Phuket membutuhkan persiapan lebih banyak dari yang kamu bayangkan: pulau ini nyaris tidak punya transportasi umum, harga bisa jauh berbeda tergantung cara kamu bepergian, dan September adalah bulan terburuk untuk menikmati pantai. Berikut persiapan saya, lengkap dengan harga sebenarnya dalam baht dan euro, musim, visa, aplikasi, dan penipuan; untuk pantai dan wisata, lanjutkan ke panduan lengkap saya untuk mengunjungi Phuket.
- Menyiapkan perjalanan ke Phuket: kapan sebaiknya pergi?
- Visa dan dokumen apa yang perlu diurus sebelum berangkat?
- Bagaimana cara ke sana dari Prancis?
- Berapa biayanya?
- Bagaimana cara berkeliling pulau?
- Penipuan apa yang perlu dihindari?
- Apakah aman?
- Etika apa yang perlu dipatuhi di sana?
- Apa saja yang perlu dibawa?
- Panduan saya lainnya untuk Phuket
Menyiapkan perjalanan ke Phuket: kapan sebaiknya pergi?
Iklim Phuket mengikuti pola sederhana: musim kemarau, musim panas, dan musim monsun, dengan perbedaan mencolok yang bukan hanya soal hujan.
Desember hingga Maret, saat musim ramai, menurut saya adalah waktu terbaik untuk mengunjungi Phuket: langit cerah dan laut tenang untuk menikmati pantai dan berwisata dari pulau ke pulau. Ini juga periode paling mahal dan paling ramai: harga hotel melonjak dan pantai dipenuhi pengunjung.

Untuk snorkeling di Kepulauan Phi Phi atau menyelam di lepas pantai barat, perairan paling tenang ada pada bulan-bulan ini.
April dan Mei adalah musim panas. April cukup melelahkan, dengan suhu yang dengan mudah melampaui 35 °C dan kelembapan yang membuat gerah. Satu-satunya penyegar adalah Songkran, festival air Thailand, pada pertengahan April. Mei menandai awal musim hujan, dengan hujan yang lebih sering, berupa hujan deras singkat alih-alih gerimis terus-menerus. Harga turun drastis: kalau kamu tahan panas, April dan Mei menawarkan pantai sepi dan akomodasi yang benar-benar murah.
Musim monsun berlangsung dari Juni hingga Oktober. Dari Juni hingga Agustus, hujan turun secara rutin, biasanya hujan deras selama 30 hingga 60 menit lalu disusul sinar matahari, dan kamu tetap bisa menikmati liburan yang menyenangkan: pantai sepi, harga murah, suasana pulau tenang. Namun, laut di pantai barat menjadi bergelombang, dan bendera merah, yang berarti dilarang berenang, sering dikibarkan di pantai Patong, Kata, dan Karon.
September, bulan dengan curah hujan tertinggi, menurut saya adalah waktu terburuk untuk mengunjungi Phuket kalau pantai menjadi prioritas: arus balik yang berbahaya dan ombak besar membuat aktivitas air tidak memungkinkan, dan feri ke pulau-pulau sekitar sering dibatalkan. Hindari bulan ini, kecuali kamu datang hanya untuk kuliner dan budaya.
Menurut saya, akhir Oktober adalah waktu ideal: hujan mulai berkurang, harga belum naik lagi, dan kamu bisa menikmati kondisi yang mendekati musim ramai dengan tarif musim sepi. Singkatnya, menurut saya: “suasana musim ramai dengan harga musim sepi”.
Pada November, musim peralihan, cuaca cepat membaik dan tarif musim ramai mulai kembali, tetapi belum mencapai puncaknya: pilihan yang pas untuk cuaca yang cukup baik tanpa keramaian puncak musim liburan.
Saran saya untuk musim sepi: antara Mei dan Oktober, pilih hotel dengan kolam renang yang bagus. Laut akan terlalu bergelombang pada banyak hari, dan kolam renang akan menjadi tempat berenang utamamu.
