{"id":159055,"title":"Apa Itu Kangkung Air?","modified":"2026-07-18T15:29:57+02:00","plain":"Apa itu kangkung?\n\n\n\nKangkung, yang dikenal secara ilmiah sebagai Ipomoea aquatica, adalah sayuran yang termasuk dalam famili Convolvulaceae, sama seperti ubi jalar. Tanaman ini merupakan herba akuatik atau semiakuatik, dengan batang berongga, halus, dan panjangnya antara 2 hingga 3 meter. Pada batang-batang ini tumbuh banyak daun yang bisa sempit atau lebar. Tanaman ini juga memiliki bunga berbentuk lonceng.\n\n\n\nAsal geografis pasti kangkung masih belum jelas. Menurut berbagai penelitian, tanaman ini mungkin berasal dari Asia, Afrika, atau bagian barat daya kepulauan Pasifik, dan pertama kali dibudidayakan di Asia Tenggara.\n\n\n\n\n\n\n\nTanaman invasif di AS\n\n\n\nSaat ini, kangkung juga telah menyebar ke Amerika Utara. Di Amerika Serikat, sayuran yang sangat subur ini diklasifikasikan sebagai spesies invasif. Dalam iklim yang ideal, seperti iklim tropis atau subtropis, kangkung dapat tumbuh dengan mudah sepanjang tahun, baik di darat maupun di air, terutama pada musim panas. Ironisnya, kemampuan tumbuh inilah yang menjadikannya bahan yang sangat digemari dalam masakan Asia Tenggara.\n\n\n\nLegenda Tiongkok di balik kangkung\n\n\n\nSayuran ini juga dikaitkan dengan sebuah legenda Tiongkok tentang Pangeran Bi Gan, Perdana Menteri Kerajaan Shang. Menurut legenda, ia harus mencabut jantungnya atas permintaan salah satu selir raja, tetapi tetap hidup berkat sebuah mantra.\n\n\n\nKemudian, ia bertemu seorang perempuan yang menjual kangkung dan bertanya kepadanya apakah manusia bisa hidup tanpa jantung, seperti batang berongga tanaman ini. Perempuan itu menjawab tidak, dan hal itu mematahkan mantranya, sehingga ia meninggal seketika.\n\n\n\nKonon, hanya kangkung yang tumbuh di sekitar makamnya. Karena itulah sayuran ini disebut k\u014dng x\u012bn c\u00e0i, yang berarti \"sayuran tanpa hati\" dalam bahasa Mandarin. Sayuran ini juga dikenal dengan nama lain dalam berbagai bahasa, seperti kang kong atau kang kung dalam bahasa Melayu, Indonesia, dan Filipina, rau muong dalam bahasa Vietnam, phak bung dalam bahasa Thailand, dan ong choy dalam bahasa Kanton. \n\n\n\nMenariknya, dalam bahasa Inggris, sayuran ini disebut \"water spinach\" (bayam air), meskipun tidak memiliki hubungan dengan bayam.\n\n\n\nApakah kangkung bisa dimakan? Ya, kangkung dapat dimakan. Batangnya biasanya dikonsumsi setelah dimasak, sedangkan daunnya bisa dinikmati mentah maupun dimasak\n\n\n\nDua jenis kangkung\n\n\n\nAda dua varietas utama kangkung: kangkung hijau dan kangkung putih.\n\n\n\nKangkung hijau, yang juga disebut Ching Quat atau kangkung berbatang hijau, berwarna hijau tua. Batangnya lebih tipis dan lebih kaku, dengan daun sempit dan bunga putih. Varietas ini sering dibudidayakan di tanah yang lembap.\n\n\n\nSementara itu, kangkung putih, yang juga dikenal dengan nama Pak Quat atau kangkung berbatang putih, ditandai dengan batang yang berwarna lebih terang, lebih tebal, dan lebih lunak. Daunnya juga lebih besar dan berbentuk panah. \n\n\n\nVarietas ini cocok untuk lingkungan perairan seperti sawah, sehingga sering ditemukan mengapung di kolam, danau, dan sungai di negara-negara Asia Tenggara.\n\n\n\nSeperti apa rasa kangkung?\n\n\n\nKedua varietas kangkung memiliki rasa yang mirip, mengingatkan pada perpaduan antara bayam dan selada air. \n\n\n\nNamun, tidak seperti bayam, kangkung tidak pahit. Saat disantap, Anda juga bisa merasakan sedikit rasa manis dan sensasi segar.