{"id":159788,"title":"Muffin blueberry Amerika autentik","modified":"2026-07-20T16:19:23+02:00","plain":"Muffin tinggi mengembang, sarat blueberry, dengan mahkota kerak gula yang renyah, ala Jordan Marsh dari Boston.\n\n\n\nGigitan pertama mematahkan kerak gulanya yang renyah, sebelum berlanjut ke remah lembut beraroma vanila dengan guratan biru-ungu. Blueberry hadir di setiap gigitan, lembut dan lumer, dengan asam yang pas, sementara kubah keemasannya nyaris meluap dari cetakan. Inilah muffin untuk Minggu pagi, paling nikmat disantap selagi hangat, dengan kerak manis yang sedikit lengket di ujung jari.\n\n\n\nKlasik sarapan lain yang lembut dan harum&nbsp;: roti pisang\n\n\n\nApa itu muffin blueberry&nbsp;?\n\n\n\nMuffin blueberry adalah kue kecil khas Amerika per porsi, yang mengembang berkat baking powder, dengan remah lembut dan bagian atas yang sedikit renyah. Versi ini, yang terinspirasi dari department store Jordan Marsh di Boston, mengandalkan adonan yang kaya, limpahan buah, dan taburan gula yang ditambahkan tepat sebelum dipanggang. Ia berada di ranah sarapan manis yang empuk, seperti pancake Amerika.\n\n\n\nBlueberry beku dicairkan lebih dulu sebelum dimasukkan ke dalam adonan. Sebagiannya dihancurkan untuk memberi semburat biru-ungu pada adonan, sisanya dibiarkan utuh. Mentega memberi cita rasa, sedangkan lemak nabati jenis shortening membantu muffin mempertahankan bentuknya yang tinggi dan membulat.\n\n\n\nMuffin ala Jordan Marsh\n\n\n\nResep ini berasal dari department store Jordan Marsh di Boston, yang terkenal dengan muffin berkubah tinggi dan kerak gula manisnya. Ciri khasnya terletak pada adonan kaya buah, sebagian blueberry yang dihancurkan untuk memberi warna pada remah, dan lapisan gula yang ditaburkan sebelum masuk oven. Detail lainnya&nbsp;: hanya 10 lubang dari 12 yang diisi, sehingga menghasilkan kubah yang tinggi dan penuh.\n\n\n\nUntuk sarapan yang bisa dinikmati bersama, cobalah monkey bread\n\n\n\nBahan utama muffin\n\n\n\nAdonan memadukan dua jenis lemak&nbsp;: mentega tawar untuk cita rasa susu yang kaya dan shortening nabati yang membantu muffin tetap kokoh. Gula memberi warna sekaligus melembutkan remah, telur mengikat dan membentuk struktur, sementara vanila menyempurnakan rasa blueberry.\n\n\n\nCampuran tepung menentukan tekstur&nbsp;: tepung pastry untuk remah yang halus, dan tepung dengan kandungan gluten lebih tinggi untuk menopang kubahnya. Baking powder memastikan muffin mengembang tinggi, garam menyeimbangkan rasa, dan susu full cream memberi kelembapan pada adonan. Blueberry yang sudah dicairkan menyumbang buah, jus, dan warna.\n\n\n\nSentuhan terakhir inilah yang membuatnya istimewa&nbsp;: dua sendok gula yang ditaburkan di atas permukaan muffin sebelum dipanggang membentuk kerak renyah khas muffin Jordan Marsh.\n\n\n\nTekstur dan pemanggangan\n\n\n\nUntuk pencuci mulut yang lebih klasik&nbsp;: cheesecake khas New York\n\n\n\nUkurannya yang besar berasal dari cara membagi adonan&nbsp;: hanya 10 lubang dari loyang berisi 12 yang diisi, sehingga kubahnya bisa tumbuh tinggi dan penuh. Pemanggangan dilakukan dalam dua tahap, dengan semburan panas tinggi di awal untuk memicu pengembangan, lalu suhu yang lebih lembut untuk mematangkan bagian dalam tanpa mengeringkan remah.\n\n\n\nBlueberry perlu sedikit perhatian&nbsp;: sebagian kecil dihancurkan untuk memberi warna pada adonan, sisanya ditiriskan dari sebagian jusnya lalu dibaluri sedikit tepung sebelum dimasukkan, agar tidak tenggelam ke dasar. Adonan cukup diaduk hingga tercampur rata; jika terlalu lama, muffin akan menjadi padat.\n\n\n\n\n\n\tBlueberry Muffin Amerika Autentik\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t4 sendok makan mentega tawar (dilunakkan)4 sendok makan lemak nabati (shortening)200 g gula2 telur1 sendok teh ekstrak vanila375 g blueberry beku (dicairkan)120 g tepung terigu untuk kue130 g tepung terigu protein tinggi0.5 sendok teh garam2 sendok teh baking powder120 ml susu full cream2 sendok makan gula (untuk taburan)\t\n\t\n\t\tCara membuatPanaskan oven hingga 200\u00b0C, lalu posisikan rak di tengah.Siapkan loyang muffin 12 lubang, tetapi isi hanya 10 lubang; olesi permukaan atas loyang dan pasang kertas cup muffin.Kocok mentega dan lemak nabati dengan paddle selama 1 menit hingga lembut.Tambahkan gula, lalu kocok dengan kecepatan sedang selama sekitar 1 menit.Masukkan telur satu per satu sambil terus dikocok dengan kecepatan sedang, lalu kocok lagi sekitar 2 menit 30 detik agar adonan ringan dan berongga.Tambahkan ekstrak vanila, lalu kocok sebentar.Ambil sekitar 75 g blueberry, lalu hancurkan dan sisihkan.Tiriskan sebagian cairan dari sisa blueberry, sekitar 60 ml, sambil tetap menyisakan sedikit cairan.Taburi blueberry utuh dengan 2 sendok makan tepung yang diambil dari campuran tepung, lalu aduk hingga terbalut rata.Campurkan kedua jenis tepung, garam, dan baking powder.Masukkan campuran tepung dan susu secara bergantian sambil mixer tetap berjalan, aduk hanya sampai tercampur rata.Setelah itu, masukkan blueberry yang sudah dihancurkan, lalu blueberry utuh beserta cairannya. Aduk perlahan hingga tercampur.Bagi adonan ke dalam 10 lubang loyang menggunakan scoop es krim, lalu isi cukup penuh hingga membentuk kubah.Taburi permukaan muffin dengan 2 sendok makan gula.Segera masukkan ke oven, lalu panggang selama 5 menit pada 200\u00b0C.Turunkan suhu oven ke 190\u00b0C, lalu lanjutkan memanggang selama 20 menit. Jangan sampai terlalu matang.Dinginkan di atas rak kawat.Lepaskan muffin dari loyang dengan hati-hati.\t\n\t\n\t\tResep ini berasal dari department store legendaris Jordan Marsh di Boston, yang terkenal dengan muffin berkubah tinggi dan kerak gula yang renyah.\nPerpaduan mentega dan lemak nabati memberi rasa yang kaya sekaligus menjaga tekstur muffin tetap kokoh dan cantik.\nSebagian blueberry dihancurkan untuk memberi warna biru keunguan yang khas pada adonan.\nTaburan gula di atas akan membentuk lapisan renyah. Jangan mengaduk adonan berlebihan agar muffin tidak menjadi keras.\n\t\n\t\n\t\tDessertAm\u00e9ricaine","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159788","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=159788"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159788\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/159425"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=159788"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=159788"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=159788"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}