Okra no Ohitashi - En-tete

Okra no Ohitashi – Okra ala Jepang

Okra yang diblansir lalu direndam dingin dalam dashi bening, disajikan dengan sedikit kaldu dan serutan bonito.

Langsung ke Resep
Pas encore de notes

Panas musim panas terasa menempel di kulit, selera makan pun ikut surut, tetapi semangkuk kecil okra dingin ini bisa habis dalam tiga suapan. Dashi dingin terasa lebih dulu, asin secukupnya, lalu polong okra pecah lembut saat digigit dan melepaskan teksturnya yang halus seperti sutra.

Serutan bonito masih tampak bergetar saat piring diletakkan di meja. Tak ada yang dimasak lama di sini, semuanya hanya direndam, dan justru jeda menunggu itulah yang membangun rasanya.

Hiyayakko
Di meja musim panas yang sama, hiyayakko yang disajikan benar-benar dingin

Okra no ohitashi, apa itu ?

Ohitashi, ditulis お浸し, berasal dari hitasu: membenamkan, merendam. Ini pada dasarnya adalah sebuah teknik sebelum menjadi hidangan, dan ciri khasnya terletak pada lamanya sayuran direndam dalam tsuke-ji, kaldu rendaman yang telah dibumbui.

Untuk versi okra, polong-polong mudanya diblansir, didinginkan, lalu direndam dalam dashi yang dibumbui dengan usukuchi shoyu dan mirin. Hidangan ini disajikan dalam keadaan benar-benar dingin, dengan sedikit kaldu bening yang disendokkan di atasnya.

Setelah dua atau tiga jam direndam, atau semalaman, umami meresap hingga ke bagian dalam sayuran, bukan sekadar tinggal di permukaan. Usukuchi shoyu, yang lebih pucat dan lebih asin daripada koikuchi, saus soja Jepang yang paling umum, juga lebih baik menjaga warna hijau polong okra.

Saat dipotong serong atau diiris bulat, okra menampilkan bentuk bintang yang rapi, lalu dipertegas oleh taburan katsuobushi dan sedikit jahe. Okra yang direbus lalu disiram saus soja tetap hanya menjadi sayuran berbumbu, sedangkan di sini, proses perendaman itulah yang menjadikannya sebuah hidangan utuh.

Hōrensō gomaae
Sayuran lain yang nikmat disantap dingin : hōrensō gomaae

Sayuran yang relatif baru dalam teknik kuno

Teknik ini berasal dari masakan Jepang kalangan aristokrat pada periode Nara dan Heian, sekaligus dari masakan kuil Buddha: sayuran direbus, lalu dicelupkan ke dalam kaldu berbumbu agar warna dan teksturnya tetap terjaga.

Di kuil-kuil, kaldu dibuat tanpa ikan, melainkan dari kombu dan shiitake kering. Pada zaman Edo, irizake dan kemudian saus soja mulai memperkaya cairan rendamannya.

Okra, di sisi lain, berasal dari timur laut Afrika, dan sudah dibudidayakan di Mesir sejak abad ke-2 SM. Tanaman ini baru masuk ke Jepang antara akhir zaman Edo dan awal era Meiji, sekitar pertengahan abad ke-19. Saat itu, okra lebih banyak ditanam karena bunganya yang mirip hibiscus daripada polongnya. Teksturnya yang berlendir dan aromanya yang vegetal lama membuatnya sulit diterima di meja makan.

Perubahannya baru terjadi pada pertengahan abad ke-20. Para tentara yang pulang dari Asia Tenggara sudah telanjur menyukainya, varietas yang kurang berserat mulai hadir setelah perang, dan tren salad pada tahun 1960-an menyempurnakan pergeseran itu. Budidayanya pun berkembang di daerah-daerah hangat seperti Kochi dan Okinawa.

Lendir alaminya, yang dahulu dianggap sebagai kelemahan, justru kemudian menjadi daya tarik, dan okra pun mendapat tempat di antara hidangan yang disantap untuk melawan natsubate, yaitu rasa lelah akibat musim panas.

