Apa itu Med Kanoon?
Saya agak nekat menerbitkan artikel ini… karena kalau saya gagal meyakinkan para pembaca setia saya bahwa dessert ini benar-benar lezat, tak akan ada orang dari Google yang nyasar ke artikel ini.
Soalnya, berdasarkan penelusuran saya, tak ada seorang pun di Prancis yang mencari istilah ini. BENAR-BENAR TIDAK ADA. Padahal, sejak pertama kali saya mencicipinya di Thailand, Med Kanoon langsung jadi salah satu hidangan penutup favorit saya. Seperti Moo Ping atau pad kra pao, saya pun menjadikannya misi pribadi untuk memopulerkan hidangan ini di sini.

Med Kanoon adalah hidangan penutup khas Thailand yang lezat. Kudapan ini dibuat dari perpaduan kacang mung kupas kuning (dahl) yang dicincang halus, telur segar, gula pasir, dan santan kental yang lembut.
Hidangan ini juga dijuluki “Biji Nangka” (pohon yang tentu akrab bagi teman-teman kita di Réunion #tijack) karena bentuknya dibuat menyerupai kapsul kecil seperti biji.

Selain disukai karena rasanya yang lezat, Med Kanoon juga kerap digunakan dalam ritual keagamaan di Thailand, terutama saat perayaan hari Buddha, pernikahan, bahkan Songkran, Tahun Baru Thailand.
Seperti apa rasa Med Kanoon?
Med Kanoon bercita rasa lembut dan sedikit manis, dengan tekstur yang halus dan creamy. Kacang kuning yang dicincang halus memberi sensasi sedikit berbutir pada hidangan penutup ini, sementara santan menghadirkan rasa yang kaya dan kelembutan yang luar biasa. Gula menambahkan manis yang pas tanpa terasa berlebihan.

Perpaduan rasanya halus dan seimbang, menghadirkan sensasi lembut dan creamy di mulut. Ini adalah hidangan penutup yang menyegarkan dan nikmat disantap kapan saja sepanjang tahun, baik sebagai penutup makan maupun camilan manis.
Kalau belum pernah mencicipi Med Kanoon, Anda mungkin akan terkejut betapa unik dan lezat rasanya. Serius.
Bahan-bahan Med Kanoon
Kita mulai dari kacang mung kupas kuning, yang juga dikenal sebagai dahl. Bahannya cukup mudah ditemukan. Kacang ini juga biasa ditaburkan di atas ketan untuk ketan mangga.

Selanjutnya, santan. Anda bisa memakai jenis santan apa pun, tetapi saya pribadi lebih suka yang berlabel “creamy” karena hasil akhirnya jauh lebih baik.
Terakhir, Anda hanya membutuhkan gula, air, dan kuning telur. Tidak ada yang rumit, bukan?

Bahan-bahan
- 200 g kacang hijau kupas
- 110 g gula
- 200 ml santan
- 5 kuning telur dikocok
Untuk membuat sirup
- 300 ml air
- 300 ml gula gunakan volume yang sama dengan air
Petunjuk
- Rendam kacang hijau dalam air suhu ruang selama enam jam (atau semalaman). Catatan: air untuk merendam tidak termasuk dalam daftar bahan.200 g kacang hijau kupas

- Tiriskan kacang hijau sebentar, lalu kukus selama 20 menit.

- Biarkan dingin selama sepuluh menit.
- Masukkan ke dalam blender bersama santan dan gula.200 ml santan, 110 g gula

- Blender hingga halus (lihat catatan).

- Tuang adonan ke dalam wok antilengket, lalu masak di atas api sedang sambil terus diaduk selama sekitar 10 hingga 15 menit, hingga teksturnya mengental seperti pasta.

- Setelah teksturnya pas, biarkan dingin selama beberapa menit.

- Ambil sedikit adonan, lalu bentuk dengan tangan hingga menyerupai kacang. Ulangi sampai seluruh adonan kacang hijau habis.

- Dalam mangkuk kecil, tuangkan kuning telur kocok ke atas Med Kanoon, lalu diamkan selama sepuluh menit agar meresap. Balik atau geser perlahan agar seluruh permukaannya terkena kuning telur.5 kuning telur

- Panaskan air dan gula dengan perbandingan volume yang sama di atas api sedang-besar. Didihkan, lalu masak selama 5 menit hingga sedikit mengental. Masukkan Med Kanoon satu per satu, lalu masak selama 5-7 menit.300 ml air, 300 ml gula

- Angkat dari sirup dan sajikan!

Catatan
- Adonan tidak harus benar-benar halus; sesuaikan dengan selera jika Anda menyukai sedikit tekstur
- Paling nikmat disajikan pada suhu ruang
- Adonan bisa dibuat lebih awal. Setelah disimpan di kulkas, hangatkan sebentar dalam microwave agar kembali lentur dan mudah dibentuk
