{"id":193135,"title":"Sup Labu Madu","modified":"2026-10-26T08:33:18+01:00","plain":"Sup labu madu lembut ala Prancis, dikentalkan dengan kentang dan disempurnakan dengan krim fermentasi serta pala.\n\n\n\nWaktu senja makin singkat, hari sudah gelap sebelum makan malam, dan keinginan menyantap sup kental pun tiba-tiba muncul lagi. Sup ini hadir dengan warna jingga pekat, bertekstur kental dan halus, dengan cita rasa lembut labu madu yang menyerupai kacang hazel, disemarakkan oleh sentuhan ringan pala. \n\n\n\nKrim fermentasi membuat rasanya lebih lembut, biji labu sangrai memberi kerenyahan di setiap suapan, dan sedikit lada yang digiling terakhir memberikan sensasi pedas yang pas. Semangkuk belum habis, sudah terbayang ingin menambah lagi.\n\n\n\nLabu yang sama, dipanggang dalam potongan dadu&nbsp;: coba labu madu dengan penggoreng udara\n\n\n\nApa Itu Sup Labu Madu&nbsp;?\n\n\n\nIni adalah sup bertekstur lembut yang termasuk dalam keluarga sup sayuran musim gugur. Labu madu dikupas dan dipotong dadu, dimasak bersama kentang, bawang bombai, dan bawang putih dalam kaldu sayuran, lalu semuanya dihaluskan bersama krim fermentasi hingga lembut. Kulitnya tetap keras meski dimasak lama, karena itulah labu perlu dikupas. \n\n\n\nInilah perbedaan utamanya dengan sup labu kuri merah, yang dimasak beserta kulitnya.\n\n\n\nDi Prancis, sup ini juga disebut velout\u00e9 de butternut. Namanya berasal dari salah satu saus dasar masakan Prancis, yaitu kaldu putih yang dikentalkan dengan campuran tepung dan mentega yang dimasak, masih berkerabat dengan saus b\u00e9chamel. Untuk sup, istilah ini sekarang merujuk pada hidangan yang dihaluskan hingga sangat lembut dan dilembutkan lagi dengan krim.\n\n\n\nLabu yang Lahir di Massachusetts\n\n\n\nLabu madu merupakan jenis labu yang relatif baru. Charles Leggett, seorang pemulia tanaman amatir dari Stow, Massachusetts, menghasilkannya pada 1944 saat mencari labu yang lebih kecil dan lebih mudah diolah dibandingkan labu-labu besar pada masa itu. Ia menamainya butternut, yang berarti mentega dan kacang hazel, karena daging buahnya yang halus dan rasanya yang manis.\n\n\n\nSup lembut lainnya untuk menu hari kerja&nbsp;: sup paprika panggang\n\n\n\nSementara itu, sup labu sudah jauh lebih lama dikenal di Prancis. La Varenne sudah mencantumkan sup labu dengan susu dalam Juru Masak Prancis pada 1651. Ketika labu madu hadir di pasar-pasar Eropa, labu ini mulai digunakan dalam sup-sup tersebut, dengan daging buah yang lebih padat, lebih sedikit berair, dan lebih manis dibandingkan labu kuning.\n\n\n\nBahan Utama Sup Labu Madu\n\n\n\n\n\n\n\nSatu buah labu madu seberat sekitar 1,2&nbsp;kg menjadi bahan dasarnya. Sayuran musim gugur ini memiliki daging buah berwarna jingga dan manis yang melunak hingga mudah hancur saat dimasak. Satu kentang ukuran sedang mengentalkan sup berkat kandungan patinya, tanpa tambahan tepung terigu maupun tepung pati. Bawang bombai kuning dan bawang putih menjadi dasar aromanya, dimasak perlahan tanpa sampai kecokelatan, berbeda sekali dengan bawang putih goreng renyah dalam masakan Asia.\n\n\n\nSayuran dimasak dalam satu liter kaldu sayuran setelah ditumis sebentar dengan minyak zaitun. Krim fermentasi kental memberi kelembutan. Sejumput pala dan lada sudah cukup sebagai bumbu, sedangkan garam baru ditambahkan pada tahap akhir.\n\n\n\nHidangan klasik lainnya untuk malam yang dingin&nbsp;: sup bawang bombai panggang berlapis keju\n\n\n\nSaat disajikan, tuangkan sedikit krim fermentasi, taburkan biji labu sangrai, lalu beri sedikit lada yang baru digiling. Biji dari labu madu itu sendiri bisa digunakan&nbsp;: bilas, keringkan, lalu sangrai selama 5 menit di wajan. Irisan roti panggang yang digosok dengan bawang putih menjadikannya sajian lengkap.\n\n\n\nPanduan Teknik untuk Sup yang Lembut\n\n\n\nTumis bawang bombai dan bawang putih selama 3 menit dengan api kecil hingga tampak bening, tanpa membuatnya kecokelatan. Selanjutnya, tumis potongan labu dan kentang dalam minyak selama 2 menit sebelum menambahkan kaldu.\n\n\n\nMasak dengan api kecil selama 25 menit dalam keadaan tertutup. Labu sudah matang ketika potongannya dapat ditusuk garpu dengan sangat mudah.\n\n\n\nUntuk hidangan penutup, labu hadir kembali dalam bentuk pai labu\n\n\n\nMasukkan krim fermentasi setelah panci diangkat dari api, sebelum sup dihaluskan. Haluskan cukup lama&nbsp;: makin lama dihaluskan, makin lembut tekstur supnya. Tambahkan garam hanya pada tahap ini, setelah dicicipi, karena kaldu sudah mengandung garam.