{"id":158984,"title":"Apa yang Bisa Dilakukan di Bangkok: 20 Aktivitas, Tur, dan Wisata Wajib","modified":"2026-07-18T15:29:57+02:00","plain":"Bangkok adalah kota yang tak pernah diam\n\n\n\nDi antara kuil-kuil https:\/\/marcwiner.com\/plus-beaux-temples-bangkok\/, street food https:\/\/marcwiner.com\/ou-manger-bangkok\/ dan hiruk-pikuk murni kehidupan sehari-hari, ada begitu banyak hal di sini yang bisa mengisi sebulan penuh tanpa pernah membuat Anda bosan. Namun, aktivitas di luar tempat wisata klasiklah yang membuat perbedaan antara liburan yang bagus di Bangkok dan perjalanan yang tak terlupakan. Entah Anda menonton pertarungan Muay Thai, meluncur di kanal dengan perahu long-tail, atau menikmati koktail saat matahari terbenam di lantai 50, kota ini menawarkan pengalaman yang benar-benar sulit ditemukan di tempat lain.\n\n\n\nPanduan ini mencakup 20 hal terbaik yang bisa dilakukan di Bangkok, dari tamasya ke reruntuhan kuno hingga rooftop bar tempat Anda bisa menghabiskan anggaran dengan cara yang paling menyenangkan. Untuk gambaran menyeluruh tentang kota ini, lihat https:\/\/marcwiner.com\/guide-complet-visiter-bangkok\/.Sungai Chao Phraya: kapal ekspres, menyusuri kanal, dan kapal pesiar\n\n\n\nChao Phraya membelah Bangkok menjadi dua, dan menyusuri air adalah salah satu cara termudah untuk melihat kota dari sudut pandang lain. Ada tiga pilihan utama, dan ketiganya sangat berbeda dari segi harga dan suasana.\n\n\n\nKapal wisata Blue Flag\n\n\n\nPilihan paling praktis. Kapal hop-on\/hop-off ini beroperasi di sungai utama dengan berhenti di situs-situs penting seperti Wat Arun, dermaga Grand Palace, dan Chinatown. Satu perjalanan biayanya 15 hingga 40 baht (kurang dari 1 EUR), dan Anda bisa menaikinya sepanjang hari hanya untuk menikmati panoramanya. Ini sungai yang sama yang dilalui kapal pesiar mahal, hanya saja tanpa buffet dan tagihan fantastis yang menyertainya.\n\n\n\nNaik perahu long-tail di kanal (khlong)\n\n\n\nInilah tamasya yang dilewatkan kebanyakan pelancong, dan kemungkinan besar merupakan aktivitas air terbaik di Bangkok. Sewa perahu long-tail pribadi dari Sathorn Pier atau Tha Chang Pier lalu masuklah ke jaringan kanal Thonburi di tepi barat. Anda akan melewati jalur air sempit yang diapit rumah kayu panggung, kuil-kuil kecil, dan warga yang menjalani aktivitas sehari-hari. Rasanya seperti berada di abad lain.\n\n\n\n\n\n\n\nHarga yang wajar untuk seluruh perahu adalah 1 000 hingga 1 500 baht (26 hingga 40 EUR) total, bukan per orang. Jika seseorang memberi tahu Anda 1 500 hingga 2 000 per orang, balik badan dan negosiasikan langsung di dermaga. Jangan memesan tur kanal yang kemahalan secara online saat Anda bisa mengatur hal yang sama dengan harga jauh lebih murah di tempat.\n\n\n\nPemberhentian terbaik di tengah jalan adalah Artist's House (Baan Silapin), rumah kayu tradisional di tepi kanal tempat pertunjukan boneka diadakan setiap hari. Gratis, tenang, dan inilah jenis tempat yang memperlihatkan Bangkok jauh melampaui pusat perbelanjaan dan kemacetan.\n\n\n\nKapal makan malam\n\n\n\nSejujurnya: kapal makan malam di Chao Phraya terlalu mahal dan mengecewakan. Makanannya berupa buffet yang biasa saja, kapalnya penuh sesak, dan Anda membayar ekstra untuk pemandangan yang pada dasarnya sama dengan dari feri 30 baht (kurang dari 1 EUR). Jika Anda ingin pengalaman matahari terbenam di sungai, lebih baik naik kapal Blue Flag saat golden hour dan hemat lebih dari 2 000 baht (53 EUR).\n\n\n\nPasar dan belanja\n\n\n\nSkala pasar di Bangkok benar-benar luar biasa. Anda bisa menghabiskan seluruh perjalanan hanya untuk menjelajahi pasar dan tetap saja melewatkan puluhan lainnya. Berikut yang benar-benar layak dikunjungi.\n\n\n\nChatuchak Weekend Market\n\n\n\nChatuchak adalah salah satu pasar terbuka terbesar di dunia, dengan lebih dari 15 000 kios yang tersebar di 11 hektare. Pasar ini buka pada hari Sabtu dan Minggu (ada juga versi yang lebih kecil pada Jumat malam dari pukul 18.00 hingga tengah malam, lebih sejuk dan tidak terlalu padat, meskipun tidak semua kios buka).