar kecap asin.

Di Jepang bagian timur, bumbu ini paling sering hadir dalam bentuk warishita, yang dibuat dari kecap asin, mirin, saké, gula, dan dashi, biasanya dari kombu dan serutan bonito. Di samping setiap orang biasanya tersedia semangkuk telur mentah yang sudah dikocok.

Teppanyaki
Ingin memanggang dengan cara lain? teppanyaki membawa teknik memasak di atas plat besi ke level berikutnya

Sama pentingnya untuk memahami apa yang bukan sukiyaki: ini bukan hidangan pedas bercabai, bukan sup mi yang disajikan per mangkuk, dan juga bukan “suki” Thailand dengan saus merah bercabai dan bawang putih. Dalam pemakaian autentik saat ini, istilah ini juga bukan sebutan umum untuk panci rebusan babi, ayam, atau hidangan laut.

Dari mata bajak ke meja makan era Meiji

Kisah sukiyaki bermula dari pembatasan lama seputar konsumsi daging. Selama berabad-abad, pengaruh Buddhisme dan pembatasan kekaisaran membuat konsumsi hewan berkaki empat di Jepang tidak dianjurkan.

Daging tidak sepenuhnya lenyap, tetapi konsumsinya tetap terbatas: digunakan sebagai obat, dipanggang di luar ruangan, atau diolah jauh dari perapian rumah. Menurut salah satu kisah asal-usulnya, para pekerja pertanian memanggang daging buruan, ikan, atau, lebih jarang, daging sapi di luar ruangan di atas bilah besi datar lebar dari sebuah suki.

Gyudon
gyudon, pewaris langsung semur daging sapi era Meiji

Era Meiji mengubah kebiasaan makan secara besar-besaran. Seiring Jepang bergerak menuju modernisasi, daging sapi menjadi simbol kekuatan dan ambisi kosmopolitan.

Pencabutan resmi larangan pada tahun 1871, lalu konsumsi daging sapi di depan umum oleh Kaisar Meiji pada tahun 1872, menjadi sinyal resmi, sementara pemikir seperti Yukichi Fukuzawa membela daging sebagai unsur pembaruan nasional.

Di wilayah Kanto, terutama di Yokohama, Prefektur Kanagawa, lalu di Tokyo, melonjaknya konsumsi daging sapi melahirkan gyunabe: daging sapi rebus bersama naganegi dalam panci besi, sering kali dengan miso berkarakter kuat untuk meredam aroma daging yang saat itu masih asing.

Gempa Besar Kanto pada 1923 kemudian menghancurkan restoran-restoran dan membuat para juru masak terpencar. Para pemilik restoran dari Kansai menetap di Tokyo yang sedang dibangun kembali, membawa serta nama “sukiyaki”, kebiasaan mencelupkannya ke telur mentah, dan isian yang lebih lengkap, seperti tahu, jamur, dan shirataki.

Kanto mengadopsi nama dan telur tersebut, sambil mempertahankan prinsip hidangan rebusnya. Seiring waktu, gaya lama gyunabe, yang sangat didominasi miso, digantikan oleh warishita yang lebih halus berbahan dasar kecap asin. Dari perkembangan inilah lahir dua gaya yang kini diakui luas: gaya Kansai, yang dimulai dengan memanggang daging, dan gaya Kanto, yang dimulai dengan kuah.

Dua gaya, satu panci

Versi Kansai dan Kanto sama-sama autentik, tetapi bertumpu pada metode yang berbeda. Keduanya menyatukan para penikmat di sekeliling panci besi dangkal; keduanya mengandalkan daging sapi, naganegi, shungiku, shiitake, yaki-dofu, shirataki, dan telur. Perbedaannya terutama terletak pada cara memasak dan membumbuinya.

Gaya Kansai mempertahankan dimensi yaki dalam sukiyaki. Lemak sapi dioleskan ke wajan panas, lalu wagyu dipanggang tanpa tambahan cairan. Gula zarame berbutir kasar dan kecap asin membumbui daging secara langsung.

