hambagu japonais sur une assiette blanche sur fond de bois

Hambagu – Steak Cincang Khas Jepang

Bukan benar-benar hamburger, tapi juga bukan sepenuhnya steak… justru itulah daya tariknya. Versi Jepang dengan saus anggur merah dan kecap tomat ini siap memikat siapa pun yang menyukai masakan yoshoku Jepang!

Langsung ke Resep
4.89/5 (26)

Hamburger adalah salah satu guilty pleasure yang paling sering dikaitkan dengan masakan Amerika. Kita menyukainya karena rasanya yang kaya dan memanjakan. Di Jepang, hidangan ini diolah ulang sepenuhnya tanpa kehilangan kelezatannya. Di sini, hamburger tampil tanpa roti.

Jadi, yang tersaji kali ini adalah steak cincang sapi dan babi yang juicy, diberi bawang iris, lalu disiram saus anggur merah dengan cita rasa umami yang kuat… Terdengar unik? Yang jelas, rasanya luar biasa!

Big Mac
Kalau Anda penggemar burger, coba resep Big Mac saya

Apa itu Hambāgu? 

Anda mungkin sudah bisa menebaknya. “Hambāgu” memang terdengar sangat mirip dengan “hamburger”. Bedanya, tidak seperti hamburger klasik dengan roti bertabur biji wijen, patty sapi, selembar cheddar, dan berbagai pelengkap lain, “Hambāgu” (ハンバーグ) pada dasarnya berarti “steak hamburger Jepang”.

Benar, tidak ada roti sama sekali dalam hidangan ini. Karena itu, Hambāgu lebih sering disajikan dengan nasi. Terasa lebih Jepang, bukan? Anda juga bisa menyajikannya dengan tumis sayuran, kentang, atau pelengkap lain. Untuk versi ini, saya pribadi memilih salad. 

Hambāgu sebenarnya adalah hidangan yang sangat populer dalam masakan Yoshoku, yaitu masakan Jepang yang banyak terinspirasi oleh kuliner Barat. Hal yang sama juga berlaku untuk Tonkatsu, salad kentang Jepang, atau Omurice.

Jadi, wajar jika beberapa hidangan ini terasa begitu akrab. Bagi yang tertarik pada masakan Inggris, ada yang menyebut Hambāgu sebagai versi Jepang dari Salisbury steak. 

Variasi Hambāgu juga sangat banyak, terutama dari sisi sausnya, seperti Wafu Hambāgu (kecap asin dan daikon parut) atau Teriyaki Hambāgu (ya, seperti ayam teriyaki!).

Ayam teriyaki dalam mangkuk di atas nasi dengan latar kayu
Resep ayam teriyaki andalan saya

Pendampingnya pun bisa sangat beragam. Hambāgu kerap disajikan dengan jamur shimeji tumis atau telur mata sapi. Namun, untuk resep kali ini, saus yang kita gunakan berbahan dasar anggur merah dan kecap tomat.

Apa perbedaan antara Hambāgu dan Hambaga? 

Masakan Jepang memang penuh detail kecil yang menarik, dan yang satu ini patut diperhatikan. Di Jepang, ada Hambāgu, tetapi ada juga Hambaga.

Hanya berbeda satu huruf, tetapi keduanya memang bukan hidangan yang sama. Hambāgu bukanlah hamburger dalam arti harfiah. Sebaliknya, Hambaga jelas merujuk pada hamburger, bahkan dari cara pengucapannya.

Bukankah terdengar seperti pelafalan fonetis kata “hamburger” dengan aksen Amerika? Memang begitu adanya: Hambaga merujuk pada hamburger bergaya Amerika. Bagi orang Jepang, hidangan ini dianggap sebagai makanan “asing”, meskipun isiannya bisa saja sangat khas Asia, seperti shirasu (sarden kecil) atau patty udang berlapis tepung roti. 

Dari mana asal Hambāgu? 

Hambāgu sendiri adalah hidangan yang cepat menyebar ke berbagai belahan dunia pada abad ke-19. Awalnya, hidangan ini diperkenalkan oleh para imigran Jerman. Meski bukan hidangan asli Jepang, resep ini mendapat banyak penggemar pada era Meiji (1868–1912), ketika Jepang tengah giat mencari inspirasi dari Barat, kurang lebih seperti ayam nanban.

