{"id":201894,"title":"Sup Telur ala Tiongkok","modified":"2026-11-03T09:30:52+01:00","plain":"Kaldu ayam yang sedikit dikentalkan, untaian telur tipis, dan daun bawang&nbsp;: sup khas restoran Tionghoa, dibuat di rumah.\n\n\n\nSaat malam hujan, atau ketika tak ingin memasak yang rumit, sup ini membuat segalanya terasa lebih baik. Disajikan mengepul dengan warna kuning pucat, untaian telurnya mengapung dalam kaldu yang dikentalkan secukupnya hingga melapisi sendok. \n\n\n\nLada putih memberi kehangatan lembut, minyak wijen sangrai mengharumkan setiap tegukan, dan daun bawang menambah kesegaran. Inilah sup yang biasa kita pesan di restoran Tionghoa tanpa perlu membaca menu, dan membuatnya lebih cepat daripada menunggu pesanan diantar.\n\n\n\nSup lain dari restoran Tionghoa, kali ini bercita rasa asam pedas&nbsp;: sup Peking\n\n\n\nApa Itu Sup Telur ala Tiongkok&nbsp;?\n\n\n\nSup ini dibuat dari kaldu ayam berbumbu yang sedikit dikentalkan dengan tepung maizena, lalu dituangi telur kocok dalam aliran yang sangat tipis. Saat menyentuh kaldu panas, telur matang menjadi untaian pucat yang tetap melayang di dalam kuah. Sup ini disantap selagi panas sebagai hidangan pembuka, tepat sebelum hidangan utama.\n\n\n\nNama Tionghoanya, d\u00e0nhu\u0101t\u0101ng (\u86cb\u82b1\u6c64), berarti \u201c&nbsp;sup bunga telur&nbsp;\u201d&nbsp;: untaian telurnya mengembang di dalam kaldu seperti kelopak bunga. Dalam bahasa Inggris, namanya egg drop soup, sup yang dibuat dengan \u201c&nbsp;menjatuhkan&nbsp;\u201d telur ke dalamnya.\n\n\n\nDari Hidangan Keluarga di Tiongkok ke Menu Kedai Makanan\n\n\n\nDi Tiongkok, d\u00e0nhu\u0101t\u0101ng adalah sup rumahan yang cepat dibuat, disajikan di meja bersama hidangan lainnya. Kaldunya ringan, hampir bening, dan sering diberi tomat atau rumput laut. Inilah masakan Tionghoa sehari-hari yang dibuat dalam hitungan menit.\n\n\n\nDi restoran Tionghoa di Amerika Serikat, kemudian di Eropa, sup ini menjadi lebih kental. Tepung pati mengentalkan kaldu dan mencegah untaian telur mengendap di dasar mangkuk. Kaldu ayam bubuk dan monosodium glutamat memberikan rasa umami yang tegas dan konsisten setiap kali disajikan.\n\n\n\nPada menu kedai yang sama, ada char siu, daging babi panggang berlapis saus mengilap ala Kanton\n\n\n\nWarna kuning pekat pada sup di beberapa restoran sering berasal dari sedikit kunyit atau pewarna makanan&nbsp;: tujuannya semata-mata untuk tampilan. Di rumah, kita bisa menambahkan jagung, wortel, kacang polong, atau jamur yang dimasak dalam kaldu sebelum dikentalkan.\n\n\n\nBahan Utama Sup Telur ala Tiongkok\n\n\n\n\n\n\n\nBahan dasarnya hanya beberapa&nbsp;: air, kaldu ayam bubuk, sebaiknya produk Asia yang sudah mengandung glutamat, dua butir telur, dan daun bawang. Tepung maizena yang dilarutkan dalam air dingin membuat kaldu mengilap dan cukup kental untuk melapisi sendok. Tepung tapioka bisa digunakan sebagai penggantinya.\n\n\n\nBumbunyalah yang menghadirkan cita rasa restoran&nbsp;: garam, lada putih, glutamat, sejumput gula untuk menyeimbangkan rasa asin, dan beberapa tetes minyak wijen sangrai untuk aromanya. Lada putih memberi kehangatan tanpa meninggalkan bintik hitam dalam kaldu bening.\n\n\n\nPanduan Teknik agar Untaian Telur Berhasil\n\n\n\nKuncinya ada pada saat memasukkan telur. Kaldu harus berada tepat di bawah suhu mendidih perlahan&nbsp;: jika mendidih, telur matang terlalu cepat, mengeras, dan membuat sup keruh. Aduk perlahan dalam satu arah, lalu tuangkan telur dalam aliran yang sangat tipis mengikuti pusaran kuah. Aliran tipis menghasilkan untaian halus ala restoran, sedangkan aliran tebal menghasilkan potongan yang lebih besar.\n\n\n\nKaldu cukup dikentalkan sedikit&nbsp;: kuahnya melapisi sendok tanpa menjadi seperti saus. Jika terlalu kental, encerkan dengan sedikit air. Jika terlalu cair, tambahkan sedikit larutan tepung pati.