\n\n\n\nWaktu terbaik adalah antara pukul 09.00 dan 10.00 pada Sabtu atau Minggu: toko-toko sudah buka, bus wisata belum datang, dan suhu masih bisa ditoleransi. Antara pukul 13.00 dan 15.00, panas yang terperangkap di bawah atap logam menjadi benar-benar menyengat.\n\n\n\nAturan emas mutlak di Chatuchak: beli saat Anda melihatnya. Pasar ini seperti labirin. Anda tidak akan menemukan kios itu lagi. Jangan meyakinkan diri bahwa Anda akan kembali. Anda tidak akan melakukannya.\n\n\n\nGunakan Clock Tower sebagai titik temu. Saat Anda butuh jeda ber-AC, menepilah ke JJ Mall atau Mixt Chatuchak yang berada tepat di sebelahnya. Naik BTS ke Mo Chit atau MRT ke stasiun Chatuchak Park.\n\n\n\nArea terbaik: pakaian dari desainer muda Thailand di Section 2-4, keramik, dan denim vintage. Dan ambillah es krim kelapa dari salah satu pedagang kaki lima untuk mencegah suhu tubuh Anda mencapai level kritis.\n\n\n\nPasar untuk pecinta kuliner\n\n\n\nWang Lang Market berada di seberang sungai, tepat berhadapan dengan Grand Palais. Di sinilah staf rumah sakit Siriraj dan para mahasiswa makan siang, yang sudah memberi tahu Anda segalanya soal harga dan kualitas. Pengunjungnya hampir sepenuhnya warga lokal; porsi turis sangat minim.\n\n\n\nOr Tor Kor Market berdampingan dengan Chatuchak dan menawarkan beberapa produk segar serta hidangan siap santap terbaik di Bangkok. Tempat ini lebih bersih dan lebih teratur daripada kebanyakan pasar, dengan buah-buahan tropis premium yang tidak bisa ditemukan di kios jalanan.\n\n\n\nKhlong Toei Market adalah pasar yang benar-benar apa adanya: pasar bahan segar tempat warga berbelanja kebutuhan sehari-hari. Tidak ada turis, tidak ada papan berbahasa Inggris, tidak ada latar Instagram. Ini autentik dalam arti kata yang sesungguhnya.\n\n\n\nPasar malam\n\n\n\nJodd Fairs menggantikan Train Night Market Ratchada yang lama dan menjadi pasar malam paling populer. Tempat ini fotogenik, makanannya enak, dan menarik campuran turis serta warga lokal. Turistis, ya, tetapi tetap menyenangkan.\n\n\n\nUntuk sesuatu yang lebih tersembunyi, Srinagarindra Train Night Market (Talad Rot Fai) memang agak jauh, tetapi sangat besar, penuh barang vintage dan antik, dan hampir tidak dikunjungi turis. Jika Anda suka berburu barang unik, perjalanan ke sana layak dilakukan. Owl Night Market (Talad Nok Hook) dekat MRT Purple Line juga masuk kategori yang sama: harga murah, pengunjung lokal, nol turis.\n\n\n\nPusat perbelanjaan\n\n\n\nMBK Center adalah ikon Bangkok untuk elektronik, perbaikan ponsel, dan barang-barang murah. IconSiam adalah pilihan mewah: di dalamnya ada \"pasar terapung\" indoor ber-AC yang sepenuhnya buatan, tetapi sangat praktis saat hari hujan. Platinum Fashion Mall di Pratunam menjual pakaian grosir dengan harga yang membuat fast fashion terlihat mahal.\n\n\n\nPasar terapung: versi tanpa filter\n\n\n\nSetiap itinerary Bangkok selalu memasukkan pasar terapung, dan setiap pelancong mengajukan pertanyaan yang sama: yang mana yang bukan jebakan turis? Berikut jawaban jujurnya.\n\n\n\n\n\n\n\nDamnoen Saduak: sebaiknya dihindari\n\n\n\nDamnoen Saduak adalah pasar terapung paling terkenal, dan itulah tepatnya masalahnya. Tempat ini telah menjadi apa yang sering disebut para pelancong sebagai \"taman hiburan murahan\": kanal beton yang dipenuhi kios suvenir yang menjual barang produksi massal yang sama, harga dinaikkan, dan perahu-perahu penuh turis yang saling bertabrakan.\nKartu pos klasik berisi perahu warna-warni penuh buah? Anda bisa mendapatkannya di sini, tetapi Anda akan membayar mahal untuk semua yang mengelilinginya.\n\n\n\nAda juga penipuan yang umum terjadi: sopir taksi menurunkan Anda di dermaga pribadi yang mengenakan biaya lebih dari 2 000 baht (53 EUR) untuk naik perahu. Dermaga resmi berada lebih jauh di dalam pasar dan biayanya 300 hingga 500 baht (8 hingga 13 EUR). Jika Anda tetap pergi ke sana, lewati dermaga pertama yang Anda lihat.\n\n\n\nAmphawa: pilihan terbaik\n\n\n\nAmphawa buka dari Jumat sampai Minggu dan paling ideal dikunjungi pada akhir sore hingga malam. Makanan adalah daya tarik utamanya, terutama seafood panggang di atas perahu di sepanjang kanal. Suasananya lebih santai daripada Damnoen Saduak, jauh lebih lokal, dan naik perahu untuk melihat kunang-kunang saat matahari terbenam benar-benar layak dilakukan.