{"id":163162,"title":"Dakdoritang Autentik &#8211; Ayam Brais Korea","modified":"2026-08-17T19:35:46+02:00","plain":"Ayam brais khas Korea berbumbu gochugaru, dimasak perlahan bersama kentang, wortel, dan kue beras, lalu disajikan di tengah meja.\n\n\n\nPanci diletakkan di tengah meja, merah menyala oleh gochugaru, sementara uapnya menyebarkan aroma bawang putih dan daun bawang ke seluruh ruangan. Ayam dibrais bersama tulangnya hingga dagingnya lepas sendiri, kentang mulai merekah di bagian tepi dan menyerap kuah pedasnya. \n\n\n\nSetiap orang mengambil langsung dari panci: sepotong ayam, satu kue beras, sesendok kuah. Hidangan ini tampak terlalu sederhana untuk mengejutkan, sampai gigitan pertama yang pedasnya langsung terasa.\n\n\n\nDi meja Korea, kimchi rumahan yang enak tak pernah jauh dari panci\n\n\n\nDakdoritang, apa itu&nbsp;?\n\n\n\nDakdoritang adalah hidangan ayam brais Korea yang pedas dan kaya rasa, dibuat dari ayam utuh yang dipotong bersama tulangnya. Kuahnya mengandalkan gochugaru, bukan pasta cabai kental: serpihan cabai ini memberi warna merah terang pada kuah dan menghadirkan pedas yang tegas. \n\n\n\nKecap asin memberi rasa asin dan umami, anggur beras membantu meredam aroma unggas, dan sedikit gula membulatkan keseluruhan rasanya. Potongan kentang yang besar melepaskan cukup pati untuk mengentalkan kuah, sementara wortel dan bawang bombai menambahkan rasa manis yang lembut. Hidangan ini punya tempat tersendiri dalam masakan Korea untuk santapan bersama.\n\n\n\nNamanya masih diperdebatkan. Sejak 1992, Institut Nasional Bahasa Korea lebih mengutamakan dak-bokkeum-tang dan menganggap dakdoritang sebagai bentuk hibrida yang menggabungkan bahasa Korea dak (ayam), bahasa Jepang tori, dan sino-Korea tang (sup). \n\n\n\nSebagian lain meyakini asal-usulnya sepenuhnya Korea, dengan dori berasal dari kata kerja yang berarti \u201cmemotong menjadi beberapa bagian\u201d; dalam penggunaan sehari-hari, doritang pun tak pernah benar-benar ditinggalkan.\n\n\n\nCocok juga untuk disantap bersama&nbsp;: pajeon, panekuk Korea dengan daun bawang muda\n\n\n\nDari kuah bening ke brais merah modern\n\n\n\nVersi merah hidangan ini ternyata lebih baru daripada yang dibayangkan. Sebelum cabai menjadi unsur utama, hidangan ayam brais Korea umumnya berkuah bening dan bercita rasa lada, dengan dasar kecap asin atau air garam hasil fermentasi makanan laut. Kumpulan resep lama menggambarkan ayam yang ditumis dengan minyak wijen, lalu dimasak perlahan bersama daun bawang, garam, dan lada hitam, tanpa cabai merah.\n\n\n\nKata doritang muncul lebih jelas pada tahun 1920-an untuk ayam muda yang dipotong-potong dan dibumbui dengan air garam udang. Cabai merah baru masuk ke rumpun resep ini pada 1946, melalui sebuah dak-bokkeum yang untuk pertama kalinya menggunakannya.\n\n\n\nIdentitas modern hidangan ini terbentuk pada dekade 1970-an. Industrialisasi pascaperang dan pesatnya peternakan unggas membuat ayam semakin melimpah dan terjangkau, sementara kota-kota membutuhkan satu hidangan yang pedas, ekonomis, dan cukup untuk dinikmati beberapa orang. Teknik braising-nya tetap sama&nbsp;: warna merah, rasa pedas, dan kebiasaan menyantapnya bersama dari satu panci kemudian melengkapi karakternya.\n\n\n\nUntuk hidangan Korea yang lebih lengkap, tambahkan bulgogi sapi\n\n\n\nBahan utama dakdoritang\n\n\n\n\n\n\n\nAyam utuh\u2014atau setidaknya paha ayam bertulang\u2014menjadi dasar hidangan ini. Tulang yang dipotong melepaskan sumsum dan kolagen, lemak dari kulit teremulsi ke dalam kuah, dan memberikan tekstur yang tak bisa didapat dari daging tanpa tulang. \n\n\n\nGochugaru adalah sumber utama warna dan rasa pedasnya: umumnya dipakai empat hingga enam sendok makan, cukup untuk memberi warna merah cerah dan menguatkan kuah tanpa membuatnya terasa berat.