samyetang dans un bol noir sur fond de bois

Samgyetang Autentik – Sup Ayam Ginseng

Resep kaldu ginseng Korea yang legendaris, siap memberi Anda tenaga di musim dingin maupun musim panas!

Langsung ke Resep
4.87/5 (15)

Apakah ini kaldu Asia? Hidangan ala fondue Tiongkok? Semacam bubur nasi? Samgyetang adalah ketiganya sekaligus, tetapi juga tidak sepenuhnya. “Terima kasih, Marc, sekarang saya jadi jauh lebih paham resep ini.” ➡️ Jangan pura-pura Anda tidak akan menekan tombol “Langsung ke resep” dalam 5 detik.

Lebih serius lagi, ini adalah salah satu hidangan klasik besar dari masakan Korea yang, sama seperti kimchi jjigae, layak jauh lebih dikenal.

kimchi jjigae dalam mangkuk di atas latar kayu
Satu hal yang pasti, orang Korea tahu cara mencuri perhatian dengan warna-warna masakan mereka yang memikat

Apa itu Samgyetang?

Secara umum, menelusuri etimologi hidangan seperti ini adalah cara terbaik untuk mendefinisikannya dengan tepat. Samgyetang (삼계탕) berasal dari tiga unsur: ‘Sam’ (삼) untuk ginseng (insam 인삼), ‘gye’ (계) yang berarti ayam, dan ‘tang’ (탕) yang berarti sup.

Hidangan ini sangat populer di Korea dan termasuk dalam Boyangsik (보양식), istilah untuk makanan yang dipercaya dapat menguatkan dan memulihkan tubuh. Samgyetang, khususnya, dikenal membantu melawan kelelahan, menstabilkan tekanan darah, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan memberi banyak manfaat lainnya.

Bagi para puris, agar bisa disebut “autentik”, hidangan ini wajib memuat tiga unsur tersebut (sup, ginseng, dan ayam). Ada satu detail penting lagi: sup ini juga berisi beras ketan yang, saat dimasak, akan memberi efek mirip bubur nasi, meski tidak sepenuhnya sama. Pada akhirnya, menurut saya, inilah alasan kita membedakan kaldu dan sup di sini: tekstur akhirnya benar-benar berbeda karena nasi yang hancur akan mengentalkan cairan beraroma ini.

Goto (bubur daging sapi) - gambar utama
Coba juga Goto, kerabat Filipina dari hidangan ini

Selain unsur-unsur dasar ini, beberapa bahan seperti jujube (kurma Tiongkok) memang lebih sering digunakan, tetapi tidak ada aturan yang benar-benar baku. Di Korea, Anda akan menemukan ribuan variasi, kadang sangat jauh dari tampilan khas hidangan ini. Para koki kerap mengeksplorasi dan memperkaya salah satu komponennya—paling sering kaldunya—dengan dashi, miso, …

Kapan Samgyetang disantap di Korea?

Di Korea, meskipun Samgyetang adalah sup panas, hidangan ini justru sangat populer di musim panas. Orang Korea sering berkata: “Lawan panas dengan panas!”

Mereka berangkat dari anggapan bahwa pada musim panas, darah lebih banyak bersirkulasi di dekat kulit, tetapi lebih sedikit mengalir ke organ-organ dalam. Akibatnya, organ-organ tersebut bisa menjadi lebih dingin dan memicu penurunan nafsu makan serta energi. Menyantap hidangan panas seperti Samgyetang, yang kaya bahan bergizi, dipercaya membantu melancarkan kembali aliran darah ke organ-organ dan memulihkan nafsu makan serta energi.

Selain itu, hidangan ini juga membantu menurunkan suhu tubuh lewat keringat. Itulah sebabnya orang Korea sangat gemar menyantap Samgyetang saat “sambok”, tiga hari terpanas dalam setahun.

jjigae dalam ttukbaegi
Dua jjigae disajikan dalam ttukbaegi (sumber: lovesera.com)

Selama periode ini, restoran Samgyetang sering dipenuhi orang-orang yang mencari semangkuk sup hangat yang menenangkan. Biasanya hidangan ini disajikan dalam ttukbaegi (뚝배기), yaitu wadah gerabah yang digunakan untuk hidangan Korea seperti jjigae dan gukbap. Wadah ini menjaga panas dengan baik sehingga makanan bisa disajikan selagi mendidih. Ttukbaegi sendiri merupakan salah satu jenis onggi (옹기), tembikar tradisional Korea yang digunakan untuk peralatan makan dan penyimpanan.

Galbitang
Galbitang menghadirkan kehangatan yang sama: sup Korea yang disajikan mendidih, dengan kaldu bening dari iga sapi galbi

Cara menyajikan Samgyetang buatan sendiri

Biasanya, hidangan ini disajikan dalam mangkuk terpisah dan ditemani banchan seperti japchae, salad kecambah kacang hijau, bayam wijen, kimchi, … serta saus cocolan di samping

Bahan-bahan utama Samgyetang

bahan-bahan Samgyetang di atas permukaan kayu

Ayam: Saya sarankan memilih ayam berukuran kecil karena dimasak utuh. Namun, sesuaikan saja ukurannya dengan panci yang Anda gunakan. Selain pertimbangan estetika dan kepraktisan, ukurannya tidak terlalu berpengaruh.