\n\n\n\n\n\n\tSup Labu Madu\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tPersiapan Sayuran1 labu madu (berat sekitar 1.2 kg, sebaiknya organik)1 bawang bombai kuning2 siung bawang putih1 kentang (ukuran sedang (sekitar 150 g))Memasak2 sendok makan minyak zaitun1 L kaldu sayuran1 sejumput pala (diparut)MericaMenghaluskan dan Membumbui15 cl krim fermentasi kentalGaramPenyelesaianBiji labu (disangrai)\t\n\t\n\t\tPersiapan SayuranKupas labu madu dengan pengupas sayuran: kulitnya tetap keras meskipun direbus lama dengan api kecil.Belah menjadi dua dan keruk bijinya dengan sendok.Potong daging labu menjadi dadu berukuran 2 hingga 3 cm.Kupas dan iris tipis bawang bombai serta bawang putih.Kupas kentang dan potong-potong.MemasakPanaskan minyak zaitun dalam panci besar dengan api kecil.Tumis bawang bombai dan bawang putih selama 3 menit hingga layu dan tampak bening, jangan sampai kecokelatan.Masukkan potongan labu madu dan kentang.Aduk selama 2 menit hingga semuanya terlapisi minyak secara merata.Tuangkan kaldu sayuran.Tambahkan pala parut dan merica, tanpa menambahkan garam pada tahap ini.Didihkan, lalu kecilkan api, tutup panci dan rebus perlahan selama 25 menit hingga potongan labu empuk dan mudah ditusuk garpu tanpa hambatan.Menghaluskan dan MembumbuiAngkat panci dari kompor.Tambahkan krim fermentasi setelah panci diangkat dari kompor agar teksturnya tetap lembut.Haluskan dengan blender celup atau blender hingga teksturnya benar-benar halus dan lembut: semakin lama dihaluskan, semakin lembut tekstur supnya.Cicipi, lalu tambahkan garam sesuai selera dan merica lagi jika perlu: garam hanya ditambahkan pada tahap ini.PenyelesaianTuangkan ke dalam mangkuk yang sudah dipanaskan.Tuangkan sedikit krim fermentasi di atasnya.Taburi dengan biji labu sangrai.Tambahkan merica dengan satu putaran penggiling.Sajikan selagi panas.Sajikan bersama irisan roti panggang yang digosok dengan bawang putih untuk hidangan yang lengkap.\t\n\t\n\t\tResep ini mengikuti metode klasik sup kental halus Prancis: bahan aromatik ditumis perlahan hingga layu tanpa menjadi kecokelatan, labu dan kentang dilapisi lemak sebelum direbus perlahan, lalu krim fermentasi ditambahkan setelah panci diangkat dari kompor. Pala dan biji labu merupakan sentuhan akhir tradisional untuk labu madu.\nTekstur lembutnya bergantung pada tiga hal. Pati kentang mengentalkan sup secara alami tanpa tambahan lemak. Lama penghalusan juga berpengaruh: semakin lama dihaluskan, semakin lembut dan ringan teksturnya. Terakhir, krim selalu ditambahkan setelah panci diangkat dari kompor.\nGaram hanya ditambahkan di akhir, setelah sup dihaluskan. Kaldu sudah mengandung garam, dan rasanya menjadi lebih pekat selama perebusan sehingga sup bisa terlalu asin jika garam ditambahkan terlalu awal.\nRasa pala cukup kuat, jadi gunakan sedikit saja. Untuk kaldu, utamakan kaldu sayuran buatan sendiri atau kaldu kubus berkualitas, dan tuangkan hanya sampai sayuran terendam agar rasanya tidak menjadi hambar.\nJangan buang biji labunya. Bilas dengan air, keringkan dengan saksama, lalu sangrai di wajan selama 5 menit dengan sedikit minyak zaitun, garam, dan sejumput paprika asap.\nKulit labu madu tetap keras meskipun direbus lama dengan api kecil, jadi harus dikupas. Jika sulit dikupas, panaskan labu utuh selama 5 hingga 7 menit dalam oven gelombang mikro dengan daya rendah. Pilihan lainnya: belah labu menjadi dua dan panggang selama 40 hingga 50 menit pada suhu 180\u00b0C, lalu keruk dagingnya dengan sendok.\nUntuk rasa yang lebih kaya, potongan labu madu dapat dipanggang selama 25 menit dalam oven bersuhu 200\u00b0C sebelum dimasukkan ke dalam kaldu.\nSup dapat disimpan dalam wadah kedap udara di lemari es selama 3 hingga 4 hari jika sudah diberi krim, atau 5 hingga 7 hari tanpa krim. Sup dapat dibekukan selama 3 hingga 6 bulan tanpa krim: tambahkan krim saat memanaskannya kembali dengan api kecil sambil diaduk.\n\t\n\t\n\t\tSoupes et bouillonsFran\u00e7aise","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193135","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=193135"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193135\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/192930"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=193135"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=193135"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=193135"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}