{"id":158973,"title":"Menginap di Mana di Phuket: Panduan Area dan Tempat Terbaik","modified":"2026-07-18T15:29:56+02:00","plain":"Tempat menginap di Phuket terutama bergantung pada jenis perjalanan yang Anda rencanakan. Pulau ini memiliki belasan kawasan yang sangat berbeda satu sama lain, dan masing-masing terasa seperti tempat yang sama sekali berbeda.\n\n\n\nPatong bising dan kacau. Rawai terasa seperti kota kecil tempat separuh penduduknya adalah ekspatriat. Phuket Town tidak punya pantai, tetapi menawarkan kuliner terbaik di pulau ini. Seperti yang kami jelaskan dalam panduan lengkap untuk mengunjungi Phuket, kawasan yang Anda pilih memengaruhi pengalaman liburan Anda jauh lebih besar daripada hotel atau promo tiket pesawat mana pun.\n\n\n\nPanduan ini membahas setiap kawasan apa adanya, dengan kisaran harga yang realistis, realitas transportasi, dan semua hal yang tidak pernah disebutkan dalam brosur wisata. Kami telah mengumpulkan puluhan testimoni dari pelancong yang benar-benar pernah menginap di kawasan-kawasan ini.\n\n\n\nPatong: kawasan yang bising dan praktis\n\n\n\n\n\n\n\nPatong adalah jawaban default ketika orang mencari tempat menginap di Phuket untuk pertama kalinya. Ini adalah kawasan paling berkembang di pulau ini, penuh dengan hotel, restoran, apotek, penjahit, dan agen perjalanan. Semuanya ada dalam jangkauan.\n\n\n\nSebagian besar operator tur menawarkan transfer gratis dari Patong, atau mengenakan biaya lebih murah dibanding dari area lain. Grab mudah ditemukan. Dibanding kawasan lain, ini adalah basis paling praktis di pulau ini.\n\n\n\nKemudahan ini ada harganya. Bangla Road, jalan pusat kehidupan malam, adalah serbuan nyata bagi indra. Lampu neon, dentuman bass yang memekakkan telinga, calo yang menarik lengan Anda setiap beberapa langkah. Di Reddit, para pelancong menggambarkannya dengan kata-kata seperti \u201csuram\u201d, \u201cmencurigakan\u201d, dan bahkan sekadar \u201ctempat yang buruk\u201d. Jika suasana seperti ini cocok untuk Anda, Anda akan sangat menikmatinya. Kalau tidak, Patong akan terasa melelahkan.\n\n\n\nSiapa yang cocok menginap di sini\n\n\n\nPelancong solo yang menginginkan kehidupan malam dan suasana sosial ala hostel. Mereka yang hanya singgah selama tiga hari dan perlu meminimalkan waktu perjalanan. Siapa pun yang ingin berada di tengah keramaian. Hostel Lub d Phuket Patong sering disebut karena kebersihan dan lokasinya di tepi pantai.\n\n\n\nSiapa yang sebaiknya menghindarinya\n\n\n\nKeluarga. Pasangan yang mencari suasana romantis. Perempuan yang bepergian sendiri dan ingin merasa aman pada malam hari. Siapa pun yang mengutamakan ketenangan. Calo yang agresif dan penipuan benar-benar menjadi masalah di sini, dan pantainya sendiri biasa saja dan padat.\n\n\n\nHarga dan logistik\n\n\n\nHostel mulai dari sekitar 300 hingga 500 THB per malam (sekitar 8 hingga 13 EUR). Hotel kelas menengah berada di kisaran 1 500 hingga 3 000 THB (40 hingga 80 EUR). Resor kelas atas mulai dari 5 000 THB (130 EUR) ke atas.\n\n\n\nTransportasinya yang paling baik di pulau ini: Grab tersedia di mana-mana dan tuk-tuk ada di setiap sudut jalan (tetapi tarif tuk-tuk biasanya dinaikkan, jadi lebih baik pilih Grab). Patong berjarak sekitar 20 menit dari Big Buddha dan 15-20 menit dari Kata dan Karon.\n\n\n\nSatu saran yang terus muncul: meskipun Anda menginap di tempat lain, sempatkan pergi ke Bangla Road untuk satu malam. Sekali datang tetap layak. Lihat panduan aktivitas kami untuk ide jalan-jalan lainnya. Namun jangan jadikan tempat ini sebagai basis utama Anda, kecuali jika pesta memang alasan Anda datang.\n\n\n\nKata Beach: pilihan serbaguna terbaik\n\n\n\n\n\n\n\nJika Anda bertanya kepada seratus orang di Reddit tentang tempat menginap di Phuket, Kata akan menang telak. Kawasan ini selalu muncul sebagai tempat terbaik bagi pengunjung pertama kali, pasangan, keluarga, dan pelancong solo. Alasannya sederhana: semuanya berjalan baik di sini tanpa kekurangan besar.