\n\n\n\nAmphawa berjarak sekitar 15-20 menit dari Maeklong Railway Market, sehingga keduanya bisa digabungkan dalam satu perjalanan.\n\n\n\nKhlong Lat Mayom: pilihan para pecinta makan\n\n\n\nJika Anda lebih peduli makan daripada memotret, Khlong Lat Mayom adalah pasar terapung terbaik di dekat Bangkok. Sekitar 90% pengunjungnya adalah warga lokal, dan makanan adalah alasan mereka datang. Hidangan yang tidak boleh dilewatkan adalah Pla Pao, ikan bakar berlapis garam. Anda juga bisa mengikuti tur perahu singkat ke kebun anggrek terdekat dengan harga 100 hingga 200 baht (3 hingga 5 EUR).\n\n\n\nHanya akhir pekan.\n\n\n\nPilihan lainnya\n\n\n\nTaling Chan dekat dengan Bangkok dan mudah dijangkau, ideal untuk setengah hari. Tha Kha masih jarang dikunjungi turis dan menawarkan suasana yang tenang serta autentik. Dan jika tidak satu pun pasar ini bisa diakses pada akhir pekan, Khlong Bang Luang buka setiap hari dan menawarkan pertunjukan boneka di Artist's House di tepi kanal.\n\n\n\nWisata sehari: Ayutthaya\n\n\n\nAyutthaya pernah menjadi ibu kota Siam selama lebih dari 400 tahun sebelum dihancurkan oleh bangsa Burma pada 1767. Yang tersisa sekarang adalah situs Warisan Dunia UNESCO: kuil-kuil bata yang runtuh, patung Buddha tanpa kepala, dan akar pohon yang perlahan membelit dinding batu.\nTempat ini berada 80 kilometer di utara Bangkok dan merupakan salah satu perjalanan sehari terbaik di kawasan ini. Semacam Pompeii versi kita sendiri, tetapi dengan bonus berabad-abad sejarah Khmer dan Buddha.\n\n\n\n\n\n\n\nCara ke sana\n\n\n\nKereta dari Krung Thep Aphiwat Central Terminal (sebelumnya Bang Sue) adalah pilihan klasik. Kelas tiga biayanya 15 hingga 20 baht (ya, bahkan belum sampai 1 EUR) untuk perjalanan 1 jam 30 menit hingga 2 jam tanpa AC, dengan jendela terbuka dan pedagang keliling yang menjual camilan. Ini adalah pengalaman perjalanan khas Thailand.\nKelas dua ber-AC lebih nyaman dan harganya sedikit lebih mahal.\n\n\n\nMinivan dari terminal lebih cepat tetapi sempit, dengan sopir yang menganggap batas kecepatan sebagai saran samar. Taksi Grab memakan biaya 1 000-1 500+ baht (26-40 EUR) sekali jalan.\n\n\n\nBerangkatlah dari Bangkok sekitar pukul 07.00-08.00 agar Anda bisa memaksimalkan hari sebelum panas tengah hari menjadi tak tertahankan.\n\n\n\nBerkeliling di Ayutthaya\n\n\n\nSaat tiba di stasiun, seberangi jalan dan naik feri kecil (5-10 baht) ke sisi pulau tempat reruntuhan berada. Jangan biarkan sopir tuk-tuk di sisi stasiun mengenakan tarif berlebihan; seberangi sungainya dulu, baru bernegosiasi.\n\n\n\nMenyewa tuk-tuk seharga 200 hingga 300 baht per jam (5 hingga 8 EUR) selama 3-4 jam adalah pilihan paling praktis. Sopir Anda akan menunggu di setiap kuil sementara Anda menjelajah. Negosiasikan total harga sebelum naik.\n\n\n\nSepeda tersedia dengan harga 50-60 baht per hari (sekitar 1,50 EUR), tetapi ini realistis hanya jika Anda dalam kondisi fisik yang baik dan berangkat sebelum pukul 10.00. Setelah itu, panas membuat bersepeda melintasi reruntuhan terbuka menjadi benar-benar berbahaya.\n\n\n\nApa yang harus dilihat\n\n\n\nWat Mahathat memiliki kepala Buddha terkenal yang tertanam di akar pohon beringin, mungkin gambar Ayutthaya yang paling banyak difoto.\n\n\n\nWat Chaiwatthanaram adalah kompleks kuil bergaya Khmer dengan prang (menara) yang megah. Kunjungi pada akhir sore dan siluetnya saat matahari terbenam mengingatkan pada Angkor Wat versi mini.\n\n\n\nTur perahu saat matahari terbenam mengelilingi pulau adalah pengalaman terbaik di Ayutthaya, menurut hampir semua pelancong yang pernah mencobanya. Perahu long-tail mengelilingi reruntuhan antara pukul 16.00 dan 17.00, berhenti di tiga kuil dalam perjalanan. Perahu bersama biayanya sekitar 200 baht per orang (5 EUR); perahu pribadi sekitar 600-800 baht (16-21 EUR). Jangan lupa membawa obat nyamuk.\n\n\n\nJangan pulang tanpa mencicipi boat noodles. Disajikan dalam mangkuk kecil-kecil (Anda mungkin akan menumpuk selusin atau lebih) dan ini adalah spesialisasi Ayutthaya.