{"id":171909,"title":"Fondant cokelat dengan air fryer","modified":"2026-09-18T22:31:48+02:00","plain":"Cokelat hitam 70&nbsp;%, mentega, telur, empat ramekin, dan 9&nbsp;menit pada suhu 180&nbsp;\u00b0C di dalam keranjang.\n\n\n\nLapisan luar berbalut kakao terbelah saat disentuh sendok, dan bagian tengahnya mengalir ke piring, masih mengilap. Sementara itu, bagian tepinya tetap kokoh&nbsp;: tidak mengilap, sedikit terlepas dari ramekin. Air fryer bekerja seperti oven konveksi kecil, dengan sumber panas yang dekat dengan ramekin&nbsp;: 15&nbsp;menit persiapan, 8 hingga 9&nbsp;menit pemanggangan, empat porsi hidangan penutup.\n\n\n\nHidangan penutup porsi tunggal lainnya yang dipanggang dalam ramekin&nbsp;: kustar telur dengan air fryer.\n\n\n\nApa itu fondant cokelat&nbsp;?\n\n\n\nCokelat hitam untuk baking, mentega, telur utuh, kuning telur, gula, sedikit tepung terigu, dan sejumput garam. Kata fondant menggambarkan hasilnya&nbsp;: kue yang bagian tengahnya tetap cair. Kue ini juga disebut mi-cuit, atau coulant.\n\n\n\nKuncinya terletak pada kontras antara lapisan luar dan bagian tengah. Bagian luar mengeras menjadi lapisan tipis yang cukup kokoh untuk tetap utuh saat dikeluarkan dari cetakan&nbsp;; bagian tengahnya mempertahankan lemak kakao yang cair. Tepung terigu sebanyak 40&nbsp;g sudah cukup untuk membentuk struktur ini&nbsp;; jika lebih, hasilnya menjadi kue cokelat biasa.\n\n\n\nCamilan manis lain yang bisa dimasak dalam keranjang&nbsp;: bugnes dengan air fryer.\n\n\n\nDari bistro ke keranjang air fryer\n\n\n\nFondant menjadi hidangan tetap dalam menu bistro karena alasan sederhana&nbsp;: kue ini disajikan tepat saat siap, panas, berwarna gelap, dengan bagian tengah yang nyaris meluap. Tambahkan satu skup es krim vanila di sampingnya, dan kontras keduanya melengkapi kenikmatannya.\n\n\n\nAir fryer tidak mengubah adonannya, melainkan skala memasaknya. Empat porsi dalam satu keranjang alih-alih menyalakan oven besar tanpa perlu, panas yang cepat naik, dan waktu pemanggangan yang dihitung menit demi menit.\n\n\n\nUntuk camilan manis yang cepat dibuat, coba kacang karamel dengan air fryer.\n\n\n\nBahan utama fondant cokelat\n\n\n\nCokelat hitam untuk baking sebanyak 120&nbsp;g dengan kandungan kakao 70&nbsp;% memberikan cita rasa utama sekaligus lemak kakao yang membuat bagian tengahnya lembut seperti sutra. Mentega sebanyak 80&nbsp;g menambahkan lemak, kilap, dan kelembutan.\n\n\n\n2&nbsp;butir telur utuh membentuk struktur&nbsp;: saat menggumpal di bagian tepi, telur membentuk lapisan luar. Tambahan 2&nbsp;kuning telur memiliki fungsi lain, yaitu menyumbangkan lemak dan daya emulsifikasi sehingga bagian tengahnya menjadi lembut seperti krim. Gula sebanyak 60&nbsp;g memberikan rasa manis dan menjaga kelembutan kue.\n\n\n\nTepung terigu diayak, sementara sejumput garam menonjolkan rasa cokelat dan menyeimbangkan rasa pahitnya. Mentega dan bubuk kakao tanpa gula untuk melapisi cetakan tidak dicampurkan ke dalam adonan&nbsp;: keduanya memastikan kue mudah dikeluarkan dengan utuh dan permukaannya berwarna gelap pekat, tanpa lapisan pucat yang ditinggalkan tepung terigu.\n\n\n\nPanduan teknis\n\n\n\nRamekin sangat menentukan hasilnya&nbsp;: diameter 7 hingga 8&nbsp;cm, tidak terlalu dalam, dan hanya diisi hingga tiga perempat tinggi cetakan. Jika cetakan lebih tinggi, bagian atas akan kecokelatan sebelum bagian dasarnya mengeras.\n\n\n\nPanaskan terlebih dahulu hingga 180&nbsp;\u00b0C dan susun ramekin dalam satu lapisan, beri jarak satu sama lain dan jauhkan dari elemen pemanas&nbsp;: udara harus dapat bersirkulasi di sekeliling masing-masing ramekin. Tabel waktu memasak dengan air fryer memberikan panduan untuk hidangan lainnya.\n\n\n\n8 hingga 9&nbsp;menit, tanpa membuka keranjang. Setiap kali keranjang dibuka, suhu turun dan kontras antara bagian tepi dan tengah menjadi kurang tegas.\n\n\n\nPeriksa dari tampilannya&nbsp;: bagian tepi tidak mengilap dan sedikit terlepas dari cetakan, sementara bagian tengah masih mengilap dan bergoyang. Satu potong kotak cokelat hitam yang diselipkan ke tengah adonan membuat bagian tengahnya semakin lumer.