Kalau hujan, ada banyak pilihan kegiatan lain: akuarium Aquaria di pusat perbelanjaan Central Phuket Floresta, bioskop VIP dengan harga terjangkau, sesi pijat Thailand yang panjang, atau berjalan-jalan menikmati arsitektur Tionghoa-Portugis di Kota Tua Phuket.

Visa dan dokumen apa yang perlu diurus sebelum berangkat?
Prancis masuk dalam daftar bebas visa Thailand: dengan paspor Prancis, kamu bisa masuk tanpa visa untuk kunjungan wisata. Bebas visa standar memungkinkan masa tinggal 30 hari, yang secara berkala diperpanjang Thailand menjadi 60 hari, jadi periksa kebijakan yang berlaku sebelum memesan. Paspormu harus masih berlaku setidaknya 6 bulan setelah tanggal kedatangan.
Petugas imigrasi bisa meminta bukti penerbangan pulang (tiket pesawat pulang atau tiket keluar dari wilayah Thailand), dan beberapa maskapai memeriksanya saat naik pesawat. Kalau tanggal keberangkatanmu belum pasti, reservasi tiket keluar yang murah bisa menghindarkanmu dari masalah di konter check-in.
Tidak ada vaksinasi khusus yang diwajibkan untuk masuk ke Thailand, tetapi saya sangat menyarankan asuransi perjalanan (rinciannya ada di bagian keamanan).
Persiapan selama 1 jam bisa menghindarkanmu dari masalah yang paling umum, karena perbedaan antara perjalanan terencana dan perjalanan spontan lebih besar di Phuket dibandingkan sebagian besar destinasi, terutama karena transportasi dan penipuan. Sebelum terbang, urus SIM internasional di kantor prefektur kalau kamu berencana menyewa skuter, unduh Bolt, Grab, dan InDrive, lalu pastikan asuransi perjalananmu mencakup Thailand dan, jika diperlukan, berkendara dengan kendaraan bermotor roda 2. Beri tahu juga bankmu tentang perjalanan ini agar kartumu tidak diblokir di luar negeri.
Bagaimana cara ke sana dari Prancis?
Bandara Internasional Phuket (HKT) menerima penerbangan langsung dari beberapa hub penerbangan di Asia. Dari Prancis, kamu biasanya akan transit di Bangkok (Suvarnabhumi atau Don Mueang), Doha, Dubai, atau Singapura, dengan maskapai seperti Thai Airways, Qatar Airways, Emirates, dan Singapore Airlines.
Dari Paris, tiket pulang-pergi kelas ekonomi biasanya berharga 400 hingga 700 EUR, tergantung musim dan seberapa awal kamu memesan. Penerbangan musim ramai (Desember hingga Februari) berada di kisaran harga atas. Saya menyarankan memesan 2 hingga 3 bulan sebelumnya untuk mendapatkan tarif terbaik saat puncak musim liburan.
Saat transit di Bangkok, kamu bisa naik penerbangan domestik ke Phuket: sekitar 1 jam, 1.500 hingga 3.000 THB sekali jalan (40 hingga 80 EUR), dengan AirAsia, Nok Air, atau Thai Lion Air. Perjalanan darat memakan waktu 10 hingga 12 jam dan hanya masuk akal kalau kamu ingin singgah di beberapa tempat sepanjang jalan.

Setibanya di sana, taksi dari bandara ke sebagian besar kawasan pantai berharga 600 hingga 800 THB atau lebih (16 hingga 21 EUR), sedangkan Smart Bus berharga 100 THB, tetapi lambat. Cek harga Bolt dan Grab di aplikasi segera setelah mendarat, lalu bandingkan.
