{"id":172606,"title":"Ayam berbalut tepung roti dengan air fryer","modified":"2026-09-18T23:20:10+02:00","plain":"Filet ayam dilapisi tepung terigu, telur, dan tepung roti, diolesi minyak lalu dimasak selama 12&nbsp;menit pada suhu 200&nbsp;\u00b0C&nbsp;: lapisan keemasan tanpa perlu digoreng dalam minyak banyak.\n\n\n\nLapisan luarnya renyah, serpihan tepung roti berjatuhan di piring, sementara daging di dalamnya tetap berair. Ayam berbalut tepung roti adalah salah satu resep yang membuktikan bahwa air fryer bukan sekadar pilihan kompromi&nbsp;: 12&nbsp;menit pada suhu 200&nbsp;\u00b0C, empat sendok makan minyak yang dioleskan dengan kuas, dan tidak ada seliter minyak yang perlu disaring setelahnya. Paprika memberi warna kuning kecokelatan, tepung roti menyempurnakan sisanya.\n\n\n\nVersi lebih kecil untuk anak-anak&nbsp;: nugget dengan air fryer.\n\n\n\nApa itu ayam berbalut tepung roti&nbsp;?\n\n\n\nMembalut dengan tepung roti berarti melapisi bahan makanan dengan remah roti agar terbentuk lapisan luar yang renyah. Cukup siapkan tiga piring cekung&nbsp;: tepung terigu berbumbu, telur kocok, dan tepung roti keemasan. Tepung terigu menyerap kelembapan di permukaan, telur merekatkan, dan tepung roti membentuk lapisan renyah. Setiap lapisan hanya akan melekat jika lapisan sebelumnya dipasang dengan benar.\n\n\n\nDi dalam keranjang, udara panas mengeringkan permukaan, mengokohkan lapisan, dan membuat tepung roti keemasan. Karena potongan ayam tidak terendam minyak, mengoleskan minyak bukanlah hal sepele&nbsp;: tanpanya, tepung roti tetap pucat dan terasa seperti tepung mentah. Inilah yang membedakan ayam berbalut tepung roti dari ayam yang sekadar dilumuri tepung.\n\n\n\nLapisan tepung roti yang sama untuk bahan lain&nbsp;: ikan berbalut tepung roti dengan air fryer.\n\n\n\nBahan utama ayam berbalut tepung roti\n\n\n\n400&nbsp;g filet ayam yang dipotong sama besar, 50&nbsp;g tepung terigu, 2&nbsp;butir telur, 120&nbsp;g tepung roti keemasan, dan 4&nbsp;sendok makan minyak zaitun. Satu sendok makan paprika bubuk, dua jumput garam, sedikit merica yang baru digiling, dan satu sendok makan bawang putih bubuk jika tersedia.\n\n\n\nCampurkan bumbu ke dalam tepung terigu, bukan tepung roti. Pada suhu 200&nbsp;\u00b0C, rempah di permukaan akan gosong sebelum daging matang. Di dalam tepung terigu, bumbu terlindungi oleh dua lapisan berikutnya.\n\n\n\nTepung roti keemasan menghasilkan lapisan yang padat. Panko memberikan kerenyahan yang lebih berongga, sedangkan tepung roti serbaguna buatan sendiri menghasilkan tekstur yang lebih kasar. Untuk lapisan yang lebih ringan, tambahkan 3 hingga 5&nbsp;g baking powder ke dalam tepung terigu.\n\n\n\nTanpa tepung roti dan masih bertulang&nbsp;: paha ayam dengan air fryer.\n\n\n\nPanduan teknik\n\n\n\nKeringkan ayam sebelum dilapisi dan tekan tepung roti dengan kuat agar melekat. Diamkan sepuluh menit di kulkas setelah dilapisi agar lapisannya kokoh dan tidak terlepas saat dibalik. Teknik yang sama juga digunakan untuk chicken tenders.\n\n\n\nSusun satu lapis saja di dalam keranjang, tanpa bertumpuk. Untuk 400&nbsp;g, biasanya perlu dua kali proses memasak pada sebagian besar alat. Panaskan terlebih dahulu selama 3&nbsp;menit pada suhu 200&nbsp;\u00b0C. Aturan ini berlaku untuk semua ayam yang dimasak di dalam keranjang, termasuk dada ayam tanpa lapisan tepung.\n\n\n\nWaktu memasak bergantung pada bentuk potongannya&nbsp;: 10 hingga 12&nbsp;menit untuk irisan ayam setebal 1,5&nbsp;cm, 14 hingga 16&nbsp;menit untuk filet utuh, dan 8 hingga 10&nbsp;menit untuk potongan memanjang tipis. Cordon bleu dimasak pada suhu 190&nbsp;\u00b0C selama 14 hingga 16&nbsp;menit. Tabel waktu memasak dengan air fryer mencakup bahan dan potongan lainnya.\n\n\n\nBalik perlahan di pertengahan waktu memasak, tanpa mengguncang keranjang. Periksa dengan membelah satu potong&nbsp;: bagian tengah tidak lagi berwarna merah muda, dan suhu bagian dalam mencapai 75&nbsp;\u00b0C. Jika daging masih merah muda, masak lagi selama 3&nbsp;menit.