Suapan pertama hampir bisa langsung disajikan, dengan tepian yang sedikit terkaramelisasi. Setelah itu, sayuran ditambahkan dan melepaskan cukup cairan untuk mengubah lemak sapi, kecap asin, dan gula menjadi glasir pekat.

Tamago kake gohan
Di Jepang, telur mentah juga identik dengan tamago kake gohan — nasi hangat, sebutir telur, dan tidak lebih

Sukiyaki gaya Kanto mewarisi gyunabe era Meiji. Hidangan ini dimulai dengan warishita yang terdiri dari kecap asin, mirin, saké, dashi, dan gula, lalu daging serta sayuran dimasak perlahan bersama.

Daging sapi di sini tidak membentuk kerak panggang; daging dimatangkan dalam kuah, sementara tahu, jamur, dan shirataki menyerap rasa manis dan umami dari seluruh masakan.

Dalam kedua gaya, telur memainkan peran penting. Di Kansai, telur meredam panas daging sapi yang baru dipanggang dan masih sangat panas; di Kanto, telur melembutkan saus dan melapisi setiap suapan. Pendekatan gaya Kanto yang lebih konsisten membuatnya sangat cocok untuk masakan rumahan, sementara restoran di kedua wilayah terus melestarikan keahlian ini di meja makan.

Bahan utama sukiyaki

Sukiyaki Jepang Autentik - Bahan

Kuroge Wagyu iris tipis: Kuroge Wagyu diiris sedikit lebih tebal dibandingkan versi untuk shabu-shabu. Potongan seperti ribeye atau sirloin memiliki marbling yang kaya, meleleh pada suhu rendah, dan menjaga daging tetap empuk, baik dipanggang cepat maupun dimasak perlahan.

Lemak sapi: Dioleskan pada wajan panas, lemak ini mencegah daging menempel sekaligus memberi dasar rasa yang gurih dan harum, terutama pada sukiyaki gaya Kansai.

Naganegi: Daun bawang Jepang yang panjang ini melunak saat dimasak dan memberi kedalaman rasa bawang yang lembut untuk menopang kecap asin, gula, dan mirin.

Shungiku: Krisan yang dapat dimakan ini menghadirkan sentuhan sedikit pahit dan herba, berguna untuk menyeimbangkan lemak dan rasa manis.

Jamur shiitake: Kandungan umaminya yang kaya guanilat memperkaya kuah dan menyeimbangkan manisnya bumbu.

Yaki-dofu: Tahu panggang padat ini tetap kokoh saat dimasak dan menyerap bumbu dengan baik. Jika sulit ditemukan, tahu padat yang dipres bisa menjadi pengganti yang cukup mendekati.

Shirataki: mi bening dari konjak ini memberi tekstur lembut dan sedikit kenyal, sambil menyerap saus.

Dasar bumbu: Kecap asin, mirin, saké, gula, dan, dalam sukiyaki gaya Kanto, dashi, membentuk glasir atau kuah manis gurih yang khas. Keseimbangan rasa yang dicari adalah asin, manis, dan kaya umami, tanpa cabai.

Telur mentah kocok: Secara tradisional digunakan mentah, dan idealnya sangat segar atau dipasteurisasi bila perlu. Celupan terakhir ini mendinginkan daging yang sangat panas, mengemulsikan saus pada setiap irisan, dan melembutkan rasa asinnya, sejalan dengan semangat tamago kake gohan.

Tambahan yang masih sejalan dengan tradisi, seperti shimeji, bisa memperkuat umami tanpa mengubah karakter hidangan. Sebaliknya, daun ketumbar, cabai, serta versi modern dengan daging babi, ayam, atau makanan laut umumnya menjauhkan hidangan ini dari sukiyaki Jepang tradisional.