Untuk internet, saya tidak menyarankan kartu SIM turis di bandara yang terlalu mahal: gerai 7-Eleven mana pun atau toko AIS di kota menjual kartu SIM prabayar dengan separuh harga. Operator utama, AIS, DTAC, dan TrueMove, semuanya menawarkan paket data yang bisa digunakan di seluruh pulau. Dengan ponsel yang mendukung eSIM (periksa sebelum berangkat), kamu bisa mengaturnya bahkan sebelum mendarat. WiFi tersedia di sebagian besar hotel, restoran, dan kafe, tetapi kartu SIM lokal dengan paket data jauh lebih praktis untuk Bolt dan Grab, yang membutuhkan data seluler agar bisa digunakan.
Berapa biayanya?
Salah satu anggapan keliru yang paling umum tentang Phuket adalah semua hal di sana murah. Menurut saya, ada « dua Phuket » dari segi harga: Phuket ala warga lokal dengan skuter, warung terbuka, dan bir yang dibeli di 7-Eleven, serta Phuket ala turis dengan restoran ber-AC, tuk-tuk ke mana-mana, dan koktail di beach club.

Di luar penginapan, anggaran hemat cukup dengan 1.000 hingga 1.500 THB per hari (sekitar 26 hingga 40 EUR): pad thai yang dibeli di pinggir jalan, pantai gratis, sedikit alkohol tanpa koktail, serta bepergian dengan jalan kaki atau Smart Bus. Untuk kelas menengah, siapkan 2.500 hingga 3.500 THB per hari (65 hingga 90 EUR) untuk restoran Thailand dengan layanan meja, sesekali koktail, taksi online, dan satu atau dua aktivitas berbayar, seperti tur perahu ke pulau-pulau atau menyelam. Untuk kelas atas, siapkan 5.000 THB ke atas per hari (130+ EUR) untuk santapan mewah, beach club, layanan antar-jemput pribadi, dan aktivitas tanpa menghitung pengeluaran.
Soal makanan, jajanan kaki lima dan hidangan kantin lokal harganya 50 hingga 80 THB per porsi (1,30 hingga 2 EUR): pad kra pao, som tam, atau nasi dengan lauk daging panggang. Makan di restoran Thailand dengan layanan meja menghabiskan 100 hingga 400 THB tergantung tempatnya (2,60 hingga 10 EUR). Saya memasak hidangan ini di rumah: resep pad thai, pad kra pao, dan som tam saya ada di situs ini, bersama resep masakan Thailand saya yang lain.

Di pasar malam, saya menemukan 15 hingga 20 tiram yang sudah dilepas dari cangkangnya seharga sekitar 70 THB dan milkshake buah seharga 50 THB. Makan di kaki lima adalah salah satu cara terbaik untuk berhemat, dan tempat rekomendasi saya ada di panduan tempat makan di Phuket.
Makanan Barat sering kali lebih mahal daripada di Prancis, dengan harga setara Eropa atau bahkan lebih tinggi: bahan impor (keju, anggur, daging sapi) dikenai pajak tinggi, sehingga harga pizza atau burger di restoran dengan mudah mencapai 300+ THB (8+ EUR).
7-Eleven adalah sahabat terbaik pelancong hemat di Thailand, dan begitu juga bagi saya di Phuket. Bir di sana harganya 50 hingga 60 THB (dibandingkan 80 hingga 120 di bar), roti lapis panggangnya murah, dan air minum hampir tidak menguras kantong. Kamu juga bisa minum di sana sebelum berkeliling bar di Patong.
Tur menyelam biayanya 2.000 hingga 3.000 THB (52 hingga 78 EUR) dan kunjungan ke suaka gajah yang beretika sekitar 2.500 THB (65 EUR): semua aktivitas dan tur di Phuket ada dalam panduan khusus saya. Harga tur antarpulau sangat bervariasi, dan saya memesan tur lewat kios lokal, bukan Viator atau situs ulasan perjalanan: kamu membayar 30 hingga 50 % lebih murah, dan bisa menawar langsung.
