1sendok teh lard/lemak babi leleh (lelehkan perlahan sepotong lard atau lemak perut babi; jika tidak, gunakan lemak sapi)
Adonan
225gpati gandum (bukan tepung terigu)
1/2sendok teh garam
350gair mendidih
25gmaizena (bisa diganti dengan pati kentang atau tapioka)
8glard/lemak babi leleh (bisa diganti lemak sapi)
Procédé
Isian Ha Kao
Tambahkan ½ sendok teh garam ke udang, aduk rata, lalu diamkan sekitar 5 menit.
100 g udang kupas, 1/2 sendok teh garam untuk udang
Pindahkan udang ke mangkuk di bawah air mengalir dingin. Bilas seperti ini setidaknya selama 15 menit.
Masukkan lemak babi mentah ke dalam air mendidih dan blansir selama sekitar 1 menit. Setelah diblansir, pindahkan ke mangkuk tempat Anda membilas udang agar cepat dingin.
20 g lemak babi mentah (potong dari lard atau sandung lamur sapi berlemak)
Potong lemak babi menjadi dadu yang sangat kecil.
Cincang rebung/water chestnut.
40 g rebung atau water chestnut
Setelah udang selesai dibilas, cincang kasar.
Dalam mangkuk, campurkan udang, MSG, gula, 1/2 sendok teh garam, maizena, dan lada putih. Aduk searah hingga campuran menjadi lengket. Campuran siap saat mulai meninggalkan jejak tipis di sisi mangkuk.
1 sejumput MSG, 1 sendok teh gula, 0.5 sendok teh garam, 1 sendok teh maizena, 1 sejumput lada putih
Tambahkan lemak babi yang sudah dipotong dadu, rebung/water chestnut, minyak wijen, dan lard. Aduk rata.
1 sendok teh minyak wijen sangrai, 1 sendok teh lard/lemak babi leleh (lelehkan perlahan sepotong lard atau lemak perut babi; jika tidak, gunakan lemak sapi)
Tutup dan simpan di kulkas selagi Anda menyiapkan adonan.
Adonan Ha Kao
Masukkan garam ke dalam mangkuk, lalu ayak pati gandum. Tambahkan air mendidih sedikit demi sedikit. Tutup dan diamkan selama lima menit.
1/2 sendok teh garam, 225 g pati gandum (bukan tepung terigu), 350 g air mendidih
Pindahkan ke permukaan yang halus. Taburkan maizena sedikit demi sedikit sambil menguleni sekitar 30 detik setiap kali penambahan. Biasanya proses ini dilakukan dalam sekitar 8 tahap. Pada awalnya adonan akan cukup rapuh, dan itu normal. Setelah adonan mulai menyatu, tambahkan maizena di atas adonan lalu uleni sambil terus melipat sisi-sisinya ke atas menuju tengah.
25 g maizena (bisa diganti dengan pati kentang atau tapioka)
Uleni adonan selama sekitar 3 menit hingga semua pati tercampur rata.
Tambahkan lard, lalu uleni dengan cara yang sama selama sekitar 2 menit.
8 g lard/lemak babi leleh (bisa diganti lemak sapi)
Gulung adonan menjadi satu silinder, bagi menjadi tujuh bagian, lalu gulung masing-masing bagian menjadi silinder yang rata.
Masukkan ke dalam mangkuk yang sudah diolesi sedikit minyak, tutup, lalu diamkan sekitar 10 menit. Setiap silinder harus berdiameter sekitar 3.5cm. Di setiap tahap, pastikan sisa adonan tetap tertutup agar tidak mengering.
Bagi setiap silinder, satu per satu, menjadi potongan 10 g, lalu bulatkan.
Ambil handuk atau kain bersih, lalu basahi dengan minyak kacang (iya, benar). Setelah itu, ambil pisau dan gosok sisi datarnya dengan kuat pada kain tersebut.
Letakkan satu bola adonan di atas permukaan yang halus, tekan dengan pisau, lalu dorong dan geser sedikit dengan gerakan melingkar. Lakukan beberapa kali hingga bentuknya menyerupai kulit dim sum, yaitu lingkaran pipih.
Simpan kulit di bawah selembar plastic wrap agar tidak mengering.
Ambil 1 sendok teh isian dan letakkan di tengah kulit. Lipat hingga membentuk semacam “taco”. Setelah itu, lipat salah satu ujungnya ke atas dirinya sendiri, mirip seperti saat membuat gyoza, lalu tekan agar menutup rapat. Untuk bagian ini, sebaiknya tonton video teknik lipatnya karena cukup sulit dijelaskan lewat tulisan.