{"id":193002,"title":"Saus Ponzu Buatan Sendiri","modified":"2026-10-25T11:09:08+01:00","plain":"Saus Jepang berbahan jeruk dan kecap asin, dengan rasa yang dilembutkan oleh mirin serta aroma kombu dan ikan bonito kering.\n\n\n\nPada suatu malam musim dingin, sebuah panci mengepul di tengah meja dan setiap orang mengambil sepotong ayam, selembar daun kubis, atau sepotong tahu dari dalamnya. \n\n\n\nDi samping piring, sebuah mangkuk kecil sudah menanti\u00a0: berisi saus berwarna gelap yang beraroma yuzu dan kecap asin. Kesan pertama terasa asam dan segar, lalu menyusul rasa asin dan umami, dengan sedikit aroma asap dari ikan bonito. Celupkan sesuap makanan ke dalamnya, dan kaldu yang paling ringan sekalipun terasa lebih hidup.\n\n\n\nPonzu cocok disajikan dalam mangkuk pendamping mizutaki, rebusan ayam ala Jepang\n\n\n\nApa Itu Saus Ponzu&nbsp;?\n\n\n\nSaus ponzu yang disajikan di Jepang hampir selalu berupa ponzu shoyu\u00a0: sari jeruk dan kecap asin dengan perbandingan sama, yang rasanya dilembutkan dengan mirin dan sake yang dipanaskan untuk menguapkan alkoholnya. \n\n\n\nSepotong kombu dan serutan katsuobushi direndam di dalamnya semalaman, lalu diangkat. Hasilnya adalah saus asam dan asin yang terutama digunakan sebagai cocolan atau ditambahkan sesaat sebelum disajikan.\n\n\n\nNamanya berasal dari bahasa Belanda pons, sejenis minuman punch berbahan sari buah. Di Jepang, suku kata terakhirnya ditulis dengan aksara yang berarti cuka (su, di sini diucapkan zu). Sebenarnya, ponzu dalam arti aslinya hanyalah campuran sari jeruk dan cuka, tanpa kecap asin.\n\n\n\nKata yang Berasal dari Pedagang Belanda\n\n\n\nKata ini masuk ke dalam bahasa Jepang pada zaman Edo, ketika orang Belanda merupakan satu-satunya bangsa Eropa yang diizinkan berdagang dengan Jepang. Pons mereka, minuman berbahan sari buah, akhirnya menjadi sebutan untuk bumbu bercita rasa asam. Seiring waktu, versi berkecap asin semakin umum disajikan di meja makan, dan versi inilah yang kini dijual dalam botol.\n\n\n\nPonzu tidak pernah dimasak bersama hidangan. Saus ini dituangkan saat hidangan siap disajikan atau digunakan untuk mencelupkan suapan makanan, guna mengimbangi rasa berlemak dan menyegarkan mulut, sebuah prinsip yang lazim dalam masakan Jepang. Setiap daerah memiliki jeruk khasnya sendiri&nbsp;: sudachi di Tokushima, kabosu di Oita, dan daidai di Fukuoka.\n\n\n\nDi Oita, toriten dicelupkan ke dalam ponzu berbahan kabosu\n\n\n\nBahan Utama Saus Ponzu\n\n\n\n\n\n\n\nYuzu segar adalah pilihan jeruk yang ideal, tetapi langka dan mahal di Eropa. Sari yuzu 100&nbsp;% dalam botol dapat menggantikannya dengan volume yang sama. Jika tidak ada yuzu, campuran air lemon dan jeruk nipis dengan perbandingan sama juga sangat cocok, dan sedikit sari jeruk limau gedang memberikan sentuhan pahit khas yuzu. Peras jeruk sesaat sebelum digunakan, karena air jeruk nipis cepat menjadi pahit.\n\n\n\nKecap asin Jepang memberikan rasa asin dan warna&nbsp;: koikuchi yang berwarna pekat untuk saus yang lebih gelap, atau usukuchi yang berwarna terang untuk saus yang lebih terang. Mirin melembutkan rasa asam. Sake memperkaya cita rasa, tanpa menyisakan rasa alkohol setelah dipanaskan.\n\n\n\nKombu dan katsuobushi, dua bahan dasar dashi, memberikan cita rasa yang bertahan lama di mulut serta sentuhan aroma asap pada saus. Setelah itu, rasanya dapat disesuaikan dengan selera menggunakan sedikit dashi, mirin, atau cuka beras.