ATM di Thailand mengenakan biaya tetap sekitar 220 THB (sekitar 6 EUR) per penarikan, di luar biaya yang mungkin dikenakan bankmu: tarik jumlah maksimum yang diizinkan (biasanya 20.000 hingga 30.000 THB) setiap kali menarik uang untuk menekan biaya.
Lebih baik lagi, bawa uang tunai euro dan tukarkan di gerai SuperRich (cari papan nama berwarna hijau atau oranye). Saya menukar sejumlah euro ke baht di sana saat tiba: kursnya selalu lebih baik daripada bank dan ATM, dan jauh lebih baik daripada tempat penukaran uang di Prancis.
Bagaimana cara berkeliling pulau?
Transportasi menjadi pengeluaran tak terduga terbesar saya di Phuket. Berbeda dengan Bangkok yang punya BTS, MRT, dan taksi murah, Phuket hampir tidak punya transportasi umum. Biaya transportasimu sangat bergantung pada lokasi menginap, jadi pilih kawasan dengan cermat saat memesan penginapan.

Saya mengunduh tiga aplikasi sebelum mendarat: Bolt, InDrive, dan Grab. Bolt biasanya paling murah, dengan tarif 20 hingga 30 % lebih rendah daripada Grab. InDrive memungkinkan kamu mengajukan harga sendiri, yang cocok untuk perjalanan jauh, tetapi pengemudi bisa mengabaikan tawaran yang terlalu rendah. Grab paling bisa diandalkan, dengan ketersediaan pengemudi paling luas, tetapi juga paling mahal.
Strategi saya: buka Bolt terlebih dahulu untuk mengecek harga, dan jika tidak ada pengemudi yang menerima setelah satu menit, saya beralih ke Grab. Harga Bolt menjadi patokan jika akhirnya saya menawar dengan pengemudi tuk-tuk. Daftarkan kartu bank di ketiga aplikasi agar kamu tidak pernah terkena trik « saya tidak punya uang kembalian ».
Perlu diketahui: di beberapa area, seperti pintu keluar beach club atau dekat Bangla Road saat larut malam, pengemudi taksi online tidak bisa menjemputmu karena pengemudi tuk-tuk setempat menghalangi akses. Berjalanlah menjauh satu atau dua blok untuk menemui pengemudimu.
Di Phuket, tuk-tuk berupa van kecil berwarna merah, biasanya Daihatsu Hijet, sedangkan tuk-tuk di Bangkok beroda tiga. Tuk-tuk dikendalikan oleh « mafia » transportasi, dengan harga tetap yang disepakati bersama dan tidak akan diturunkan oleh pengemudi mana pun. Siapkan minimal 200 THB (5 EUR) untuk perjalanan pendek di dalam Patong, dan 400 hingga 500 THB (10 hingga 13 EUR) antara dua pantai (misalnya Patong-Karon).
Selalu sepakati harga sebelum naik: begitu duduk, kamu kehilangan semua daya tawar. Jika tuk-tuk meminta lebih dari harga mobil ber-AC yang tertera di Bolt, tinggalkan saja.
Phuket Smart Bus menghubungkan bandara dengan kawasan wisata pantai utama dengan tarif tetap 100 THB (2,60 EUR). Ini pilihan termurah jika kamu bepergian sendiri, tetapi busnya lambat (hingga dua jam untuk mencapai Kata karena lalu lintas), AC-nya sedingin kutub, dan jadwalnya sekitar satu jam sekali.
Pembayaran dilakukan lewat kode QR PromptPay atau uang tunai dengan jumlah pas, karena tidak ada uang kembalian. Haltenya tidak selalu ditandai dengan jelas: lambaikan tangan lebar-lebar saat melihat bus putih dan biru mendekat. Jika bertiga atau berempat, berbagi tumpangan Bolt lebih cepat dan biayanya per orang kurang lebih sama.