\n\n\n\nKecap asin memberi rasa asin dan kedalaman, anggur beras membantu meredam aroma unggas, dan membuat aroma bumbu lebih keluar. Kentang yang kaya pati dan dipotong besar-besar akan mengentalkan kuah tanpa mudah hancur. Wortel dan bawang bombai, yang dipotong dalam ukuran besar, tetap utuh sambil melepaskan manis alaminya.\n\n\n\nSajian klasik lain untuk disantap bersama&nbsp;: bibimbap\n\n\n\nBawang putih dan daun bawang ditambahkan menjelang akhir memasak, saat kesegarannya masih terasa di dalam uap. Sedikit gula yang dimasukkan sejak awal akan menyeimbangkan cabai dan kecap asin. Untuk menambah kedalaman rasa, sedikit doenjang, sentuhan gochujang, atau kimchi yang sudah matang bisa digunakan, asalkan tidak mendominasi.\n\n\n\n\n\n\tDakdoritang Autentik - Semur Ayam Pedas Korea\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t750 g drumstick ayam1 batang prei Korea (atau prei muda)1 bawang bombai0.5 wortel150 g dangmyeon150 g kue beras tteokbokki3 cabai Cheongyang (opsional)Saus2.5 sendok makan gula700 ml air120 ml kecap asin2 sendok makan mirin (atau arak masak)1.5 sendok makan bawang putih (cincang halus)0.5 sendok teh jahe (cincang halus)3 sendok makan gochugaru (kasar)1 sendok makan gochugaru (halus)biji wijen (untuk taburan)\t\n\t\n\t\tPersiapanRendam dangmyeon selama 30 menit sebelum mulai memasak.Bilas kue beras tteokbokki sebentar dengan air.Potong wortel menjadi potongan seukuran sekali suap.Potong bawang bombai menjadi potongan seukuran sekali suap.Potong prei Korea sepanjang 5 cm, lalu belah tiap potongan memanjang menjadi dua.MemasakSayat bagian ayam yang tebal agar saus meresap sempurna.Masukkan ayam ke dalam air mendidih, lalu blansir selama 5 hingga 10 menit sampai bagian luarnya memutih.Bilas ayam yang sudah diblansir untuk menghilangkan darah yang menggumpal dan serpihan tulang kecil.Masukkan ayam ke dalam panci. Tambahkan wortel, air, dan gula terlebih dahulu, lalu didihkan.Tambahkan kecap asin, mirin, bawang putih, dan jahe, lalu didihkan kembali.Tutup panci dan masak selama 10 menit dengan api sedang.Setelah wortel matang, tambahkan gochugaru kasar dan halus, bawang bombai, bagian putih prei Korea, dan kue beras, lalu masak selama 5 menit.Setelah gochugaru mengembang dan kuah berkurang, tambahkan dangmyeon dan bagian hijau prei Korea, lalu masak sekitar 5 menit sampai mi matang.Taburi dengan biji wijen, lalu sajikan.\t\n\t\n\t\t\nTambahkan gula lebih dulu agar rasa manis lebih mudah meresap.\nTakarlah kecap asin dengan tepat, karena terlalu banyak akan membuat rasanya cepat menjadi terlalu kuat.\nJika menggunakan gochugaru Cheongyang untuk gochugaru halus, cabai Cheongyang tidak perlu ditambahkan.\nJika memakai cabai Cheongyang, masukkan bersama dangmyeon (bersamaan dengan bagian hijau prei Korea).\nMasukkan bagian hijau prei Korea di akhir agar warnanya tetap segar.\nJika kuah terlalu banyak menyusut, tambahkan sedikit air.\n\n\t\n\t\n\t\tPlat principalCor\u00e9enne","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163162","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=163162"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163162\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/148064"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=163162"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=163162"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=163162"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}