\n\n\n\nHidangan Pendamping Saus Ponzu\n\n\n\nDi Jepang, ponzu terutama menjadi pendamping hidangan rebusan musim dingin, mulai dari shabu-shabu hingga chanko nabe&nbsp;: daging dan sayuran yang diangkat dari kaldu dicelupkan ke dalamnya. Saus ini juga cocok dengan tataki dan sashimi, gyoza yang dipanggang di wajan, serta tahu dingin dalam hidangan hiyayakko. Untuk selada atau ikan panggang, cukup tambahkan sesendok.\n\n\n\nHidangan rebusan musim dingin lainnya yang cocok disajikan dengan semangkuk ponzu&nbsp;: mizore nabe\n\n\n\nPanduan Teknis untuk Saus Ponzu yang Enak\n\n\n\nSaat baru dibuat, rasa saus ini sangat tajam. Mendiamkannya semalaman di lemari es akan melembutkan rasa asam dan memberi waktu bagi cita rasa kombu serta ikan bonito untuk meresap.\n\n\n\nBuat saus dalam stoples kaca atau keramik yang sudah disiram air mendidih&nbsp;: saus ini bersifat asam dan akan terasa seperti logam jika bersentuhan dengan logam. Setelah disaring, saus dapat disimpan sekitar satu bulan di lemari es dan dapat dibekukan dalam cetakan es batu.\n\n\n\n\n\n\tSaus Ponzu Rumahan\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tAir Perasan Jeruk100 ml air perasan jeruk (segar, yuzu atau 50% jeruk nipis 50% lemon)Mirin dan Sake20 ml mirin10 ml sakePerendaman dan Penyaringan100 ml kecap asin Jepang, (berwarna gelap (koikuchi) atau terang (usukuchi))10 g katsuobushi ((serutan ikan cakalang kering))1 potong kombu (berukuran sekitar 1.5 cm)\t\n\t\n\t\tAir Perasan JerukBelah jeruk menjadi dua.Peras jeruk untuk mengambil airnya.Mirin dan SakeTuang mirin dan sake ke dalam panci kecil.Panaskan dengan api kecil untuk menguapkan alkoholnya (proses ini disebut nikiri).Biarkan dingin.Perendaman dan PenyaringanMasukkan air perasan jeruk, mirin dan sake yang sudah dingin, kecap asin, katsuobushi, dan kombu ke dalam stoples atau botol kaca yang bersih.Aduk rata.Tutup wadah.Diamkan semalaman di dalam kulkas.Saring saus menggunakan saringan halus atau saringan teh.Keluarkan katsuobushi dan kombu.\t\n\t\n\t\tDasar saus ini sederhana: 1 bagian kecap asin untuk 1 bagian air perasan jeruk. Selanjutnya, sesuaikan dengan selera menggunakan sedikit dashi, mirin, atau cuka beras. Saat baru dibuat, rasa jeruknya sangat tajam; setelah didiamkan sebentar, rasanya menjadi lebih lembut.\nYuzu segar sulit ditemukan dan mahal di Eropa. Pengganti terbaiknya adalah air perasan yuzu 100 % dalam botol, yang dijual di toko bahan makanan Asia atau secara daring, dengan takaran yang sama (100 ml). Tanpa yuzu, ada dua campuran yang cocok untuk menghasilkan 100 ml air perasan: 50 ml lemon dan 50 ml jeruk nipis; atau 50 ml lemon, 30 ml jeruk nipis, dan 20 ml jeruk limau gedang, yang memberikan sedikit rasa pahit khas yuzu. Air perasan jeruk nipis cepat menjadi pahit: peras jeruk saat akan membuat saus.\nNikiri adalah proses memanaskan mirin dan sake untuk menguapkan alkoholnya: tanpa langkah ini, saus akan tetap memiliki rasa alkohol yang menyengat.\nGunakan wadah kaca atau keramik yang sudah disiram air mendidih sebelum dipakai: saus ini bersifat asam dan akan berasa logam jika disimpan dalam wadah logam.\nSetelah disaring, simpan saus di dalam kulkas dalam botol kaca yang bersih. Versi dengan air perasan segar dan tanpa cuka ini tahan sekitar satu bulan. Saus juga bisa dibekukan dalam cetakan es batu.\n\t\n\t\n\t\tSauceJaponaise","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193002","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=193002"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193002\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/192868"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=193002"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=193002"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=193002"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}