\n\n\n\nSatu peringatan soal kelelahan melihat kuil: setelah Wat Mahathat dan Wat Chaiwatthanaram, reruntuhan yang tersisa mulai terlihat mirip satu sama lain. Sisihkan total 4 hingga 6 jam dan jangan merasa wajib mengunjungi semuanya.\n\n\n\nAlternatif: Ancient City (Muang Boran)\n\n\n\nJika Anda tidak punya satu hari penuh, Ancient City (Muang Boran) adalah taman di selatan Bangkok dengan replika skala kecil situs bersejarah Thailand. Ini bukan yang asli, tetapi lebih dekat (bisa dicapai dengan BTS lalu perjalanan taksi singkat), tidak terlalu melelahkan secara fisik, dan reproduksinya dibuat dengan baik. Sewa mobil golf untuk berkeliling kawasan.\n\n\n\nWisata sehari: Kanchanaburi\n\n\n\nKanchanaburi memiliki Jembatan di Sungai Kwai yang sangat terkenal berkat filmnya, museum Hellfire Pass, dan Taman Nasional Erawan dengan air terjun tujuh tingkatnya yang tersohor. Ini destinasi yang layak didatangi, tetapi masalahnya adalah: tempat ini berjarak lebih dari tiga jam dari Bangkok untuk sekali tempuh, artinya 6 jam atau lebih di jalan untuk wisata sehari.\n\n\n\nSaran yang hampir bulat dari para pelancong yang pernah melakukannya: jangan mencoba Kanchanaburi sebagai perjalanan sehari. Jika Anda tidak bisa menginap, prioritaskan Ayutthaya. Jika Anda bisa tinggal satu atau dua malam, Kanchanaburi sangat bagus. Perkirakan sekitar 30 hingga 50 EUR per malam untuk akomodasi yang nyaman via Booking.com.\n\n\n\nJika Anda pergi\n\n\n\nKereta berangkat dari Thonburi Station (bukan terminal utama, kesalahan umum yang bisa membuang waktu berjam-jam). Perjalanan melewati bagian-bagian Death Railway, yang indah tetapi lambat dan hanya memiliki kipas angin, tanpa AC.\n\n\n\nMinivan dari Southern Bus Terminal (Sai Tai Mai) memakan waktu sekitar 2 jam 30 menit dengan AC dan merupakan pilihan paling praktis.\n\n\n\nTaman Nasional Erawan adalah sorotan utama bagi kebanyakan pelancong. Air terjunnya memiliki tujuh tingkat dengan kolam berwarna biru kehijauan tempat Anda bisa berenang. Strateginya adalah naik sampai tingkat 7 sejak pagi sebelum pengunjung membludak, lalu turun sambil berenang di setiap tingkat.\nIkan-ikan di air akan menggigiti kaki Anda, yang bisa terasa menyenangkan atau mengkhawatirkan tergantung karakter Anda. Bus terakhir dari Erawan ke kota Kanchanaburi berangkat sekitar pukul 16.00. Jika ketinggalan, Anda akan terjebak di sana.\n\n\n\nMuseum Hellfire Pass secara konsisten digambarkan sebagai salah satu museum Perang Dunia Kedua terbaik di Asia Tenggara, lebih menyentuh dan lebih informatif daripada jembatannya sendiri.\n\n\n\nWisata sehari: Maeklong Railway Market\n\n\n\nMaeklong (Talad Rom Hup) adalah pasar yang dibangun langsung di atas rel kereta yang masih aktif. Delapan kali sehari, para pedagang melipat tenda mereka, menarik barang dagangan mereka, dan memberi jalan bagi kereta yang lewat dengan jarak nyaris hanya 30 sentimeter di setiap sisi. Lalu semuanya dibuka kembali seolah tidak terjadi apa-apa.\n\n\n\nKereta lewat kira-kira pada pukul 06.20, 08.30, 09.00, 11.10, 11.30, 14.30, 15.30, dan 17.40 (cek jadwal setempat karena bisa berubah). Datanglah 15 hingga 20 menit sebelum kereta tiba untuk mendapatkan posisi yang bagus.\n\n\n\nMasuk gratis. Hari kerja tidak terlalu padat. Dan karena pasar terapung Amphawa hanya 15-20 menit jauhnya, Anda bisa menggabungkan keduanya dalam satu perjalanan sore hingga malam.\n\n\n\nMuay Thai: menonton pertandingan atau turun berlatih\n\n\n\nMuay Thai adalah olahraga nasional Thailand, dan menonton pertandingan langsung di Bangkok adalah salah satu pengalaman yang tidak bisa ditangkap lewat layar. Suara tulang kering menghantam tulang rusuk, kerumunan yang bertaruh dan berteriak, tarian ritual Wai Kru sebelum setiap laga. Rasanya mentah dan memukau.\n\n\n\n\n\n\n\nMenonton pertandingan\n\n\n\nRajadamnern Stadium adalah pilihan terbaik untuk pengunjung. Baru-baru ini direnovasi, lokasinya di pusat kota, dan pertandingan Jumat malam menawarkan atmosfer terbaik.