Resep omelet kukus khas Vietnam yang tradisional, lezat, sederhana, dan menghangatkan
Hari ini, kita kembali dengan sebuah resep Vietnam yang tidak biasa dan nyaris tak dikenal di Prancis. Perpaduan telur, jamur, dan daging yang lezat ini dikukus hingga matang, sehingga mudah dibuat dan menghasilkan hidangan yang hangat serta menenangkan.
Apa itu Chả trứng thịt?
Hidangan ini paling umum disantap di Vietnam bagian selatan dan, secara garis besar, termasuk dalam kategori Chả, yaitu olahan daging kukus (seperti Chả Huế yang digunakan untuk membuat Bún bò Huế yang lezat).

Sering disajikan bersama nasi “tiga harta” yang terkenal, hidangan ini bisa dibuat dalam berbagai versi, tergantung bahan yang digunakan. Dalam konteks ini, nama lengkapnya sebenarnya adalah Chả trứng thịt heo, yang berarti daging babi kukus dengan telur.
Karena ini merupakan varian yang paling umum, judul resep biasanya cukup memakai tiga kata tersebut.
Saya sempat membaca bahwa pada awalnya hidangan ini dibuat dengan telur bebek, baik yang asin maupun segar, tetapi saya belum benar-benar menemukan sumber lain yang menguatkan hal itu.
Bahan utama Chả trứng

Daging babi: Gunakan daging dengan kandungan lemak yang cukup. Jika Anda memakai jenis daging lain, prinsip yang sama tetap berlaku.
Saus ikan: pilih yang berkualitas, misalnya Phú Quốc. Jika tidak tersedia, periksa persentase ikan pada label sebagai patokan kualitasnya.
Bihun/mi: gunakan bihun beras atau soun, atau bahkan kulit babi serut khas Vietnam (da bi). Sekali lagi, yang dipakai di sini memang mi berukuran tipis seperti bihun.
Tips agar hasilnya maksimal
Siapkan telur tambahan: Tergantung ukuran telur dan wadah yang Anda gunakan, Anda mungkin perlu menambah beberapa butir telur agar lapisan kuning di atasnya secantik yang terlihat pada foto.

Panaskan kukusan terlebih dahulu: Jangan mulai mengukus dari kondisi dingin, karena waktu memasaknya bisa berubah (dan daging babi mentah jelas bukan hasil yang diinginkan).
Rehidrasi jamur: Proses ini bisa memakan waktu sedikit lebih lama dari perkiraan, tergantung ukurannya.

Peralatan
Bahan-bahan
- 450 g daging babi cincang 30% lemak
- 0.5 bawang bombai dicincang
- 4 telur utuh
- 2 telur pisahkan kuning dan putih telurnya
- 4 daun bawang dicincang
- 1 ikat soun kacang hijau
- 1 segenggam kecil jamur kuping hitam kering
- 0.5 sendok teh gula
- 0.25 sendok teh garam
- 0.5 sendok teh lada putih
- 2 sendok teh saus ikan
- 1 sendok teh bubuk bawang putih
- Beberapa daun bawang iris sangat tipis, untuk hiasan
Petunjuk
- Rendam soun kacang hijau dan jamur kuping hitam dalam air hangat selama sekitar 10 menit.1 ikat soun kacang hijau, 1 segenggam kecil jamur kuping hitam

- Tiriskan soun dan jamur hingga benar-benar kering.
- Potong soun menjadi bagian-bagian sepanjang sekitar 2.5 cm.

- Cincang jamur, lalu sisihkan.

- Dalam mangkuk besar, masukkan soun, jamur, bawang bombai, daun bawang, daging babi cincang, bubuk bawang putih, saus ikan, dan lada putih.450 g daging babi cincang, 0.5 bawang bombai, 4 daun bawang, 0.5 sendok teh gula, 0.25 sendok teh garam, 0.5 sendok teh lada putih, 2 sendok teh saus ikan, 1 sendok teh bubuk bawang putih

- Tambahkan telur utuh ke dalam campuran.4 telur utuh

- Untuk sisa telur, pisahkan kuning telurnya ke dalam mangkuk kecil. Kocok bersama irisan daun bawang.2 telur, Beberapa daun bawang

- Masukkan putih telur ke dalam campuran daging.
- Aduk hingga semua bahan tercampur rata.
- Tuang campuran daging ke dalam wadah keramik atau logam, lalu ratakan permukaannya.

- Panaskan air dengan api sedang-besar hingga mulai mendidih.
- Masukkan wadah ke dalam kukusan, lalu kukus selama 30 menit.

- Buka tutup kukusan, lalu oleskan permukaan adonan dengan kuning telur kocok dan daun bawang.

- Kukus kembali selama 5 menit dengan tutup tetap terpasang.
- Biarkan agak dingin sebelum dikeluarkan dari kukusan.
- Sajikan bersama nasi.
