Ayam katsu atau tori katsu adalah hidangan Jepang berbahan dasar ayam berlapis tepung roti yang digoreng. Tori berarti “ayam”, sedangkan katsu merupakan singkatan dari kata bahasa Inggris cutlet, yang berasal dari bahasa Prancis côtelette. Ini adalah salah satu hidangan yang paling populer di Jepang; selain mudah dibuat, rasanya juga luar biasa lezat. Sekali mencicipinya, Anda pasti langsung jatuh hati.

Seperti banyak hidangan populer lainnya di Jepang (seperti ramen, tempura, soba, dan sebagainya), ada restoran torikatsu yang khusus menyajikan potongan ayam ini sebagai menu andalan mereka. Sepiring torikatsu pun belum lengkap tanpa segunduk kol segar yang diiris halus dan siraman saus bulldog rumahan yang lezat.

Sedikit Sejarah…
Sebelum tori katsu melejit sebagai hidangan ayam pada awal abad ke-20, versi awalnya justru lebih sering dibuat dengan daging sapi.
Ketika pertama kali muncul sekitar tahun 1870-an, hidangan ini sudah digolongkan sebagai Yoshoku (yakni masakan Jepang yang terinspirasi dari kuliner Barat). Baru beberapa dekade kemudian, daging sapi digantikan oleh ayam atau babi hingga menjadi hidangan favorit yang kita kenal sekarang.

Konon, tori katsu terinspirasi oleh hidangan Prancis, côtelette de veau, yang pada dasarnya berupa irisan daging sapi muda berlapis tepung roti yang dimasak dengan mentega di wajan. Sebuah restoran di Tokyo bernama Rengatei 煉瓦亭 (yang masih buka sampai sekarang !) mengadaptasi konsep ini dan melakukan beberapa penyesuaian agar lebih cocok dengan selera Jepang. Pada tahun 1899, katsu pun resmi diperkenalkan.

Tips agar ayam katsu sempurna
Langkah ini opsional, tetapi hasil akhirnya jauh lebih baik: sekitar 10 menit sebelumnya, semprotkan sedikit air ke panko dengan botol semprot. Setelah dimasak, panko akan menjadi lebih padat, rapi, dan cantik.
Tentu saja, hidangan ini paling pas disajikan dengan saus ayam katsu yang terkenal. Versi siap pakainya bisa Anda temukan di toko bahan makanan Asia, tetapi saya juga menyertakan resepnya di sini. Sangat mudah dibuat.

Jika Anda punya palu daging, gunakan saja! Dengan begitu, daging akan menjadi jauh lebih empuk dan lebih mudah mempertahankan bentuknya.

Peralatan
Bahan-bahan
- 2 paha atas ayam tanpa tulang
- garam
- merica
- minyak netral untuk menggoreng
- daun bawang muda iris tipis, untuk hiasan
PELAPIS
- 1 telur kocok lepas dalam mangkuk
- 2 sendok makan tepung terigu siapkan di piring cekung
- 1 piring cekung tepung roti panko
SAUS TONKATSU
- 1 sendok makan ketchup
- 2 sendok makan saus Worcestershire
- 1 sendok teh gula
Petunjuk
- Pipihkan ayam dengan pemukul daging hingga rata, lalu bumbui dengan garam dan merica. Buang juga lemak di bagian pinggirnya.2 paha atas ayam, garam, merica

- Balurkan ayam ke dalam tepung terlebih dahulu, tekan-tekan agar menempel, lalu kibaskan kelebihannya.2 sendok makan tepung terigu

- Celupkan ke dalam telur.1 telur

- Balurkan ke dalam tepung roti panko, tekan-tekan agar menempel, lalu kibaskan.1 piring cekung tepung roti panko

- Goreng selama 1 menit pada masing-masing sisi dalam minyak bersuhu 180 derajat.minyak netral

- Diamkan selama 5 menit.
- Goreng kembali selama 30 detik pada masing-masing sisi.

- Diamkan selama 2 menit.
- Untuk sausnya, campurkan semua bahan dalam mangkuk kecil.1 sendok makan ketchup, 2 sendok makan saus Worcestershire, 1 sendok teh gula

- Iris ayam menjadi potongan-potongan rapi.

- Sajikan bersama saus, lalu taburi sedikit daun bawang muda agar tampil lebih cantik.daun bawang muda