\nTiket untuk orang asing berkisar 1 000 hingga 2 000 baht (26 hingga 53 EUR). Ambil kursi di tepi ring jika anggaran Anda memungkinkan. Perbedaan antara tepi ring dan tribun atas sangat besar: dari dekat, Anda mendengar setiap benturan.\n\n\n\nLumpinee Stadium adalah arena bersejarah lainnya, tetapi telah pindah dekat bandara Don Mueang, sehingga kurang praktis bagi kebanyakan pengunjung. Pertandingan pada Selasa dan Jumat malam.\n\n\n\nJika Anda menginginkan sesuatu yang benar-benar lokal, Channel 7 Stadium terkadang menawarkan masuk gratis untuk penonton berdiri pada Minggu sore. Tanpa embel-embel, tanpa kemasan turis, hanya laga mentah dan penonton lokal.\n\n\n\nLatihan\n\n\n\nKelas Muay Thai drop-in tersedia di seluruh Bangkok seharga 300 hingga 500 baht per sesi (8 hingga 13 EUR). Untuk pemula, Khongsittha bersih, modern, dan ramah. Petchyindee Academy memiliki fasilitas yang sangat baik dan kelas yang terstruktur. Untuk sesuatu yang lebih keras, Sor Vorapin dekat Khao San Road telah melatih juara sungguhan.\n\n\n\nSaran logistik utama: pilih gym dekat hotel Anda. Kemacetan Bangkok bisa mengubah perjalanan 5 kilometer menjadi 45 menit penderitaan, dan datang ke kelas Muay Thai dalam keadaan sudah kelelahan karena menunggu di taksi menghilangkan seluruh manfaatnya. Sesi privat harganya 500 hingga 1 500 baht (13 hingga 40 EUR) dan layak jika Anda benar-benar ingin meningkatkan teknik.\n\n\n\nPijat Thailand dan spa\n\n\n\nPijat Thailand tersedia di hampir setiap sudut jalan di Bangkok, mulai dari 200-300 baht per jam (5 hingga 8 EUR) di tempat pijat jalanan. Namun kualitasnya bervariasi dari ajaib hingga menyakitkan, jadi alamatnya penting.\n\n\n\nWat Pho Traditional Thai Massage School adalah acuan utamanya. Tempat ini berada di dalam kompleks kuil Wat Pho, dan di sinilah pijat tradisional Thailand dikodifikasi. Satu jam biayanya sekitar 500 baht (13 EUR). Pengalaman menerima pijatan di tempat yang sama tempat disiplin ini terbentuk menambah dimensi yang tidak akan Anda temukan di tempat pijat anonim di Sukhumvit.\n\n\n\nHealth Land adalah pilihan yang paling sering direkomendasikan pelancong untuk opsi yang andal, bersih, dan kelas menengah. Ada beberapa cabang di kota ini. Pijat dua jam biayanya 600 hingga 800 baht (16 hingga 21 EUR), yang merupakan nilai sepadan yang sangat baik. Sebagai perbandingan, layanan yang sama di Prancis bisa dengan mudah mencapai 150 hingga 200 EUR.\n\n\n\nHindari tempat pijat di Khao San Road, di mana harga dinaikkan dan calonya agresif. Menjauhlah satu jalan ke arah mana pun dan Anda akan menemukan kualitas yang lebih baik dengan biaya lebih rendah.\n\n\n\nJika Anda ragu antara pijat tradisional Thailand (tanpa minyak, banyak peregangan dan titik tekanan) dan pijat minyak, pilih yang tradisional setidaknya sekali.\nPijat minyak memang menenangkan tetapi tersedia di seluruh dunia. Pijat tradisional Thailand, jika dilakukan dengan baik, terasa seperti seseorang mencoba melipat tubuh Anda menjadi empat ke posisi-posisi yang tidak pernah Anda bayangkan bisa dicapai tubuh Anda, dan setelahnya Anda akan merasa sangat lega.\n\n\n\nRooftop bar\n\n\n\nBangkok memiliki lebih banyak rooftop bar daripada hampir kota mana pun di dunia, dan menikmati matahari terbenam dari lantai 50 ke atas layak dirasakan setidaknya sekali. Berikut tempat yang benar-benar perlu Anda tuju.\n\n\n\n\n\n\n\nOctave (Marriott Hotel, Sukhumvit)\n\n\n\nOctave adalah favorit pengunjung tetap dan ekspatriat, dan memang ada alasannya. Tempat ini menawarkan pemandangan 360 derajat, suasana santai tanpa pretensi, dan happy hour dengan diskon 50% untuk koktail sebelum matahari terbenam.\nHarga koktail biasanya 300-500 baht (8 hingga 13 EUR). Datanglah sekitar pukul 17.00 untuk mendapat tempat yang bagus, nikmati beberapa gelas dengan harga diskon saat matahari turun, dan Anda akan mendapatkan pengalaman rooftop khas Bangkok yang lengkap dengan biaya kurang dari 15 EUR.\n\n\n\nTichuca\n\n\n\nPilihan yang lebih muda dan seolah dibuat untuk Instagram. Ada struktur LED raksasa berbentuk \"pohon ubur-ubur\" yang sangat fotogenik. Pengunjungnya lebih muda dan trendi. Harga koktail 400-600 baht (11 hingga 16 EUR). Tempat ini bisa sangat ramai dan meriah saat akhir pekan, yang bisa jadi nilai plus atau minus tergantung apa yang Anda cari.