{"id":168750,"title":"Tart Pir Frangipane Bebas Gluten","modified":"2026-08-28T15:38:23+02:00","plain":"Menginginkan tart yang kokoh dengan dasar renyah dan isian krim badam yang lembut meleleh? Buah pir dipanggang hingga pas: bentuknya tetap cantik dan sari buahnya meresap lembut, melembapkan lapisan frangipane di bawahnya. Olesan marmalade hangat memberikan kilau yang menggugah selera. Tampilannya terlihat anggun layaknya kreasi toko pastri, padahal langkah pembuatannya sangat mudah diikuti. Resep ini melengkapi koleksi kue bebas gluten saya yang lain.\n\n\n\nPilihan hidangan penutup buah dan krim lainnya: clafoutis aprikot dan rosemary bebas gluten.\n\n\n\nApa Itu Tart Pir Frangipane?\n\n\n\nSajian ini merupakan tart pir klasik di atas bantalan frangipane badam (almond), yang dalam tradisi pastri Prancis populer dengan nama tarte Bourdaloue. Dalam versi Chef Rommel Reyes, dasarnya tidak menggunakan p\u00e2te sucr\u00e9e biasa, melainkan kulit biskuit ala graham buatan sendiri yang bebas gluten dan vegan, menghadirkan tekstur renyah yang kontras. Di atasnya dilapisi frangipane badam yang gurih-manis, lalu ditata dengan irisan tipis pir D'Anjou yang terpanggang keemasan dan sedikit terkaramelisasi di dalam oven.\n\n\n\nResep ini dirancang khusus agar bebas gluten dan bebas laktosa, serta dapat disesuaikan menjadi versi vegan lewat sedikit substitusi pada adonan frangipane. Hasil akhirnya menyajikan perpaduan tiga tekstur yang harmonis: renyahnya kulit biskuit, lembutnya krim badam, dan segarnya buah pir yang empuk.\n\n\n\nBahan-Bahan Utama\n\n\n\nDasar tart terbuat dari biskuit ala graham yang dihancurkan hingga menjadi remahan sangat halus, lalu dipadatkan bersama mentega nabati leleh. Untuk versi buatan sendiri, biskuit ini dapat diracik menggunakan minyak zaitun sebagai pengganti mentega nabati serta gula muscovado alih-alih gula pasir putih rafinasi.\n\n\n\nFrangipane dibuat dari tepung badam (almond meal), gula, garam, lemak nabati, dan bahan pengikat berupa tepung serbaguna bebas gluten atau tepung maizena. Teksturnya harus tetap lembut berkrim dan mudah dioleskan agar dapat diratakan dengan rapi di dasar tart sebelum diberi buah. Dalam perbandingan antara tepung kelapa dan tepung badam, tepung badam adalah pilihan terbaik untuk resep ini.\n\n\n\nPir D'Anjou dipilih karena keunggulannya yang khas: daging buahnya lembut, manisnya pas, dan bentuknya tetap kokoh saat dipanggang tanpa menjadi lembek berair. Pir D'Anjou tetap berwarna hijau segar meski sudah matang, dan ukurannya pas untuk porsi tartelette individual. Di dalam oven, sarinya memberi kelembapan alami yang pas pada adonan frangipane.\n\n\n\nSebagai sentuhan akhir, selai marmalade yang dihaluskan, diencerkan dengan sedikit air, lalu dipanaskan, dioleskan sebagai glasir (glaze) berkilau. Anda juga dapat melengkapinya dengan taburan kacang pistacio cincang atau taburan gula halus.\n\n\n\nKrim badam lembut juga menjadi bintang utama pada kruasan badam bebas gluten dengan selai buah beri merah.\n\n\n\nPanduan Teknis dan Kiat Sukses\n\n\n\nResep ini ditakar berdasarkan berat dalam satuan metrik demi menjaga presisi rasa dan tekstur. Jika Anda perlu menyesuaikannya, gunakan timbangan dapur atau konverter satuan alih-alih sekadar mengira-ngira.\n\n\n\nKulit Biskuit: Kehalusan, Tekanan, dan Suhu Dingin\n\n\n\nHancurkan biskuit hingga menjadi remahan yang sangat halus menggunakan food processor atau rolling pin. Semakin halus remahannya, semakin padat dan kokoh dasar tart tanpa rongga udara. Tambahkan mentega nabati leleh sebagai pengikat, lalu tekan kuat-kuat pada bagian dasar dan dinding cetakan hingga ketebalannya merata.\n\n\n\nGunakan cetakan tartelette berdiameter sekitar 10 cm dengan kedalaman 2 cm. Kulit tart harus benar-benar padat agar mampu menopang isian frangipane dan irisan pir tanpa mudah retak. Sebelum diisi, simpan selama 15 menit di dalam kulkas atau freezer agar adonan remahan memadat dan mengeras sempurna.\n\n\n\nFrangipane: Metode Klasik vs Praktis\n\n\n\nDalam seni pastri klasik, frangipane dibuat dengan mengocok mentega lunak bersama gula hingga lembut mengembang, lalu memasukkan telur dan disusul bahan-bahan kering. Di sini, Rommel Reyes menggunakan metode yang jauh lebih praktis untuk versi bebas gluten dan bebas laktosa: cukup masukkan semua bahan ke dalam mangkuk, lalu kocok hingga tercampur rata.