{"id":172371,"title":"Pizza dengan air fryer","modified":"2026-09-18T23:03:34+02:00","plain":"Satu bola adonan segar seberat 250&nbsp;g, dibentuk menjadi dua lingkaran berdiameter 18&nbsp;cm, dipanggang tanpa topping selama 3&nbsp;menit pada suhu 205&nbsp;\u00b0C, dibalik, diberi topping, lalu dipanggang lagi selama 5&nbsp;menit&nbsp;: bagian bawahnya renyah tanpa perlu menyalakan oven.\n\n\n\nMemanggang pizza di dalam keranjang dilakukan dalam dua tahap. Adonan dipanggang terlebih dahulu tanpa saus maupun keju selama 3&nbsp;menit pada suhu 205&nbsp;\u00b0C, dengan sisi yang diolesi minyak menghadap ke bawah. Balik adonan, beri topping pada sisi yang sudah terpanggang, dan 5&nbsp;menit kemudian bagian bawahnya keemasan dan mozzarellanya meleleh. Delapan menit waktu memasak untuk setiap pizza, dua pizza porsi individu dari satu bola adonan.\n\n\n\nHidangan klasik Italia lainnya yang cocok dimasak di dalam keranjang&nbsp;: gnocchi dengan air fryer.\n\n\n\nMengapa adonan perlu dipanggang terlebih dahulu tanpa topping\n\n\n\nDi dalam air fryer, panas hampir seluruhnya berasal dari atas. Jika pizza diberi topping sejak awal, kejunya akan kecokelatan dan sausnya akan mendidih jauh sebelum bagian bawahnya mulai matang&nbsp;: dasar pizza pun tetap pucat dan lembek.\n\n\n\nMemanggang adonan saja selama tiga menit mengatasi masalah ini. Adonan mulai mengeras dan berwarna keemasan, lalu sisi yang matang bersentuhan dengan keranjang dibalik ke atas saat akan diberi topping. Dengan begitu, saus dioleskan pada permukaan yang kering dan sudah membentuk lapisan pelindung sehingga tidak menjadi lembek, sementara sisi yang masih pucat dimatangkan hingga tuntas dengan bersentuhan langsung dengan keranjang panas.\n\n\n\nOlahan adonan lain yang bisa dipanggang di dalam keranjang&nbsp;: quiche dengan air fryer.\n\n\n\nBahan utama pizza\n\n\n\nSatu bola adonan pizza segar sekitar 250&nbsp;g, sedikit minyak zaitun, 60&nbsp;ml saus tomat, mozzarella parut atau iris tipis, dan maksimal tiga hingga empat jenis topping.\n\n\n\nSiapkan sekitar 125&nbsp;g adonan untuk setiap lingkaran berdiameter 18&nbsp;cm. Jadi, satu bola adonan 250&nbsp;g menghasilkan tepat dua pizza. Jika adonan lebih banyak digunakan untuk diameter yang sama, dasar pizza akan mengembang dan tetap mentah di tengah karena alat ini tidak memanaskan dari bawah.\n\n\n\nMinyak bukan sekadar pelengkap&nbsp;: ketika dioleskan pada sisi yang menyentuh keranjang, minyak membantu kontak langsung yang membuat bagian bawah renyah sekaligus mencegah adonan robek saat dibalik. Sementara itu, saus dioleskan tipis-tipis dengan menyisakan bagian tepi tanpa saus.\n\n\n\nKeju leleh, tetapi dipanggang utuh&nbsp;: camembert dengan air fryer.\n\n\n\nPanduan teknis\n\n\n\nDiameter pizza ditentukan oleh ukuran keranjang, bukan keinginan Anda. Keranjang standar dapat menampung adonan berbentuk lingkaran dengan diameter 18 hingga 22&nbsp;cm. Pizza ukuran keluarga tidak akan muat&nbsp;: buatlah dua pizza porsi individu yang dipanggang bergantian.\n\n\n\nGunakan sedikit saus dan sedikit topping. Setiap bahan yang lembap akan mengeluarkan air, dan air tersebut tertahan di dalam keranjang alih-alih menguap seperti di dalam oven besar. Pizza dengan topping berlebihan membutuhkan waktu dua kali lebih lama untuk matang dan akhirnya menjadi lembek.\n\n\n\nLetakkan bahan-bahan ringan di bawah mozzarella agar tidak bergeser karena aliran udara. Jika keju terlalu cepat kecokelatan, tambahkan hanya pada 2 hingga 3 menit terakhir&nbsp;: keju akan meleleh dalam sekejap.\n\n\n\nSetiap alat memiliki karakter pemanasan yang berbeda. Waktu memasak sebenarnya berkisar antara 7 hingga 10&nbsp;menit&nbsp;: periksa di pertengahan waktu memasak, lalu setiap menit menjelang akhir, karena pada suhu 205&nbsp;\u00b0C bagian tepinya sangat cepat berubah dari keemasan menjadi gosong.\n\n\n\nSelembar kertas panggang berlubang memudahkan pemindahan pizza dan mencegah keju menempel. Lubang-lubang ini wajib ada, dan jangan pernah meletakkan kertas saja di dalam keranjang panas&nbsp;: kertas akan terbang hingga menyentuh elemen pemanas.