\n\n\n\nVertigo dan Moon Bar (Banyan Tree Hotel)\n\n\n\nAlternatif klasik kelas atas. Restoran terbuka dengan pemandangan panorama. Lebih mahal, tetapi para pengunjung tetap sepakat bahwa pengalamannya lebih sepadan dengan harga dibanding kompetitor lain.\n\n\n\nLainnya yang perlu diketahui\n\n\n\nCielo Sky Bar di Phra Khanong kurang dikenal turis: lebih sepi, lebih terjangkau, pemandangan bagus tanpa pretensi. Above 11 menawarkan menu Peru-Jepang dan pemandangan ke arah taman, dengan suasana tempat orang benar-benar datang untuk menikmati, bukan untuk memamerkan rekening bank mereka.\n\n\n\nYang harus dihindari\n\n\n\nLebua (Sirocco\/Sky Bar) adalah bar terkenal dari film \"Very Bad Trip\", dan konsensus di antara para pelancong hampir bulat: sebaiknya dihindari. Pemandangannya luar biasa. Semua sisanya biasa saja. Penuh sesak, terlalu mahal, stafnya terlalu agresif dan terus mengarahkan Anda ke berbagai area. Tempat ini sepenuhnya hidup dari referensi film tersebut. Lebih baik pilih Octave atau Vertigo.\n\n\n\nDress code dan tips anggaran\n\n\n\nKebanyakan rooftop bar menerapkan dress code smart casual: tidak boleh memakai celana pendek, sandal jepit, atau kaus tanpa lengan. Siapkan pakaian yang pantas jika Anda berencana pergi ke sana.\n\n\n\nStrategi anggaran: datanglah untuk happy hour saat matahari terbenam (17.00-19.00), pesan satu atau dua minuman, nikmati pemandangannya, lalu pergi menghabiskan sisa malam di tempat yang lebih terjangkau. Anda mendapatkan 90% pengalamannya dengan 20% harganya.\n\n\n\nJim Thompson House\n\n\n\nJim Thompson adalah seorang pebisnis Amerika yang membangun kerajaan sutra Thailand setelah Perang Dunia Kedua, sebelum menghilang tanpa jejak di dataran tinggi Malaysia pada 1967. Rumahnya di Bangkok, kumpulan bangunan tradisional jati yang dirakit ulang di sepanjang kanal, sekarang menjadi museum.\n\n\n\nTur berpemandu dalam bahasa Inggris sudah termasuk dalam harga tiket masuk (sekitar 200 baht, atau 5 EUR). Rumah ini ber-AC, sehingga menjadi aktivitas yang sangat baik saat hari hujan. Lokasinya dekat stasiun BTS National Stadium, dan Bangkok Art and Culture Centre (BACC) berada tepat di sebelahnya jika Anda ingin melanjutkan kunjungan. BACC gratis dan menawarkan pameran seni kontemporer yang berganti secara berkala.\n\n\n\nJim Thompson House cenderung memecah pendapat. Pecinta arsitektur dan desain menganggapnya sangat menarik. Jika rumah jati tua tidak menarik bagi Anda, ada cara yang lebih baik untuk menghabiskan waktu.\n\n\n\nLumpini Park dan Benjakitti Forest Park\n\n\n\nRuang hijau Bangkok menawarkan pelarian yang sangat menyegarkan dari beton dan asap knalpot.\n\n\n\nLumpini Park adalah versi tropis Bangkok dari Jardin du Luxembourg: pelari di pagi hari, praktisi Tai Chi saat fajar, dan biawak raksasa berjalan-jalan di sekitar kolam. Biawak-biawak ini tidak berbahaya, meskipun bisa mengejutkan ketika panjangnya dua meter dan menyeberang jalan tepat di depan Anda. Masuk gratis.\n\n\n\nBenjakitti Forest Park lebih baru dan, menurut banyak pengunjung, lebih baik. Taman ini memiliki jalur pejalan kaki yang ditinggikan yang menghubungkannya ke Lumpini, dan pengalaman berjalan di atas kanopi seperti ini nyaris hanya ada di Bangkok.\nPada malam hari, jalur-jalur itu menyala dan pemandangan skyline-nya sangat layak dilihat. Jalan-jalan malam di sini menyelamatkan Anda dari panas siang hari dan memberi Anda salah satu pengalaman gratis terbaik di Bangkok.\n\n\n\nKedua taman ini gratis. Keduanya bisa diakses dengan BTS\/MRT.\n\n\n\nChinatown dengan berjalan kaki\n\n\n\nChinatown Bangkok (Yaowarat) paling ideal dijelajahi dengan berjalan kaki, sebaiknya pada akhir sore ketika panas mulai turun dan papan neon mulai menyala. Arteri utamanya, Yaowarat Road, adalah deretan toko emas, kios street food, dan lentera merah, tetapi temuan terbaik tersembunyi di gang-gang kecil di sekitarnya (soi).