{"id":172410,"title":"Croque-monsieur dengan air fryer","modified":"2026-09-18T23:06:25+02:00","plain":"Roti tawar, ham matang, dan emmental dengan krim, dipanggang hingga keemasan selama 14&nbsp;menit pada suhu 180&nbsp;\u00b0C dalam dua giliran&nbsp;: croque ala brasserie tanpa perlu mengawasi wajan.\n\n\n\nSudah pukul 19.00, tak ada yang ingin memasak, dan croque-monsieur menjadi solusinya. Roti beroles mentega terasa renyah, emmental yang meleleh merekatkan ham, dan bagian atasnya membentuk lapisan keemasan di sana-sini. Air fryer mengerjakannya dalam dua giliran, masing-masing 7&nbsp;menit, tanpa wajan berminyak. Dan trik yang membuat perbedaan besar hanya membutuhkan sebatang tusuk gigi.\n\n\n\nHam dan keju yang sama, tetapi berlapis tepung roti&nbsp;: cordon bleu dengan air fryer.\n\n\n\nApa itu croque-monsieur&nbsp;?\n\n\n\nDua lembar roti tawar, ham matang, emmental, dan campuran krim, disusun menjadi roti lapis lalu dipanggang hingga kejunya membentuk lapisan keemasan. Hidangan ini berasal dari kafe-kafe Paris pada awal abad ke-20 dan sejak itu tak pernah absen dari menu brasserie. Jika diberi telur di atasnya, namanya menjadi croque-madame.\n\n\n\nDi dalam air fryer, udara panas bersirkulasi mengelilingi roti lapis sehingga roti lebih cepat keemasan dibandingkan di oven. Namun, elemen pemanas atas membuat permukaan atas kecokelatan sebelum bagian bawahnya renyah, dan isian yang basah membuat bagian dalam roti lembek. Karena itulah roti harus dibalik di pertengahan waktu memasak, langkah yang tidak boleh dilewatkan di sini.\n\n\n\nTrio ham, emmental, dan krim yang sama, dalam versi pai&nbsp;: quiche dengan air fryer.\n\n\n\nBahan utama croque-monsieur\n\n\n\nDelapan lembar roti tawar, empat lembar ham matang, 200&nbsp;g emmental parut, 200&nbsp;ml cr\u00e8me fra\u00eeche kental, 15&nbsp;ml mentega cair, sejumput garam, dan sejumput merica. Cukup untuk membuat empat croque.\n\n\n\nRoti tawar bertekstur padat mampu menahan isian dan tahan terhadap aliran udara kering. Pilih ketebalan 1 hingga 1,5&nbsp;cm&nbsp;: jika lebih tipis, roti akan kering dan mudah patah. Gunakan ham yang tidak mengeluarkan air, kalau tidak, bagian bawahnya tidak akan pernah renyah.\n\n\n\nKeju parut lebih mudah meleleh daripada keju lembaran, yang mudah bergeser sekaligus. Emmental dan gruy\u00e8re adalah pilihan andalan, sementara mozzarella mengeluarkan terlalu banyak air. Cr\u00e8me fra\u00eeche kental menggantikan b\u00e9chamel, tetapi tanpa tepung untuk mengentalkannya, diperlukan keju dengan berat yang sama dengan krim. Jika tidak memakai campuran krim, siapkan 30 hingga 40&nbsp;g keju parut per croque.\n\n\n\nMasih seputar keju leleh, coba camembert dengan air fryer.\n\n\n\nPanduan teknis untuk croque yang lezat\n\n\n\nLembaran roti paling atas yang terangkat adalah masalah utama. Kipas meniup tepat di atas keranjang dan roti tawar sangat ringan&nbsp;: roti bisa menempel pada elemen pemanas dan gosong dalam hitungan detik. Sebatang tusuk gigi yang ditancapkan di tengah mengatasi masalah ini. Cabut sebelum disajikan.\n\n\n\nTekan setiap croque dengan telapak tangan sebelum dimasak&nbsp;: setelah dipadatkan, roti menyatu dan tidak lagi bergerak tertiup aliran udara. Sisakan jarak 1&nbsp;cm antara isian dan tepi roti, agar keju tidak meluber, jatuh ke dasar laci, dan membuat dapur penuh asap.\n\n\n\nPertahankan suhu 180&nbsp;\u00b0C. Di atas 200&nbsp;\u00b0C, roti akan kecokelatan sebelum keju di bagian tengah meleleh. Panaskan air fryer terlebih dahulu selama 3&nbsp;menit, masak selama 7&nbsp;menit per giliran, balik setelah 3 hingga 4&nbsp;menit, dan tambah 1 hingga 2&nbsp;menit jika bagian atasnya masih pucat. Untuk menghasilkan lapisan keju keemasan yang cantik, naikkan suhu ke 200&nbsp;\u00b0C hanya pada dua menit terakhir.\n\n\n\nSusun satu lapis saja&nbsp;: keranjang berkapasitas 3,5 hingga 4&nbsp;L memuat dua croque, sementara keranjang 5 hingga 6&nbsp;L memuat tiga hingga empat. Jika ditumpuk, croque di bagian bawah akan terkukus. Selembar kecil kertas panggang berlubang dapat menampung tetesan keju&nbsp;; lembaran besar yang menutupi seluruh dasar akan menghalangi aliran udara. Aksesori air fryer berlubang juga berfungsi sama.