Lelehkan cokelat putih vegan dan mentega kakao bersama-sama dengan teknik bain-marie (tim) atau di dalam mangkuk tahan panas di atas panci berisi air yang mendidih perlahan.
Aduk perlahan dengan spatula hingga adonan meleleh sempurna dan lembut merata.
Panaskan krim sebentar hingga hangat, jaga agar tidak sampai mendidih.
Angkat dari api.
Ayak bubuk matcha langsung ke dalam krim hangat.
Aduk terus-menerus hingga larut dan tidak ada gumpalan.
Campurkan lelehan cokelat putih dengan adonan krim matcha.
Aduk rata menggunakan spatula atau hand blender hingga adonan benar-benar halus dan mengilap.
Tuang ganache matcha yang masih hangat ke dalam mangkuk bersih.
Biarkan hingga dingin di suhu ruang.
Tutup permukaan ganache dengan plastic wrap yang menempel langsung pada permukaannya agar tidak terbentuk lapisan kering.
Simpan di dalam kulkas minimal selama 3 jam atau sampai cukup padat untuk disendok.
Diamkan semalaman di kulkas untuk hasil tekstur terbaik.
Pembentukan dan Penyajian
Gunakan sendok kecil untuk mengambil sedikit demi sedikit adonan ganache yang sudah dingin.
Bulatkan perlahan dengan kedua telapak tangan.
Gulingkan bola-bola ganache ke dalam mangkuk berisi bubuk matcha.
Pastikan seluruh permukaannya terlapisi rata agar tidak lengket.
Bekerjalah dengan cepat agar adonan tidak meleleh akibat suhu tangan.
Jika adonan menjadi terlalu lembek untuk dibentuk, masukkan kembali ke dalam kulkas selama beberapa menit hingga agak mengeras.
Dinginkan truffle di dalam kulkas selama 1 jam lagi agar mengeras sempurna.
Langkah ini membantu truffle mempertahankan bentuknya dan lebih mudah disajikan.
Gulingkan kembali ke dalam sedikit bubuk matcha setelah mengeras untuk rasa yang lebih pekat dan sentuhan akhir yang cantik.
Simpan truffle di dalam wadah kedap udara atau kotak kue di kulkas hingga 1 minggu.
Sajikan dalam keadaan dingin karena truffle mudah melunak pada suhu ruang.