Sewa skuter seharga 200-250 THB per hari (5 hingga 7 EUR) adalah cara termurah dan paling fleksibel untuk berkeliling. Peringatan saya: sewa skuter hanya jika kamu sudah terbiasa mengendarai kendaraan bermotor roda dua di Prancis. Jalanan Phuket benar-benar berbahaya: pasir menumpuk di tikungan, tanjakannya curam, dan pengemudi setempat sulit ditebak.
Tagihan rumah sakit setelah kecelakaan bisa mencapai puluhan ribu euro, dan banyak penggalangan dana dari turis yang baru menyadarinya setelah mengalami sendiri. Jika memutuskan menyewa, kamu perlu Surat Izin Mengemudi Internasional (PCI) dengan kategori sepeda motor, yang harus diurus di kantor prefektur sebelum berangkat. Tanpa izin ini, asuransi perjalananmu tidak akan menanggung kecelakaan apa pun, dan pemeriksaan polisi yang sering dilakukan dekat bundaran Chalong, di pintu masuk Patong, serta di jalan menuju ke sana, akan membuatmu terkena denda resmi 500 hingga 1.000 THB (13 hingga 26 EUR).
Jangan pernah meninggalkan paspor sebagai jaminan: tawarkan deposit tunai 3.000 hingga 5.000 THB beserta fotokopi paspormu, dan jika penyewa tetap bersikeras menyimpan yang asli, cari tempat lain. Sebelum berangkat, rekam video seluruh bagian skuter, perbesar setiap goresan, lalu kirim videonya lewat WhatsApp kepada penyewa dengan penanda waktu: ini melindungimu dari penipuan klaim kerusakan fiktif saat pengembalian.
Di antara penyedia sewa yang bisa dipercaya, saya menyarankan Renty di Rawai dan Cheap2Rent. Hindari tempat sewa di tepi pantai Patong, yang harganya dinaikkan.

Jika kamu ingin kecepatan skuter tanpa mengemudi sendiri, Grab Bike dan Bolt Bike memungkinkan kamu membonceng ojek, jauh lebih murah daripada mobil dengan pengemudi dan lebih cepat saat macet.
Penipuan apa yang perlu dihindari?
Phuket punya berbagai modus penipuan yang sudah teruji dan terus menyasar wisatawan dari tahun ke tahun: mengenalinya sejak awal tetap menjadi cara terbaik untuk menghindarinya.
Penipuan jet ski sangat umum di Patong. Saat kamu mengembalikan jet ski sewaan, pengelolanya tiba-tiba mengaku bahwa kamu telah menggores lambungnya: ia menuntut 30.000 hingga 50.000 THB sebagai “ganti rugi” (780 hingga 1.300 EUR) dan mengancam akan memanggil polisi, yang bisa saja memihaknya. Saran paling aman dari saya: jangan menyewa jet ski di Phuket. Sesederhana itu. Kalau kamu benar-benar ingin, rekam kondisi jet ski secara mendetail sebelum menyentuhnya, dengan pengelola hadir dan terlihat dalam video.

Penipuan kerusakan skuter memakai prinsip yang sama: saat pengembalian, penyewa menunjuk sebuah “goresan” (yang sering kali sudah ada sebelumnya) dan menuntut 15.000 THB atau lebih (390+ EUR). Langkah pencegahannya sama seperti saat menyewa: deposit tunai, video bertanda waktu yang dikirim ke pihak penyewaan, jangan pernah menyerahkan paspor.
Di Bangla Road, para penjaja mengacungkan menu minuman murah (100 THB) untuk menarikmu ke pertunjukan ping-pong. Setelah kamu duduk, biaya tersembunyi mulai menumpuk (“lady drinks” wajib seharga 200+ THB per gelas, biaya keluar, tagihan yang digelembungkan), dan penjaga menjadi agresif jika kamu menolak membayar. Pilih bar terbuka di sepanjang Bangla Road atau tempat terkenal seperti Illuzion, yang harganya transparan.

