Mencicipi serangga di Thailand adalah pengalaman yang kerap dijalani banyak pelancong pada malam hari, terutama di tempat-tempat seperti Bangla Road di Phuket dan Khao San Road di Bangkok.
Serangga yang dapat dimakan sebenarnya adalah kudapan lezat yang sangat populer dalam masakan Thailand, karena praktis sebagai camilan dan ternyata cukup menyehatkan.
Setelah Anda berhasil mengatasi rasa enggan naluriah untuk memasukkan hewan-hewan kecil yang menyeramkan ke dalam mulut, Anda mungkin akan menyadari bahwa beberapa di antaranya ternyata cukup enak.

Saya telah menyusun daftar serangga yang dapat dimakan yang bisa Anda coba di Thailand, khususnya di Phuket. Serangga-serangga ini bisa ditemukan di banyak pasar malam dan kios yang tersebar di seluruh pulau, serta di lapak kaki lima di pusat kehidupan malam Phuket. Mencicipi serangga juga menjadi salah satu aktivitas yang wajib dilakukan di Phuket.
Panduan praktis ini akan memberi Anda gambaran tentang apa yang bisa Anda harapkan pada gigitan pertama dan membantu Anda memilih serangga yang kemungkinan besar akan Anda sukai.
1. Belalang (takatan)

Di antara serangga yang dimakan di Thailand dan Phuket, belalang termasuk yang paling umum karena teksturnya paling tidak berlendir.
Digoreng dengan kecap asin, makhluk kecil yang renyah ini memiliki rasa yang dominan asin, dengan sedikit pahit di akhir yang mengingatkan pada teh hijau.
Anggap saja seperti keripik atau kacang asin. Anda mungkin akan terkejut dengan betapa mengenyangkannya camilan ini, meskipun memang perlu sedikit waktu untuk membiasakan diri.
2. Ulat sutra (nhon mhai)

Ulat sutra umumnya dinikmati sebagai camilan di Thailand, meskipun para pemula sering mengiranya belatung.
Dan tentu saja, mengetahui bahwa mereka adalah sumber syal sutra Thailand yang mewah tidak serta-merta membuat tampilannya lebih menggugah selera ! Ulat sutra biasanya digoreng bersama daun jeruk purut, yang memberi aroma sitrus yang kuat. Mereka juga meninggalkan sedikit rasa pahit di akhir, dan bagian dalamnya agak lengket.
3. Jangkrik (jing reed)

Jangkrik mungkin tampak mirip belalang, tetapi rasanya sangat berbeda. Gigitan pertama bisa cukup mengejutkan : bagian dalamnya yang lebih berlemak cepat memenuhi mulut.
Bagian tengahnya yang lembut meninggalkan rasa pahit yang agak mirip sabun. Terdengar menggugah selera, bukan ?
4. Jangkrik mini (jing reed khai)

Jangkrik mini berada di antara belalang dan jangkrik ukuran normal.
Mereka tetap memiliki bagian tengah yang lembut seperti kerabatnya yang lebih besar, tetapi juga menawarkan rasa yang lebih ringan seperti belalang, serta aroma daun jeruk purut yang sering dipakai untuk menggorengnya.
Berkat rasanya yang halus, jangkrik mini menjadi pilihan yang baik bagi pemula yang ingin mencoba makan serangga.
5. Ulat bambu (rod duan)

Ulat bambu termasuk serangga yang dapat dimakan paling populer di kalangan orang Thailand, tetapi jauh kurang populer di kalangan turis.
Serangga ini ditemukan di hampir semua kios dan gerobak makanan di pulau ini, termasuk di Kota Tua Phuket. Seperti ulat sutra yang lebih kecil, mereka memiliki kulit luar yang renyah dan bagian dalam yang lembut. Rasanya sedikit berbeda : awalnya asin, lalu diikuti sentuhan rasa keju.
6. Kalajengking (mang pawng)

Kalajengking tidak terlalu umum di Phuket, tetapi bisa ditemukan jika Anda mencarinya dengan saksama.
Camilan ini biasanya cukup kecil untuk sekali gigit, meskipun beberapa kios menjual spesimen besar di tusuk sate.
Bagaimanapun, dagingnya biasanya cukup empuk di balik cangkangnya yang renyah, dengan sedikit rasa pahit dan cita rasa yang agak kurang sedap, mirip susu basi. Namun, bagian capitnya justru mengingatkan pada kepiting ! Tenang saja, tidak ada risiko keracunan akibat bisanya !
7. Larva sagu (tua duang)

Larva sagu adalah larva besar dari kumbang palem Asia. Ini juga salah satu serangga yang paling sulit dimakan di Thailand.
Setelah Anda bisa melewati penampilannya yang cukup menjijikkan, Anda akan menemukan tekstur yang sangat berdaging dengan cita rasa mirip bacon. Meskipun larva sagu biasanya digoreng, Anda juga bisa mencicipinya mentah jika ingin mencari tantangan.
8. Kepik air raksasa (mang da na)

Kepik air raksasa adalah serangga yang dapat dimakan terbesar yang tersedia di Phuket — dan juga salah satu yang paling sulit dimakan.
Anda harus melepaskan kepalanya untuk menikmati dagingnya, yang tersembunyi di dalam cangkang keras. Mereka yang berani melakukannya akan mendapati bahwa rasanya sebenarnya cukup enak. Bertolak belakang dengan penampilannya yang kurang mengundang, kepik air raksasa memiliki tekstur berdaging dan menghadirkan aroma mengejutkan yang mirip permen karet.
