{"id":194552,"title":"Lemon curd dengan vanila","modified":"2026-10-30T20:55:16+01:00","plain":"Lemon curd klasik dengan gula halus dan vanila Bourbon&nbsp;: kuning telur, air perasan lemon, dan mentega dipadukan dengan cara ditim.\n\n\n\nSaat menyantap sesendok lemon curd yang dingin, rasa lemon terasa lebih dulu, segar dan tegas, disusul kelembutan mentega dan aroma vanila. Krim lemon ini dibuat tanpa susu maupun krim&nbsp;: empat kuning telur, air perasan dua buah lemon, 100&nbsp;g mentega, dan hanya 30&nbsp;g gula halus, dikentalkan dengan cara ditim. Siapkan waktu 20&nbsp;menit untuk membuat 6 porsi, ditambah waktu untuk mendinginkannya. Versi rendah karbohidratnya termasuk dalam koleksi saus dan saus cocol keto saya.\n\n\n\nApa Itu Lemon Curd&nbsp;?\n\n\n\nLemon curd adalah krim lemon yang dikentalkan hanya dengan telur. Bahan dasar klasiknya terdiri dari telur atau kuning telur, air perasan lemon, gula, dan mentega&nbsp;; tanpa susu, krim, maupun bahan pengental lainnya. Teksturnya sedikit menyerupai saus kustar, tetapi lebih kental dan jauh lebih asam.\n\n\n\nVersi ini hanya menggunakan kuning telur dan tidak terlalu manis, dengan 30&nbsp;g gula halus untuk dua buah lemon. Vanila Bourbon, baik dalam bentuk bubuk maupun biji yang dikeruk dari dua polong, melembutkan rasa asam tanpa menghilangkannya. Saat hangat, krim masih lembut&nbsp;; teksturnya akan semakin kental setelah dingin dan disantap dalam keadaan dingin.\n\n\n\nCoba juga&nbsp;: Kompot rhubarb tanpa gula.\n\n\n\nAsal Usul Lemon Curd\n\n\n\nLemon curd berasal dari tradisi pembuatan krim buah di Inggris, yaitu krim dari buah jeruk yang dikentalkan dengan telur dan mentega. Teksturnya menyerupai kustar telur yang lebih padat, tetapi kekentalannya berasal dari lemon, kuning telur, dan mentega, tanpa setetes susu pun.\n\n\n\nLemon curd bisa dioleskan seperti selai kental pada krep atau scone, dijadikan cocolan biskuit, atau disisipkan sebagai lapisan dalam pai maupun trifle. Perbandingan bahan dan cara membuatnya berbeda-beda pada setiap resep&nbsp;: ada yang memanaskan semua bahan sekaligus dalam satu panci, lebih cepat, tetapi risiko telurnya menggumpal juga lebih besar.\n\n\n\nBahan-Bahan Utama\n\n\n\n4 kuning telur bersuhu ruang mengentalkan krim sekaligus menyatukan air perasan lemon dengan mentega&nbsp;; putih telurnya tidak digunakan di sini. Seluruh rasa asam berasal dari air perasan 2 buah lemon yang juga bersuhu ruang.\n\n\n\nResep sejenis&nbsp;: Kue stroberi ala kue keju.\n\n\n\n100&nbsp;g mentega memberikan tekstur lembut dan membuat krim memadat saat dingin. Mentega dari susu sapi yang diberi pakan rumput cocok digunakan, dan bisa diganti dengan mentega bebas laktosa atau mentega dari susu kambing. Vanila, berupa 2 sendok teh bubuk vanila Bourbon atau 2 polong vanila, meresapkan aromanya ke dalam mentega saat dilelehkan.\n\n\n\n30&nbsp;g gula halus cepat larut bersama mentega. Untuk versi tanpa gula, ganti dengan eritritol bubuk dalam jumlah yang sama&nbsp;: sensasi tajamnya yang ringan memperkuat rasa lemon, itulah sebabnya vanila digunakan, dan versi ini mengandung 3&nbsp;g karbohidrat bersih per porsi. Saat dingin, eritritol bisa sedikit mengkristal kembali.\n\n\n\nPanduan Teknik dan Penyajian\n\n\n\nPertama, lelehkan mentega bersama gula halus dan vanila dalam panci kecil&nbsp;: mentega boleh sedikit berbusa, tetapi jangan sampai kecokelatan. Kocok kuning telur bersama air perasan lemon dalam mangkuk yang diletakkan di atas panci berisi air yang mendidih perlahan, hingga campuran mengental. Perhatikan bagian tepinya, tempat campuran mulai menggumpal terlebih dahulu&nbsp;: segera angkat mangkuk dari uap, kecilkan api, lalu terus kocok, lemon curd yang sedikit terlalu kental masih bisa diperbaiki.\n\n\n\nResep lain yang serupa&nbsp;: Yoghurt saring.\n\n\n\nGunakan jari sebagai patokan&nbsp;: mentega dan telur harus sama-sama panas, dengan suhu yang kurang lebih sama, tetapi tidak terasa membakar saat jari dicelupkan. Jika tidak, krim akan pecah. Lalu tuang mentega sedikit demi sedikit sambil dikocok&nbsp;; dalam 5 hingga 10&nbsp;menit, lemon curd siap. Bagi ke dalam wadah-wadah kecil, tutup dengan plastik pembungkus yang menempel langsung pada permukaannya, lalu simpan di lemari es, seperti krim berbahan telur lainnya.