Tempat menginap di Phuket terutama bergantung pada perjalanan yang kamu rencanakan: pulau ini punya sekitar 12 kawasan yang sangat berbeda satu sama lain. Patong bising dan semrawut, Rawai terasa seperti kota kecil dengan separuh penduduknya ekspatriat, dan Phuket Town, yang sama sekali tidak punya pantai, menawarkan kuliner terbaik di pulau ini.
Berikut pendapat jujur saya tentang setiap kawasan: kisaran harga sebenarnya, transportasi, dan hal-hal yang tidak diceritakan brosur wisata. Seperti yang saya jelaskan dalam panduan lengkap berwisata ke Phuket, kawasan yang kamu pilih lebih penting daripada hotel mana pun atau tiket pesawat murah.
- Di mana menginap di Phuket sesuai gaya perjalananmu?
- Di mana menginap untuk berpesta?
- Di mana menginap untuk kunjungan pertama?
- Di mana menginap di bagian selatan, di Rawai dan Nai Harn?
- Di mana menginap bersama keluarga?
- Di mana menginap untuk menikmati kemewahan?
- Di mana menginap untuk menikmati kuliner enak?
- Kapan waktu terbaik untuk pergi?
- Bagaimana cara berpindah antarkawasan?
- Panduan Phuket saya yang lain
Di mana menginap di Phuket sesuai gaya perjalananmu?
Berikut versi singkatnya, dikelompokkan berdasarkan jenis perjalanan. Detail setiap kawasan ada di bawah.
Untuk kunjungan pertama, saya menyarankan Kata: kawasan ini cocok untuk hampir semua orang dan kamu tidak akan menyesal. Kalau kamu datang untuk berpesta, Patong adalah satu-satunya pilihan yang benar-benar pas: menginaplah di sana untuk kehidupan malamnya dan siap-siap menghadapi kesemrawutannya.
Kalau membawa anak kecil, Kamala adalah pilihan pertama saya: pantainya dangkal, desanya nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki, dan tidak ada suasana mencurigakan. Bang Tao juga cocok kalau kamu ingin resor yang lebih besar dengan fasilitas lebih lengkap, tetapi harganya lebih mahal dan kurang nyaman untuk berjalan kaki.
Untuk pasangan, menginap 3 atau 4 malam di Nai Harn sulit ditandingi: matahari terbenam di Tanjung Promthep, pantai yang tenang, dan makan malam hidangan laut di pasar Rawai. Kata Noi dan Surin juga pilihan yang sangat bagus.
Untuk tinggal 1 bulan atau lebih, Rawai adalah kawasan tempat komunitas pelancong jangka panjang menetap: apartemen terjangkau, pusat kebugaran, makanan enak, dan suasana kota kecil. Kalau kuliner dan budaya lebih penting bagimu daripada pantai, habiskan 2 malam di Phuket Town dan cicipi semuanya, lalu pindah ke kawasan pantai.
Saat musim hujan (Mei hingga Oktober), pesan hotel dengan kolam renang yang bagus di pesisir barat, atau pertimbangkan Tanjung Panwa untuk berenang di perairan tenang di pesisir timur.
Di mana menginap untuk berpesta?
Patong biasanya jadi jawaban pertama saat mencari tempat menginap di Phuket untuk pertama kalinya. Ini kawasan paling berkembang di pulau ini, penuh dengan hotel, restoran, apotek, penjahit, dan agen perjalanan: semuanya mudah dijangkau.

Sebagian besar operator tur menawarkan antar-jemput gratis dari Patong, atau mengenakan tarif lebih murah daripada dari kawasan lain, dan Grab mudah ditemukan. Ini jelas tempat menginap paling praktis untuk menjelajahi pulau.
Kepraktisan ini ada harganya. Saya sempat berkeliling Bangla Road, jalan pusat kehidupan malam, selama 1 malam: lampu neon, dentuman bas yang memekakkan telinga, dan penjaja yang mencengkeram lenganmu setiap 3 langkah. Bagi saya, tempat ini suram, mencurigakan, dan terus terang, bobrok. Kalau kamu suka suasana seperti ini, kamu bakal senang sekali; kalau tidak, Patong cuma bikin jengkel.