\n\n\n\nUntuk rekomendasi makanan yang lebih rinci di Chinatown, lihat https:\/\/marcwiner.com\/ou-manger-bangkok\/. Untuk Wat Traimit (Kuil Buddha Emas), yang terletak di pintu masuk Chinatown, lihat https:\/\/marcwiner.com\/plus-beaux-temples-bangkok\/.\n\n\n\nSelain gastronomi dan kuil, Chinatown juga memiliki skena bar tersembunyi yang terus berkembang di dalam ruko-ruko lama di sepanjang Soi Nana (jangan bingung dengan kawasan \"Nana\" di Sukhumvit, yang sama sekali berbeda). Teens of Thailand adalah bar gin yang memulai tren ini. Tax, dari kolektif yang sama, mengusung suasana punk-chic dan koktail berbahan dasar cuka.\n\n\n\nKawasan kehidupan malam\n\n\n\nKehidupan malam Bangkok tersusun dalam zona-zona geografis yang berbeda, masing-masing dengan kepribadiannya sendiri. Untuk rekomendasi tempat menginap sesuai preferensi malam Anda, lihat https:\/\/marcwiner.com\/ou-loger-bangkok-quartiers\/.\n\n\n\nKhao San Road adalah markas backpacker. Ember koktail murah (80-150 baht, atau 2 hingga 4 EUR), musik menggelegar yang keluar dari bar, dan kerumunan muda internasional. Tempat ini kacau, berlebihan, dan merupakan jenis tempat yang akan Anda cintai atau hindari sepenuhnya. Sama sekali tidak mewakili kehidupan malam Thailand, tetapi tetap menghibur dengan caranya sendiri.\n\n\n\nThong Lor (Sukhumvit Soi 55) adalah tempat anak muda Thailand dan ekspatriat bersenang-senang. Dress code berlaku ketat (tidak boleh celana pendek, tidak boleh sandal jepit), ada bottle service di klub, dan harganya sesuai suasana. The Commons adalah community mall dengan restoran dan bar yang bagus, ideal untuk minum pembuka malam sebelum masuk lebih jauh ke soi.\n\n\n\nSukhumvit Soi 11 adalah jalan tengahnya: campuran ekspatriat, turis, dan warga lokal, dengan rooftop bar, pub, dan klub yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki satu sama lain.\n\n\n\nRCA (Royal City Avenue) adalah arteri utama klub malam dengan tempat-tempat seperti Route 66 dan Onyx, ditujukan bagi penggemar EDM dan suasana festival. Letaknya agak di luar pusat tetapi populer di kalangan anak muda Thailand.\n\n\n\nUntuk bar koktail, Find the Locker Room (tersembunyi di balik dinding loker) dan Havana Social (masuk lewat bilik telepon di Soi 11) adalah dua alamat speakeasy yang patut dicoba.\nBamboo Bar di Mandarin Oriental adalah bar jazz terbaik di kota ini, mahal dan old-school. Smalls di Sathorn adalah sarang jazz malam dan absinthe favorit para ekspatriat.\n\n\n\nPengalaman budaya di luar kuil\n\n\n\nKelas memasak\n\n\n\nKelas memasak Thailand secara konsisten disebut sebagai aktivitas nonreligi terbaik di Bangkok. Kelas terbaik mencakup kunjungan pagi ke pasar bahan segar tempat Anda membeli bahan sendiri, lalu beberapa jam belajar menyiapkan 3 hingga 5 hidangan dari awal sampai akhir, termasuk membuat pasta kari dengan tangan menggunakan cobek dan ulekan.\n\n\n\nSilom Thai Cooking School adalah pilihan andalan: kunjungan pasar, kelompok kecil, pendekatan praktik langsung. Kelas setengah hari biayanya 1 500 hingga 2 000 baht (40 hingga 53 EUR). Cooking with Poo di Klong Toey adalah kelas komunitas yang menyentuh, tetapi cepat penuh: pesan lewat Booking.com atau situs mereka beberapa hari sebelumnya. Blue Elephant mengajarkan masakan kerajaan Thailand di bangunan kolonial dan merupakan pilihan paling premium dengan harga 3 000-4 000 baht (80 hingga 105 EUR).\n\n\n\nPerbedaan utamanya: kelas yang mengajarkan Anda menyiapkan pasta kari dari nol (alih-alih sekadar membuka pasta kari siap pakai) adalah yang benar-benar layak dibayar. Kelompok kecil dengan kurang dari 10 orang menjamin perhatian yang lebih personal. Untuk rekomendasi kuliner lainnya, lihat https:\/\/marcwiner.com\/ou-manger-bangkok\/.\n\n\n\nPertunjukan tradisional\n\n\n\nCalypso Cabaret di Asiatique adalah pertunjukan kabaret ladyboy yang terkenal. Siam Niramit adalah produksi panggung berskala besar tentang sejarah dan budaya Thailand. Keduanya memang ditujukan untuk turis, tetapi khususnya Siam Niramit merupakan pertunjukan cahaya dan suara yang layak ditonton.\n\n\n\nUntuk sesuatu yang lebih intim, pertunjukan boneka di Baan Silapin (Artist's House) di kanal-kanal Thonburi bersifat tradisional, gratis, dan sejauh mungkin dari pariwisata massal.