liseron d'eau sur fond blanc

Apa Itu Kangkung Air?

Apa itu kangkung?

Kangkung, yang dikenal secara ilmiah sebagai Ipomoea aquatica, adalah sayuran yang termasuk dalam famili Convolvulaceae, sama seperti ubi jalar. Tanaman ini merupakan herba akuatik atau semiakuatik, dengan batang berongga, halus, dan panjangnya antara 2 hingga 3 meter. Pada batang-batang ini tumbuh banyak daun yang bisa sempit atau lebar. Tanaman ini juga memiliki bunga berbentuk lonceng.

Asal geografis pasti kangkung masih belum jelas. Menurut berbagai penelitian, tanaman ini mungkin berasal dari Asia, Afrika, atau bagian barat daya kepulauan Pasifik, dan pertama kali dibudidayakan di Asia Tenggara.

potongan kangkung

Tanaman invasif di AS

Saat ini, kangkung juga telah menyebar ke Amerika Utara. Di Amerika Serikat, sayuran yang sangat subur ini diklasifikasikan sebagai spesies invasif. Dalam iklim yang ideal, seperti iklim tropis atau subtropis, kangkung dapat tumbuh dengan mudah sepanjang tahun, baik di darat maupun di air, terutama pada musim panas. Ironisnya, kemampuan tumbuh inilah yang menjadikannya bahan yang sangat digemari dalam masakan Asia Tenggara.

Legenda Tiongkok di balik kangkung

Sayuran ini juga dikaitkan dengan sebuah legenda Tiongkok tentang Pangeran Bi Gan, Perdana Menteri Kerajaan Shang. Menurut legenda, ia harus mencabut jantungnya atas permintaan salah satu selir raja, tetapi tetap hidup berkat sebuah mantra.

Kemudian, ia bertemu seorang perempuan yang menjual kangkung dan bertanya kepadanya apakah manusia bisa hidup tanpa jantung, seperti batang berongga tanaman ini. Perempuan itu menjawab tidak, dan hal itu mematahkan mantranya, sehingga ia meninggal seketika.

Konon, hanya kangkung yang tumbuh di sekitar makamnya. Karena itulah sayuran ini disebut kōng xīn cài, yang berarti “sayuran tanpa hati” dalam bahasa Mandarin. Sayuran ini juga dikenal dengan nama lain dalam berbagai bahasa, seperti kang kong atau kang kung dalam bahasa Melayu, Indonesia, dan Filipina, rau muong dalam bahasa Vietnam, phak bung dalam bahasa Thailand, dan ong choy dalam bahasa Kanton.

Menariknya, dalam bahasa Inggris, sayuran ini disebut “water spinach” (bayam air), meskipun tidak memiliki hubungan dengan bayam.

Est-ce que le liseron se mange ?

Le liseron d’eau est comestible. Les tiges se consomment cuites mais les feuilles peuvent être dégustées crues ou cuites

Dua jenis kangkung

Ada dua varietas utama kangkung: kangkung hijau dan kangkung putih.

Kangkung hijau, yang juga disebut Ching Quat atau kangkung berbatang hijau, berwarna hijau tua. Batangnya lebih tipis dan lebih kaku, dengan daun sempit dan bunga putih. Varietas ini sering dibudidayakan di tanah yang lembap.

Sementara itu, kangkung putih, yang juga dikenal dengan nama Pak Quat atau kangkung berbatang putih, ditandai dengan batang yang berwarna lebih terang, lebih tebal, dan lebih lunak. Daunnya juga lebih besar dan berbentuk panah.

Varietas ini cocok untuk lingkungan perairan seperti sawah, sehingga sering ditemukan mengapung di kolam, danau, dan sungai di negara-negara Asia Tenggara.

Seperti apa rasa kangkung?

Kedua varietas kangkung memiliki rasa yang mirip, mengingatkan pada perpaduan antara bayam dan selada air.

