Daging sapi Hunan adalah istilah yang lazim dipakai oleh orang Tiongkok, tetapi hampir tidak pernah terdengar di sini. Bahkan, saya agak khawatir dari sisi SEO Google resep ini tidak akan terlalu berjaya karena benar-benar TIDAK ADA ORANG yang mengetik “Daging Sapi Hunan” atau “Daging Sapi Jinten” di browser mereka, hahaha. Biar saja, yang penting rasanya luar biasa dan mereka tidak tahu apa yang mereka lewatkan.

Asal-usul daging sapi jinten
Hunan adalah provinsi di Tiongkok yang tidak begitu dikenal. Di Tiongkok sendiri, provinsi ini terkenal dengan masakannya yang kaya aroma dan cita rasa, yang konon terinspirasi dari aneka kebab serta daging berbumbu dari Timur Tengah.

Itulah sebabnya daging sapi jinten terasa begitu berani: cabai yang sangat pedas berpadu dengan jinten dan jahe.
Teknik memasak yang digunakan
Resep ini memakai teknik “penggorengan dangkal”, teknik yang banyak digunakan dalam hidangan tradisional Tiongkok dan menjadi salah satu rahasia di balik cita rasanya yang khas. Tenang saja! Teknik ini jauh lebih mudah daripada yang terlihat.

Secara garis besar, proses memasak daging sapi jinten terdiri dari dua tahap: pertama, daging digoreng sebentar hingga terbentuk lapisan tipis yang lembut dan sangat penting untuk teksturnya lalu daging ditumis kembali bersama sayuran agar seluruh rasanya benar-benar menyatu.

Jika Anda menyukai hidangan seperti ini, saya yakin Anda juga akan sangat suka daging sapi dengan daun bawang muda saya, juga daging sapi tumis bawang saya.
Keduanya menggunakan lebih sedikit rempah, tetapi tetap kaya rasa! Jika berbagai jenis kecap asin membuat Anda bingung, coba baca artikel lengkap saya tentang berbagai jenis kecap asin
Bahan-bahan untuk daging sapi jinten
Kecap asin light dan dark: baca artikel saya tentang topik ini
Anggur Shaoxing: klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut
Ketiga bahan ini memberi kontribusi besar pada rasa, jadi sayang sekali jika diganti. Namun, dalam artikel tentang anggur Shaoxing, saya juga membagikan beberapa alternatif pengganti, dan kecap asin dark bisa diganti dengan saus Jepang “tamari”.

Apa pendamping terbaik untuk daging sapi jinten?
Menurut saya, nasi dalam segala bentuk adalah pendamping terbaik. Nasi sangat cocok untuk menyerap saus/kuah gurih yang dihasilkan daging sapi jinten.

Jika Anda ingin sesuatu yang lebih netral, saya punya dua resep nasi goreng Kanton:


Ketiganya sama-sama pilihan yang sangat baik, tetapi Anda juga bisa menyajikannya dengan nasi putih biasa. Apalagi kalau punya rice cooker, nyaris tanpa usaha dan hasilnya tetap mengenyangkan.
Saya sarankan memakai beras sushi yang dicuci bersih sebelum dimasak agar bulir-bulirnya terpisah dengan baik.

Bahan-bahan
- 700 g rumsteck sapi, iris sangat tipis (ukuran sekitar 4 x 3 cm)
- 1 sendok makan jahe cincang
- 5 siung bawang putih cincang halus
- 4 cabai merah segar, iris tipis
- 4 sendok teh cabai flakes
- 4 sendok teh jinten bubuk
- 1 sejumput garam
- 4 daun bawang, ambil bagian hijaunya saja, iris tipis
Marinasi
- 2 sendok makan arak Shaoxing
- 1 sendok teh garam
- 2 sendok teh kecap asin light
- 2 sendok teh kecap asin dark
- 2 sendok makan maizena
- 2 sendok makan air
Petunjuk
- Marinasi daging sapi selama 10-15 menit.
- Panaskan minyak yang cukup banyak dalam wok (setinggi 2 cm) hingga mencapai 140 derajat.
- Masukkan daging sapi dalam 2 tahap, lalu aduk cepat selama maksimal 3-4 menit.
- Angkat dan sisihkan daging sapi, lalu buang sekitar tiga perempat minyak dari wok.
- Tambahkan bawang putih, jahe, cabai, cabai flakes, dan jinten, lalu tumis selama 2 menit.
- Masukkan kembali daging sapi ke dalam wok, lalu tumis lagi selama 2 menit.
- Tambahkan daun bawang, aduk selama 1 menit, lalu sajikan.
- Opsional: beri sedikit minyak wijen sebagai sentuhan akhir.