Ayam nanban di atas piring hitam dengan latar kayu
Ayam nanban yang lezat dengan saus tartar

Lalu, bagaimana Hambāgu bisa begitu populer? Secara historis, daging cincang mentah memang pernah dikonsumsi di beberapa wilayah Asia Tengah. Fakta menariknya, para penunggang kuda Tatar dikenal menyantapnya, dan dari situlah kemudian lahir inspirasi untuk steak yang kita kenal sebagai “tartare”. Tak heran jika hidangan semacam ini lalu cepat populer di Eropa, bahkan hingga sekarang.

Pada abad ke-18, penduduk Hamburg akhirnya menciptakan hidangan daging cincang yang dibentuk seperti steak, dipanggang, lalu disiram saus. Inilah steak Hamburg yang kemudian dibawa para imigran Jerman ke Amerika. Sementara itu, asal-usul hamburger sendiri tidak diketahui secara pasti. Yang jelas, hidangan ini praktis, cepat disantap, dan cocok untuk para pekerja yang ingin menikmati steak Hamburg sambil lalu. 

Di Jepang, konsumsi daging bahkan sempat dilarang selama beberapa abad. Barulah pada periode Meiji kebiasaan itu berubah, ketika orang Jepang mulai meniru pola makan Barat—dengan segala sisi baik dan buruknya.

Steak Hamburg pun mulai mendapat tempat di menu restoran Yoshoku pada masa itu. Meski sempat langka, terutama selama Perang Dunia Kedua, steak Hamburg kembali populer sejak tahun 1950-an. Sejak saat itulah nama Hambāgu makin umum digunakan. 

Bahan-bahan utama Hambāgu

Bahan-bahan untuk membuat hambagu di atas meja kayu

Daging sapi dan babi: di Jepang, Hambāgu umumnya dibuat dari campuran daging sapi dan daging babi cincang. Beberapa toko bahan makanan Jepang bahkan menjual campuran siap pakai yang secara khusus disebut Aibiki Niku (合いびき肉), jadi Anda tidak perlu membeli kedua jenis daging secara terpisah. Dalam resep ini, kita sedikit menyimpang dari kebiasaan tersebut dengan memakai perbandingan 130 gram daging sapi dan 70 gram daging babi. 

Panko: bersama telur, panko berfungsi sebagai pengikat yang baik untuk bakso daging atau steak cincang. Panko sangat cocok untuk resep ini karena teksturnya lebih ringan, tetapi tetap memberikan hasil akhir yang renyah. 

Anggur merah: sedikit sentuhan asam ini membuat Hambāgu terasa jauh lebih menarik. Sausnya benar-benar menjadi kunci kelezatan hidangan ini, dan anggur merah yang cukup berbodi akan memberi karakter yang lebih kuat. 

Kecap tomat: bisakah membayangkan burger tanpa kecap tomat? Memang ini bukan burger biasa, tetapi kecap tomat tetap memberi sentuhan manis yang penting pada saus. 

Saus Worcestershire: bahan inilah yang juga memberi warna cokelat tua pada saus Hambāgu. Rasanya asam-manis dengan sedikit sentuhan pedas. Saus ini agak mirip dengan saus Chuno yang digunakan dalam beberapa resep Hambāgu, hanya saja karakternya sedikit lebih tegas. Meski berasal dari Inggris, saus ini digunakan dalam banyak hidangan Jepang, termasuk saus untuk tonkatsu babi.

Kecap asin ringan: sentuhan asin yang menyeimbangkan semuanya tanpa menutupi rasa anggur merah, kecap tomat, dan saus Worcestershire. Semua rasa saling melengkapi, dan di situlah kekuatan Hambāgu. 

Tips agar Hambāgu berhasil sempurna

Kita tentu ingin steak yang padat dan tidak hancur saat dimasak, tetapi hasil seperti ini memang tidak selalu otomatis didapat. Ada satu trik sederhana yang bisa membantu: saat membentuk steak, lempar-adukkan adonan daging dari tangan kiri ke tangan kanan beberapa kali. Terdengar lucu, tetapi sangat efektif.

Trik ini membantu mengeluarkan udara dari dalam daging sehingga risiko retak saat dimasak jadi lebih kecil.

Selain itu, saya juga menyarankan untuk mendinginkan steak yang sudah dibentuk di dalam kulkas selama 20 hingga 30 menit agar lemaknya mengeras. Keluarkan tepat sebelum dimasak. 

