{"id":159030,"title":"Apa Itu Seitan?","modified":"2026-07-18T15:29:57+02:00","plain":"\"Daging gandum\" sudah ada selama berabad-abad, meskipun nama \"seitan\" (diucapkan SAY-tan) baru muncul jauh belakangan. Meskipun dibuat dari gandum, seitan tidak banyak berkaitan dengan tepung atau roti. \n\n\n\nDipopulerkan oleh para biksu  Buddha, makanan ini awalnya ditemukan dalam masakan Tiongkok dan Jepang sebelum kemudian menyebar ke seluruh dunia seiring berkembangnya veganisme.\n\n\n\nSaat dimasak, seitan sangat mirip daging dari segi tampilan dan tekstur, sehingga menjadi pengganti daging yang sangat populer di kalangan vegetarian dan vegan. Seitan juga dikenal sebagai gluten, protein gandum, atau gluten gandum.\n\n\n\nBurger berbahan seitan yang menggugah selera\n\n\n\nApa itu seitan?\n\n\n\nSeitan menjadi bahan dasar banyak produk vegetarian yang dijual di pasaran seperti sosis Frankfurter tanpa daging, bacon tiruan, dan lainnya. Anda biasanya bisa menemukannya dalam berbagai bentuk, seperti cincangan, irisan, atau potongan memanjang. \n\n\n\nSeitan dapat dibuat sendiri menggunakan tepung gandum utuh (meski prosesnya sangat melelahkan) atau gluten gandum (yang prosesnya jauh lebih sederhana). Seitan dibuat dengan membilas pati dari adonan gandum, sehingga hanya menyisakan gluten yang sangat kaya protein.\n\n\n\nSeperti apa rasa seitan?\n\n\n\nSeitan memiliki rasa gurih yang ringan, agak mirip ayam yang netral atau jamur. Pada dasarnya rasanya lembut, tetapi seitan bisa menyerap jauh lebih banyak cita rasa dari berbagai resep. Misalnya, Anda bisa menggunakannya sebagai pengganti ayam dalam ayam goreng bawang putih dan madu saya.\n\n\n\n\n\n\n\nPopularitas seitan lebih ditentukan oleh teksturnya daripada rasanya. Hal ini terutama terasa jika dibandingkan dengan alternatif lain, seperti tahu atau tempe, yang tidak memiliki tekstur \"berdaging\".\n\n\n\nCara memasak seitan?\n\n\n\nBaik Anda membuatnya sendiri maupun membelinya dalam keadaan siap pakai, seitan tetap perlu dimasak untuk digunakan dalam hidangan vegetarian atau vegan. Menumisnya sebentar dengan sedikit tamari, kecap asin atau shoyu adalah salah satu cara termudah untuk memasak seitan. Anda bisa memasaknya perlahan dengan sedikit bubuk kari dan menambahkan nutritional yeast untuk hidangan yang lezat.\n\n\n\nSeitan sangat enak dipanggang, baik di pemanggang luar ruangan maupun di pan grill dalam ruangan. Cukup olesi dengan saus barbeku favorit Anda lalu panaskan. Sandwich seitan barbeku adalah pilihan yang lezat dan seru untuk acara barbeku Anda.\n\n\n\nSeitan yang dimasak perlahan dalam saus\n\n\n\nAnda bisa menambahkan seitan ke hampir semua resep kari vegetarian, atau memasukkan potongannya ke dalam sup atau semur sebagai tambahan protein nabati. Begitu mulai menggunakannya, Anda akan menemukan banyak cara kreatif untuk memanfaatkan seitan dalam masakan vegetarian dan vegan Anda.\n\n\n\nCara menyimpan seitan?\n\n\n\nAnda bisa menyimpan seitan buatan sendiri di kulkas selama beberapa hari; periksa tanggal kedaluwarsa pada kemasan yang dibeli di toko. Anda juga bisa membekukan seitan yang sudah disiapkan hingga tiga bulan.\n\n\n\nSeitan vs tempeh\n\n\n\nMeskipun seitan dan tempeh memiliki kegunaan yang mirip, keduanya berbeda dalam hal penting. Secara khusus, seitan dibuat dari gandum sehingga mengandung gluten, sedangkan tempeh, produk berbahan dasar kedelai, merupakan bahan yang cocok untuk masakan bebas gluten. Tempeh difermentasi, sehingga lebih mudah dicerna, bahkan bagi orang yang tidak memiliki sensitivitas terhadap gluten.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159030","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=159030"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159030\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3060"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=159030"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=159030"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=159030"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}