Patong cocok kalau kamu bepergian sendiri dan menginginkan kehidupan malam serta suasana akrab hostel, kalau kunjunganmu singkat selama 3 hari sehingga mengurangi waktu perjalanan itu penting, atau kalau kamu ingin berada di pusat keramaian. Untuk kebutuhan ini, pilihan saya adalah hostel Lub d Phuket Patong, yang bersih dan berada di tepi pantai.
Saya tidak menyarankan Patong untuk keluarga, pasangan yang mencari suasana romantis, perempuan yang bepergian sendiri dan ingin merasa aman pada malam hari, serta siapa pun yang mengutamakan ketenangan. Penjaja yang memaksa dan penipuan benar-benar jadi masalah di sini, sementara pantainya sendiri biasa saja dan penuh sesak.
Tarif hostel mulai sekitar 300 hingga 500 THB per malam (sekitar 8 hingga 13 EUR), hotel kelas menengah berkisar antara 1.500 dan 3.000 THB (40 hingga 80 EUR), dan resor kelas atas mulai dari 5.000 THB (130 EUR). Transportasinya paling baik di pulau ini: Grab tersedia di mana-mana dan tuk-tuk ada di setiap sudut jalan, tetapi tarifnya digelembungkan, jadi naiklah Grab. Patong berjarak sekitar 20 menit dari Big Buddha dan 15-20 menit dari Kata dan Karon.
Saran saya: meskipun menginap di tempat lain, mampirlah ke Bangla Road selama 1 malam, tempat ini layak dikunjungi sekali. Panduan aktivitas saya memberi kamu ide jalan-jalan lainnya. Namun, jangan jadikan kawasan ini tempat menginapmu, kecuali tujuanmu datang memang untuk berpesta.
Di mana menginap untuk kunjungan pertama?
Kalau saya hanya boleh menyarankan satu kawasan, pilihannya adalah Kata: inilah tempat terbaik untuk kunjungan pertama, baik bersama pasangan, keluarga, maupun sendiri, dan semuanya tersedia dengan baik tanpa kekurangan berarti. Karon, tepat di sebelah utaranya, adalah alternatif yang lebih tenang.
Pantai Kata dan Kata Noi

Kata punya pusat kawasan yang nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki, dengan banyak restoran dan lapak jajanan yang terkumpul di jalan utama, agak jauh dari pantai. Kata sangat dekat dengan salah satu pantai terindah di Phuket, dengan kondisi yang bagus untuk berenang saat musim ramai dan cukup bagus untuk berselancar saat musim sepi. Kawasan kecil Soi Spiderman yang ramai sudah cukup kalau kamu ingin keluar malam, sementara suasana secara keseluruhan tetap ramah keluarga dan santai.
Di Kata, saya pergi ke mana-mana dengan berjalan kaki: dari hotel ke pantai, makan malam di warung pinggir jalan, membeli tabir surya di 7-Eleven, tanpa pernah membutuhkan taksi. Ini kelebihan besar di Phuket, karena di sebagian besar kawasan kamu perlu mobil atau skuter untuk pergi ke mana pun. Club Med menempati sebagian besar area tepi pantai sehingga kamu harus memutarinya, tetapi itu hanya masalah kecil.
Kata Noi, teluk yang lebih kecil tepat di sebelah selatan Pantai Kata, lebih tenang dan lebih mewah. Tempat ini kadang dijuluki “pilihan rahasia ke-3”: kepraktisan Kata dengan lebih sedikit pengunjung. Kalau kamu ingin kehidupan malam, Patong berjarak 15-20 menit dengan Grab; kalau lebih suka ketenangan, berjalanlah ke selatan hingga Kata Noi.
Tarif penginapan sederhana mulai sekitar 500 THB per malam (sekitar 13 EUR) dan sebagian besar resor kelas menengah berkisar antara 2.000 dan 4.000 THB (55 hingga 110 EUR). Saya menempatkan Beyond Resort Kata sebagai pilihan utama: ini salah satu dari sedikit penginapan dengan akses langsung ke pantai, karena sebagian besar hotel di Kata dan Karon dipisahkan dari pantai oleh jalan. Vila kelas atas di Kata Noi mulai sekitar 8.000 THB (210 EUR).
Pantai Karon
Karon terletak di antara Patong di utara dan Kata di selatan. Saya berjalan di pantainya yang panjang dan lebar, terkenal dengan pasir yang berderit saat diinjak. Airnya umumnya lebih bersih daripada di Kata atau Patong, pantainya lebih sepi, dan seluruh kawasan terasa lebih lapang dan tenang.
