{"id":159031,"title":"Tepung Roti Panko, Apa Itu?","modified":"2026-07-18T15:29:57+02:00","plain":"Meskipun namanya terdengar unik, panko sebenarnya hanyalah jenis tepung roti (kata panko berasal dari bahasa Jepang - \"pan\" berarti roti dan \"ko\" berarti tepung). Panko asli selalu dibuat dari jenis roti putih khusus (berbeda dengan roti gandum utuh) yang dibuat tanpa kulit roti dan dipanggang menggunakan arus listrik. \n\n\n\nRoti tersebut diolah menjadi serpihan atau kepingan tipis yang kemudian dikeringkan. Panko digunakan sebagai pelapis ringan dalam masakan Jepang; tepung roti panko juga sering disebut tepung roti Jepang.\n\n\n\nKomposisi panko yang umum terdiri dari tepung terigu, ragi, minyak, dan garam. Panko bukan produk bebas gluten, tetapi hampir selalu vegan.\n\n\n\nPanko vs tepung roti biasa\n\n\n\n\n\n\n\nSebagian besar tepung roti siap pakai yang dijual di toko sangat mirip dengan yang dibuat di rumah \u2013 roti panggang yang dihancurkan, terkadang dengan tambahan bumbu. \n\n\n\nPanko sedikit berbeda dan tidak benar-benar bisa dibuat di dapur rumahan. Panko dibuat dari jenis roti yang sangat spesifik yang menghasilkan serpihan (bukan remah roti) yang lebih ringan, lebih renyah, dan lebih berongga daripada tepung roti biasa. Ini menciptakan tekstur khas yang mengurangi penyerapan minyak, sehingga menjadikannya pelapis yang lebih ringan saat digunakan untuk makanan goreng.\n\n\n\nKegunaan tepung roti panko\n\n\n\nKarena panko lebih ringan dan lebih berserpih daripada tepung roti biasa, panko sangat cocok sebagai pelapis untuk makanan goreng karena menyerap lebih sedikit minyak dan lemak, sehingga hasil akhirnya tidak seberat paniran biasa. \n\n\n\nPanko juga digunakan sebagai taburan renyah untuk resep pasta gratin panggang. Panko dapat dicampurkan ke dalam bakso dan burger vegetarian sebagai pengikat, dan digunakan sebagai pengental untuk sup dan saus (tambahkan satu atau dua sendok makan sekaligus). \n\n\n\nUdang goreng renyah dengan tepung roti panko\n\n\n\nPada dasarnya, panko dapat digunakan sebagai pengganti tepung roti dalam sebagian besar resep, termasuk sebagai taburan, yang sebaiknya dipanggang sebentar terlebih dahulu.\n\n\n\nBagaimana cara memasak dengan panko?\n\n\n\nDalam kebanyakan resep, panko digunakan sebagai pelapis sebelum digoreng atau dipanggang, sebagai taburan renyah untuk hidangan panggang, atau dicampur dengan bahan lain sebagai pengikat. \n\n\n\nKarena panko berasal dari Jepang, ada banyak resep Jepang yang menggunakan bahan ini. tonkatsu (irisan daging babi goreng khas Jepang) adalah filet babi yang dilapisi panko lalu digoreng, sementara kaki fry (tiram goreng), ebi fry (udang goreng), dan korokke (kroket kentang tumbuk) semuanya merupakan hidangan Jepang yang dibalut panko lalu digoreng.\n\n\n\nResep tonkatsu babi saya\n\n\n\nSeperti apa rasa tepung roti panko?\n\n\n\nPanko hampir tidak memiliki rasa; daya tarik utamanya terletak pada teksturnya. Karena panko berbentuk serpihan dan bukan remah roti, panko tidak mudah menggumpal seperti tepung roti dan memiliki lebih banyak permukaan yang bisa menjadi renyah saat dimasak. Panko juga akan menyerap rasa dari bahan-bahan lainnya.\n\n\n\nDi mana membeli tepung roti panko?\n\n\n\nSaat ini Anda bisa menemukannya hampir di mana-mana, tetapi pilihan yang paling aman adalah di toko Asia. Anda juga bisa menemukannya di Amazon lewat tautan ini\n\n\n\nBagaimana menyimpan tepung roti panko?\n\n\n\nPanko sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup dan diletakkan di tempat yang gelap, kering, dan sejuk, seperti lemari dapur. Jika tertutup rapat, panko akan bertahan sekitar dua tahun.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159031","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=159031"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159031\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3072"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=159031"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=159031"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=159031"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}