{"id":159057,"title":"Taro, sebenarnya apa itu?","modified":"2026-07-18T15:29:57+02:00","plain":"Apa itu talas? \n\n\n\nTalas adalah umbi-umbian yang berasal dari tanaman tahunan yang secara ilmiah dikenal dengan nama Colocasia esculenta. Bagian tanaman ini yang sering dianggap akar sebenarnya bukan akar, melainkan kormus atau umbi - sejenis batang bawah tanah yang membesar dan dikelilingi sisik. \n\n\n\nKormus yang berbentuk silinder atau bulat ini memiliki kulit cokelat berbulu dan menghasilkan daun besar berwarna hijau, berbentuk hati atau terkadang menyerupai anak panah. Kedua bagian ini, meskipun beracun, tetap dapat dimakan asalkan dimasak dengan benar. \n\n\n\nAda dua spesies utama talas: Eddo (atau Eddoe) dan Dachine (atau Dasheen). \n\n\n\nEddo mencakup talas dengan kormus kecil (150 hingga 300 gram) yang memiliki daging berwarna putih, cenderung kering, serta rasa earthy dan sedikit asam. \n\n\n\n\n\n\n\nDachine merujuk pada talas dengan kormus besar (1 hingga 2 kilogram) yang memiliki daging putih lembut, berurat ungu, dan rasa manis menyerupai hazelnut. \n\n\n\nDi Amerika Selatan juga ada talas Malanga yang mirip dengan spesies pertama, tetapi memiliki kormus yang lebih panjang, cita rasa kacang, dan daging yang lebih renyah dengan warna yang beragam (putih, kuning, merah muda, atau keunguan).\n\n\n\nAsal usul talas\n\n\n\nTalas kemungkinan berasal dari Asia Tenggara. Tanaman ini diduga sebagai salah satu tanaman pangan budidaya tertua di dunia: sisa-sisanya ditemukan pada alat-alat batu yang berasal dari 28000 hingga 20000 tahun yang lalu di Kepulauan Solomon. Saat ini, talas dapat ditanam di wilayah tropis Asia, Afrika, Oseania, dan Karibia. \n\n\n\n\n\n\n\nDi Hawaii, sayuran ini dianggap sebagai leluhur suci masyarakat setempat karena lebih dari 500 tahun yang lalu telah menyelamatkan nyawa para pendatang Polinesia di pulau ini, yang saat itu hanya memiliki sedikit tanaman yang dapat dimakan.\n\n\n\nBagaimana talas dibudidayakan?\n\n\n\nUntuk budidaya talas, Anda dapat memilih menggunakan bijinya atau tunas samping yang muncul dari kormus. Dalam praktiknya, tunas muda yang tumbuh dari satu kormus utama diambil, lalu ditanam. Tunas-tunas ini kemudian akan menjadi tanaman talas baru, yang pada gilirannya akan menghasilkan tanaman lain.\n\n\n\nTalas tumbuh sangat baik terutama di daerah lembap. Namun, talas juga bisa dibudidayakan di daerah yang lebih kering dengan menggunakan sistem irigasi. \n\n\n\nNamun, perlu dicatat bahwa kualitas talas yang dibudidayakan dalam kondisi ini tidak dapat menyaingi talas dari daerah lembap. Di daerah kering, talas cenderung tumbuh lebih lambat dan memiliki tekstur yang lebih kering. Sebaliknya, talas yang tumbuh di lingkungan lembap memiliki tekstur yang lebih lembut dan lebih lengket.\n\n\n\nBagaimana menyiapkan dan memasak talas dengan aman? \n\n\n\nSebagai pengingat, umbi talas mentah beracun dan sangat berbahaya. Umbi ini mengandung oksalat kalsium yang menyebabkan iritasi kulit saat disentuh serta rasa terbakar, nyeri, dan pembengkakan pada mulut dan tenggorokan saat dimakan. Jadi, berhati-hatilah saat menyiapkannya sebelum dimasak.\n\n\n\n\n\n\n\nSebaiknya Anda terlebih dahulu menggunakan sarung tangan saat mengupas kulit talas. Setelah itu, rendam talas dalam air dingin lalu cuci untuk menghilangkan semua kotoran. Selanjutnya, Anda bisa memasaknya sesuai keinginan.