Kekurangannya ada pada karakter tempat ini: menurut saya Karon agak hambar dibandingkan Kata. Restorannya lebih sedikit, pusat kawasan yang nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki lebih terbatas, dan area utamanya bisa terasa kurang berkarakter. Kalau kamu mencari pantai besar yang bersih dengan ruang lega untuk dirimu serta suasana damai dan menenangkan, Karon cocok untukmu.
Saya menyarankannya untuk perempuan yang bepergian sendiri, karena tempat ini aman dan tenang, untuk pasangan yang ingin ruang lega di pantai, dan untuk keluarga yang membawa kereta bayi, berkat jalur pejalan kaki tepi pantainya yang panjang, lebar, dan rata. Lokasi Karon juga strategis, kira-kira di tengah antara Patong di utara dan Nai Harn di selatan.
Tarif hotel mulai sekitar 800 THB (sekitar 21 EUR) dan resor kelas menengah berkisar dari 2.000 hingga 4.000 THB (55 hingga 110 EUR). Kalau ingin memanjakan diri, The Paradox Resort Karon menawarkan penthouse dengan kolam renang infinity pribadi, mulai dari 10.000 THB per malam (260 EUR).
Menginap di mana di selatan, di Rawai dan Nai Harn?
Ujung selatan pulau ini terasa seperti tempat orang benar-benar tinggal. Rawai dan Nai Harn, 2 kawasan yang bersebelahan, menarik para ekspatriat, pekerja nomaden digital, pelancong jangka panjang, dan siapa saja yang sudah mengenal Phuket dan mencari suasana berbeda.
Rawai

Rawai adalah pusat ekspatriat di Phuket: sasana Muay Thai, kafe makanan sehat, brunch ala Barat, ruang kerja bersama, dan pasar makanan laut tempat penduduk setempat membeli bahan makan malam. Suasananya terasa seperti kota sungguhan. Sewa apartemen bulanan berkisar 10.000 hingga 15.000 THB (260 hingga 400 EUR), jadi tidak heran banyak orang akhirnya tinggal berbulan-bulan.
Detail penting: Pantai Rawai tidak cocok untuk berenang. Ini adalah area dermaga tempat perahu ekor panjang bersandar, dan kamu perlu berkendara 5 menit ke selatan menuju Nai Harn atau pantai kecil Yanui untuk berenang.
Kota Phuket punya pilihan kuliner terbaik di pulau ini, tetapi Rawai menempati posisi kedua, terutama untuk makanan laut. Di Rawai Seafood Market, saya memilih ikan sendiri lalu meminta ikan itu dimasak sesuai pesanan. Saya juga memasak makanan laut ala Thailand di rumah: resep tom yum talay saya ada di situs ini.

Nai Harn
Nai Harn adalah pantai yang sendirian sudah cukup menjadi alasan untuk menginap di selatan. Letaknya di ujung selatan pulau, berbatasan dengan danau dan kuil, dengan Tanjung Promthep, tempat menikmati matahari terbenam paling terkenal di Phuket, persis di sebelahnya. Menurut saya pantai ini indah sekali, dan jauh lebih sepi daripada pantai mana pun di pesisir barat.
Kekurangannya memang nyata. Kamu perlu skuter: taksi mahal dan sulit ditemukan, terutama di sekitar Nai Harn, dan panduan transportasi dan anggaran saya memuat tarif serta tipsnya. Perjalanan dari selatan ke bandara memakan waktu 45 hingga 60 menit, dan Chalong Circle, bundaran di jalan utama menuju utara, terkenal sebagai titik kemacetan.
Pada musim sepi (Mei hingga Oktober), ombak di Nai Harn bisa besar dan berbahaya bagi anak kecil. Setelah 4 atau 5 hari, pilihan restorannya juga bisa mulai terasa itu-itu saja.
Bagian selatan cocok untuk menginap 1 bulan atau lebih, pekerja nomaden digital, pasangan yang ingin suasana romantis dan tenang selama 3 atau 4 malam, pengunjung langganan yang sudah menjelajahi Kata/Patong, serta pencinta kuliner yang mencari makanan laut autentik dengan harga lokal. Saya tidak menyarankannya untuk keluarga dengan anak kecil: trotoarnya sedikit dan kamu perlu kendaraan untuk segala keperluan.