\n\n\n\nLihat juga&nbsp;: Pai lemon meringue mini tanpa gluten.\n\n\n\nUntuk ide rendah karbohidrat lainnya, jelajahi semua resep keto saya.\n\n\n\n\n\n\tLemon Curd Vanila\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t4 kuning telur (pada suhu ruang)2 lemon100 g mentega ((dari susu sapi yang diberi pakan rumput), dapat diganti dengan mentega bebas laktosa atau mentega susu kambing)30 g gula halus ((atau eritritol bubuk untuk versi tanpa gula))2 sendok teh vanila Bourbon (bubuk, atau 2 polong vanila)\t\n\t\n\t\tLelehkan mentega bersama gula halus (atau eritritol) dan vanila dalam panci kecil. Mentega boleh sedikit berbusa saat dipanaskan, tetapi jangan sampai kecokelatan. Biarkan agak dingin jika terlalu panas: saat digunakan, suhunya harus masih bisa ditoleransi ketika ujung jari dicelupkan.Pisahkan putih dan kuning telur, lalu masukkan kuning telur ke dalam mangkuk yang nantinya akan diletakkan di atas panci untuk ditim. Putih telurnya tidak digunakan.Tambahkan air perasan dua lemon ke dalam kuning telur. Gunakan telur dan lemon pada suhu ruang. Kocok hingga tercampur rata.Letakkan mangkuk berisi campuran telur dan lemon di atas panci berisi air yang mendidih perlahan, lalu terus kocok hingga campuran sedikit lebih kental dan lembut. Kuning telur perlahan akan semakin mengental. Jangan sampai menggumpal (biasanya dimulai dari bagian pinggir). Jika ini terjadi, segera angkat mangkuk dari atas uap air, atau angkat seluruh panci dari sumber panas.Kemudian kecilkan sedikit api dan lanjutkan mengaduk. Walaupun campuran agak terlalu menggumpal, lemon curd masih bisa diselamatkan dengan mengaduknya hingga rata. Terus aduk. Suhu kuning telur juga harus masih bisa ditoleransi ketika ujung jari dicelupkan, tanpa terasa terlalu panas.Campuran kuning telur dan campuran mentega harus memiliki suhu yang kurang lebih sama. Ini penting agar lemon curd tidak pecah saat kedua campuran disatukan (lemak dan air tidak menyatu). Jadi, telur dan mentega harus sama-sama panas, tetapi tidak terlalu panas. Tuangkan mentega sedikit demi sedikit ke dalam kuning telur sambil terus diaduk.Setelah sekitar 10 menit (sering kali cukup 5 menit), lemon curd seharusnya sudah siap. Teksturnya kental dan lembut, tetapi akan sedikit lebih mengental lagi saat dingin.\t\n\t\n\t\tResep dasar lemon curd terdiri dari telur atau kuning telur, air perasan lemon, gula, dan mentega. Parutan kulit lemon juga sering ditambahkan. Teksturnya agak mirip puding atau saus kustar, tetapi tanpa susu maupun krim. Tidak ada bahan pengental lain yang digunakan selain telur.\nLemon curd biasanya disantap dingin. Misalnya, lemon curd dapat dioleskan seperti selai kental pada cr\u00eape, digunakan dalam aneka kue, dan disajikan bersama scone. Biskuit bisa dicelupkan ke dalamnya, dan lemon curd juga bisa dijadikan salah satu lapisan trifle.\nPerbandingan bahan dapat bervariasi sesuai resep, begitu pula cara membuatnya. Bahkan, semua bahan bisa langsung dipanaskan bersama dalam panci kecil. Namun, risiko campuran tidak menyatu dengan baik atau telur menggumpal terlalu cepat menjadi sedikit lebih besar.\nUntuk membuat versi rendah karbohidrat, saya mengganti gula dengan eritritol bubuk. Eritritol memiliki rasa sedikit menyengat di bagian depan mulut, sehingga memperkuat rasa asam lemon. Karena itu, saya tidak menggunakan terlalu banyak lemon dan menambahkan vanila agar rasanya lebih lembut dan seimbang. Lemon curd juga bisa dibuat dengan gula kelapa sebagai pengganti gula halus atau eritritol.\nPeralatan: mangkuk yang diletakkan di atas panci untuk mengetim, panci kecil, wadah-wadah kecil, pengocok telur.\n\t\n\t\n\t\tDessertFran\u00e7aise","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194552","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=194552"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194552\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/193978"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=194552"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=194552"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=194552"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}