Resep super sederhana untuk membuat fish cake Korea (kue ikan) rumahan
Pada suatu pagi di bulan Januari, di sebuah jalan di Busan, kepulan uap asin membubung dari gerobak baja nirkarat, mengembunkan kacamata penjual dan menyelimuti para pejalan kaki dengan aroma laut. Anak-anak sekolah menusukkan tusuk kayu ke dalam gelas berisi kaldu teri, menyobek selembar fish cake yang lembut, lalu menghangatkan tangan mereka di sekelilingnya.
Bagi banyak orang Korea, pemandangan ini langsung menghadirkan rasa nyaman, senostalgis stoples kimchi buatan nenek mereka. Di pusatnya ada eomuk: versi khas Busan yang lebih artisanal dan kaya hasil laut dari oden Jepang. Lebih dari sekadar camilan, lembaran keemasan yang kenyal ini telah menjadi lambang kota. Kisahnya—bagaimana sebuah kota pelabuhan mengubah hasil tangkapan sampingan menjadi industri, bagaimana para perajin menciptakan tekstur kenyal khas itu dari ikan sederhana, dan bagaimana para juru masak rumahan meneruskan tradisi—memberi gambaran hidup tentang selera warga Busan yang tangguh.

Asal-usul fish cake Korea
Eomuk masuk ke Korea bersama oden Jepang pada masa kolonial, dan pabrik fish cake pertama di Busan didirikan di dekat Pasar Bupyeong pada periode tersebut. Setelah Perang Korea, gelombang pengungsi berdatangan ke kota pelabuhan itu untuk mencari sumber protein yang terjangkau; bengkel-bengkel kecil seperti Samjin (didirikan pada 1953) dan Donggwang menjawab tantangan itu: mereka menggiling ikan pollock dengan garam dan pati sebelum menggoreng adonannya menjadi makanan yang mudah dibawa.

Namun, gagasan ini sebenarnya tidak sepenuhnya asing. Sebuah catatan jamuan kerajaan dari abad ke-18 menyebut saengseon-sukpyeon, hidangan istimewa berbahan ikan cincang yang dicetak, yang menunjukkan adanya akar Korea pra-modern.
Pada akhir abad ke-20, para perajin eomuk goreng di Busan telah menetapkan standar nasional: kini, lebih dari 95 % fish cake Korea digoreng, sebuah metode yang dipopulerkan oleh para produsen kota pelabuhan tersebut. Para turis mengantre untuk mengikuti tur kuliner, dan museum Samjin memamerkan alu kuningan yang dahulu digunakan untuk menumbuk ikan dengan tangan.
Persiapan, tekstur, dan keaslian
Kualitas dimulai dari proses penggilingan. Para veteran menaburkan garam di atas fillet sebelum putaran pertama, agar protein mengembang dan saling bertaut menjadi jalinan yang lengket. Di bengkel-bengkel lama Yeongdo, adonan ini masih dipukulkan ke bak baja oleh tangan bersarung; bunyi “poc” yang berirama itu membantu memasukkan udara sekaligus menguatkan teksturnya. Pabrik modern mengandalkan penggiling berpendingin, tetapi prinsipnya tetap sama : makin dingin dan cepat penggilingannya, makin kenyal hasil akhirnya.

Pembentukannya pun memberi ruang besar untuk kreativitas. Ada lembaran pipih untuk kotak bekal, lipatan seperti akordeon yang ditusuk pada batang bambu untuk gerobak kaki lima, hingga bola-bola sebesar kenari untuk sup musim dingin: setiap bentuk digoreng sebentar dalam minyak bersuhu 170 °C. Sasarannya adalah apa yang oleh orang Korea disebut “탱글탱글”, yaitu kekenyalan elastis yang sedikit melawan saat digigit sebelum akhirnya lembut. Sabuk konveyor kini membawa lembaran-lembaran ini melewati aliran minyak panas, tetapi para perajin skala kecil di Busan tetap unggul dibanding merek industri dalam hal kekenyalan yang menentukan ini.
Bagaimana mengenali kualitas saat membeli eomuk?
Periksa labelnya: fish cake yang benar-benar bagus mengandung setidaknya 70 % ikan atau hasil laut, sedikit pati, dan sedikit atau tanpa MSG tambahan. Angkat ke arah cahaya: eomuk berkualitas memiliki bagian dalam yang padat dan halus, dengan sangat sedikit gelembung udara serta hanya semburat keemasan di tepinya. Gigitlah: teksturnya harus memantul seperti pasta al dente, bukan hancur seperti roti.
Waspadai juga superlatif pemasaran : kata “Busan” yang dipasang besar-besaran pada kemasan tidak berarti apa-apa tanpa persentase ikan yang tinggi atau nama produsen tepercaya seperti Samjin atau Hyosung.
Bahan-bahan utama fish cake Korea