Dalam modus pengalihan ke penjahit, orang asing yang ramah atau sopir tuk-tuk memberi tahu bahwa sebuah objek wisata “tutup hari ini” lalu menawarkan untuk mengantarmu ke “outlet pabrik” atau penjahit. Setelan jas yang dijual di sana terbuat dari poliester murah, direkatkan dengan lem alih-alih dijahit, dan mulai rusak dalam beberapa minggu. Penjahit yang serius tidak membutuhkan penjaja: untuk setelan jas sesuai ukuran, cari sendiri penjahit bereputasi baik, minta beberapa sesi pengepasan selama beberapa hari, dan waspadai siapa pun yang menjanjikan setelan jas selesai dalam 24 jam.
Jebakan timeshare dimulai dengan pasangan orang Barat yang ramah mendekatimu sambil membawa survei atau kartu gosok. Kamu “memenangkan” hadiah, dan untuk mengambilnya, kamu harus mengikuti presentasi timeshare selama 90 menit dengan tekanan penjualan tinggi. Waktumu lebih berharga daripada kaus gratis: tolak dan lanjutkan perjalanan.
Saat pemeriksaan polisi, beberapa petugas meminta pembayaran denda di tempat secara tunai sebesar 500 hingga 1.000 THB (13 hingga 26 EUR) karena mengendarai skuter tanpa SIM Internasional. Jika kamu membayar, minta tanda terima: tanda itu berlaku saat pemeriksaan lain selama beberapa hari. Jangan pernah berdebat secara agresif dengan polisi Thailand.
Apakah aman?
Secara umum, Phuket aman, dan penyerangan terhadap wisatawan jarang terjadi. Risiko utamanya adalah penipuan, kecelakaan skuter, dan kasus minuman yang dicampuri obat di kawasan hiburan malam Patong. Perempuan yang bepergian sendiri bisa bergerak bebas, termasuk pada malam hari di kawasan wisata. Saat menghadapi penjaja salon pijat dan bar, cukup katakan “tidak, terima kasih” dengan tegas.
Hindari berjalan sendirian pada malam hari di jalan tanpa penerangan antarpantai: tidak ada trotoar dan lalu lintasnya berbahaya. Pada malam hari, saya naik Grab untuk berpindah dari satu pantai ke pantai lain.

Bagi saya, asuransi perjalanan wajib dimiliki. Layanan medis di Thailand berkualitas tinggi (Bangkok Hospital Phuket dan Vachira Phuket Hospital sama-sama memiliki fasilitas lengkap), tetapi biayanya cepat membengkak tanpa perlindungan asuransi, terutama setelah kecelakaan skuter.

Perhatian: kartu asuransi kesehatan Eropa tidak berlaku di Thailand, jadi beli asuransi sebelum berangkat. Jika kamu menyewa kendaraan roda dua, sebagian besar asuransi mensyaratkan SIM Internasional yang masih berlaku agar perlindungannya berlaku.
Sinar matahari tropis jauh lebih kuat daripada di Prancis: oleskan tabir surya yang cukup dan aplikasikan kembali setiap selesai berenang. Sengatan panas sering terjadi pada wisatawan, terutama saat musim panas (April-Mei), jadi minumlah lebih banyak air daripada yang kamu rasa perlu.
Jangan minum air keran: air kemasan hanya berharga beberapa baht dan tersedia di setiap 7-Eleven. Jajanan kaki lima umumnya aman karena perputaran pembeli yang cepat berarti hidangannya segar, tetapi tetap gunakan akal sehat: makanlah di kios yang ramai dikunjungi warga lokal.
Demam berdarah ada di Thailand, dan nyamuk sangat aktif saat senja: gunakan obat antinyamuk berbahan DEET, terutama saat berada di luar pada malam hari. Saya membeli milik saya di apotek Phuket, tempat merek lokal yang efektif dijual dengan harga sangat murah.
