{"id":192201,"title":"Poke Bowl &#8211; Semangkuk Nasi dengan Tuna Berbumbu","modified":"2026-10-17T12:28:25+02:00","plain":"Potongan dadu tuna mentah yang direndam dalam shoyu, minyak wijen, dan rumput laut, disajikan di atas nasi Jepang hangat dengan mentimun, alpukat, dan furikake.\n\n\n\nAda kalanya di malam hari kita ingin menyantap sesuatu yang segar tanpa menyalakan kompor. Poke bowl pas sekali untuk itu\u00a0: tuna merah mengilap, berbalut shoyu dan minyak wijen sangrai, ditata di atas nasi yang masih hangat. Bawang bombainya renyah, rumput laut menyumbangkan cita rasa laut, dan cabainya memberi rasa pedas yang pas. \n\n\n\nTambahkan perasan jeruk nipis sesaat sebelum disajikan, dan isi mangkuk pun habis lebih cepat daripada waktu yang dibutuhkan untuk menatanya.\n\n\n\nHidangan lain berupa tuna yang direndam dalam kecap asin dan disajikan di atas nasi&nbsp;: maguro zuke don khas Jepang\n\n\n\nApa Itu Poke Bowl&nbsp;?\n\n\n\nPoke adalah hidangan khas Hawaii berupa ikan mentah yang dipotong dadu lalu dibumbui. Versi ini merupakan ahi shoyu poke&nbsp;: tuna kualitas sashimi yang dicampur dengan kecap asin encer, minyak wijen sangrai, bawang bombai, daun bawang, rumput laut ogo atau wakame, dan inamona. Dalam poke bowl, campuran ini ditata di atas nasi putih Jepang hangat, bersama mentimun, alpukat, furikake atau nori yang diremukkan, dan sepotong jeruk nipis. Di luar Hawaii, restoran sering menumpuk aneka saus dan pelengkap&nbsp;; di sini, tuna tetap menjadi bintang utama dalam mangkuk.\n\n\n\nPoke diucapkan \u201c&nbsp;po-k\u00e9&nbsp;\u201d dan berarti \u201c&nbsp;memotong&nbsp;\u201d atau \u201c&nbsp;memotong menjadi beberapa bagian&nbsp;\u201d dalam bahasa Hawaii. Nama ini merujuk pada cara memotong ikannya.\n\n\n\nIkan mentah di atas nasi, ala Jepang&nbsp;: chirashi\n\n\n\nCamilan Para Nelayan Hawaii\n\n\n\nPoke berasal dari para nelayan Hawaii, yang membumbui sisa potongan ikan mentah dengan garam laut, rumput laut, dan kemiri yang disangrai lalu ditumbuk. Hidangan ini disantap begitu saja, sebagai camilan atau hidangan pembuka.\n\n\n\nKecap asin diperkirakan dibawa oleh para pekerja Jepang di perkebunan kepulauan tersebut, begitu pula kebiasaan menyajikan ikan bersama nasi. Shoyu poke lahir dari perpaduan ini. Kini di Hawaii, poke dijual berdasarkan berat di konter toko bahan makanan.\n\n\n\nDi Filipina, ikan mentah direndam dalam cuka&nbsp;: cobalah kinilaw\n\n\n\nPoke bowl kemudian menyebar ke daratan Amerika lalu ke Eropa, sering kali disajikan dengan siraman saus manis dan aneka pelengkap. Resep ini mempertahankan dasar khas Hawaii&nbsp;: tuna yang direndam dalam bumbu, nasi hangat, dan beberapa pelengkap segar.\n\n\n\nBahan Utama Poke Bowl\n\n\n\n\n\n\n\nTuna menentukan kelezatan hidangan ini&nbsp;: pilih tuna kualitas sashimi yang sangat segar dari penjual ikan tepercaya. Nasi putih Jepang yang disajikan hangat memberi kontras dengan ikan dingin sekaligus menyerap cairan bumbunya. Mentimun menambah kerenyahan, sementara alpukat yang bersifat opsional melembutkan rasa asin dan pedas.\n\n\n\nBumbu rendamannya hanya membutuhkan sedikit bahan&nbsp;: kecap asin, minyak wijen sangrai, bawang putih, jahe, serpihan cabai kering, dan sedikit minyak berasa netral yang membuat potongan tuna mengilap. Bawang bombai kuning, atau bawang bombai manis jenis Maui, memberi kerenyahan, sedangkan daun bawang menambahkan kesegaran. Garam Hawaii bisa diganti dengan garam laut kasar.\n\n\n\nInamona dan rumput laut ogo adalah dua ciri khas poke Hawaii tradisional, dan keduanya sulit ditemukan di Prancis. Kacang makadamia yang disangrai lalu ditumbuk dapat menggantikan inamona. Wakame yang direndam hingga mengembang, dijual dalam bentuk kering di toko bahan makanan Asia, dapat menggantikan ogo dan memberikan cita rasa laut yang sama, kaya akan umami.