\n\n\n\nDiamkan 2&nbsp;menit sebelum mengeluarkannya dari cetakan agar lapisan luar menjadi kokoh. Lepaskan bagian tepinya, balikkan, taburi gula bubuk, lalu sajikan.\n\n\n\nHidangan penutup yang disantap dengan sendok tanpa dimasak sama sekali&nbsp;: adonan kukis mentah.\n\n\n\nKeranjang air fryer juga menghasilkan kukis dengan air fryer yang lezat dan hazelnut panggang untuk ditaburkan di atas es krim. Untuk hidangan klasik Amerika, brownies, kukis Amerika, dan kue wortel menawarkan kenikmatan serupa.\n\n\n\n\n\n\tFondant cokelat dengan air fryer\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tP\u00e2te120 g cokelat hitam untuk membuat kue (70 % kakao)80 g mentega2 telur utuh2 kuning telur60 g gula pasir40 g tepung terigu (diayak)1 jumput garamPour les ramequinsmentega (untuk melapisi ramekin)bubuk kakao tanpa gula (untuk melapisi ramekin)Pour servirgula bubuk\t\n\t\n\t\tPr\u00e9parationOlesi bagian dalam ramekin (dasar dan dindingnya) dengan mentega yang cukup banyak, lalu taburi dengan bubuk kakao. Ketuk-ketuk untuk membuang kelebihannya.Patahkan cokelat menjadi potongan kecil dan potong mentega menjadi dadu. Lelehkan cokelat dan mentega bersama dengan cara ditim atau menggunakan microwave (dengan interval 20 detik), lalu aduk hingga licin dan biarkan hingga hangat.Kocok telur utuh, kuning telur, dan gula hingga campuran berwarna pucat.Tuangkan cokelat leleh yang hangat ke dalam campuran telur, lalu kocok hingga adonan tercampur rata.Tambahkan tepung terigu yang sudah diayak dan garam, lalu aduk secukupnya hingga tercampur, jangan mengaduk adonan berlebihan.Bagi adonan ke dalam ramekin, isi hingga tiga perempat penuh.Cuisson au air fryerPanaskan air fryer terlebih dahulu hingga 180 \u00b0C.Letakkan ramekin di dalam keranjang dengan jarak yang cukup, agar tidak saling bersentuhan atau menyentuh elemen pemanas.Panggang selama 8 hingga 9 menit pada suhu 180 \u00b0C tanpa membuka keranjang. Bagian tepinya harus sudah set dan bagian tengahnya masih bergoyang.FinitionDiamkan selama 2 menit. Sisipkan bilah pisau di antara fondant dan dinding ramekin, lalu balikkan ke atas piring dan keluarkan dari cetakan.Taburi dengan gula bubuk dan segera sajikan.\t\n\t\n\t\tTips memanggang: Rentang waktu pemanggangan yang tepat sangat sempit: pada suhu 180&nbsp;\u00b0C dalam ramekin berdiameter 7 hingga 8&nbsp;cm, 8&nbsp;menit menghasilkan bagian tengah yang sangat cair, 8 hingga 9&nbsp;menit menghasilkan keseimbangan yang pas, 10&nbsp;menit menghasilkan kue lembut tanpa bagian tengah yang meleleh. Jangan membuka keranjang (setiap kali dibuka, suhunya akan turun). Perhatikan tanda-tanda visualnya: bagian tepi tampak tidak mengilap dan sudah set, bagian tengah masih bergoyang, permukaannya baru mulai retak dan mengilap; tusuk gigi yang ditancapkan harus keluar dalam keadaan lembap.\nMengeluarkan dari cetakan: Lapisi ramekin dengan mentega yang cukup banyak, lalu bubuk kakao (bukan tepung terigu). Tunggu tepat 2&nbsp;menit sebelum mengeluarkannya dari cetakan: jika terlalu cepat, kue akan ambruk; jika terlalu lama, bagian tengahnya akan memadat.\nVariasi &amp; persiapan awal: Adonan dapat disimpan selama 24&nbsp;jam di lemari es (sudah di dalam ramekin dan ditutup); keluarkan 10&nbsp;menit sebelum dipanggang dan tambahkan waktu panggang 1 hingga 2&nbsp;menit jika masih dingin. Adonan yang dibekukan dalam ramekin dapat langsung dipanggang tanpa dicairkan (+2&nbsp;menit). Pilihan untuk memperkuat rasa kakao: tambahkan 1 sendok teh kopi instan ke dalam adonan.\n\t\n\t\n\t\tDessertFran\u00e7aise","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/171909","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=171909"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/171909\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166424"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=171909"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=171909"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=171909"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}