{"id":179883,"title":"Salad Telur","modified":"2026-10-03T00:39:56+02:00","plain":"Salad telur yang lembut dan creamy, dipadukan dengan mayones serta diberi sentuhan moster, caper, dan cabai kering serpih.\n\n\n\nSaus yang creamy menyelimuti potongan telur, moster memberi sensasi pedas, caper menghadirkan kontras asam asin, dan cabai kering serpih meninggalkan rasa pedas yang tegas. Salad telur ini merupakan sajian dingin dari telur rebus yang dipadukan dengan mayones bermoster, herba segar, dan pelengkap bercita rasa asam. Untuk 2&nbsp;orang, sajian ini membutuhkan 10&nbsp;menit persiapan dan 7 hingga 9&nbsp;menit untuk merebus telur. Kandungan karbohidrat bersihnya sekitar 1&nbsp;g per porsi. Resep ini termasuk dalam koleksi sup dan salad keto saya.\n\n\n\nApa itu salad telur?\n\n\n\nSalad telur adalah sajian dingin dari telur matang yang dicampur dengan saus. Bahan dasarnya memadukan telur rebus cincang, mayones sebagai pengikat, moster untuk memperkuat rasa, herba segar, dan pelengkap bercita rasa asam. Kucai memberikan kesegaran herba yang lembut; daun bawang, yang juga disebut c\u00e9bette, menawarkan rasa yang lebih kuat dan sedikit tekstur renyah.\n\n\n\nKeseimbangannya terutama terletak pada tekstur. Salad harus creamy tanpa menjadi encer, dan potongan putih telur tetap terlihat di balik saus agar masih terasa saat dikunyah. Caper atau acar mentimun kecil mengimbangi kekayaan rasa mayones, moster memberikan sensasi pedas, dan minyak zaitun extra virgin menjadi ciri khas versi yang lebih kaya ini.\n\n\n\nResep lain dengan konsep serupa: Sup zukini dengan keju pecorino dan kacang kenari.\n\n\n\nKonsep versi ini\n\n\n\nSalad telur ini adalah sajian rumahan yang sederhana dan praktis, cocok untuk prasmanan, piknik, dan makan siang spontan. Cukup siapkan telur matang, bahan pengikat yang creamy, sedikit moster, sentuhan kesegaran, dan sedikit rasa asam.\n\n\n\nCara menyajikannya bisa disesuaikan dengan kesempatan. Disendokkan di atas irisan baguette, salad ini menjadi hidangan pembuka; disisipkan ke dalam roti lapis atau wrap, salad ini menjadi santapan cepat; saat brunch, bersama roti panggang dan kopi panas, salad ini melengkapi hidangan di meja. Komposisinya tetap klasik, tetapi minyak zaitun dan 2&nbsp;sendok teh cabai kering serpih menambahkan kekayaan rasa serta sensasi pedas yang kuat.\n\n\n\nBahan-bahan utama\n\n\n\nSebanyak 3&nbsp;butir telur untuk 2&nbsp;orang menjadi bahan dasar: dipotong-potong, telur memberi struktur dan kelembutan sekaligus mempertahankan tekstur saat dikunyah. Dua genggam kucai segar memberikan cita rasa herba yang lembut; dua batang daun bawang yang diiris setengah lingkaran terasa lebih kuat dan renyah. Pilih salah satu, tanpa mencampurkan keduanya.\n\n\n\nDengan tema serupa: Salad ni\u00e7oise versi baru.\n\n\n\nSatu sendok makan penuh caper atau satu acar mentimun kecil menghidupkan rasa saus; tiriskan dengan baik agar saus tidak menjadi encer. Sebanyak 3&nbsp;sendok makan mayones menyelimuti telur dan menyatukan cita rasa, sekaligus menjadi pengikat serta sumber utama tekstur creamy. Untuk variasi dengan rasa yang lebih lembut dan kaya umami, mayones Jepang juga bisa digunakan. Sebanyak 2&nbsp;sendok teh moster Dijon memberikan kekentalan dan sedikit sensasi pedas.\n\n\n\nSatu sendok makan minyak zaitun extra virgin menambahkan kelembutan tekstur. Sebanyak 2&nbsp;sendok teh cabai kering serpih dapat membuat salad terasa cukup pedas, tergantung tingkat kepedasannya; fungsinya bukan sekadar hiasan. Untuk garam, 3&nbsp;cubit agak banyak garam laut sudah cukup, karena mayones, moster, dan pelengkapnya sudah memberi rasa asin; 2&nbsp;cubit lada hitam melengkapi bumbunya.\n\n\n\nPanduan teknik dan penyajian\n\n\n\nDua hal utama yang perlu diperhatikan adalah perebusan dan pemotongan. Rebus selama 7 hingga 8&nbsp;menit untuk kuning telur yang masih creamy, atau 9&nbsp;menit untuk telur yang matang sempurna; ukuran dan suhu awal telur memengaruhi hasilnya. Telur setengah matang dengan air fryer membutuhkan waktu memasak yang lebih presisi jika Anda menginginkan kuning telur yang meleleh. Saat mencampur, aduk perlahan agar potongan telur tetap utuh: campurkan telur terlebih dahulu dengan herba dan caper, lalu tambahkan mayones, moster, minyak, cabai, garam, dan lada hingga menyelimuti seluruh bahan tanpa menghancurkannya.\n\n\n\nUntuk variasi: Salad kubis lancip.\n\n\n\nJangan masukkan cairan dari stoples caper atau acar mentimun ke dalam mangkuk salad karena dapat mengencerkan saus: salad harus tetap creamy, tidak berair. Saat disajikan, salad ini bisa menjadi topping roti panggang, irisan baguette, dan biskuit asin; untuk roti lapis atau wrap, tambahkan sesaat sebelum disajikan agar rotinya tidak lembek. Roti tawar yang empuk, seperti yang digunakan untuk tamago sando, sangat cocok untuk menonjolkan isian ini. Salad dapat disimpan selama 3 hingga 4&nbsp;hari di lemari es dalam wadah tertutup pada suhu maksimal 4&nbsp;\u00b0C, disajikan dingin, dan tidak cocok dibekukan.\n\n\n\nTemukan seluruh koleksi resep keto saya.\n\n\n\n\n\n\tSalad telur\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t3 telur2 genggam kucai segar (atau 2 batang daun bawang)1 sendok makan munjung caper (atau 1 acar mentimun kecil)3 sendok makan mayones2 sendok teh moster Dijon atau moster halus1 sendok makan minyak zaitun extra virgin2 sendok teh cabai serpih3 jumput besar garam (laut Celtic)2 jumput lada hitam\t\n\t\n\t\tRebus telur (7 hingga 8 menit agar kuningnya masih agak lembut, 9 menit agar benar-benar matang). Kemudian bilas dengan air dingin untuk menghentikan proses pematangan dan biarkan agak dingin.Belah daun bawang menjadi dua memanjang. Iris menjadi bentuk setengah lingkaran, cuci dalam saringan, lalu tiriskan. Atau iris halus kucai.Tiriskan caper. Atau potong acar mentimun, lalu tepuk-tepuk hingga kering.Kupas telur, lalu potong-potong.Masukkan daun bawang bersama caper dan telur ke dalam mangkuk. Tambahkan semua bahan lainnya, aduk rata, dan salad siap disajikan.\t\n\t\n\t\tPeralatan: panci kecil, mangkuk, pisau.\n\t\n\t\n\t\tSaladeFran\u00e7aise","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179883","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=179883"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179883\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/178440"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=179883"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=179883"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=179883"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}