Ikan: Ikan kod umumnya merupakan pilihan paling terjangkau, tetapi ikan putih apa pun bisa digunakan.
Arak Shaoxing : Arak beras Tiongkok yang sering digunakan dalam masakan Asia, memberikan kedalaman rasa dan membantu meredam aroma kuat ikan serta makanan laut.
Pati kentang : Pati ringan yang digunakan di sini untuk mengikat adonan dan membuat kroket tetap lembut.
Daun perilla : Juga dikenal sebagai shiso, daun ini memiliki rasa segar dengan sentuhan mint yang memperkaya campuran hasil laut.

Peralatan
Bahan-bahan
- 200 g fillet ikan kod
- 0.5 cumi-cumi
- 6 udang mentah, kupas dan buang uratnya terlebih dahulu bila perlu
- 5 lembar daun perilla
- 0.5 bawang bombai
- 0.5 daun bawang
- 0.25 paprika merah
- 0.25 wortel
- 1 putih telur
Bumbu
- 2 sejumput lada
- 2 sejumput garam
- 1 sendok makan arak Shaoxing
- 1 sendok makan pati kentang
Petunjuk
Persiapan
- Cairkan ikan, cumi-cumi, dan udang terlebih dahulu jika perlu200 g fillet ikan kod, 0.5 cumi-cumi, 6 udang
- Keringkan daging ikan dengan tisu dapur

- Cincang kasar ikan

- Cincang kasar udang
- Potong cumi-cumi kecil-kecil
- Haluskan ikan, udang, dan cumi-cumi hingga menjadi pasta

- Tambahkan lada, garam, dan arak Shaoxing ke dalam adonan, lalu aduk rata2 sejumput lada, 2 sejumput garam, 1 sendok makan arak Shaoxing

- Cincang daun perilla, bawang bombai, daun bawang, paprika merah, dan wortel hingga sangat halus5 lembar daun perilla, 0.5 bawang bombai, 0.5 daun bawang, 0.25 paprika merah, 0.25 wortel

- Peras sayuran untuk mengeluarkan sebanyak mungkin airnya
- Tambahkan sayuran cincang ke dalam adonan

- Masukkan putih telur dan pati kentang1 putih telur, 1 sendok makan pati kentang
- Aduk adonan hingga benar-benar tercampur rata

- Panaskan banyak minyak hingga mencapai 150°C
- Ambil adonan dengan sendok, lalu bentuk menjadi kue ikan

- Goreng eomuk hingga matang sempurna dan kecokelatan di kedua sisinya

- Tiriskan kue ikan di atas tisu dapur untuk menyerap kelebihan minyak

Catatan
Nutrisi
Sumber kuliner
- Sejarah dan asal-usul eomuk (kue ikan) Busan
- Sejarah dan asal-usul eomuk — Wikipedia (bahasa Korea)
- Referensi abad ke-18 tentang kue ikan Korea
- Definisi dan proses pembuatan kue ikan
- Tahapan persiapan dan rasio dari berbagai penelitian
- Bahan khas eomuk (surimi, tepung, dan lain-lain)
- Eomuk premium Busan: kadar ikan tinggi, tepung beras, tanpa MSG
- Referensi lain tentang eomuk premium Busan
- Eomuk Hyosung: 79,99 % ikan, sangat sedikit tepung
- Konteks budaya: jajanan kaki lima dan nostalgia seputar eomuk
- Resep rumahan: ikan, cumi, udang, dan bumbu
- Resep rumahan: proporsi bahan yang detail
- Persiapan tradisional: tahapan dan rasio yang dijelaskan
