Assiette de lumpias dorés garnis d’oignons verts, accompagnés d’une sauce rouge pimentée.

Lumpia Semarang Autentik

Lumpia goreng khas Semarang yang renyah dengan isian gurih ayam, udang, dan rebung lezat, disajikan bersama saus kental manis khas buatan sendiri.

Langsung ke Resep
5/5 (29)

Hal pertama yang menyambut Anda di Gang Lombok, Semarang, adalah desis minyak panas dari wajan penggorengan di bawah atap seng. Tak lama berselang, tercium semerbak aroma gula kelapa dan tumisan bawang putih cincang: perpaduan manis gurih yang menggugah selera, berbaur lembut dengan aroma uap rebung bambu muda. Warga lokal tampak bersantai di atas jok motor mereka, sabar menanti lumpia montok legendaris yang sarat akan sejarah.

Lumpia udang di atas daun kol dan piring putih
Jika Anda menyukai nem khas Vietnam, Anda pasti akan menyukai lumpia

Asal-Usul Tionghoa

Kisahnya bermula pada abad ke-19, ketika seorang perantau asal Fujian, Tjoa Thay Joe, membuka gerobak jualan di dekat pelabuhan Semarang. "Lun pia" buatannya, yang secara harfiah berarti "kue basah lembut", berisi daging babi dan irisan rebung gurih—menghadirkan nostalgia hangat akan kampung halamannya.

Beberapa kios di sebelahnya, seorang juru masak Jawa bernama Mbak Wasih menjajakan lumpia dengan cita rasa lokal yang sarat dengan udang, kentang, serta sentuhan gula kelapa manis khas Jawa Tengah.

Samosa ayam
Kulit renyah serupa juga digunakan untuk membungkus lumpia dan samosa

Keduanya bertemu, menikah, lalu memadukan tradisi kuliner masing-masing: daging babi digantikan oleh ayam halal, udang tetap dipertahankan, dan rebung menjadi isian utama yang tak tergantikan. Lumpia hasil akulturasi budaya ini lekas memikat gang-gang Pecinan dan kampung setempat, dengan setiap keluarga menjaga resep rahasia mereka secara turun-temurun.

Pada awal abad ke-20, para pengunjung Pasar Malam Olympia Park (pasar malam tersohor era kolonial di Semarang) kerap menikmati lumpia renyah ini di sela-sela bermain komidi putar, menyebarkan ketenaran lumpia rebung khas Semarang hingga ke Batavia dan sekitarnya.

Pada tahun 2014, pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan lumpia Semarang sebagai Warisan Budaya Takbenda, mengukuhkan kedudukannya sebagai camilan ikonik sekaligus oleh-oleh wajib khas Kota Lumpia.

Ciri Khas Lumpia Semarang yang Autentik

Berbagai bahan di atas meja kayu: kulit lumpia, udang, daging, telur, sayuran, saus, dan bumbu halus.

Isian Klasik: Rebung, Udang, dan Ayam

Inti dari lumpia ini selalu bertumpu pada rebung: tunas bambu muda yang diiris halus seukuran korek api, lalu direbus bersama garam dan sedikit gula hingga aroma langu khas pesing-nya benar-benar hilang. Tekstur rebung yang renyah dan lembut ini merupakan elemen wajib yang menentukan kelezatan rasa utamanya.

Udang segar cincang menghadirkan rasa gurih manis alami khas hidangan laut; potongan daging ayam memperkaya rasa dan tekstur; sementara telur orak-arik mengikat semua bahan menjadi satu. Banyak penjual juga menambahkan sesendok ebi halus (udang kering) guna memperkuat kenikmatan rasa umami.

