{"id":195679,"title":"Asparagus dengan ham, saus mentega dan telur ala Flandria","modified":"2026-10-30T21:34:45+01:00","plain":"Asparagus yang direbus dalam air lemon, disiram mentega cair, telur rebus cincang, dan ham, ala Flandria.\n\n\n\nAsparagus ala Flandria disajikan dengan siraman mentega hangat, telur rebus cincang, dan ham potong dadu kecil yang meluncur di atas batangnya yang empuk. Versi klasiknya cukup menggunakan mentega cair dan telur rebus&nbsp;; versi ini menambahkan ham atau potongan daging kalkun asap yang ditumis hingga kecokelatan. Untuk dua orang, siapkan waktu 20&nbsp;menit. Temukan resep ini dalam kumpulan hidangan keto saya.\n\n\n\nApa Itu Asparagus ala Flandria&nbsp;?\n\n\n\nHidangan ini berupa asparagus matang yang disajikan dengan pelengkap mentega cair dan telur rebus cincang yang tersebar dalam potongan kecil di atas batangnya. Menteganya tetap cair, telurnya memberi tekstur lembut dan sedikit berbutir, sementara asparagus mempertahankan cita rasa khas sayurannya.\n\n\n\nDi sini, asparagus direbus dalam air lemon, lalu pelengkapnya diberi 100&nbsp;g ham atau potongan daging kalkun asap. Cukup pilih salah satunya agar pelengkapnya melimpah tetapi tetap sederhana.\n\n\n\nMasih dengan tema yang sama&nbsp;: Salad asparagus dengan telur dan ham.\n\n\n\nAsal Usul Versi Ini\n\n\n\nSaus ala Flandria merupakan olahan musiman dari Belgia&nbsp;: mentega cair dan telur rebus cincang, yang sering dibumbui peterseli dan pala, disajikan di atas asparagus putih musim semi.\n\n\n\nVersi ini mempertahankan perpaduan mentega dan telur, menggunakan lemon hanya dalam air rebusan, dan menambahkan sentuhan asin dari ham. Hidangan ini cocok disajikan saat asparagus putih mulai hadir di pasar, dengan batang tebal berisi dan pucuk yang masih rapat.\n\n\n\nBahan-Bahan Utama\n\n\n\nSiapkan 500&nbsp;g asparagus untuk dua orang&nbsp;; asparagus putih sangat cocok, pilih yang segar, kokoh, dan berpucuk rapat. Air perasan satu buah lemon hanya digunakan untuk memberi aroma pada air rebusan&nbsp;: peras secara terpisah agar bijinya bisa dibuang.\n\n\n\nUntuk variasi&nbsp;: Sup asparagus ala Belanda.\n\n\n\nDua butir telur rebus matang memberi kelembutan pada pelengkapnya, sedangkan 100&nbsp;g mentega, sebaiknya dari susu sapi yang diberi pakan rumput, menjadi dasar saus hangatnya. Untuk ide olahan telur lainnya, telur mimosa tetap menjadi hidangan klasik.\n\n\n\nUntuk daging olahannya, 100&nbsp;g potongan daging kalkun asap yang ditumis di wajan memberi rasa lebih kuat, sedangkan 100&nbsp;g ham rebus potong dadu memiliki rasa lebih lembut. Sejumput besar garam sudah cukup, sesuaikan pada tahap akhir karena daging olahannya sudah asin.\n\n\n\nPanduan Teknik dan Penyajian\n\n\n\nCuci asparagus dengan hati-hati karena pasir sering terselip di pucuknya, baringkan lalu kupas dengan pengupas sayur dari pucuk ke pangkal, dan potong sekitar 1&nbsp;cm bagian pangkalnya. Baringkan dalam panci dengan kulit kupasan dan potongan pangkal di atasnya, tambahkan air lemon dan sedikit lebih dari satu liter air, lalu rebus selama 5&nbsp;menit dan diamkan selama 10&nbsp;menit&nbsp;: ujung pisau harus mudah menembusnya. Sementara itu, rebus telur selama 8 hingga 9&nbsp;menit, kupas dan cincang, lalu tumis potongan daging kalkun asap hingga kecokelatan&nbsp;; ham tidak perlu ditumis.\n\n\n\nCoba juga&nbsp;: Ayam dengan asparagus.\n\n\n\nLelehkan mentega perlahan dalam panci kecil, jangan sampai kecokelatan, lalu tambahkan telur dan daging olahan. Tiriskan asparagus hingga benar-benar kering, bagi ke dua piring dan siram dengan saus, lalu sajikan bersama salad sayuran hijau yang dibumbui dengan pas. Satu porsi mengandung 668&nbsp;kkal dan sekitar 8&nbsp;g karbohidrat bersih. Jika merebus 750&nbsp;g asparagus, sisihkan setidaknya 2 batang, bersama kulit kupasan, potongan pangkal, dan air rebusannya&nbsp;: semuanya bisa dijadikan sup yang lezat.\n\n\n\nHidangan sejenis lainnya bisa ditemukan dalam kumpulan resep rendah karbohidrat saya.\n\n\n\n\n\n\tAsparagus ala Flandria dengan Ham\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t500 g asparagus1 lemon (ambil airnya)2 telur100 g potongan kecil daging kalkun asap100 g ham (sebagai pengganti potongan kecil daging kalkun asap)100 g mentega (dari susu sapi yang diberi pakan rumput)Satu jumput besar garam (garam merah muda Himalaya atau garam laut Keltik)\t\n\t\n\t\tCuci asparagus dengan hati-hati agar tidak patah. Bagian pucuknya terutama bisa menyimpan banyak pasir. Kupas dengan pengupas sayur (letakkan mendatar, sangga bagian bawah pucuk dengan satu jari, lalu kupas dari pucuk ke bawah dengan gerakan panjang). Potong sekitar 1 cm bagian pangkalnya.Masukkan asparagus ke dalam panci, lalu letakkan kulit kupasan dan potongan pangkalnya di atasnya. Tambahkan air perasan 1 lemon (peras terlebih dahulu ke dalam wadah kecil terpisah agar tidak perlu mengambil bijinya nanti). Tambahkan air hingga asparagus terendam. Air yang dibutuhkan sedikit lebih dari 1 liter. Masak selama 5 menit, lalu diamkan selama 10 menit lagi.Sementara itu, rebus juga telur (8 hingga 9 menit). Kupas dan potong kecil-kecil. Tumis potongan daging kalkun asap. Jika menggunakan ham, tidak perlu ditumis.Lelehkan mentega dalam panci kecil. Masukkan telur dan potongan daging kalkun asap atau ham.Bagi asparagus ke dalam dua piring. Siramkan saus di atas asparagus.\t\n\t\n\t\tJika memasak 750 gram asparagus, jumlahnya akan cukup untuk menyisihkan setidaknya 2 batang. Simpan juga kulit kupasan, potongan pangkal, dan air rebusannya secara terpisah. Semuanya bisa digunakan untuk membuat sup yang lezat.\nPeralatan: panci besar bertutup, panci kecil atau panci bergagang (2x).\n\t\n\t\n\t\tPlat principalFran\u00e7aise","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195679","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=195679"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195679\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/194202"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=195679"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=195679"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=195679"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}