\n\n\n\nRoti kampung ala Prancis atau brioche yang lebih padat membutuhkan 8 hingga 11&nbsp;menit&nbsp;; jika dimasak dari kondisi beku, tambahkan 2 hingga 3&nbsp;menit. Panaskan kembali pada suhu 150&nbsp;\u00b0C selama 3 hingga 4&nbsp;menit, dengan tutup aluminium foil selama dua menit pertama&nbsp;: pada suhu 180&nbsp;\u00b0C, pinggirannya akan mengeras sebelum bagian tengahnya panas. Tabel waktu memasak dengan air fryer mencakup bentuk dan ukuran lainnya.\n\n\n\nPelengkap untuk penyajian\n\n\n\nCabut tusuk gigi, diamkan satu menit, lalu sajikan selagi lapisan luarnya masih renyah. Salad dengan saus cuka dan mustard yang cukup asam serta beberapa acar mentimun kecil akan menyeimbangkan rasa keju yang kaya.\n\n\n\nLetakkan telur di atasnya dan croque berubah menjadi croque-madame&nbsp;: telur setengah matang dengan air fryer.\n\n\n\nDinginkan croque yang tersisa di atas rak kawat, lalu simpan selama 3 hingga 4&nbsp;hari di lemari es dalam wadah kedap udara. Hindari memanaskannya kembali dengan microwave karena akan membuat roti alot seperti karet.\n\n\n\n\n\n\tCroque-monsieur dengan air fryer\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tPain et jambon8 lembar roti tawar4 lembar ham rebus15 ml mentega (dilelehkan)Appareil au fromage200 g keju emmental (diparut)200 ml cr\u00e8me fra\u00eeche kental1 jumput garam1 jumput merica4 tusuk gigi (untuk menahan croque-monsieur agar tidak bergeser)\t\n\t\n\t\tPr\u00e9parationCampurkan keju emmental parut dan cr\u00e8me fra\u00eeche kental dalam mangkuk.Bumbui campuran dengan garam dan merica.Olesi satu sisi saja dari setiap lembar roti dengan mentega menggunakan kuas.Letakkan selembar ham di atas masing-masing dari 4 lembar roti, dengan sisi yang tidak diolesi mentega menghadap ke atas.Ratakan campuran keju di atas ham, jangan sampai ke tepi.Tutup dengan 4 lembar roti yang tersisa, dengan sisi bermentega menghadap ke luar.Tekan setiap croque-monsieur dengan telapak tangan agar padat.Tusukkan tusuk gigi di tengah setiap croque-monsieur, dari atas ke bawah, untuk menahan kedua lembar roti agar tetap menyatu.Cuisson au air fryerPanaskan air fryer terlebih dahulu pada suhu 180 \u00b0C selama 3 menit.Letakkan 2 croque-monsieur mendatar di dalam keranjang, dalam satu lapisan dan tanpa saling bersentuhan.Panggang selama 7 menit pada suhu 180 \u00b0C (pemanggangan pertama). Balik dengan hati-hati di pertengahan waktu pemanggangan (setelah 3 hingga 4 menit).Periksa warnanya: kedua sisi roti harus keemasan dan keju meleleh hingga ke tengah. Tambahkan waktu 1 hingga 2 menit jika bagian atasnya masih pucat.Keluarkan hasil pemanggangan pertama dan panggang 2 croque-monsieur yang tersisa dengan cara yang sama (7 menit + 1 hingga 2 menit jika perlu), sambil dibalik di pertengahan waktu pemanggangan.FinitionCabut tusuk giginya.Diamkan selama 1 menit di luar air fryer, lalu segera sajikan.\t\n\t\n\t\t\nAgar lembar roti bagian atas tidak terangkat dan gosong, tusukkan tusuk gigi di tengah setiap croque-monsieur dan cabut sebelum disajikan.\nPadatkan sandwich sebelum dipanggang dan jangan beri isian sampai ke tepi (sisakan ~1 cm) agar keju tidak banyak bocor keluar.\nPanggang dalam satu lapisan dengan jarak minimal 1 cm antar-croque-monsieur; pada sebagian besar air fryer, membaliknya di pertengahan waktu pemanggangan sangat penting.\nGunakan kertas panggang berupa lembaran kecil berlubang seukuran croque-monsieur; lembaran besar menghalangi sirkulasi udara.\nPemanasan awal (3 menit) membantu menghasilkan warna keemasan; tanpa pemanasan awal, tambahkan waktu 1 hingga 2 menit.\nJangan melebihi 200 \u00b0C: roti akan terlalu cepat kecokelatan sebelum keju di bagian tengah meleleh.\nMemanaskan kembali: 150 \u00b0C selama 3 hingga 4 menit (bila perlu, tutup dengan selembar kecil aluminium foil selama 2 menit).\nVersi croque-madame: tambahkan telur ceplok setelah dipanggang, lalu panggang kembali selama 3 menit pada suhu 160 \u00b0C.\n\n\t\n\t\n\t\tPlat principalFran\u00e7aise","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/172410","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=172410"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/172410\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166520"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=172410"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=172410"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=172410"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}