\n\n\n\nPanduan Teknik untuk Poke Bowl yang Lezat\n\n\n\nCampur poke dalam mangkuk besar nonlogam, lalu diamkan 15 hingga 30 menit di lemari es agar bumbu meresap ke dalam tuna. Tata isi mangkuk sesaat sebelum disajikan, dengan poke dingin di atas nasi hangat, lalu segera sajikan. \n\n\n\nUntuk mengurangi risiko parasit, gunakan tuna yang telah dibekukan hingga bagian tengahnya selama 24 jam pada suhu -20\u00a0\u00b0C, atau selama 7 hari dalam lemari pembeku rumah tangga\u00a0; cairkan di lemari es dan santap poke dalam waktu satu jam setelah dicampur.\n\n\n\n\n\n\tPoke Bowl - Semangkuk Nasi dengan Tuna Marinasi\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tUntuk poke450 g tuna (kualitas sashimi, potong dadu 2 cm)120 g bawang bombai kuning (iris tipis)25 g daun bawang (iris halus)1 sendok teh garam Hawaii ((atau garam laut kasar), sesuaikan dengan selera)1 sendok teh bawang putih (cincang)1 sendok makan jahe (cincang)1 sendok teh cabai kering tumbuk kasar2 sendok makan minyak nabati50 g rumput laut ogo (cincang, atau wakame yang sudah direndam dan dicincang)2 sendok teh minyak wijen sangrai3 sendok makan kecap asin (atau kecap asin Kikkoman klasik)1 sendok makan inamona ((kemiri yang disangrai dan ditumbuk), atau kacang makadamia yang disangrai dan ditumbuk)Untuk Sajian Mangkuk600 g nasi putih Jepang (sudah matang, hangat)1 mentimun (iris tipis)1 alpukat (iris (opsional))2 sendok makan furikake (atau nori yang diremukkan)Potongan jeruk nipis (untuk penyajian)\t\n\t\n\t\tPotong tuna ahi menjadi dadu berukuran 2 cm.Masukkan tuna dan semua bahan poke ke dalam mangkuk besar berbahan nonlogam.Aduk perlahan hingga ikan terbalut bumbu secara merata.Sesuaikan garam dengan selera.Tutup dan simpan dalam kulkas selama 15 hingga 30 menit.Bagi nasi hangat ke dalam mangkuk-mangkuk.Letakkan poke di atas nasi.Tambahkan mentimun dan alpukat di sampingnya.Taburi dengan furikake.Segera sajikan dengan sepotong jeruk nipis.\t\n\t\n\t\tPoke sendiri merupakan hidangan tradisional Hawaii: potongan dadu tuna mentah yang dibumbui shoyu, minyak wijen, bawang bombai, rumput laut ogo, dan inamona, disajikan tersendiri atau sebagai hidangan pembuka. Penyajiannya di atas semangkuk nasi hangat dengan pelengkap segar (mentimun, alpukat, furikake) merupakan versi modern, yaitu \u201cpoke bowl\u201d, yang menyebar dari Hawaii ke daratan Amerika lalu ke Eropa.\nInamona, kemiri yang disangrai dan ditumbuk, merupakan ciri paling tradisional dari poke Hawaii zaman dahulu. Bahan ini sulit ditemukan di Prancis: boleh dihilangkan atau diganti dengan kacang makadamia yang disangrai dan ditumbuk. Begitu pula, rumput laut ogo bisa diganti dengan wakame yang sudah direndam dan dicincang.\nKeamanan ikan mentah: gunakan tuna kualitas sashimi yang sangat segar, dibeli dari penjual ikan tepercaya, atau tuna yang sebelumnya sudah dibekukan. Untuk menonaktifkan parasit, aturannya adalah membekukan ikan hingga bagian tengahnya selama setidaknya 24 jam pada suhu -20 \u00b0C; dalam lemari pembeku rumah tangga (-18 \u00b0C), sebaiknya bekukan selama 7 hari. Cairkan dalam kulkas, jaga ikan tetap benar-benar dingin, dan konsumsi poke dalam waktu satu jam setelah dicampur.\nBanyak poke shoyu menggunakan bawang bombai manis, seperti jenis Maui, sebagai pengganti bawang bombai kuning; keduanya cocok digunakan.\n\t\n\t\n\t\tPlat principalAsiatique","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192201","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=192201"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192201\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191967"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=192201"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=192201"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=192201"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}