Bumbu halusnya memadukan pengaruh Tionghoa dan Jawa: bawang putih dan bawang merah yang ditumis hingga harum semerbak, lada putih bubuk untuk sensasi hangat, saus tiram serta kecap asin untuk kedalaman rasa, lalu sedikit kecap manis atau gula kelapa cair agar tercipta profil rasa manis-gurih yang seimbang. Hasil akhirnya menyajikan kontras tekstur sempurna antara renyahnya rebung dan lembutnya daging, tanpa kelembapan berlebih yang dapat membuat kulit lumpia mudah sobek atau lembek.

Martabak telur - Penyajian: Sajikan hangat.
Martabak telur daging sapi yang gurih renyah adalah kuliner khas Indonesia lainnya yang wajib dicoba

Menggulung, Menggoreng, dan Saus Bawang Manis yang Wajib Ada

Isian yang telah dingin diratakan di atas selembar kulit gandum tipis yang nyaris transparan, digulung padat, dilipat kedua ujungnya, lalu direkatkan rapi dengan sedikit larutan tepung. Sebagian penikmat menyukai versi lumpia basah: tidak digoreng, bertekstur lembut dengan kesegaran aroma aslinya. Sementara yang lain rela mengantre demi versi lumpia goreng, yang dimasak pada suhu pas dalam minyak berlimpah hingga kulitnya melepuh renyah keemasan, tanpa menghilangkan tekstur lezat rebung di dalamnya.

Versi mana pun yang Anda sukai, pelengkapnya selalu istimewa: saus cokelat kental bercita rasa manis gurih berbahan dasar gula aren dan bawang putih cincang yang dikentalkan dengan tapioka; acar mentimun dan bawang merah segar; serta beberapa butir cabai rawit hijau atau batang daun bawang/lokio segar berbalut cuka untuk digigit di sela setiap suapan.

Assiette de lumpias dorés garnis d’oignons verts, accompagnés d’une sauce rouge pimentée.

Lumpia Semarang Autentik

Cetak Resep Pin resep Tambahkan ke daftar saya
5/5 (29)
Waktu Persiapan: 40 menit
Waktu Memasak: 30 menit
Waktu Total: 1 jam 10 menit
Hidangan: Hidangan pendamping, Hidangan utama
Masakan: Indonesia
Porsi: 25 lumpia
Kalori: 786kcal
Penulis: Marc Winer

Bahan-bahan

  • 25 lembar kulit lumpia beku atau segar

Isian

  • 250 g rebung tiriskan dan iris halus
  • 100 g udang kupas potong dadu kecil
  • 100 g daging ayam cincang halus
  • 2 butir kuning telur
  • 1 butir putih telur
  • 1 batang daun bawang iris halus
  • 3 siung bawang putih haluskan
  • 2 butir bawang merah haluskan
  • 0.5 sendok teh merica bubuk putih atau hitam
  • 1 sendok makan kecap manis
  • 0.5 sendok teh garam
  • 1 sendok teh kaldu jamur bubuk
  • 2 sendok makan saus tiram
  • 0.5 sendok teh minyak wijen
  • 50 ml minyak goreng untuk menumis

Perekat

  • 1 butir putih telur untuk perekat

Untuk menggoreng

  • 500 ml minyak goreng untuk menggoreng terendam (deep frying)

Saus cocolan

  • 5 buah cabai rawit haluskan
  • 250 ml air
  • 60 g gula aren atau gula kelapa, sisir halus
  • 1 sejumput garam
  • 1 sendok makan tepung tapioka larutkan dengan sedikit air

Petunjuk

Persiapan kulit lumpia

  • Pisahkan lembaran kulit lumpia satu per satu secara perlahan, lalu sisihkan.
    25 lembar kulit lumpia
    Feuilles de pâte à spring rolls sur une table en bois, entourées d’ingrédients hachés et de sauces en petits bols.