\n\n\n\nSajikan dengan apa\n\n\n\nGeser pizza ke atas talenan, biarkan sejenak hingga tidak terlalu panas, lalu potong. Salad hijau sebagai pendamping sudah cukup, dan kedua pizza dapat dipanggang bergantian dengan cukup cepat untuk menjadi hidangan siap dalam 20 menit.\n\n\n\nHidangan penutup yang bisa dimasak selanjutnya di keranjang yang sama&nbsp;: fondant cokelat dengan air fryer.\n\n\n\nJenis pizza lainnya membutuhkan cara memasak yang berbeda. Adonan siap pakai dari toko yang langsung diberi topping membutuhkan suhu 180&nbsp;\u00b0C selama 8 hingga 12&nbsp;menit, pizza beku membutuhkan suhu 170&nbsp;\u00b0C selama 12 hingga 14&nbsp;menit tanpa dicairkan terlebih dahulu, dan sepotong pizza sisa kemarin akan kembali renyah dalam 3 hingga 5&nbsp;menit pada suhu 180&nbsp;\u00b0C.\n\n\n\n\n\n\tPizza dengan air fryer\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tP\u00e2te1 bola adonan pizza segar (siap diolah (sekitar 250 g))1 kucuran minyak zaitun (untuk mengolesi adonan)Garniture60 ml saus tomatkeju mozzarella (diparut atau diiris tipis)3 \u00e0 4 topping pilihan (maksimal (misalnya ham, jamur, zaitun, paprika, dll.))\t\n\t\n\t\tPr\u00e9parationBagi bola adonan menjadi dua bagian sama besar.Pipihkan setiap bagian menjadi lingkaran berdiameter sekitar 18 cm (sesuaikan dengan keranjang air fryer).Olesi permukaan atas setiap lingkaran adonan dengan minyak menggunakan kuas.Cuisson au air fryerLetakkan satu lingkaran adonan ke dalam keranjang, dengan sisi yang diolesi minyak menghadap ke bawah.Panggang adonan tanpa topping terlebih dahulu selama 3 menit pada suhu 205 \u00b0C.Balik lingkaran adonan.Oleskan saus tomat pada sisi yang sudah dipanggang, dengan menyisakan bagian tepi tanpa saus.Sebarkan topping pilihan secara merata.Tambahkan keju mozzarella.Lanjutkan memanggang selama sekitar 5 menit pada suhu 205 \u00b0C, hingga bagian bawah dan tepinya berwarna keemasan serta kejunya meleleh.Panggang pizza kedua dengan cara yang sama.FinitionPindahkan pizza ke atas talenan dan diamkan sebentar hingga agak hangat.Potong dan sajikan.\t\n\t\n\t\tMetode utama : resep ini dirancang untuk adonan segar mentah yang dipanggang terlebih dahulu tanpa topping, lalu diberi topping. Pemanggangan awal (3 menit) mencegah keju menjadi kecokelatan dan saus mendidih sebelum bagian dasar matang, karena air fryer terutama memanaskan dari atas.\nBalik setelah pemanggangan awal : sisi yang sudah keemasan menjadi alas saus yang lebih kering dan tidak mudah lembek, sementara sisi yang masih pucat bersentuhan dengan keranjang panas.\nOlesi minyak sebelum meletakkan sisi berminyak di bawah : membuat adonan lebih renyah dan mengurangi risiko menempel pada keranjang saat dibalik.\nTakaran &amp; topping berlebih : gunakan sekitar 125 g adonan untuk setiap lingkaran berdiameter 18\u201320 cm. Batasi jumlah saus dan gunakan maksimal 3\u20134 topping agar tidak terlalu berair dan pizza tidak lembek.\nPenyesuaian : jika keju terlalu cepat kecokelatan, tambahkan mozzarella hanya pada 2\u20133 menit terakhir. Tergantung alat yang digunakan, total waktu memasak bisa bervariasi (sekitar 7 hingga 10 menit) : periksa sejak separuh waktu memasak, lalu setiap menit menjelang akhir.\nPilihan : kertas roti berlubang dapat digunakan (jangan pernah menaruhnya tanpa makanan di dalam keranjang panas). Untuk adonan siap pakai tanpa pemanggangan awal : 180 \u00b0C, 8\u201312 menit. Untuk pizza beku : 170 \u00b0C, 12\u201314 menit (tipis) atau 180 \u00b0C, 14\u201316 menit (tebal). Memanaskan ulang sepotong pizza : 180 \u00b0C, 3\u20135 menit. Calzone : 200 \u00b0C, 15\u201318 menit, balik pada pertengahan waktu memasak.\n\t\n\t\n\t\tPlat principalItalienne","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/172371","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=172371"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/172371\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166427"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=172371"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=172371"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=172371"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}