Resep kaldu ginseng Korea yang legendaris, siap memberi Anda tenaga di musim dingin maupun musim panas!
Apakah ini kaldu Asia? Hidangan ala fondue Tiongkok? Semacam bubur nasi? Samgyetang adalah ketiganya sekaligus, tetapi juga tidak sepenuhnya. “Terima kasih, Marc, sekarang saya jadi jauh lebih paham resep ini.” ➡️ Jangan pura-pura Anda tidak akan menekan tombol “Langsung ke resep” dalam 5 detik.
Lebih serius lagi, ini adalah salah satu hidangan klasik besar dari masakan Korea yang, sama seperti kimchi jjigae, layak jauh lebih dikenal.

Apa itu Samgyetang?
Secara umum, menelusuri etimologi hidangan seperti ini adalah cara terbaik untuk mendefinisikannya dengan tepat. Samgyetang (삼계탕) berasal dari tiga unsur: ‘Sam’ (삼) untuk ginseng (insam 인삼), ‘gye’ (계) yang berarti ayam, dan ‘tang’ (탕) yang berarti sup.
Hidangan ini sangat populer di Korea dan termasuk dalam Boyangsik (보양식), istilah untuk makanan yang dipercaya dapat menguatkan dan memulihkan tubuh. Samgyetang, khususnya, dikenal membantu melawan kelelahan, menstabilkan tekanan darah, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan memberi banyak manfaat lainnya.
Bagi para puris, agar bisa disebut “autentik”, hidangan ini wajib memuat tiga unsur tersebut (sup, ginseng, dan ayam). Ada satu detail penting lagi: sup ini juga berisi beras ketan yang, saat dimasak, akan memberi efek mirip bubur nasi, meski tidak sepenuhnya sama. Pada akhirnya, menurut saya, inilah alasan kita membedakan kaldu dan sup di sini: tekstur akhirnya benar-benar berbeda karena nasi yang hancur akan mengentalkan cairan beraroma ini.

Selain unsur-unsur dasar ini, beberapa bahan seperti jujube (kurma Tiongkok) memang lebih sering digunakan, tetapi tidak ada aturan yang benar-benar baku. Di Korea, Anda akan menemukan ribuan variasi, kadang sangat jauh dari tampilan khas hidangan ini. Para koki kerap mengeksplorasi dan memperkaya salah satu komponennya—paling sering kaldunya—dengan dashi, miso, …
Kapan Samgyetang disantap di Korea?
Di Korea, meskipun Samgyetang adalah sup panas, hidangan ini justru sangat populer di musim panas. Orang Korea sering berkata: “Lawan panas dengan panas!”
Mereka berangkat dari anggapan bahwa pada musim panas, darah lebih banyak bersirkulasi di dekat kulit, tetapi lebih sedikit mengalir ke organ-organ dalam. Akibatnya, organ-organ tersebut bisa menjadi lebih dingin dan memicu penurunan nafsu makan serta energi. Menyantap hidangan panas seperti Samgyetang, yang kaya bahan bergizi, dipercaya membantu melancarkan kembali aliran darah ke organ-organ dan memulihkan nafsu makan serta energi.
Selain itu, hidangan ini juga membantu menurunkan suhu tubuh lewat keringat. Itulah sebabnya orang Korea sangat gemar menyantap Samgyetang saat “sambok”, tiga hari terpanas dalam setahun.

Selama periode ini, restoran Samgyetang sering dipenuhi orang-orang yang mencari semangkuk sup hangat yang menenangkan. Biasanya hidangan ini disajikan dalam ttukbaegi (뚝배기), yaitu wadah gerabah yang digunakan untuk hidangan Korea seperti jjigae dan gukbap. Wadah ini menjaga panas dengan baik sehingga makanan bisa disajikan selagi mendidih. Ttukbaegi sendiri merupakan salah satu jenis onggi (옹기), tembikar tradisional Korea yang digunakan untuk peralatan makan dan penyimpanan.