\n\n\n\nTempat-tempat yang dilewatkan kebanyakan pengunjung\n\n\n\nBang Krachao (Paru-Paru Hijau)\n\n\n\nSebuah pulau yang dipenuhi vegetasi tropis di seberang sungai, tepat berhadapan dengan pusat Bangkok, dapat dicapai dengan perjalanan feri singkat. Sewa sepeda seharga 50-100 baht (1 hingga 3 EUR) dan ikuti jalur beton yang ditinggikan melintasi hutan. Sulit dipercaya bahwa Anda masih berada di kota yang sama.\nKunjungi pasar Bang Nam Phueng pada akhir pekan untuk mencicipi makanan lokal.\n\n\n\nTalad Noi\n\n\n\nKawasan bersejarah dekat Chinatown dengan street art, gang-gang sempit, dan kafe trendi yang bercampur dengan bengkel mobil tua. Mother Roaster, kafe di atas toko suku cadang, menangkap semangat kawasan ini dengan sangat baik. Ini adalah sepotong Bangkok lama yang sedang berubah, secara organik dan bertahap.\n\n\n\nPasar bunga pukul 4 pagi\n\n\n\nPak Khlong Talat, pasar bunga utama Bangkok, paling hidup pada jam-jam sebelum fajar, ketika para pengecer datang membeli bunga segar. Ini bukan atraksi wisata yang diatur, dan justru itulah yang membuatnya menarik. Warna dan skala pemandangan pada pukul 4 pagi tidak terlihat pada jam-jam biasa.\n\n\n\nBenjakitti di malam hari\n\n\n\nSudah disebutkan di atas, tetapi layak diulang: jalur pejalan kaki yang ditinggikan melintasi Benjakitti Forest Park setelah malam tiba, dengan skyline Bangkok yang menyala di sekeliling Anda, gratis dan merupakan salah satu pengalaman kota yang paling sering diremehkan.\n\n\n\nMerencanakan aktivitas Anda: logistik dan transportasi\n\n\n\nSebagian besar aktivitas di pusat Bangkok bisa dijangkau dengan BTS (Skytrain) atau MRT (metro). Untuk sisanya, Grab (setara Uber di Asia Tenggara) adalah solusi utama. Untuk saran rinci tentang transportasi, anggaran, dan cara bepergian tanpa membayar terlalu mahal, lihat https:\/\/marcwiner.com\/preparer-voyage-bangkok\/.\n\n\n\nBeberapa catatan transportasi khusus untuk aktivitas:\n\n\n\nTamasya (Ayutthaya, Amphawa, Maeklong) paling baik dilakukan dengan keberangkatan pagi, idealnya sekitar pukul 07.00-08.00. Kanchanaburi perlu menginap semalam agar benar-benar sepadan.\n\n\n\nPasar terikat pada jadwal yang spesifik. Chatuchak buka Sabtu-Minggu (datang sekitar pukul 09.00-10.00). Amphawa Jumat sampai Minggu (datang pada akhir sore). Khlong Lat Mayom hanya pada akhir pekan.\n\n\n\nRooftop bar terkonsentrasi di sekitar Sukhumvit dan Silom. Rencanakan datang sekitar pukul 17.00 untuk happy hour saat matahari terbenam.\n\n\n\nPertandingan Muay Thai di Rajadamnern paling bagus pada Jumat malam. Pesan tiket Anda lebih awal saat high season.\n\n\n\nBagaimana Bangkok dibandingkan dengan destinasi lain\n\n\n\nJika Anda merencanakan perjalanan yang lebih panjang di Asia Tenggara, ragam aktivitas di Bangkok sangat mampu bersaing dengan destinasi besar lainnya. Tamasya di sini (terutama Ayutthaya) menawarkan dimensi sejarah yang tidak bisa ditemukan dalam tamasya di sekitar Phuket, yang lebih berfokus pada pulau dan pantai. Dibandingkan dengan aktivitas di Bali, Bangkok menukar sawah terasering dan pendakian gunung berapi dengan eksplorasi kota dan pendalaman budaya.\nKedua destinasi menawarkan kelas memasak dan tur kuil yang sangat bagus, tetapi skala dan variasi hal yang bisa dilakukan di Bangkok tetap sulit ditandingi di kawasan ini.\n\n\n\nUntuk panduan lengkap perjalanan Anda ke Bangkok, termasuk tempat menginap, apa yang sebaiknya dimakan, dan cara berkeliling, kembali ke https:\/\/marcwiner.com\/guide-complet-visiter-bangkok\/.\nUntuk petualangan lain di Asia, lihat aktivitas wajib di Hanoi dengan Teluk Ha Long","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158984","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158984"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158984\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/114504"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158984"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158984"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158984"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}