Bukan sekadar pedas, lada Sichuan menawarkan perpaduan cita rasa khas yang menghadirkan sentuhan sitrus yang sangat harum pada hidangan Anda! Dengan sensasi pedas yang mengingatkan pada lada hitam sekaligus kesegarannya, rempah Tiongkok ini akan terus mengejutkan Anda.
Apa itu lada Sichuan?
Sesuai namanya, lada Sichuan adalah jenis lada yang berasal dari provinsi Sichuan di Tiongkok. Lada ini dikenal karena rasanya yang pedas dan aromatik, sekaligus kemampuannya menimbulkan sensasi kebas dan kesemutan di lidah. Memang, lada ini memiliki efek sedikit membius. Saya jamin, sensasinya sangat mengejutkan; di Tiongkok, rasa ini disebut “mala”.

Lada ini kerap digunakan dalam masakan Asia untuk menambah rasa dan kedalaman, terutama dalam saus dan kaldu. Selain itu, lada Sichuan juga cocok untuk memberi aroma pada daging, sayuran, dan hidangan berbahan nasi.
Asal-usul dan sejarah lada Sichuan
Berasal dari Sichuan di barat daya Tiongkok, rempah ini dibuat dari kulit biji buah pohon berduri yang dalam botani dikenal sebagai “Zanthoxylum simulans”. Menariknya, tanaman ini masih satu keluarga dengan buah-buahan sitrus.
Yang dipanen sebenarnya adalah kulit buahnya untuk menghasilkan rempah ini. Lada Sichuan telah digunakan dalam masakan Tiongkok selama berabad-abad karena rasanya yang sangat khas dan khasiat pengobatannya.

Pada masa lalu, lada ini dianggap sebagai obat untuk berbagai keluhan, seperti sakit kepala atau sakit perut. Marco Polo, penjelajah Venesia yang terkenal, bahkan sempat mengenal langsung lada ini dalam perjalanannya pada abad ke-13.
Ia membawanya ke pasar Eropa, dan sejak saat itu lada Sichuan menjadi populer bukan hanya di negara-negara Asia lainnya, tetapi terutama di Eropa, lalu menyebar ke seluruh dunia.
Rasa lada Sichuan
Lada Sichuan memiliki cita rasa unik yang memadukan pedas dan sedikit pahit. Buah lada Sichuan langsung menghadirkan aroma sitrus yang kuat, lalu diikuti sensasi kesemutan di lidah. Coba ganti lada biasa dengan lada Sichuan dalam ayam pedas khas Tiongkok saya.

Rasa dan sensasi ini sangat identik dengan masakan Asia, khususnya masakan Tiongkok, yang terkenal berani menghadirkan intensitas dan aroma pada setiap hidangan. Rempah ini dianggap sangat serbaguna di dapur karena mampu memberi perpaduan unik antara rasa pedas dan aroma harum pada banyak masakan.
Lada Sichuan sering digunakan dalam kaldu dan sup seperti sup Peking untuk memperkuat rasanya. Selain itu, lada ini juga cocok ditambahkan ke daging, terutama unggas. Coba misalnya resep ayam kung pao atau ayam karamel Sichuan. Lada ini juga pas untuk ikan, sayuran, dan saus agar aromanya lebih kaya dan rasanya makin kompleks.

Lada Sichuan dan lada hitam, apa bedanya?
Perbedaan pertama yang perlu diketahui: biasanya, lada berasal dari tanaman yang disebut “piper nigrum”, yaitu anggota keluarga Piperaceae.
Pada tanaman ini tumbuh biji-biji kecil yang digunakan untuk menghasilkan sebagian besar jenis lada. Biji yang sudah matang lalu dikeringkan akan menjadi lada hitam. Sementara itu, lada hijau dipanen jauh sebelum matang. Lada Sichuan adalah salah satu pengecualian. Yang dipanen bukan bijinya, melainkan kulit buahnya. Hal ini terlihat jelas pada gambar di bawah: yang Anda lihat adalah kulit buah yang kosong.

Dari segi rasa, lada Sichuan memang pedas, tetapi tidak sekuat lada hitam. Yang paling membedakannya adalah sentuhan sitrus khas yang dimiliki lada Sichuan.
Sementara itu, lada hitam memiliki rasa yang lebih membumi. Perbedaan lain: kalau biasanya garam dan lada ditambahkan di tahap akhir, lada Sichuan justru sangat aromatik, sehingga cocok digunakan sejak awal proses memasak agar seluruh hidangan lebih harum. Ini berbeda dari anjuran umum untuk lada biasa.
Manfaat lada Sichuan
Lada Sichuan asal Tiongkok dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Berkat kandungan piperinanya, lada ini memiliki khasiat yang sangat baik untuk pencernaan.
Lada ini membantu merangsang pencernaan serta meredakan kembung dan sakit perut. Bahkan, lada ini juga memiliki sifat anti-inflamasi.

Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, lada Sichuan telah lama digunakan untuk membantu meredakan nyeri sendi. Selain dikenal membantu pemulihan tubuh, rempah ini juga kaya antioksidan dan dapat melancarkan peredaran darah, yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung.
Bagaimana cara menggunakan lada Sichuan?
Sebagian besar resep menyarankan agar butiran lada disangrai lalu digiling. Cukup panaskan butiran lada dalam wajan dengan api kecil hingga sedang sampai harum dan sedikit kecokelatan. Setelah dingin, giling hingga halus agar seluruh potensinya benar-benar keluar saat digunakan!

Butuh ide resep dengan lada Sichuan? Anda bisa menggunakannya untuk memberi aroma pada saus untuk daging, ikan, atau sayuran. Lada ini juga cocok sebagai bumbu untuk sup, kaldu, marinasi, hidangan nasi, dan mi. Anda bisa memakainya dalam minyak cabai instan saya, minyak cabai Sichuan saya, atau resep mapo tofu saya.

Bagaimana mengganti lada Sichuan?
Untuk menambahkan sensasi pedas pada banyak hidangan, lada Sichuan adalah bahan penting dalam masakan Asia, terutama bagi Anda pencinta makanan pedas! Namun, jika Anda tidak memilikinya, lada hitam bisa digunakan sebagai pengganti. Rasanya lebih kuat dan lebih tajam daripada lada putih, sehingga dapat membantu mengangkat rasa hidangan yang terasa kurang kuat.
Lada panjang juga bisa menjadi alternatif. Meski rasanya lebih lembut dan halus daripada lada Sichuan, rempah ini tetap bisa memberi sentuhan pedas pada masakan. Tips kecil: giling halus agar rasa pedasnya semakin terasa! Ada banyak rempah lain yang juga dapat digunakan sebagai pengganti, seperti jintan, anis bintang, atau cengkih. Namun, Anda tetap akan kehilangan sentuhan kompleks dan serbaguna yang menjadi ciri khas lada Sichuan.

Untuk mengatasi hal ini, jangan ragu menambahkan sedikit air jeruk nipis atau buah sitrus lain yang cocok dengan hidangan Anda. Tips lainnya: gunakan kombinasi lada hitam yang baru digiling dan biji ketumbar.
Perlu diingat bahwa setiap pengganti akan memberikan rasa yang sedikit berbeda. Karena itu, cobalah beberapa pilihan hingga menemukan yang paling sesuai dengan selera Anda.
Di mana menemukan lada Sichuan?
Lada Sichuan sangat mudah ditemukan di toko bahan makanan Asia atau toko khusus. Kabar baiknya, rempah ini kini sudah begitu populer sehingga Anda bahkan bisa menemukannya di sebagian besar supermarket besar.
Meski begitu, peluang Anda untuk menemukan produk yang autentik dan berkualitas biasanya lebih besar di toko khusus.
Bagaimana cara menyimpan lada Sichuan?
Untuk menyimpan lada Sichuan sebaik mungkin, simpanlah dalam wadah kedap udara di tempat yang kering dan sejuk, jauh dari cahaya dan panas. Perlu dicatat bahwa lada yang sudah digiling akan lebih cepat kehilangan aromanya. Karena itu, sebaiknya segera digunakan.

Bahan-bahan
- 1 sendok makan lada Sichuan
- 59 ml kecap asin light
- 3 sendok makan madu
- 1 sendok makan minyak wijen
- 1 sendok makan cuka beras hitam
- 1 sendok makan arak Shaoxing
- 3 siung bawang putih cincang
- 1 sendok makan sambal oelek
- 0.5 sendok teh bubuk ngohiong
- 1 sejumput garam
Petunjuk
- Sangrai lada Sichuan dalam wok kering di atas api sedang selama 1-2 menit hingga harum.1 sendok makan lada Sichuan
- Tumbuk lada dengan mortar hingga pecah kasar (pakai cara apa pun juga boleh, saya tidak menghakimi).
- Campurkan semua bahan dalam sebuah mangkuk.59 ml kecap asin light, 3 sendok makan madu, 1 sendok makan minyak wijen, 1 sendok makan cuka beras hitam, 1 sendok makan arak Shaoxing, 3 siung bawang putih cincang, 1 sendok makan sambal oelek, 0.5 sendok teh bubuk ngohiong, 1 sejumput garam
- Pindahkan ke dalam stoples, lalu simpan di kulkas.