Cara menyajikan Samgyetang buatan sendiri
Biasanya, hidangan ini disajikan dalam mangkuk terpisah dan ditemani banchan seperti japchae, salad kecambah kacang hijau, bayam wijen, kimchi, … serta saus cocolan di samping
Bahan-bahan utama Samgyetang

Ayam: Saya sarankan memilih ayam berukuran kecil karena dimasak utuh. Namun, sesuaikan saja ukurannya dengan panci yang Anda gunakan. Selain pertimbangan estetika dan kepraktisan, ukurannya tidak terlalu berpengaruh.
Jujube: kurma Tiongkok yang terkenal ini mudah ditemukan dalam bentuk kering di supermarket Asia. Buah ini memberi rasa sekaligus, menurut pengobatan tradisional Korea dan Tiongkok, berbagai manfaat kesehatan. Meski begitu, jujube tidak wajib ada agar hidangan ini tetap berhasil
Beras ketan: Idealnya, gunakan beras ketan berbutir pendek. Namun, saya juga sudah mencoba resep ini dengan beras sushi, dan hasilnya tetap sangat baik

Ginseng: Akar inilah bintang utama hidangan ini! Paling ideal tentu yang segar, tetapi versi kering pun sangat cocok dan tetap memberi cita rasa khas yang sulit ditandingi pada sup
Kecap asin ringan: penting untuk memberi sentuhan umami pada saus cocolan
Cuka beras: seperti kecap asin, bahan ini digunakan untuk membuat saus cocolan asam-manis yang lezat
Minyak wijen: di sini, gunakan minyak wijen sangrai. Rasanya yang lebih kuat penting untuk mendapatkan cita rasa autentik

Bahan-bahan
- 1 ayam utuh kecil
- 3 akar ginseng segar atau kering
- 10 siung bawang putih dikupas
- 6 jujube
- 100 g beras ketan butir pendek (gunakan beras ketan Vietnam, bukan Thailand), mentah
- 2 batang daun bawang diiris tipis
- 1.5 liter air atau secukupnya hingga ayam terendam
Saus cocol wijen
- 1 sendok makan garam
- 1 sejumput lada hitam
- 1 sendok teh biji wijen ditumbuk
- 2 sendok makan minyak wijen sangrai
Saus cocol asam manis
- 3 sendok makan kecap asin ringan
- 2 sendok makan cuka beras
- 1 sendok teh madu
- 0.5 bawang bombai dicincang kecil
- 1 cabai hijau dicincang kecil
Banchan pendamping (opsional)
- salad tauge kacang hijau
- bayam wijen ala Korea
- kimchi
Petunjuk
- Cuci beras beberapa kali, lalu rendam dalam air dingin selama 1 jam.100 g beras ketan

- Bersihkan ayam dan sayuran hingga benar-benar bersih. Lumuri ayam dengan garam, lalu bilas (opsional).1 ayam utuh kecil

- Isi rongga ayam dengan beras, siung bawang putih, jujube, dan akar ginseng. Jika masih ada sisa beras, masukkan ke dalam panci.3 akar ginseng, 10 siung bawang putih, 6 jujube

- Ikat kedua kaki ayam menjadi satu.

- Masukkan ayam ke dalam panci yang sesuai, lalu tuang air hingga hampir seluruh ayam terendam.1.5 liter air

- Didihkan, lalu masak dengan api sedang selama 30 menit.
- Kecilkan api, tutup panci, lalu biarkan mendidih perlahan selama 30 menit lagi.
- Campurkan semua bahan saus cocol wijen dalam wadah kecil.1 sendok makan garam, 1 sejumput lada hitam, 1 sendok teh biji wijen, 2 sendok makan minyak wijen

- Campurkan semua bahan saus cocol asam manis dalam wadah kecil.3 sendok makan kecap asin ringan, 2 sendok makan cuka beras, 1 sendok teh madu, 0.5 bawang bombai, 1 cabai hijau

- Sajikan dalam mangkuk tanah liat jika ada, taburi daun bawang, lalu hidangkan bersama banchan pilihan Anda.2 batang daun bawang
- Untuk menikmatinya sendiri atau bersama keluarga, letakkan ayam beserta kaldunya di tengah meja, sajikan kuahnya dalam mangkuk saji masing-masing, lalu potong ayam menjadi beberapa bagian untuk dibagikan kepada para tamu.Celupkan potongan ayam ke dalam saus cocol, lalu nikmati bersama banchan.
Catatan
Nutrisi
Sumber kuliner
Untuk saus cocolannya, saya terinspirasi dari versi blog berbahasa Inggris Maangchi