Di laut, bendera merah di pantai berarti dilarang berenang. Titik. Arus balik di perairan pantai barat Phuket menewaskan wisatawan setiap tahun, terutama saat musim hujan (Mei hingga Oktober): periksa bendera sebelum masuk ke air dan jangan terlalu percaya diri dengan kemampuan berenangmu saat laut bergelombang.
Etika apa yang perlu dipatuhi di sana?
Ada beberapa aturan penting di Thailand yang mungkin mengejutkan. Di kuil, saya menutupi bahu dan lutut serta melepas sepatu sebelum memasuki setiap bangunan: aturan ini berlaku untuk perempuan maupun laki-laki.
Jangan pernah melontarkan komentar yang tidak menghormati monarki Thailand. Penghinaan terhadap monarki merupakan tindak pidana di Thailand, dan hukumnya benar-benar ditegakkan, termasuk untuk komentar sembarangan, unggahan di media sosial, dan perusakan uang kertas yang memuat gambar raja.
Kaki dianggap sebagai bagian tubuh paling rendah dan paling tidak suci: jangan arahkan kaki ke orang lain maupun gambar Buddha, dan jangan letakkan kaki di atas perabot saat ada orang lain. Sebaliknya, kepala adalah bagian tubuh paling suci: jangan menyentuh kepala siapa pun, termasuk anak-anak.
Saya menawar di pasar dan dengan sopir tuk-tuk: di pasar, saya mulai dari sekitar 60 % harga yang disebutkan lalu bernegosiasi dari sana. Di restoran, 7-Eleven, dan toko yang memasang harga tetap, tidak ada tawar-menawar. Tip tetap bersifat sukarela: 20 hingga 50 THB untuk pelayanan yang baik di restoran akan dihargai, dan membulatkan tagihan juga sudah cukup.
Aturan sosial yang penting: jangan berdebat secara agresif dengan warga lokal, terutama polisi atau sopir angkutan. Konfrontasi di Thailand tidak berjalan seperti di Prancis: orang-orang saling membela, dan pertengkaran yang tidak berdampak apa-apa di tempat asalmu bisa memburuk di sini. Tetap tenang, tersenyum, dan menjauhlah dari situasi yang terasa tegang.
Apa yang perlu dibawa dalam koper?
Bawa barang secukupnya: Phuket panas dan lembap sepanjang tahun, dan kamu akan lebih sering memakai celana pendek dan kaus. Pakaian ringan yang menyerap keringat (katun atau linen) cukup untuk keseharian, dan jaket penahan angin tahan air atau payung ringkas wajib dibawa jika kamu pergi antara Mei dan Oktober.
Tabir surya yang ramah terumbu karang melindungi kulitmu sekaligus karang, dan obat antinyamuk berbahan DEET juga sama pentingnya. Sepatu air berguna untuk pantai berbatu dan berjalan di atas terumbu karang.
Bawa fotokopi paspor untuk jaminan sewa skuter, supaya kamu tidak perlu menyerahkan paspor asli. Jika berencana mengendarai skuter, SIM Internasional harus sudah ada di tasmu sebelum meninggalkan Prancis.
Adaptor universal bisa digunakan untuk berbagai jenis stopkontak di Thailand. Saya meninggalkan pakaian formal di rumah: bahkan restoran paling mewah di Phuket tetap santai dibandingkan dengan standar Eropa.
Panduan Phuket saya yang lain
Jika kamu datang lewat Bangkok, panduan saya untuk mempersiapkan kunjungan ke ibu kota siap menemanimu. Jika Bali juga ada dalam daftarmu, baca panduan praktis saya untuk mempersiapkan perjalanan ke Bali, dan jika kamu melanjutkan ke Vietnam, panduan saya untuk mempersiapkan perjalanan ke Hanoi. Untuk pantai, wisata, dan keseharian di sana, semuanya ada dalam panduan lengkap Phuket saya.