{"id":203100,"title":"P\u00e2t\u00e9 Hati Unggas","modified":"2026-11-04T14:54:01+01:00","plain":"P\u00e2t\u00e9 dari hati unggas dan perut babi, dimasukkan ke dalam stoples lalu disterilkan agar tahan lama\n\n\n\nDioleskan di atas seiris roti sebagai teman minuman sebelum makan atau disajikan sebagai hidangan pembuka, p\u00e2t\u00e9 hati unggas yang lezat selalu disukai semua orang. Teksturnya lembut, rasanya kaya, dan cocok disajikan baik dalam jamuan perayaan maupun sebagai kudapan istimewa pendamping minuman. Resepnya mudah, tetapi membutuhkan waktu dan ketelitian, termasuk didiamkan semalaman sebelum dimasak. Setelah stoples disterilkan, Anda pun punya persediaan untuk jamuan bersama keluarga atau teman.\n\n\n\nApa Itu P\u00e2t\u00e9 Hati Unggas?\n\n\n\nP\u00e2t\u00e9 hati unggas adalah hidangan tradisional Prancis yang dibuat dari hati unggas, daging babi, dan rempah-rempah. Hidangan serupa, mousse hati babi, dibuat dengan prinsip yang hampir sama.\n\n\n\nP\u00e2t\u00e9 yang Berasal dari Pedesaan\n\n\n\nOlahan ini berasal dari pedesaan Prancis, tempat setiap bagian hewan dimanfaatkan agar tidak ada yang terbuang. P\u00e2t\u00e9 sering dibuat dalam jumlah besar, lalu diawetkan dalam wadah kedap udara agar bisa dinikmati sepanjang tahun.\n\n\n\nP\u00e2t\u00e9 de campagne dengan cognac juga tak kalah lezat\n\n\n\nBahan Utama P\u00e2t\u00e9 Hati Unggas\n\n\n\nBahan bisa disesuaikan dengan selera asalkan perbandingan dasarnya tetap diikuti\n\n\n\nBahan dasarnya memadukan hati unggas, perut babi, dan lemak bebek, dilengkapi telur dan bawang bombai. Agar bumbu p\u00e2t\u00e9 terasa pas, berikut takaran yang disarankan untuk setiap kilogram adonan:\n\n\n\n\n3 g merica\n\n\n\n12 g garam (bisa ditambah hingga 18 g sesuai selera)\n\n\n\n2 g gula\n\n\n\n1 g bawang putih kering\n\n\n\n2 g bumbu Rabelais\n\n\n\n\nPanduan Teknis untuk Membuat P\u00e2t\u00e9 yang Lezat\n\n\n\nSelalu biarkan lemak bebek mencapai suhu ruang sebelum dicampurkan, atau panaskan dalam oven gelombang mikro agar lebih mudah diolah. Setelah itu, diamkan adonan semalaman di lemari es sebelum dimasak agar aromanya menyatu. Langkah ini bisa dilewati jika Anda terburu-buru, tetapi akan membuat cita rasa p\u00e2t\u00e9 lebih kaya.\n\n\n\nSaat mengisi stoples, seka bagian bibirnya hingga bersih menggunakan tisu dapur yang dibasahi cuka putih untuk mencegah kontaminasi dan menjaga p\u00e2t\u00e9 lebih awet. Sterilisasi sangat menentukan daya simpannya: ikuti waktu dan suhu dalam resep dengan saksama. Autoklaf, yang suhunya bisa melebihi 100 \u00b0C, memberikan keamanan terbaik untuk p\u00e2t\u00e9 jenis ini; jika menggunakan metode air mendidih, simpan stoples di lemari es dan segera konsumsi isinya.\n\n\n\nResep ini ditemukan di blog \u00ab\u00a0Charcuterie Di Lorenzo\u00a0\u00bb\n\n\n\n\n\n\tP\u00e2t\u00e9 Hati Unggas\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\twadah terrine\t\n\t\n\t\t1.2 kg hati unggas1.2 kg perut babi100 g lemak bebekBumbu7 g merica30 g garam5 g gula2 g bawang putih (kering)5 g campuran rempah Rabelais15 ml Mei Kwei Lu3 telur2 bawang bombai (ukuran sedang)\t\n\t\n\t\tBuang kulit perut babi, lalu potong dagingnya berbentuk dadu.Giling perut babi bersama hati unggas dan bawang bombai.Masak bawang bombai utuh dalam oven gelombang mikro sebelum dicincang.Campur semua bahan kecuali telur, lalu uleni adonan hingga benar-benar rata.Biarkan lemak bebek pada suhu ruang agar mudah tercampur rata.Tutup adonan dengan plastik pembungkus makanan hingga plastik menempel langsung pada permukaan adonan.Diamkan adonan di dalam kulkas semalaman.Keesokan harinya, tambahkan telur dan aduk rata.Isi wadah terrine hingga menyisakan jarak 2 cm dari bibir wadah.Lap bibir wadah terrine dengan kain lap bersih atau tisu dapur yang dibasahi cuka putih.Sterilkan wadah terrine dalam autoklaf pada tekanan 10lbs selama 75 menit atau dalam air mendidih selama 3 jam.Untuk terrine yang dipanggang dalam rendaman air, panaskan oven hingga 180\u00b0C dan panggang selama sekitar satu jam.Tusukkan tusuk sate untuk memeriksa kematangannya.\t\n\t\n\t\tPenulis menjelaskan bahwa resep ini tidak menghasilkan tepat 9 wadah terrine, melainkan 8 wadah dan satu wadah kecil\n\t\n\t\n\t\tTerrineFran\u00e7aise","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203100","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=203100"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203100\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=203100"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=203100"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=203100"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}