Harganya terjangkau untuk ukuran Phuket: sewa bulanan sekitar 10.000 hingga 15.000 THB (260 hingga 400 EUR), hotel 1.500 hingga 3.000 THB per malam (40 hingga 80 EUR). Untuk kemewahan, The Nai Harn adalah hotel tepi pantai dengan pemandangan indah, mulai dari 8.000 THB (210 EUR) ke atas.
Menginap di mana bersama keluarga?
Kamala adalah desa yang ringkas dan ramah pejalan kaki di pesisir barat, di antara Patong dan Bang Tao. Inilah kawasan di Phuket yang saya sarankan untuk keluarga dengan anak kecil. Perairan pantainya dangkal dan tenang, desanya mudah dijelajahi dengan berjalan kaki, dan sama sekali tidak terasa seperti kawasan hiburan dewasa.

Di Kata atau Karon, jalan memisahkan sebagian besar hotel dari pantai. Di Kamala, saya makan di restoran sungguhan dengan kaki menapak di pasir. Semua yang kamu perlukan di desa ini bisa dijangkau dengan berjalan kaki: restoran, 7-Eleven, tempat pijat, dan Cafe del Mar, beach club tempat orang tua bisa menikmati malam yang menyenangkan tanpa suasana suram Bangla Road.
Lokasi Kamala juga strategis untuk menjangkau aktivitas terbaik di pulau ini. Kekurangannya: pilihan restoran tidak seberagam di Kata, kehidupan malam nyaris tidak ada di luar Cafe del Mar, dan pantainya lebih kecil daripada Bang Tao atau Karon. Untuk keluarga, kekurangan ini sangat sepadan dengan kelebihannya.
Harganya berada di kelas menengah, dengan nilai yang lebih baik dibandingkan Bang Tao untuk keluarga. Penginapan sederhana mulai dari 600-1.000 THB per malam (16 hingga 26 EUR). Sunwing Kamala Beach adalah resor keluarga andalan saya, berkat 8 kolam renang dan area anaknya: siapkan sekitar 3.000 hingga 5.000 THB per malam (80 hingga 130 EUR).
Menginap di mana untuk menikmati kemewahan?
Pesisir barat laut Phuket adalah kawasan resor, sementara ujung utaranya menawarkan keterasingan total. Kalau anggaranmu mencukupi, di sinilah penginapan paling eksklusif di pulau ini berada.
Bang Tao, Surin, dan Layan
Pantai Bang Tao membentang sepanjang 6 kilometer, Surin memiliki teluk-teluk kecil yang berbagi kawasan dengan hotel bintang 5, dan Layan, di ujung utara, adalah salah satu sudut paling tenang di Phuket. Kompleks Laguna, kumpulan resor yang mencakup Banyan Tree, Angsana, dan Dusit Thani, menjadi pusat kawasan ini.
Pantai-pantainya luas dan cocok untuk berenang, sementara Laguna aman, bersih, dan memiliki fasilitas lengkap sendiri. Boat Avenue, pusat kuliner dan belanja setempat, punya tempat-tempat yang bagus. Kalau kamu ingin liburan di resor dan hampir tidak keluar dari penginapan, kawasan ini sangat cocok.
Sisi kurangnya: pantai sepanjang 6 kilometer terdengar luar biasa sampai kamu sadar tidak ada restoran yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari hotelmu. Menurut saya, Bang Tao terlalu menyebar, terputus-putus, serba steril, dan tidak punya karakter Thailand. Letaknya jauh dari atraksi di selatan seperti Buddha Besar dan Tanjung Promthep, dan harganya termasuk yang tertinggi di pulau ini.
Surin dan Pantai Pansea berbeda: teluk-teluk kecil eksklusif tempat hotel seperti The Surin dan Amanpuri berbagi pantai hanya dengan segelintir tamu. Kalau anggaran bukan masalah, bagi saya Surin adalah salah satu tempat terindah di pulau ini.

Deretan kawasan ini cocok untuk pelancong yang mencari kemewahan, pengantin baru yang menginginkan privasi, keluarga yang ingin lingkungan aman dan ramah kereta bayi dengan kolam renang serta klub anak, mereka yang akan menghabiskan sebagian besar waktu di dalam resor, dan mereka yang punya anggaran longgar serta lebih mengutamakan kenyamanan daripada keaslian suasana. Pilihan murahnya sedikit: resor kelas menengah berkisar 3.000 hingga 6.000 THB (80 hingga 160 EUR), sedangkan resor Laguna mulai dari 10.000 THB (260 EUR) dan harganya cepat melonjak.