Membuat isian

  • Panaskan minyak di dalam wajan atau wok.
    50 ml minyak goreng
  • Tumis bawang putih dan bawang merah halus hingga harum dan matang.
    3 siung bawang putih, 2 butir bawang merah
    Oignons émincés en train de frire dans de l'huile dans une poêle noire.
  • Masukkan daging ayam cincang dan udang, lalu aduk hingga berubah warna.
    100 g daging ayam, 100 g udang kupas
    Viande hachée et oignons en train de cuire dans une poêle noire avec une spatule en bois.
  • Masukkan rebung, lalu bumbui dengan merica, garam, kaldu jamur, kecap manis, saus tiram, dan minyak wijen. Aduk rata hingga bumbu meresap.
    250 g rebung, 0.5 sendok teh merica bubuk, 0.5 sendok teh garam, 1 sendok teh kaldu jamur bubuk, 1 sendok makan kecap manis, 2 sendok makan saus tiram, 0.5 sendok teh minyak wijen
    Émincé de bambou et viande hachée sautés dans une poêle.
  • Tuangkan kocokan kuning dan putih telur, lalu orak-arik cepat hingga matang dan tercampur rata dengan isian.
    2 butir kuning telur, 1 butir putih telur
    Œufs brouillés farce
  • Tambahkan daun bawang, aduk sebentar hingga layu, lalu angkat dan biarkan hingga agak dingin.
    1 batang daun bawang

Membungkus lumpia

  • Bentangkan selembar kulit lumpia di atas permukaan yang rata.
  • Beri sesendok makan isian di bagian tengahnya.
    Farce posée sur une feuille de pâte à nems, prête à être roulée sur une table en bois.
  • Lipat kedua sisi kiri dan kanan ke dalam, lalu gulung ke depan dengan rapat dan padat.
    Nems non cuits sur une table en bois avec une petite coupelle de sauce brune à côté.
  • Oleskan sedikit putih telur pada ujung kulit untuk merekatkannya.
    1 butir putih telur
  • Ulangi proses ini hingga semua isian dan kulit lumpia habis.

Menggoreng lumpia

  • Panaskan minyak dalam wajan atau panci dengan api sedang hingga mencapai suhu sekitar 180°C.
    500 ml minyak goreng
    Un rouleau de printemps frit cuit dans de l'huile chaude dans une poêle noire.
  • Goreng lumpia secara bertahap hingga matang, renyah, dan berwarna kuning keemasan.
  • Angkat dan tiriskan di atas kertas minyak atau tisu dapur.
    Rouleaux égouttés assiette

Membuat saus

  • Campurkan cabai rawit halus, air, gula aren, dan garam ke dalam panci kecil.
    5 buah cabai rawit, 250 ml air, 60 g gula aren, 1 sejumput garam
    Casserole avec sauce rouge et cuillère, bols de sel et de lait sur une table en bois.
  • Didihkan di atas api sedang sambil terus diaduk hingga gula larut sempurna.
    Mélange de piments rouges et d'épices en train de mijoter dans une casserole noire.
  • Tuangkan larutan tepung tapioka, lalu masak sebentar sambil diaduk cepat hingga saus mengental dan meletup-letup.
    1 sendok makan tepung tapioka
    Sauce épaissie cuiller

Penyajian

  • Sajikan lumpia selagi hangat dan renyah bersama saus cocolannya.

Video

Catatan

Anda bisa mengganti gula aren dengan gula palem atau gula kelapa sesuai persediaan di dapur.

Nutrisi

Kalori: 786kcal | Féculents: 13g | Protein: 8g | Lemak: 80g | Lemak Jenuh: 6g | Lemak tak jenuh ganda: 23g | Lemak tak jenuh tunggal: 50g | Graisses trans: 0.3g | Kolesterol: 70mg | Natrium: 169mg | Kalium: 160mg | Serat: 1g | Gula: 8g | Vitamin A: 1740IU | Vitamin C: 4mg | Kalsium: 23mg | Besi: 1mg
Sudah mencoba resep ini?Tag @marcwiner di Instagram!

Referensi Kuliner

5 dari 29 penilaian (29 penilaian tanpa komentar)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Beri rating pada resep ini