\n\n\n\nSatu lagi hidangan hangat yang menenangkan&nbsp;: congee, bubur nasi ala Tiongkok\n\n\n\nKaldu tanpa telur bisa disiapkan terlebih dahulu dan disimpan beberapa hari di lemari es. Saat akan disajikan, panaskan kembali hingga mendidih perlahan, lalu tuangkan telur segar\u00a0: telur yang dipanaskan ulang akan menjadi alot seperti karet. \n\n\n\nUntuk menyajikan hidangan Tionghoa di rumah, hidangkan sup ini sebelum nasi goreng Kanton atau ayam Jenderal Tao. Jika menyukai sup ala kedai makanan Tionghoa, sup wonton bisa menjadi pilihan berikutnya.\n\n\n\n\n\n\tSup Telur ala Tiongkok\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tKaldu1 L air4 sendok teh kaldu ayam bubuk, (sebaiknya produk Asia yang mengandung glutamat)1.5 sendok teh garam0.125 sendok teh merica putih, (bubuk)1 sendok teh MSG, (mononatrium glutamat)0.25 sendok teh gula2-3 tetes minyak wijen (dari wijen sangrai)Pengental Maizena2 sendok makan tepung maizena2 sendok makan air (dingin)Telur2 telur1-2 sendok teh air1-2 daun bawang, (iris tipis)\t\n\t\n\t\tKalduMasukkan air dan kaldu ayam bubuk ke dalam panci.Panaskan dengan api sedang-besar sambil diaduk hingga kaldu larut.Panaskan hingga mulai mendidih perlahan.Tambahkan garam, merica putih, glutamat, gula, dan minyak wijen.Aduk rata.Cicipi dan sesuaikan bumbunya: kaldu harus terasa seperti sup ayam yang berbumbu pas.Pengental MaizenaCampurkan tepung maizena dan air dingin dalam mangkuk kecil.Aduk hingga menjadi cairan yang licin: awalnya campuran terasa sulit diaduk, terus aduk selama beberapa detik.Panaskan kembali kaldu hingga mendidih perlahan.Aduk sekali lagi larutan maizena karena cepat mengendap.Tuangkan perlahan dalam aliran tipis ke dalam kaldu sambil terus diaduk.Biarkan mendidih perlahan selama 1 sampai 3 menit hingga kaldu agak kental dan melapisi sendok tipis-tipis, tetapi tidak sekental saus.TelurKocok telur bersama air hingga tercampur sempurna dan tidak ada putih telur yang terlihat.Kocok menggunakan garpu atau sumpit tanpa memasukkan udara ke dalamnya.Kecilkan api hingga suhu kaldu sedikit di bawah titik didih, jangan sampai mendidih.Aduk kaldu perlahan dalam satu arah.Tuangkan telur dalam aliran yang sangat tipis sambil terus mengaduk perlahan ke arah yang sama.Setelah semua telur dituang, biarkan mendidih perlahan selama 1 sampai 2 menit agar telur matang sempurna.Cicipi dan sesuaikan bumbunya sekali lagi.Taburi dengan irisan daun bawang dan sajikan.\t\n\t\n\t\tUntuk mendapatkan warna kuning seperti di restoran, tambahkan 0.5 sendok teh kunyit bubuk bersama bumbu lainnya, atau beberapa tetes pewarna makanan kuning. Ini hanya untuk mempercantik tampilan.\nJika kaldu terlalu kental, tambahkan sedikit air lalu sesuaikan bumbunya. Jika terlalu encer, larutkan 1 sendok makan tepung maizena dalam 1 sendok makan air dingin lalu tuangkan dalam aliran tipis. Tepung tapioka dapat menggantikan tepung maizena.\nAliran yang sangat tipis menghasilkan serabut telur yang halus dan ringan seperti di restoran. Aliran yang lebih tebal dan lebih cepat menghasilkan potongan yang lebih besar. Jika kaldu mendidih saat telur dimasukkan, telur akan matang terlalu cepat, mengeras, dan membuat sup keruh.\nBisa ditambahkan jagung, wortel, kacang polong, atau jamur: masak dalam kaldu sebelum menambahkan larutan maizena dan telur.\nKaldu tanpa telur dapat disimpan selama 3 sampai 4 hari di kulkas dan bisa dibekukan. Saat akan disajikan, panaskan hingga mendidih perlahan lalu tuangkan telur segar: telur yang dipanaskan kembali akan menjadi alot.\n\t\n\t\n\t\tSoupes et bouillonsChinoise","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201894","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=201894"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201894\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/201818"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=201894"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=201894"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=201894"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}