Jujube: kurma Tiongkok yang terkenal ini mudah ditemukan dalam bentuk kering di supermarket Asia. Buah ini memberi rasa sekaligus, menurut pengobatan tradisional Korea dan Tiongkok, berbagai manfaat kesehatan. Meski begitu, jujube tidak wajib ada agar hidangan ini tetap berhasil

Beras ketan: Idealnya, gunakan beras ketan berbutir pendek. Namun, saya juga sudah mencoba resep ini dengan beras sushi, dan hasilnya tetap sangat baik

kemasan beras ketan berbutir pendek
Beras ketan berbutir pendek

Ginseng: Akar inilah bintang utama hidangan ini! Paling ideal tentu yang segar, tetapi versi kering pun sangat cocok dan tetap memberi cita rasa khas yang sulit ditandingi pada sup

Kecap asin ringan: penting untuk memberi sentuhan umami pada saus cocolan

Cuka beras: seperti kecap asin, bahan ini digunakan untuk membuat saus cocolan asam-manis yang lezat

Minyak wijen: di sini, gunakan minyak wijen sangrai. Rasanya yang lebih kuat penting untuk mendapatkan cita rasa autentik

samyetang dans un bol noir sur fond de bois

Samgyetang Otentik – Sup Ayam Ginseng

Cetak Resep Pinner la recette Ajouter à ma liste
4.87/5 (15)
Waktu Persiapan: 10 menit
Waktu Memasak: 1 jam
Waktu Total: 1 jam 10 menit
Hidangan: Hidangan utama, Sup dan kaldu
Masakan: Korea
Porsi: 4 porsi
Kalori: 529kcal
Penulis: Marc Winer

Bahan-bahan

  • 1 ayam utuh kecil
  • 3 akar ginseng segar atau kering
  • 10 siung bawang putih dikupas
  • 6 jujube
  • 100 g beras ketan butir pendek (gunakan beras ketan Vietnam, bukan Thailand), mentah
  • 2 batang daun bawang diiris tipis
  • 1.5 liter air atau secukupnya hingga ayam terendam

Saus cocol wijen

Saus cocol asam manis

Banchan pendamping (opsional)

  • salad tauge kacang hijau
  • bayam wijen ala Korea
  • kimchi

Petunjuk

  • Cuci beras beberapa kali, lalu rendam dalam air dingin selama 1 jam.
    100 g beras ketan
    riz gluant rincé
  • Bersihkan ayam dan sayuran hingga benar-benar bersih. Lumuri ayam dengan garam, lalu bilas (opsional).
    1 ayam utuh kecil
    poulet salé sur une assiette
  • Isi rongga ayam dengan beras, siung bawang putih, jujube, dan akar ginseng. Jika masih ada sisa beras, masukkan ke dalam panci.
    3 akar ginseng, 10 siung bawang putih, 6 jujube
    poulet farci
  • Ikat kedua kaki ayam menjadi satu.
    poulet attaché
  • Masukkan ayam ke dalam panci yang sesuai, lalu tuang air hingga hampir seluruh ayam terendam.
    1.5 liter air
    eau versée dans une casserole contenant du poulet
  • Didihkan, lalu masak dengan api sedang selama 30 menit.
  • Kecilkan api, tutup panci, lalu biarkan mendidih perlahan selama 30 menit lagi.
  • Campurkan semua bahan saus cocol wijen dalam wadah kecil.
    1 sendok makan garam, 1 sejumput lada hitam, 1 sendok teh biji wijen, 2 sendok makan minyak wijen
    trempette au sésame dans un bol
  • Campurkan semua bahan saus cocol asam manis dalam wadah kecil.
    3 sendok makan kecap asin ringan, 2 sendok makan cuka beras, 1 sendok teh madu, 0.5 bawang bombai, 1 cabai hijau
    trempette aigre douce coréenne dans un bol
  • Sajikan dalam mangkuk tanah liat jika ada, taburi daun bawang, lalu hidangkan bersama banchan pilihan Anda.
    2 batang daun bawang
  • Untuk menikmatinya sendiri atau bersama keluarga, letakkan ayam beserta kaldunya di tengah meja, sajikan kuahnya dalam mangkuk saji masing-masing, lalu potong ayam menjadi beberapa bagian untuk dibagikan kepada para tamu.
    Celupkan potongan ayam ke dalam saus cocol, lalu nikmati bersama banchan.

Catatan

Jangan ragu memperkaya kaldu dengan bumbu favorit Anda, atau memvariasikan lauk pendamping dan saus cocol sesuai selera.

Nutrisi

Kalori: 529kcal | Féculents: 25g | Protein: 38g | Lemak: 30g | Lemak Jenuh: 8g | Lemak tak jenuh ganda: 6g | Lemak tak jenuh tunggal: 12g | Graisses trans: 0.2g | Kolesterol: 143mg | Natrium: 314mg | Kalium: 425mg | Serat: 2g | Gula: 1g | Vitamin A: 273IU | Vitamin C: 6mg | Kalsium: 37mg | Besi: 2mg
Sudah mencoba resep ini?Tag @marcwiner di Instagram!

Sumber kuliner

Untuk saus cocolannya, saya terinspirasi dari versi blog berbahasa Inggris Maangchi

4.87 dari 15 penilaian (11 penilaian tanpa komentar)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Beri rating pada resep ini