Masakan Korea, yang terkenal akan keragaman dan kekayaan rasanya, menghadirkan beragam hidangan dan pelengkap yang menonjolkan bahan-bahan segar dan alami.
Di antaranya, Sigeumchi Namul menonjol sebagai banchan (lauk pendamping) yang esensial. Lebih tepatnya, hidangan ini termasuk jenis “namul”, dan digemari karena kesederhanaan, cita rasa, serta manfaatnya bagi kesehatan. Olahan bayam dengan wijen dan bawang putih ini menunjukkan bagaimana masakan Korea mampu mengubah bahan-bahan sederhana menjadi sajian yang lezat dan bernutrisi.

Bayam menempati tempat penting dalam khazanah kuliner Korea, dan Sigeumchi Namul adalah contoh yang sempurna. Hidangan yang segar sekaligus gurih berbumbu ini menghadirkan sentuhan hijau yang menyenangkan di tengah santapan yang secara tradisional didominasi oleh daging. Segenggam bayam segar dari pasar pun bisa disulap menjadi lauk pendamping yang sehat dan berwarna, memberi kontras yang menyegarkan pada hidangan daging yang kaya rasa.
Sigeumchi Namul bukan hanya mudah dan cepat dibuat, tetapi juga dikenal karena manfaatnya bagi kesehatan.
Di Korea, hidangan ini lazim disajikan sebagai salah satu dari banyak banchan yang menemani santapan seperti bulgogi atau samgyetang. Namun, Sigeumchi Namul juga kerap hadir dalam hidangan campur seperti bibimbap atau kimbap, menambahkan nilai gizi sekaligus tekstur renyah pada sajian-sajian populer tersebut.

Bahan-bahan
- 250 g bayam muda
- 1 sendok teh garam
- air untuk merebus
Bumbu
- 1 sendok teh daun bawang iris tipis
- 0.5 sendok teh bawang putih cincang halus
- 0.25 sendok teh garam
- 1 sendok teh wijen putih
- 1 sendok makan minyak wijen
Petunjuk
- Cincang halus bawang putih.

- Campurkan semua bahan bumbu dalam sebuah mangkuk.
- Cuci bayam dengan air dingin. Didihkan air bersama garam.
- Rebus bayam selama 30 detik, lalu segera bilas dengan air dingin.

- Tiriskan, lalu peras perlahan untuk mengeluarkan sisa air. Potong-potong bayam, lalu campurkan dengan bumbu.

