Ingin baguette bebas gluten yang renyah tanpa perlu menghabiskan waktu sepanjang pagi di dapur? Resep ini cukup diaduk di dalam mangkuk tanpa perlu diuleni, lalu dibentuk memanjang dengan cepat sebelum dipanggang di dalam oven yang sangat panas. Hasilnya, kulit baguette berwarna keemasan dan renyah, sementara bagian dalamnya tetap lembut—sangat pas untuk sandwich atau roti oles. Menggunakan tepung roti bebas gluten siap pakai, hasilnya selalu konsisten dan antigagal. Resep ini melengkapi koleksi roti bebas gluten saya lainnya.

Apa itu baguette bebas gluten tanpa ulen?
Ini adalah baguette yang dibuat dari campuran tepung roti bebas gluten, difermentasi dengan ragi instan kering, lalu dibentuk menjadi tiga batang roti lonjong. Karena tidak ada jaringan gluten yang perlu dibentuk, adonan tidak memerlukan proses pengulenan sama sekali, sehingga sangat menghemat waktu dan tenaga.
Versi ini mengandalkan metode yang praktis dan mudah diikuti: aduk, istirahatkan hingga mengembang, bentuk, fermentasi akhir sebentar, lalu panggang dengan uap air untuk menghasilkan kerak roti yang renyah sempurna. Chef Rommel Reyes sengaja merancang metode ini tanpa teknik pembentukan rumit tingkat profesional agar resep ini mudah dipraktikkan oleh siapa saja di rumah.
Bahan-bahan utama
Bahan dasarnya adalah tepung roti bebas gluten komersial. Resep ini menggunakan tepung mix roti bebas gluten Schär, dan Rommel menyatakan bahwa resep ini juga cocok menggunakan tepung bebas gluten Caputo maupun King Arthur. Penggunaan tepung premiks ini menyederhanakan proses, mencegah kegagalan, dan memastikan hasil yang konsisten.
Air berfungsi untuk menghidrasi dan menyatukan seluruh adonan. Untuk menambah kekayaan rasa, Anda bisa mengganti separuh takaran air dengan susu oat atau susu beras.
Ragi instan kering dipilih karena praktis dan bekerja cepat dibanding ragi segar. Cuka memberikan tingkat keasaman ideal untuk merangsang kerja ragi sekaligus menjaga struktur remah adonan. Minyak memberikan kelembapan ekstra—gunakan minyak zaitun untuk aroma yang lebih gurih sedap, atau minyak nabati jika menginginkan rasa netral.
Garam dan gula digunakan dalam jumlah sedikit namun mutlak diperlukan untuk mengimbangi rasa; tanpanya, baguette akan terasa hambar.

Panduan teknis dan tips antigagal
Pencampuran: ratakan bahan kering sejak awal
Campurkan seluruh bahan kering—tepung bebas gluten, gula, dan garam—hingga benar-benar rata di dalam mangkuk besar. Di wadah terpisah, larutkan ragi ke dalam air hangat kuku dan aduk rata agar ragi tidak menggumpal saat dicampurkan.
Buat lubang di bagian tengah campuran bahan kering, lalu tuangkan larutan ragi. Aduk menggunakan spatula, sendok kayu, atau tangan yang diolesi sedikit minyak agar tidak lengket. Setelah adonan mulai menyatu, masukkan cuka dan minyak, lalu terus aduk hingga terbentuk adonan yang padat dan kalis merata.
Fermentasi: dua tahap singkat dalam wadah tertutup
Lakukan fermentasi pertama selama 30 menit di dalam mangkuk yang diolesi minyak, tutup rapat dengan plastic wrap atau kain lap lembap. Setelah itu, pindahkan adonan ke atas meja kerja yang ditaburi sedikit tepung, lalu kempiskan adonan (degas) menggunakan tangan basah untuk membuang gelembung udara besar tanpa merusak teksturnya.
Bagi adonan menjadi tiga bagian sama rata (masing-masing sekitar 310 g), lalu gulung menjadi bentuk silinder memanjang. Pastikan ketebalannya seragam dari ujung ke ujung agar matang merata.
Pembentukan: memanjang, ujung meruncing, dan gunakan tangan basah
Untuk memanjangkan adonan, letakkan kedua telapak tangan di bagian tengah silinder lalu gulung perlahan ke arah luar hingga diameternya rata di seluruh bagian. Bentuk hingga panjangnya mencapai sekitar 30 cm, lalu runcingkan sedikit kedua ujungnya untuk menciptakan siluet baguette klasik yang cantik.
Basahi telapak tangan secara berkala selama proses pembentukan agar adonan tidak lengket. Taburkan tepung sangat tipis di meja kerja hanya seperlunya saja.
Proofing akhir dan loyang: beri jarak yang cukup
Susun baguette di atas loyang khusus baguette yang telah ditaburi sedikit tepung bebas gluten. Jika menggunakan loyang datar yang dialasi baking paper, beri jarak yang cukup antaradonan karena roti akan melebar saat mengembang dan dipanggang.
Lakukan fermentasi kedua selama 20 menit di atas loyang dengan ditutup kain lembap. Manfaatkan waktu ini untuk memanaskan oven.
Pemanggangan: oven sangat panas, uap air, dan torehan
Panaskan oven terlebih dahulu hingga suhu 200°C. Untuk menghasilkan uap air, letakkan wadah tahan panas dangkal berisi sekitar 150 ml air mendidih di rak paling bawah oven. Kelembapan ini sangat penting untuk menciptakan kerak baguette yang garing dan renyah.
Sesaat sebelum masuk ke oven, taburi permukaan adonan tipis-tipis dengan tepung, lalu buat torehan miring (grigne) secara diagonal menggunakan pisau yang sangat tajam, silet, atau baker’s lame. Buat torehan yang agak dangkal agar adonan merekah indah saat mengembang di dalam oven.
Panggang selama 35 hingga 40 menit hingga berwarna cokelat keemasan. Setelah matang, segera pindahkan ke rak kawat pendingin dan biarkan dingin sepenuhnya pada suhu ruang sebelum dipotong, agar remah di dalamnya tidak robek atau menggumpal basah.