Untuk sausnya, masak langsung di wajan yang sama setelah daging matang agar semua kerak dan sari rasa yang menempel ikut terangkat. Hasilnya dijamin lebih sedap! 

hambagu japonais sur une assiette blanche sur fond de bois

Hambagu – Steak Cincang Jepang

Cetak Resep Pinner la recette Ajouter à ma liste
4.89/5 (26)
Waktu Persiapan: 20 menit
Waktu Memasak: 20 menit
Waktu Total: 40 menit
Hidangan: Hidangan utama
Masakan: Jepang
Porsi: 2 porsi
Kalori: 341kcal
Penulis: Marc Winer

Bahan-bahan

Untuk daging

  • 130 g daging sapi cincang; gunakan daging dengan minimal 15% lemak
  • 70 g daging babi cincang; gunakan potongan dengan minimal 30% lemak, seperti pork belly
  • 100 g bawang bombai iris sangat tipis
  • 10 g mentega asin
  • 10 g tepung roti panko
  • 1 telur
  • 0.5 sendok teh garam
  • 0.5 sendok teh lada
  • 0.25 sendok teh pala bubuk

Untuk saus hambagu

  • 3 sendok makan anggur merah
  • 3 sendok makan ketchup
  • 3 sendok makan saus Worcestershire
  • 1 sendok teh kecap asin rendah garam
  • 1 sendok teh gula
  • 10 g mentega asin
  • 1 sendok makan minyak netral

Untuk pendamping

  • sedikit selada
  • wortel parut

Untuk taburan

  • peterseli kering

Petunjuk

  • Panaskan wajan di atas api sedang, lalu lelehkan mentega. Masukkan bawang bombai dan tumis hingga keemasan. Angkat dari api, lalu biarkan dingin.
    100 g bawang bombai, 10 g mentega
    oignons dans poêle
  • Masukkan daging sapi dan daging babi cincang ke dalam mangkuk, lalu aduk rata. Tambahkan panko, telur, garam, lada, dan pala. Aduk hingga adonan terasa lengket.
    130 g daging sapi, 70 g daging babi, 10 g tepung roti panko, 1 telur, 0.5 sendok teh garam, 0.5 sendok teh lada, 0.25 sendok teh pala
    viande hachée avec épices
  • Masukkan bawang bombai yang sudah dingin ke dalam adonan daging, lalu aduk hingga rata.
    viande hachée avec oignons
  • Bagi adonan menjadi porsi yang sama, lalu bentuk oval.
    burgers formés
  • Panaskan wajan di atas api sedang dengan sedikit minyak. Masukkan adonan daging, lalu masak hingga kecokelatan di kedua sisinya.
    viande hachée dans poêle
  • Tutup wajan dan masak dengan api kecil selama sekitar 3 menit, hingga matang sampai ke bagian tengah. Angkat, lalu sisihkan.
    viande cuite
  • Di wajan yang sama, masukkan semua bahan saus lalu aduk rata. Masak di atas api sedang selama sekitar 3 menit hingga saus mengental, lalu angkat dari api.
    3 sendok makan anggur merah, 3 sendok makan ketchup, 3 sendok makan saus Worcestershire, 1 sendok teh kecap asin rendah garam, 1 sendok teh gula, 10 g mentega, 1 sendok makan minyak netral
    ingrédients de la sauce dans poêle
  • Tata pendamping di atas piring, letakkan hambagu, lalu siram dengan saus dan taburi peterseli kering.
    sedikit selada, wortel parut, peterseli kering

Catatan

Kita ingin steak yang padat dan tidak mudah hancur saat dimasak, tetapi hasil seperti ini memang tidak selalu otomatis didapat. Ada trik sederhana untuk memperbesar peluang berhasil: saat membentuk steak, lempar-adukkan adonan daging dari tangan kiri ke tangan kanan beberapa kali. Kedengarannya lucu, tetapi sangat efektif.
Teknik ini membantu mengeluarkan udara dari dalam daging dan mengurangi risiko retak saat dimasak.

Nutrisi

Kalori: 341kcal | Féculents: 10g | Protein: 23g | Lemak: 23g | Lemak Jenuh: 11g | Lemak tak jenuh ganda: 2g | Lemak tak jenuh tunggal: 8g | Graisses trans: 1g | Kolesterol: 169mg | Natrium: 358mg | Kalium: 449mg | Serat: 1g | Gula: 4g | Vitamin A: 380IU | Vitamin C: 4mg | Kalsium: 53mg | Besi: 3mg
Sudah mencoba resep ini?Tag @marcwiner di Instagram!
4.89 dari 26 penilaian (23 penilaian tanpa komentar)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Beri rating pada resep ini