Pangsit khas Tiongkok ini adalah sajian yang sangat populer selama Tahun Baru Imlek, perayaan yang sarat dengan tradisi dan kemeriahan.
Namun, perayaan apa pun terasa belum lengkap tanpa hidangan khas yang menandai musimnya. Bagi Tahun Baru Imlek, tangyuan ibarat kue log Natal dalam perayaan Natal: tradisi yang nyaris tak terpisahkan.
Bola ketan/pangsit Yuanxiao (Festival Lampion) – atau tangyuan, sebutan lainnya – merupakan sajian tradisional selama perayaan Tahun Baru Tiongkok, terutama saat Festival Lampion, hari terakhir dari rangkaian perayaan tradisional Tahun Baru Imlek.

Selama Festival Lampion, lampion-lampion kertas menerangi langit malam dengan cahaya yang indah, melambangkan pelepasan masa lalu dan harapan akan masa depan.
Sejak saat itu, Festival Lampion juga berkembang menjadi semacam Hari Valentine khas Tiongkok, sejalan dengan tradisi lama mempertemukan pasangan di jalanan selama perayaan.

Yuanxiao adalah bola ketan manis yang biasanya berisi pasta kacang merah manis, pasta wijen dari biji wijen, atau bahkan selai kacang.
Orang Tiongkok percaya bahwa bentuk bulat tangyuan dan mangkuk khusus tempat hidangan ini biasanya disajikan melambangkan keutuhan keluarga.

Menyantap tangyuan dipercaya membawa kebahagiaan dan keberuntungan bagi keluarga di tahun yang baru. Karena itulah, bola-bola ini juga kerap disajikan dalam pernikahan Tiongkok dan berbagai acara kumpul keluarga lainnya.

Bahan-bahan
- 200 g mentega tawar, suhu ruang
- 200 g bubuk wijen hitam dari biji wijen hitam yang diblender hingga halus
- 225 g gula pasir
- 1 sendok teh arak Shaoxing
- 500 g tepung beras ketan
- 118 ml air
Petunjuk
- Campurkan mentega, bubuk wijen, gula, dan arak Shaoxing dalam panci sedang di atas api kecil hingga tercampur rata.200 g mentega tawar, suhu ruang, 200 g bubuk wijen hitam, 225 g gula pasir, 1 sendok teh arak Shaoxing
- Angkat dari api, lalu dinginkan sepenuhnya (masukkan ke freezer selama 15-20 menit jika perlu).
- Bentuk campuran isian menjadi bola-bola kecil, masing-masing sekitar 1 sendok teh. Sisihkan.
- Masukkan tepung beras ketan ke dalam mangkuk besar. Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil menguleni hingga adonan bertekstur seperti plastisin—tidak terlalu lembek, tetapi halus, lentur, dan mudah dibentuk.500 g tepung beras ketan, 118 ml air
- Didihkan sepanci besar air dengan api besar. Sementara itu, bentuk tangyuan.
- Ambil sepotong adonan kira-kira sebesar bola golf. Bulatkan, lalu tekan bagian tengahnya dengan ibu jari hingga membentuk cekungan yang cukup dalam.
- Masukkan satu bola isian wijen ke dalam cekungan, lalu tutup rapat dengan adonan hingga seluruh isian tertutup. Pastikan sambungan adonan benar-benar rapat di sekeliling isian. Jika perlu, haluskan sambungan dengan jari yang sedikit dibasahi dan sedikit tepung. Ulangi hingga semua tangyuan terbentuk.
- Masak tangyuan dalam air mendidih di atas api sedang-besar. Aduk perlahan ke satu arah selama proses memasak. Setelah tangyuan mengapung ke permukaan, kecilkan api menjadi sedang-kecil dan masak sekitar 1 menit lagi.
- Angkat tangyuan yang sudah matang dengan sendok berlubang. Tiriskan sebentar di atas kain bersih, pindahkan ke piring saji besar, lalu sajikan.
- Sebagai variasi, sajikan dalam mangkuk hangat dengan campuran air, gula, dan air bunga jeruk.
Catatan
- Tepung beras ketan dan bubuk wijen hitam biasanya tersedia di sebagian besar supermarket Asia. Jika tidak menemukan bubuk wijen hitam, haluskan biji wijen hitam dengan food processor hingga menjadi bubuk.
- Jumlah air yang dibutuhkan bisa sangat bervariasi, tergantung tingkat kelembapan tempat tinggal Anda, bahkan usia tepungnya.
- Tepung beras ketan memang agak sulit diolah. Awalnya adonan akan terlihat terlalu kering, lalu 20 detik kemudian justru lengket di tangan karena kebanyakan air. Jika ini terjadi, tambahkan sedikit lagi tepung beras ketan. Sebaliknya, jika adonan terlalu kering, tambahkan air sedikit demi sedikit, sangat sedikit setiap kali.
