Semangkuk nasi dengan tuna yang dimarinasi dalam kecap asin, mirin, dan sake, diberi sentuhan jahe lalu disempurnakan dengan shiso, nori, kuning telur, dan wijen.
Tuna yang baru diangkat dari marinasi tampak nyaris berlapis glasir, merah tua dan berkilau. Tinggal susun di atas nasi yang masih hangat, tambahkan sejumput nori dan sedikit wasabi segar, lalu hidangan ini pun siap dalam hitungan menit.
Gigitan pertama terasa gurih dan bulat, daging ikannya lembut, sementara nasinya cukup asam untuk mengikat seluruh rasa. Awalnya lahir dari kebutuhan akan pengawetan, lalu menjelma menjadi salah satu mangkuk nasi terbaik di Jepang.

Apa itu maguro zuke don ?
Maguro berarti tuna, zuke berarti direndam atau dimarinasi, dan don berasal dari donburi, yaitu mangkuk nasi. Ikannya berupa akami, bagian merah tanpa lemak, yang dimarinasi dalam nikiri yang telah didinginkan : dua bagian kecap asin untuk satu bagian mirin dan satu bagian sake.
Hidangan ini disajikan di atas shari, nasi sushi berbumbu cuka, bukan di atas nasi putih panas. Inilah yang membedakannya dari maguro don, yang memakai tuna polos, maupun tekka don, yang tunanya tidak dimarinasi.
Koki yang teliti menambahkan yubiki, yaitu blansir singkat selama beberapa detik pada permukaan blok tuna. Proses ini menghilangkan aroma yang menempel di permukaan, mengencangkan bagian luar, dan memperlambat penyerapan garam, sehingga ikan tetap berbumbu tanpa terasa terlalu asin.
Nasinya juga sama pentingnya : tradisi Edomae menyajikannya mendekati suhu tubuh, sering kali dibumbui dengan akazu, cuka merah yang dibuat dari ampas sake.

Lahir dari kebutuhan menyelamatkan tuna di Edo
Hidangan ini berasal dari Edo, nama lama Tokyo, dan lahir dari persoalan yang sangat nyata : menjaga ikan tetap layak dimakan tanpa pendinginan. Para pedagang kaki lima membutuhkan tuna yang aman, cepat disajikan, dan lezat. Inilah logika Edomae, yakni kerja persiapan teliti yang oleh para koki disebut shigoto, yang juga melahirkan nigiri-zushi pertama di dekat Jembatan Ryogoku pada awal abad ke-19.
Tuna lebih membutuhkannya daripada ikan lain. Sebelum ada pembekuan, warnanya cepat berubah cokelat dan bagian berlemaknya lekas tengik. Ikan ini digolongkan sebagai gezakana, ikan kelas dua, dan sebagian orang menyebutnya neko-matagi, ikan yang konon bahkan akan dilangkahi kucing begitu saja.
Kecap asin mengubah semuanya. Saat koikuchi berwarna gelap mulai menyebar di wilayah Kantō, sekitar Chōshi dan Noda, para koki Edo mendapatkan bahan pengawet yang murah, asin, dan kaya glutamat.
Bagian akami sangat cocok dengannya : sausnya menarik sebagian air, mengencangkan daging, dan memberi kedalaman rasa. Sebaliknya, toro yang berlemak—begitu dicari saat ini—kurang cocok untuk perlakuan ini dan dulu harganya jauh lebih murah. Sesuatu yang mula-mula dipakai untuk mengawetkan akhirnya berubah menjadi cita rasa yang dicari karena kenikmatannya sendiri.

Bahan-bahan utama maguro zuke don

Akami adalah potongan utama, baik dari tuna sirip biru maupun albakora: daging yang padat, tanpa lemak, dan menangkap bumbu dengan jelas. Di bawahnya ada shari, nasi bulir pendek yang dibumbui cuka lalu didinginkan perlahan, menghadirkan keasaman dan kehangatan lembut. Cuka beras putih memberi ketegasan, sedangkan akazu menghadirkan nuansa karamel dan ragi, sejalan dengan semangat Edomae.
Marinasi ini hanya membutuhkan tiga bahan. Kecap asin koikuchi memberikan rasa asin, warna, dan sebagian besar umami. Mirin membulatkan rasa dan memberi kilau. Sake mengangkat aroma dan meredam nuansa amis, asalkan alkoholnya sudah diuapkan sebelum bersentuhan dengan tuna.

Wasabi segar menonjolkan rasa tuna tanpa menutupinya, dan nori iris halus menambahkan aroma laut serta sedikit kerenyahan. Wijen, daun bawang, atau shiso adalah tambahan yang lebih modern, memberi kesegaran tetapi sifatnya opsional. Kaum puris memilih menyajikan mangkuk ini tetap sederhana.

Bahan-bahan
- 150 g nasi
- 100 g tuna grade sashimi
Pelengkap
- nori diiris tipis, sesuai selera
- 3 lembar shiso
- 1 kuning telur
- wasabi sesuai selera
- wijen putih disangrai, sesuai selera
Petunjuk
Siapkan pelengkap
- Buang tangkai daun shiso, lalu iris tipis.3 lembar shiso

Buat marinasi
- Panaskan mirin dan sake hingga alkoholnya menguap.1 sendok makan mirin, 1 sendok makan sake
- Angkat, lalu biarkan hingga benar-benar dingin.
- Tambahkan kecap asin dan jahe, lalu aduk rata hingga menjadi marinasi.2 sendok makan kecap asin, 1 sendok teh jahe

Marinasi tuna
- Masukkan tuna dan marinasi ke dalam kantong freezer, lalu pijat perlahan agar seluruh permukaannya terlapisi rata.100 g tuna grade sashimi

- Simpan di lemari es selama 20 menit.
Susun donburi
- Masukkan nasi ke dalam mangkuk.150 g nasi

- Taburkan nori yang diiris tipis di atas nasi, lalu tata tuna marinasi di atasnya.nori

- Tambahkan shiso, kuning telur, dan wasabi, lalu taburi wijen putih.1 kuning telur, wasabi, wijen putih

Catatan
- Marinasi membutuhkan 20 menit di lemari es (tidak termasuk dalam total waktu yang tertera).
- Untuk hasil terbaik, gunakan nasi Jepang yang sudah matang dan masih hangat.