Anda juga dapat menemukan aneka resep vegan bebas gluten lezat lainnya di kategori kami.
Resep ini dikembangkan oleh Chef Rommel Reyes. Temukan kreasi lainnya di Instagram, buletin miliknya di Substack, dan kanal YouTube pribadinya.

Bahan-bahan
- 500 g tepung roti bebas gluten merek Schär atau Caputo bebas gluten
- 11 g ragi instan disarankan merek Saf-Instant
- 400 g air hangat kuku
- 8 g garam
- 5 g gula pasir
- 10 g cuka
- 40 g minyak zaitun
- 150 ml air mendidih untuk uap di dalam oven
- tepung bebas gluten secukupnya untuk taburan meja kerja, loyang, dan permukaan adonan sebelum dipanggang
Petunjuk
Persiapan
- Campurkan tepung roti bebas gluten, gula pasir, dan garam di dalam mangkuk besar.
- Aduk rata seluruh bahan kering.
- Campurkan ragi instan dan air hangat kuku di dalam mangkuk kecil.
- Aduk hingga ragi larut sempurna.
- Buat cekungan di tengah campuran bahan kering, lalu tuangkan larutan ragi.
- Aduk adonan menggunakan spatula atau tangan yang telah diolesi sedikit minyak.

- Tambahkan cuka dan minyak zaitun.
- Aduk kembali adonan hingga tercampur rata dan menyatu.

- Biarkan adonan mengembang selama 30 menit di dalam mangkuk yang sudah diolesi minyak, lalu tutup dengan plastik wrap atau kain serbet lembap.

- Kempiskan adonan (buang gasnya) dengan tangan yang dibasahi air di atas meja kerja yang telah ditaburi sedikit tepung.

- Bagi adonan menjadi tiga bagian sama besar (masing-masing sekitar 310 g / 0,68 lb).

- Bentuk adonan menjadi silinder memanjang dengan ketebalan yang merata.
- Gulung perlahan setiap silinder adonan ke arah luar hingga mencapai panjang sekitar 30 cm (12 inci).
- Runcingkan sedikit kedua ujungnya untuk membentuk siluet baguette klasik.

- Gunakan tangan yang basah agar adonan tidak lengket saat dibentuk.
- Pindahkan adonan yang telah dibentuk ke atas loyang baguette yang telah ditaburi sedikit tepung bebas gluten.

- Biarkan mengembang kembali selama 20 menit dalam keadaan tertutup kain serbet lembap.
- Panaskan oven terlebih dahulu hingga suhu 200°C (395°F).
- Letakkan wadah tahan panas berisi air mendidih (sekitar 150 ml) di rak bagian paling bawah oven.
- Taburi tipis-tipis permukaan adonan yang telah mengembang dengan tepung bebas gluten.

- Kerat permukaan adonan secara diagonal menggunakan pisau tajam, silet, atau pisau khusus roti (lame).

- Panggang selama 35–40 menit hingga matang dan berwarna cokelat keemasan.

- Pindahkan baguette yang sudah matang ke rak kawat dan biarkan dingin sepenuhnya pada suhu ruang sebelum dipotong.