The Pavilions, kumpulan vila dengan kolam renang, menawarkan privasi penuh bagi pasangan, sedangkan The Surin di Pantai Pansea adalah pilihan bergengsi. Bang Tao berjarak 20-30 menit dari bandara, lebih dekat daripada kawasan selatan, tetapi kamu perlu taksi atau shuttle untuk bepergian, bahkan di dalam kawasan ini.
Mai Khao
Mai Khao berada di ujung utara pulau, dekat bandara. Pantainya panjang dan nyaris tak berpengunjung, dengan resor kelas atas seperti JW Marriott dan Anantara. Nai Yang, pantai di dekatnya yang terlindung oleh terumbu karang, menawarkan perairan tenang dan suasana taman nasional.
Masalahnya, Mai Khao jauh dari mana-mana: Buddha Besar, Tanjung Promthep, Kota Phuket, Patong, semuanya berjarak 45 menit, bahkan 1 jam. Tempat ini tidak benar-benar terasa seperti Phuket: rasanya seperti berada di resor mewah yang bisa saja terletak di mana pun di Asia Tenggara. Kalau kamu ingin benar-benar menyendiri dan tidak berencana keluar dari penginapan, mungkin inilah yang kamu cari; kalau tidak, lokasinya terlalu jauh.
Menginap di mana untuk berburu kuliner enak?
Phuket Town adalah satu-satunya kawasan dalam panduan ini yang tidak punya pantai sama sekali: pantai terdekat untuk berenang berjarak 30-45 menit naik taksi. Namun, bagi tipe pelancong tertentu, termasuk saya, justru inilah tempat paling menarik di pulau ini.

Di kota tua, jalan-jalan dipenuhi arsitektur Tionghoa-Portugis, ruko berwarna-warni, gang-gang berjajar kafe, dan pilihan kuliner yang jauh mengungguli semua kawasan pantai. Di sinilah saya menemukan masakan Thailand terbaik di pulau ini.
Di Phuket Town, saya menyantap moo hong (samcan babi yang dimasak perlahan), khanom jeen (mi beras dengan kari), oh aew (hidangan penutup lokal berbahan es serut), dan kari kepiting, di tempat-tempat seperti Raya Restaurant dan One Chun. Kari Thailand juga saya masak di rumah: resep kari hijau saya ada di sini. Pasar Minggu malam di Thalang Road, Sunday Walking Street, menurut saya termasuk pasar malam terbaik di Thailand selatan.
Phuket Town juga punya budaya ngopi yang kuat: Campus Coffee Roaster, Bookhemian, Dou Brew, Graph. Para nomad digital dan pekerja jarak jauh datang untuk wifi yang bagus dan kopi berkualitas. Biaya bekerja seharian di kota pun hanya sebagian kecil dari biaya di resor tepi pantai.
Tapi tetap perlu realistis: menurut saya, 2 malam di Phuket Town sudah cukup. Kawasan ini bisa terasa mati setelah pukul 20:00 selain pada hari Minggu, dan panasnya lebih menyesakkan daripada di tepi pantai karena tidak ada angin laut. Tanpa akses ke laut, kawasan ini kurang cocok dijadikan tempat menginap selama seminggu penuh, kecuali kamu memang tidak tertarik berenang.
Phuket Town cocok untuk pencinta kuliner, pelancong beranggaran terbatas dan backpacker, nomad digital yang mencari budaya kafe dan biaya hidup terjangkau, pelancong solo yang mencari suasana budaya, serta mereka yang menghabiskan 2 malam di sini sebelum pindah ke kawasan pantai.
Ini kawasan termurah di Phuket, dengan selisih yang jauh: hostel berharga 200 hingga 400 THB per malam (5 hingga 10 EUR). The Memory at On On Hotel adalah hotel tertua di pulau ini dan pernah menjadi lokasi syuting film The Beach; hotel ini sudah direnovasi menjadi hotel butik yang tertata apik.