Matsutake suimono
Dashi yang sama dalam versi hangat : suimono dengan matsutake

Bahan-bahan utama okra no ohitashi

Okra no Ohitashi - Bahan-bahan

Okra segar memegang peran utama. Polong hijau klasik yang padat dan berbentuk segilima memberi kerenyahan sekaligus potongan berbentuk bintang yang khas. Pilih yang permukaannya tegang, warnanya cerah, dan masih memiliki bulu halus yang tampak di kulitnya.

Garam laut kasar digunakan sebelum proses memasak. Digosokkan ke permukaan polong dalam langkah yang disebut itazuri, garam ini membantu menghilangkan bulu-bulu halus yang bisa mengganggu di lidah, menjaga klorofil saat blansir, sekaligus mulai membumbui okra.

Setelah itu, dashi menjadi fondasinya: awase dashi dari kombu dan katsuobushi memadukan dua sumber umami tanpa membuat sayuran terasa berat, sementara versi shojin dengan kombu dan shiitake kering menghasilkan kaldu tanpa ikan dengan karakter yang lebih membumi.

Zaru soba
Untuk melengkapi hidangan, sajikan zaru soba yang dingin menyegarkan

Usukuchi shoyu memberi rasa asin dan aroma kedelai sambil menjaga warna cairannya tetap bening, sedangkan hon-mirin menambahkan kelembutan dan kilau. Dashi, saus soja, dan mirin dipanaskan sebentar hingga nyaris mendidih, tahap yang disebut nikiri, untuk menguapkan alkohol sebelum didinginkan.

Okra no Ohitashi - En-tete

Okra no Ohitashi – Okra ala Jepang

Cetak Resep Pin resep Tambahkan ke daftar saya
Pas encore de notes
Waktu Persiapan: 20 menit
Waktu Memasak: 5 menit
Waktu Total: 25 menit
Hidangan: Hidangan pendamping
Masakan: Jepang
Porsi: 4
Penulis: Marc Winer

Bahan-bahan

  • 20 okra sekitar 200 g

Bumbu marinasi

  • 200 ml dashi
  • 1 sendok makan sake
  • 1 sendok makan mirin
  • 0.5 sendok teh yuzu-kosho opsional
  • 0.5 sendok teh garam

Untuk itazuri

  • 1 sendok teh garam

Petunjuk

Siapkan bumbu marinasi

  • Campurkan dashi, sake, mirin, dan garam dalam panci kecil.
    200 ml dashi, 1 sendok makan sake, 1 sendok makan mirin, 0.5 sendok teh garam
    Okra no Ohitashi - Dans une petite casserole, réunir le dashi, le saké, le mirin et le sel.
  • Panaskan di atas api sedang. Begitu mendidih, matikan api dan biarkan hingga dingin.
    Okra no Ohitashi - Dès l'ébullition, couper le feu.
  • Setelah cairan marinasi dingin, masukkan yuzu-kosho dan aduk rata.
    0.5 sendok teh yuzu-kosho

Siapkan okra

  • Potong ujung tangkai okra, lalu rapikan bagian keras di sekeliling pangkalnya (gaku) dengan pisau.
    20 okra
    Okra no Ohitashi - Équeuter les okras en coupant le bout des tiges.
  • Gosokkan okra dengan garam yang disisihkan untuk itazuri di atas talenan agar bulu halusnya hilang dan permukaannya lebih mulus.
    1 sendok teh garam
    Okra no Ohitashi - Parer au couteau le collet dur autour de la base, le gaku.
  • Blansir okra selama 1 menit dalam air mendidih hingga warnanya cerah, lalu segera pindahkan ke air dingin untuk menghentikan proses memasak. Tiriskan dan keringkan dengan baik.
    Okra no Ohitashi - Blanchir les okras à l'eau bouillante environ 1 minute, jusqu'à une couleur bien vive.

Marinasikan

  • Tuang marinasi ke dalam stoples atau wadah kedap udara, rendam okra di dalamnya, lalu simpan di lemari es setidaknya 1 jam sebelum disajikan.
    Okra no Ohitashi - Y immerger les okras.

Catatan

  • Untuk rasa marinasi yang lebih ringan, lewatkan yuzu-kosho.
  • Waktu pendinginan di lemari es (setidaknya 1 jam) tidak termasuk dalam waktu total.
Sudah mencoba resep ini?Tag @marcwiner di Instagram!

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Beri rating pada resep ini