\n\n\n\nKangkung dalam masakan\n\n\n\nBagian kangkung yang umum dikonsumsi adalah daun dan batangnya. Sayuran ini sangat dihargai dalam masakan Asia, terutama di negara-negara Asia Tenggara. Kangkung terutama digunakan dalam sup dan hidangan tumis. \n\n\n\nTumis kangkung mungkin merupakan salah satu hidangan yang paling terkenal. Meskipun resepnya bisa berbeda dari satu negara ke negara lain, secara umum, kangkung ditumis cepat dengan api besar di dalam wajan atau wok, lalu dibumbui dengan bawang putih, bawang, jahe, cabai, serta berbagai rempah dan bumbu. \n\n\n\nDalam masakan Vietnam, kangkung sering dibumbui dengan saus ikan dan saus tiram, sedangkan dalam masakan Indonesia dan masakan negara-negara lain di Asia Tenggara maritim, digunakan pasta udang. Resep Tionghoa-Indonesia menggunakan tauco, yaitu pasta kedelai fermentasi. Dalam masakan Tiongkok, yang lebih umum digunakan adalah saus tiram dan tahu fermentasi, sedangkan versi Kanton menggunakan saus X.O.\n\n\n\n\n\n\n\nAda juga hidangan lain berbahan dasar kangkung, seperti mie kangkung di Indonesia, sup asam manis kangkung yang disebut canh chua di Vietnam, serta salad kangkung ala Vietnam, dan lain-lain.\n\n\n\nBagaimana menyiapkan kangkung untuk dimasak?\n\n\n\nApa pun resep yang Anda pilih, sangat penting untuk menyiapkan kangkung dengan baik sebelum dimasak. Pertama, potong sekitar 5 cm dari ujung batang, kecuali jika batangnya masih sangat muda dan lunak, untuk membuang bagian yang keras dan berserat. \n\n\n\nKemudian, tergantung panjang batangnya, potong menjadi dua atau tiga bagian. Setelah itu, sayuran ini perlu dibilas dengan air dingin secara menyeluruh untuk menghilangkan pasir dan kotoran. Terakhir, tiriskan dengan mengguncangnya untuk membuang kelebihan air, lalu Anda bisa mulai memasaknya.\n\n\n\n\n\n\n\nDi mana membeli kangkung?\n\n\n\nKangkung dijual dalam bentuk ikatan di beberapa toko bahan makanan, pasar petani, toko khusus produk Asia, serta di situs penjualan online. \n\n\n\nNamun, penting untuk dicatat bahwa meskipun sayuran ini murah di negara-negara Asia Tenggara, harganya bisa jauh lebih tinggi di negara-negara Eropa, yakni sekitar 15 euro per kilogram. Saat membeli, pastikan sayurannya segar. Selain itu, terkadang Anda juga bisa menemukan benih kangkung di beberapa supermarket atau di situs penjualan online.\n\n\n\nBagaimana cara menyimpan kangkung?\n\n\n\nKangkung bisa disimpan selama beberapa hari di lemari es dengan menyimpannya di dalam kemasannya, seperti yang Anda lakukan untuk sayuran lain. Namun, sebaiknya jangan mencucinya jika Anda tidak berencana memasaknya segera, karena hal itu dapat mempercepat pembusukan. Idealnya, cobalah mengonsumsinya dalam waktu satu hingga tiga hari agar kualitas terbaiknya tetap terjaga. Tidak disarankan untuk mengonsumsinya jika sudah disimpan lebih dari lima hari.\n\n\n\nManfaat kangkungSaat ini, kangkung dihargai bukan hanya karena sifat antipiretiknya, tetapi juga karena kemampuannya membantu meredakan sembelit yang berkaitan dengan gangguan fungsi hati. Selain itu, kangkung juga digunakan untuk menangani keputihan dan gangguan pencernaan. Daunnya yang dihancurkan juga dapat digunakan sebagai tapal untuk membantu membuka abses kulit.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159055","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=159055"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159055\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8827"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=159055"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=159055"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=159055"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}