EcoLoft menawarkan kolam renang di atap dan kamar modern dengan harga terjangkau, Book a Bed Poshtel adalah pilihan bagus kalau kamu bepergian sendiri, dan Mad Monkey adalah hostel andalan untuk bersosialisasi dan berkenalan dengan orang baru. Pergi ke pantai dari kota sangat memungkinkan: Blue Bus (songthaew) melayani Patong, Kata, dan Karon dengan tarif 40 hingga 50 THB (sekitar 1 EUR), sementara perjalanan dengan Grab memakan waktu 30 hingga 45 menit tergantung lalu lintas.
Kapan sebaiknya pergi?
Semua pantai di pesisir barat (Patong, Kata, Karon, Bang Tao, Kamala) menghadap Laut Andaman. Saat musim hujan, kira-kira dari Mei hingga Oktober, arus balik yang berbahaya bisa muncul dan bendera merah dipasang sebagai larangan berenang. Kalau kamu datang pada periode ini, pesan hotel dengan kolam renang yang bagus di pesisir barat.
Alternatif lainnya adalah Cape Panwa, di pesisir tenggara, tempat yang paling jauh dari jalur wisata tanpa harus meninggalkan Phuket. Di sini kebanyakan ada resor mewah dan properti hunian; kawasannya terpencil, dengan pilihan tempat makan terbatas dan hampir tidak ada hiburan.
Saya menyebutnya karena pantai Ao Yon: terletak di pesisir timur yang terlindung, perairannya tetap tenang sepanjang tahun. Kalau kamu mengunjungi Phuket saat musim sepi dan ingin memastikan bisa berenang dengan aman, inilah kawasan yang saya pilih.
Bagaimana cara berpindah antarkawasan?
Phuket tidak punya jaringan transportasi umum yang memadai: Blue Bus melayani beberapa rute antara Phuket Town dan pantai-pantai, dan kurang lebih hanya itu. Untuk bepergian, kamu punya 3 pilihan lainnya.
Saya berkeliling dengan Grab, pilihan paling bisa diandalkan dan paling terjangkau: aplikasinya bisa digunakan di seluruh pulau, biayanya hanya sebagian kecil dari tarif yang diminta sopir tuk-tuk, dan kamu sudah tahu tarifnya sebelum naik. Unduh aplikasinya sebelum tiba.
Menyewa skuter hampir menjadi keharusan kalau kamu menginap di selatan (Rawai/Nai Harn), dan sangat berguna di kawasan lainnya, dengan biaya 200 hingga 300 THB per hari (5 hingga 8 EUR). Baca tips praktis saya tentang skuter dan SIM sebelum menyewa: berkendara di Thailand tidak memberi ruang untuk kesalahan, dan biaya medis akibat kecelakaan skuter termasuk masalah yang paling sering dialami wisatawan.
Tuk-tuk adalah pilihan terburuk: ada di mana-mana, tetapi tarif untuk wisatawan terlalu mahal, sering kali 3 hingga 5 kali tarif normal. Saya hanya naik tuk-tuk sebagai pilihan terakhir.
Segitiga Patong-Kata-Karon punya akses transportasi terbaik di pulau ini: dari salah satu dari 3 kawasan tersebut, menuju 2 kawasan lainnya mudah dan murah. Makin jauh kamu ke selatan atau utara, makin besar ketergantunganmu pada kendaraan sendiri.
Untuk perjalanan seminggu atau lebih, saya sarankan membagi waktu menginap di 2 kawasan: 2 malam di Phuket Town untuk kuliner dan budaya, lalu sisanya di pantai (biasanya Kata atau Karon), atau 3 malam di Kata demi kepraktisan, lalu 3 malam di Rawai/Nai Harn untuk berganti suasana. Dengan Grab, berpindah antarkawasan mudah, dan kebanyakan hotel sudah terbiasa menerima tamu yang datang dari kawasan lain di pulau ini. Dengan begitu, kamu bisa mengenal berbagai sisi Phuket tanpa terjebak di kawasan yang tidak sesuai dengan ritme liburanmu.
Panduan Phuket saya lainnya
Untuk perjalanan berikutnya, panduan saya tentang tempat menginap di Bangkok menurut kawasan, tempat menginap di Hanoi dari Kota Tua hingga Danau Barat, dan tempat menginap di Bali, dari Ubud hingga Uluwatu mengikuti prinsip yang sama. Untuk merencanakan sisa liburanmu di Phuket, semuanya ada dalam panduan lengkap Phuket saya.