\n\n\n\nKormus talas dapat dimasak dengan berbagai cara: direbus, dikukus, disemur, digoreng, dipanggang, dan sebagainya. \n\n\n\nPerlu diperhatikan, sayuran akar ini membutuhkan waktu lama hingga benar-benar matang dan empuk. Misalnya, jika Anda ingin merebus atau mengukusnya, Anda memerlukan 20 hingga 30 menit. Demikian juga, jika Anda ingin menggunakan daun talas, sebelum dimakan Anda harus merebusnya selama 45 menit sambil mengganti air di tengah proses memasak.\n\n\n\nTalas dalam masakan Asia\n\n\n\nDi Asia, talas dapat digunakan untuk membuat banyak hidangan lezat. \n\n\n\nYang paling populer adalah sup talas: kormusnya diiris atau dipotong dadu lalu dimasak bersama daging dan sayuran lainnya. Resepnya berbeda-beda dari satu negara ke negara lain. Dalam masakan Vietnam, ada sup talas dengan udang dan sup talas dengan kangkung serta bebek. \n\n\n\nDalam masakan Jepang, talas dimasak dengan jamur dan pasta miso. Dalam masakan Korea, sup talas toran guk dibuat dengan daging sapi dan ikan kering.\n\n\n\nTalas juga bisa dimasak dengan cara disemur. Di India, talas disemur dengan kari. Di Jepang, ada hidangan terkenal satoimo no nimono, yaitu talas yang disemur dengan bumbu dasar khas negara tersebut seperti dashi, sake, kecap asin, mirin, dan sedikit gula.\n\n\n\nDalam masakan Kanton dan masakan Tiongkok, setelah dikukus, talas dihaluskan menjadi pasta seperti kentang tumbuk dan dimakan sebagai lauk atau digunakan untuk menyiapkan hidangan lain, baik gurih maupun manis. Misalnya, pasta ini dicampur dengan daging babi cincang berbumbu untuk membuat pangsit talas yang sangat renyah (wuhgok atau taro dumpling puff) yang digoreng di wajan, atau dicampur dengan tepung beras ketan untuk membuat kue talas goreng yang dimakan dengan babi, jamur, dan sosis.\n\n\n\nTerakhir, pasta talas manis dapat digunakan sebagai isian mooncake, roti kukus, atau Banh cam. Pasta ini juga bisa dibentuk menjadi bola-bola kecil dan direbus dalam air gula untuk dijadikan hidangan penutup yang menyegarkan saat musim panas. Dan jika Anda penggemar bubble tea, Anda wajib mencoba bubble tea talas!\n\n\n\n\n\n\n\nDi mana membeli talas?\n\n\n\nDi toko bahan makanan, talas umumnya tersedia dalam bentuk umbi utuh atau potongan. Saat membeli, penting untuk memeriksa kualitas talas dengan memperhatikan warna dagingnya. Jika Anda melihat urat berwarna cokelat, itu bisa menjadi tanda bahwa talas sudah rusak.\n\n\n\nPilihan jenis talas yang akan dibeli juga bergantung pada penggunaan yang direncanakan. Untuk hidangan manis, talas Dachine direkomendasikan karena cita rasanya yang khas. Jika Anda berencana membuat keripik atau resep lain yang membutuhkan tekstur lebih kering, Eddo atau Malanga akan menjadi pilihan yang lebih baik. Untuk sup atau semur, varietas talas apa pun bisa digunakan, tergantung tekstur dan rasa yang Anda sukai.\n\n\n\nBagaimana cara menyimpan talas?\n\n\n\nUntuk menyimpan umbi talas utuh, sebaiknya simpan di tempat yang sejuk dan kering. Hindari menyimpannya di kulkas, karena kelembapan dapat membuatnya cepat lembek dan rusak. Untuk umbi talas yang sudah dikupas atau dipotong, talas dapat disimpan dalam wadah kedap udara lalu dimasukkan ke kulkas. \n\n\n\nDisarankan untuk mengonsumsinya dalam 3 hingga 4 hari setelah disiapkan.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159057","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=159057"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159057\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8772"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=159057"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=159057"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=159057"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}