\n\n\n\nAyam berbalut tepung roti beku siap beli dimasak selama 10 hingga 14&nbsp;menit pada suhu 200&nbsp;\u00b0C tanpa dicairkan terlebih dahulu. Sisa ayam dapat dipanaskan kembali selama 4 hingga 5&nbsp;menit pada suhu 180&nbsp;\u00b0C. Potongan ayam mentah yang sudah dilapisi tepung roti dapat dibekukan dengan ditata mendatar di atas loyang selama 2&nbsp;jam, lalu dimasukkan ke dalam kantong dan disimpan hingga 3&nbsp;bulan.\n\n\n\nSajikan dengan apa\n\n\n\nSajikan selagi benar-benar panas, karena lapisannya kehilangan kerenyahan dalam beberapa menit. Lengkapi dengan mayones, saus tomat, atau mayones sriracha untuk rasa yang lebih pedas.\n\n\n\nPendamping yang bisa dimasak dalam keranjang yang sama&nbsp;: kentang goreng beku dengan air fryer.\n\n\n\nSebagai pendamping, sajikan salad kol Jepang atau ubi goreng. Jika Anda tertarik dengan lapisan tepung roti ala Jepang, ayam katsu mengembangkan konsep yang sama lebih jauh, dengan panko dan saus tonkatsu.\n\n\n\n\n\n\tAyam berbalut tepung roti dengan air fryer\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tPoulet400 g filet dada ayam4 sendok makan minyak zaitunPanure50 g tepung terigu1 sendok makan paprika bubuk1 sendok makan bawang putih bubuk (opsional)2 jumput garam1 putaran penggiling lada hitam2 telur120 g tepung roti keemasan\t\n\t\n\t\tPr\u00e9parationPotong filet dada ayam menjadi potongan berukuran seragam.Campurkan tepung terigu, paprika bubuk, bawang putih bubuk, garam, dan lada dalam piring cekung.Kocok telur dengan garpu dalam piring cekung kedua.Tuangkan tepung roti ke dalam piring cekung ketiga.Gulingkan setiap potongan ayam dalam tepung berbumbu, lalu celupkan ke dalam telur kocok, kemudian balut dengan tepung roti hingga seluruh sisinya tertutup.Olesi potongan ayam berbalut tepung roti dengan minyak zaitun menggunakan kuas (atau semprotan).Cuisson au air fryerPanaskan air fryer selama 3 menit pada suhu 200 \u00b0C (disarankan). Susun potongan ayam dalam keranjang dalam satu lapisan, tanpa saling bertumpuk.Masak selama 12 menit pada suhu 200 \u00b0C, sambil membalik potongan ayam di pertengahan waktu memasak.Periksa kematangan dengan membelah satu potong ayam: dagingnya harus putih hingga bagian tengah (atau suhu bagian tengah mencapai 75 \u00b0C). Tambahkan waktu memasak 3 menit jika bagian tengah masih berwarna merah muda.FinitionDiamkan potongan ayam sebentar di luar keranjang, lalu sajikan panas (dengan mayones, saus tomat, atau saus pilihan Anda).\t\n\t\n\t\tTips\n\nGunakan metode 3 piring (tepung terigu \u2192 telur \u2192 tepung roti): tepung terigu mengeringkan permukaan, telur merekatkan, dan tepung roti membentuk lapisan renyah. Bumbui tepung terigu, bukan tepung roti, agar bumbu tidak gosong pada suhu 200 \u00b0C.\nOlesan minyak sangat penting: tanpa lemak, tepung roti sulit menjadi kecokelatan dalam air fryer.\nMasak dalam satu lapisan, tanpa saling bertumpuk. Untuk 400 g, biasanya perlu memasak dalam 2 tahap.\nPotong ayam dengan ukuran\/ketebalan yang sama agar matang merata.\nPemeriksaan kematangan: daging putih di bagian tengah, atau suhu bagian tengah mencapai 75 \u00b0C. Jika perlu, tambahkan 3 menit dan periksa kembali.\nOpsional: simpan potongan ayam berbalut tepung roti di lemari es selama 10 menit sebelum dimasak agar lapisan tepung roti lebih melekat (bisa disiapkan hingga 24 jam sebelumnya).\nMemanaskan kembali: 4\u20135 menit pada suhu 180 \u00b0C dalam air fryer (microwave membuat lapisan tepung roti menjadi lembek).\nPembekuan: bekukan potongan ayam mentah berbalut tepung roti di atas loyang selama 2 jam, lalu masukkan ke dalam kantong (simpan selama 3 bulan), masak tanpa dicairkan terlebih dahulu.\n\n\t\n\t\n\t\tPlat principalFran\u00e7aise","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/172606","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=172606"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/172606\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/165415"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=172606"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=172606"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=172606"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}