Authentique Sukiyaki - En-tete

Sukiyaki Jepang Autentik

Cetak Resep Pinner la recette Ajouter à ma liste
5/5 (8)
Waktu Persiapan: 45 menit
Waktu Memasak: 25 menit
Waktu Total: 1 jam 10 menit
Hidangan: Hidangan utama
Masakan: Jepang
Porsi: 4
Penulis: Marc Winer

Bahan-bahan

  • 500 g daging sapi iris tipis untuk sukiyaki
  • 1 blok tahu panggang
  • 2 daun bawang Jepang atau 1 buah bawang bombai
  • 6 jamur shiitake
  • 0.5 ikat shungiku opsional
  • 120 g mi shirataki
  • 1 potong lemak sapi
  • 4 telur
  • 500 ml air
  • 5 g kombu rendam sekitar 30 menit

Sayuran lain yang disarankan

  • sawi putih sesuai selera
  • peterseli Jepang sesuai selera
  • komatsuna sesuai selera
  • tomat sesuai selera
  • rebung sesuai selera
  • selada air sesuai selera
  • sayuran pegunungan sesuai selera
  • paprika sesuai selera

Saus warishita

Petunjuk

Persiapan bahan

  • Potong daging sapi menjadi potongan sekali suap. Jangan potong terlalu kecil.
    500 g daging sapi
  • Iris daun bawang Jepang secara serong setebal sekitar 1 cm.
    2 daun bawang Jepang
    Authentique Sukiyaki - Couper les poireaux japonais en diagonale sur 1 cm d'épaisseur.
  • Tepuk-tepuk tahu panggang dengan tisu dapur hingga kering, lalu potong menjadi 8 bagian.
    1 blok tahu panggang
    Authentique Sukiyaki - Éponger soigneusement le tofu grillé avec du papier absorbant, puis le couper en 8 morceaux.
  • Potong mi shirataki sepanjang sekitar 10 cm, lalu rebus selama 2 sampai 3 menit untuk menghilangkan aromanya. Tiriskan.
    120 g mi shirataki
    Authentique Sukiyaki - Couper les shirataki en morceaux d'environ 10 cm, puis les faire bouillir 2 à 3 minutes pour retirer leur odeur.
  • Siapkan shungiku: potong bagian pangkalnya, lalu belah dua batangnya (beserta daunnya jika panjang).
    0.5 ikat shungiku
  • Siapkan jamur shiitake: buang tangkai dan bagian pangkal yang keras, belah dua tangkainya memanjang, buat sayatan dekoratif pada 2 jamur bila suka, lalu belah dua sisanya.
    6 jamur shiitake
    Authentique Sukiyaki - Retirer les pieds et la base dure des shiitakés; couper les pieds en deux dans la longueur. Faire une découpe décorative sur environ 2 shiitakés, puis couper les autres en deux.
  • Tata semua bahan per kelompok agar tampil cantik di meja makan, termasuk sayuran opsional.
    sawi putih, peterseli Jepang, komatsuna, tomat, rebung, selada air, sayuran pegunungan, paprika

Saus warishita

  • Masukkan mirin, sake, dan gula ke dalam panci. Panaskan hingga alkoholnya menguap, lalu matikan api setelah gula larut sempurna.
    100 ml mirin, 100 ml sake, 2 sendok makan gula
  • Tambahkan kecap asin, lalu aduk rata. Jika sempat, diamkan semalaman (opsional) agar rasanya lebih menyatu.
    100 ml kecap asin rendah garam
    Authentique Sukiyaki - Préparer la sauce warishita: mettre le mirin, le saké et le sucre dans une casserole et chauffer pour évaporer l'alcool. Éteindre le feu lorsque le sucre est complètement dissous, ajouter la sauce soja, mélanger. (Si possible, laisser reposer une nuit.)

Persiapan telur

  • Kocok telur dalam mangkuk saji masing-masing dan siapkan sebelum mulai memasak.
    4 telur
    Authentique Sukiyaki - Battre les œufs dans des bols individuels et les préparer avant de chauffer le plat/poêle.