Namun, tidak seperti bayam, kangkung tidak pahit. Saat disantap, Anda juga bisa merasakan sedikit rasa manis dan sensasi segar.

Kangkung dalam masakan

Bagian kangkung yang umum dikonsumsi adalah daun dan batangnya. Sayuran ini sangat dihargai dalam masakan Asia, terutama di negara-negara Asia Tenggara. Kangkung terutama digunakan dalam sup dan hidangan tumis.

Tumis kangkung mungkin merupakan salah satu hidangan yang paling terkenal. Meskipun resepnya bisa berbeda dari satu negara ke negara lain, secara umum, kangkung ditumis cepat dengan api besar di dalam wajan atau wok, lalu dibumbui dengan bawang putih, bawang, jahe, cabai, serta berbagai rempah dan bumbu.

Dalam masakan Vietnam, kangkung sering dibumbui dengan saus ikan dan saus tiram, sedangkan dalam masakan Indonesia dan masakan negara-negara lain di Asia Tenggara maritim, digunakan pasta udang. Resep Tionghoa-Indonesia menggunakan tauco, yaitu pasta kedelai fermentasi. Dalam masakan Tiongkok, yang lebih umum digunakan adalah saus tiram dan tahu fermentasi, sedangkan versi Kanton menggunakan saus X.O.

kangkung tumis dengan terasi dalam mangkuk tanah liat

Ada juga hidangan lain berbahan dasar kangkung, seperti mie kangkung di Indonesia, sup asam manis kangkung yang disebut canh chua di Vietnam, serta salad kangkung ala Vietnam, dan lain-lain.

Bagaimana menyiapkan kangkung untuk dimasak?

Apa pun resep yang Anda pilih, sangat penting untuk menyiapkan kangkung dengan baik sebelum dimasak. Pertama, potong sekitar 5 cm dari ujung batang, kecuali jika batangnya masih sangat muda dan lunak, untuk membuang bagian yang keras dan berserat.

Kemudian, tergantung panjang batangnya, potong menjadi dua atau tiga bagian. Setelah itu, sayuran ini perlu dibilas dengan air dingin secara menyeluruh untuk menghilangkan pasir dan kotoran. Terakhir, tiriskan dengan mengguncangnya untuk membuang kelebihan air, lalu Anda bisa mulai memasaknya.

kangkung di atas piring

Di mana membeli kangkung?

Kangkung dijual dalam bentuk ikatan di beberapa toko bahan makanan, pasar petani, toko khusus produk Asia, serta di situs penjualan online.

Namun, penting untuk dicatat bahwa meskipun sayuran ini murah di negara-negara Asia Tenggara, harganya bisa jauh lebih tinggi di negara-negara Eropa, yakni sekitar 15 euro per kilogram. Saat membeli, pastikan sayurannya segar. Selain itu, terkadang Anda juga bisa menemukan benih kangkung di beberapa supermarket atau di situs penjualan online.

Bagaimana cara menyimpan kangkung?

Kangkung bisa disimpan selama beberapa hari di lemari es dengan menyimpannya di dalam kemasannya, seperti yang Anda lakukan untuk sayuran lain. Namun, sebaiknya jangan mencucinya jika Anda tidak berencana memasaknya segera, karena hal itu dapat mempercepat pembusukan. Idealnya, cobalah mengonsumsinya dalam waktu satu hingga tiga hari agar kualitas terbaiknya tetap terjaga. Tidak disarankan untuk mengonsumsinya jika sudah disimpan lebih dari lima hari.

Les bienfaits du liseron d’eau

De nos jours, le liseron est valorisé non seulement pour ses propriétés antipyrétiques, mais aussi pour son aptitude à soulager les troubles de la constipation liés à un dysfonctionnement du foie. En outre, il est employé dans le traitement des pertes blanches et des troubles du transit intestinal. Par ailleurs, les feuilles broyées de la plante peuvent être utilisées comme cataplasme pour faciliter l’ouverture des abcès cutanés.