\n\n\n\nHasilnya adalah adonan yang sangat halus, homogen, dan bertekstur kental. Konsistensinya tetap berkrim dan mudah diratakan tanpa menjadi cair. Untuk versi vegan, gantikan telur dengan krim nabati berkadar lemak 31% atau yogurt nabati.\n\n\n\nBuah Pir: Pemotongan, Pencegahan Oksidasi, dan Penyusunan\n\n\n\nKupas buah pir, belah membujur menjadi dua bagian, lalu rendam sebentar dalam larutan air perasan lemon agar tidak mengalami oksidasi dan berubah kecokelatan. Selanjutnya, iris tipis secara melintang dengan mempertahankan bagian ujung tangkai tetap menyatu: teknik ini membantu menjaga susunan kipas tetap rapi saat diletakkan.\n\n\n\nOleskan adonan frangipane di atas dasar biskuit dan ratakan hingga ke tepiannya. Susun irisan pir di atasnya dengan posisi bagian tangkai mengarah ke tepi cetakan.\n\n\n\nPemanggangan, Pendinginan, dan Pelapisan Glasir\n\n\n\nPanggang pada suhu 180 \u00b0C selama 25-28 menit. Angkat pemanggangan saat warnanya sudah kuning keemasan dan permukaan pir mulai sedikit terkaramelisasi tanpa menjadi hancur. Setelah itu, biarkan dingin pada suhu ruang.\n\n\n\nUntuk glasir, didihkan marmalade bersama sedikit air, lalu oleskan selagi hangat agar selai dapat melapisi permukaan tart dengan tipis merata dan mengilap indah saat mengeras. Beri sentuhan akhir berupa taburan pistacio cincang atau gula halus sesuai selera.\n\n\n\nPilihan hidangan penutup berkrim lainnya adalah flan jeruk sitrus bebas gluten.\n\n\n\nAnda dapat menemukan aneka kreasi lezat lainnya di rubrik resep bebas gluten kami.\n\n\n\nResep ini dikembangkan oleh Chef Rommel Reyes. Temukan berbagai karya lainnya di Instagram, buletin Substack, dan kanal YouTube miliknya.\n\n\n\n\n\n\tTarte poire frangipane sans gluten\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t500 g biskuit graham vegan buatan sendiri250 g mentega bebas laktosa (bebas gluten) (lelehkan)120 g mentega bebas laktosa (bebas gluten) (suhu ruang\/lembut)95 g gula pasir2 g garam120 g tepung almond30 g tepung serbaguna bebas gluten atau tepung maizena60 g krim kental nabati 31%2 telur ukuran besar (suhu ruang)5 buah pir D\u2019Anjou atau jenis pir matang berukuran kecil lainnya20 g kacang pistachio cincang120 g selai marmalade halus20 g air\t\n\t\n\t\tKulit tart remah biskuitHancurkan biskuit graham hingga menjadi remahan halus menggunakan food processor atau rolling pin.Campurkan dengan mentega cair bebas laktosa hingga remahan biskuit menyatu sempurna.Padatkan adonan secara merata pada dasar dan sisi cetakan tartlet (diameter 10 cm, kedalaman 2 cm) hingga ketebalannya seragam.Simpan di dalam kulkas atau freezer selama 15 menit agar dasar tart set dan mengeras.Frangipane almondCampur semua bahan di dalam mangkuk besar, lalu kocok hingga teksturnya lembut, creamy, dan tercampur rata.Penyusunan tartletKupas buah pir dan belah dua memanjang. Rendam potongan pir dalam larutan air perasan lemon agar warnanya tidak mencokelat.Iris tipis pir secara melintang dengan membiarkan bagian ujung atasnya tetap menyatu utuh.Oleskan selapis krim frangipane almond di atas dasar kulit tart biskuit graham, lalu ratakan hingga ke bagian tepinya.Tata irisan buah pir di atas frangipane dengan bagian pangkal mengarah ke tepi cetakan tartlet.Panggang selama 25-28 menit pada suhu 180 \u00b0C hingga berwarna kuning keemasan dan buah pir terkaramelisasi lembut.Keluarkan dan diamkan tartlet hingga dingin pada suhu ruang.Didihkan air bersama selai marmalade, lalu oleskan glasir selagi panas ke atas permukaan tartlet.Taburi dengan kacang pistachio cincang atau taburan gula halus sebagai sentuhan akhir.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168750","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=168750"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168750\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/164306"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=168750"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=168750"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=168750"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}