Memasak sukiyaki

  • Panaskan panci sukiyaki atau wajan besar di atas api sedang. Masukkan lemak sapi dan biarkan meleleh perlahan tanpa terlalu panas.
    1 potong lemak sapi
    Authentique Sukiyaki - Faire chauffer un plat à sukiyaki ou une poêle à feu moyen. Ajouter le gras de bœuf et le laisser fondre doucement (sans trop chauffer la poêle).
  • Masukkan porsi pertama daging sapi dan panggang satu sisinya hingga kecokelatan. Tuang sedikit saus warishita dan biarkan rasanya meresap ringan. Cicipi suapan pertama ini.
    Authentique Sukiyaki - Ajouter une première portion de bœuf, faire dorer une face, ajouter une petite quantité de sauce warishita et laisser le goût pénétrer légèrement. Déguster cette première bouchée.
  • Masukkan daun bawang Jepang, tahu, shirataki, jamur shiitake, dan sayuran pilihan lainnya. Tambahkan saus warishita secukupnya, lalu masak perlahan hingga semua bahan meresap. Jangan menuang saus terlalu cepat karena tahu akan mengeluarkan air.
    Authentique Sukiyaki - Ajouter les poireaux japonais, le tofu, les shirataki et les autres ingrédients. Ajouter une quantité appropriée de sauce warishita et laisser mijoter jusqu'à ce que les ingrédients s'imprègnent de la sauce. Ne pas rajouter trop vite de sauce quand le tofu rend de l'eau.
  • Baluri tahu dengan lemak sapi dan biarkan sayuran melunak. Jika dasar panci mulai berisiko lengket, tambahkan sedikit kaldu kombu (air + kombu rendaman).
    500 ml air, 5 g kombu
    Authentique Sukiyaki - Enrober le tofu avec le gras du bœuf. Attendre que les légumes s'attendrissent. Ajouter un peu de bouillon de kombu si le fond risque d'attacher.
  • Dorong bahan yang sudah matang ke tepi panci, lalu tambahkan lagi daging sapi. Masak satu sisinya, kemudian letakkan di atas sayuran. Siram sedikit saus di atasnya, lalu masak dengan gaya memanggang dalam saus, bukan merebus.
    Authentique Sukiyaki - Pousser les ingrédients cuits vers le bord du plat. Ajouter à nouveau du bœuf, cuire une face, puis déposer le bœuf sur les légumes pour l'éloigner du feu direct. Ajouter de la sauce warishita par-dessus et cuire avec l'idée de faire griller dans la sauce plutôt que de faire bouillir.
  • Masukkan shungiku paling akhir dan masak sebentar saja. Nikmati selagi dimasak dengan mencelupkannya ke telur kocok.
    Authentique Sukiyaki - Ajouter le shungiku à la fin et le faire cuire brièvement.

Catatan

  • Buat saus warishita dalam jumlah banyak dengan rasio 1:1:1 kecap asin, mirin, dan sake, lalu tambahkan gula sesuai selera.
  • Simpan saus warishita di lemari es hingga sekitar 1 bulan; didiamkan 2 sampai 3 hari akan menghasilkan rasa yang lebih dalam.
  • Selalu panggang cepat daging sapi sebelum dimasak perlahan; lalu letakkan di atas bahan lain agar tidak terkena panas langsung berlebihan.
  • Pilih daging sapi wagyu/Jepang yang bermarbling bagus dan diiris tipis; atau setidaknya daging dengan marbling yang baik.
  • Masak sukiyaki seperti “dipanggang dalam saus”, bukan direbus, dan tambahkan saus secukupnya saja.
  • Biarkan sayuran dan lemak sapi membentuk kuah masak secara alami; sesuaikan kekuatan rasa saus dengan banyaknya telur saat disantap.
Sudah mencoba resep ini?Tag @marcwiner di Instagram!
5 dari 8 penilaian (7 penilaian tanpa komentar)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Beri rating pada resep ini