\n\n\n\nKata memiliki pusat area yang bisa dijelajahi dengan berjalan kaki, dengan banyak restoran dan kios street food di jalan utamanya (bukan di tepi pantai).\n\n\n\nKata berada sangat dekat dengan salah satu pantai terindah di Phuket, dengan kondisi berenang yang bagus pada musim ramai dan ombak selancar yang cukup baik pada musim sepi. Ada area kecil yang ramai bernama Soi Spiderman jika Anda ingin keluar malam, tetapi suasana umumnya tetap ramah keluarga dan santai.\n\n\n\nTata letak kawasannya\n\n\n\nSemua bisa dilakukan dengan berjalan kaki. Anda bisa pergi dari hotel ke pantai, makan malam di warung kaki lima, membeli tabir surya di 7-Eleven, lalu kembali tanpa pernah membutuhkan taksi. Ini adalah keunggulan besar di Phuket, tempat sebagian besar kawasan memerlukan mobil atau skuter bahkan untuk perjalanan yang sangat pendek. Club Med menempati sebagian besar area tepi laut, sehingga Anda harus memutarinya, tetapi itu hanya detail kecil.\n\n\n\nKata Noi, teluk yang lebih kecil tepat di selatan Kata Beach, layak Anda ketahui. Tempat ini lebih tenang, lebih premium, dan kadang dijuluki \u201copsi rahasia ketiga\u201d bagi mereka yang menginginkan kemudahan Kata dengan keramaian yang lebih sedikit.\n\n\n\nSiapa yang cocok\n\n\n\nHampir semua orang. Pengunjung pertama kali ke Phuket, keluarga dengan anak, pasangan, pelancong solo yang mencari suasana ramah tetapi tetap tenang. Jika Anda ingin kehidupan malam, Patong hanya 15-20 menit dengan Grab. Jika Anda lebih suka ketenangan, berjalanlah ke selatan menuju Kata Noi.\n\n\n\nHarga\n\n\n\nGuesthouse mulai dari sekitar 500 THB per malam (sekitar 13 EUR). Sebagian besar resor kelas menengah berada di kisaran 2 000 hingga 4 000 THB (55 hingga 110 EUR). Beyond Resort Kata sering disebut sebagai salah satu dari sedikit akomodasi dengan akses langsung ke pantai, karena sebagian besar hotel di Kata dan Karon terpisah dari pasir oleh jalan raya. Vila di Kata Noi mulai sekitar 8 000 THB (210 EUR) untuk kelas premium.\n\n\n\nKaron Beach: lebih tenang, lebih luas, sedikit kurang berkarakter\n\n\n\nKaron terletak di antara Patong di utara dan Kata di selatan. Pantainya yang panjang dan lebar terkenal karena pasirnya yang berderit di bawah kaki. Airnya umumnya lebih bersih daripada di Kata atau Patong. Pantainya tidak terlalu ramai, dan seluruh kawasan ini memberi kesan lebih lapang dan lebih tenang.\n\n\n\nKekurangannya adalah soal karakter. Beberapa pelancong menggambarkan Karon sebagai \u201csedikit hambar\u201d dibanding Kata. Restorannya lebih sedikit, pusat kawasan pejalan kakinya lebih terbatas, dan area utamanya bisa terasa cukup generik. Namun jika yang Anda cari adalah pantai besar yang bersih dengan ruang yang lega dan suasana yang damai serta menenangkan, Karon cocok untuk Anda.\n\n\n\nSiapa yang cocok\n\n\n\nKaron secara rutin direkomendasikan untuk perempuan yang bepergian sendiri, karena tempat ini aman dan tenang. Pasangan yang ingin ruang lebih lega di pantai. Keluarga dengan kereta dorong, berkat promenade tepi laut yang panjang, lebar, dan datar. Orang-orang yang mencari lokasi sentral, karena Karon kurang lebih berada di tengah-tengah antara Patong di utara dan Nai Harn di selatan.\n\n\n\nHarga\n\n\n\nHotel mulai dari sekitar 800 THB (sekitar 21 EUR). Resor kelas menengah berkisar dari 2 000 hingga 4 000 THB (55 hingga 110 EUR). Jika ingin memanjakan diri, The Paradox Resort Karon menawarkan penthouse dengan kolam renang infinity pribadi, mulai dari 10 000 THB per malam (260 EUR).\n\n\n\nRawai dan Nai Harn: sisi autentik Phuket\n\n\n\nUjung selatan pulau adalah tempat Phuket berhenti terasa seperti destinasi wisata dan mulai terasa seperti tempat orang benar-benar hidup. Rawai dan Nai Harn adalah dua kawasan bertetangga yang menarik ekspatriat, nomad digital, pelancong jangka panjang, dan siapa pun yang sudah mengenal Phuket lalu memutuskan mencari sesuatu yang berbeda.\n\n\n\nRawai\n\n\n\n\n\n\n\nRawai adalah ibu kota ekspatriat di Phuket. Di sini Anda akan menemukan gym Muay Thai, kafe sehat, brunch ala Barat, ruang kerja bersama, dan pasar seafood tempat warga lokal datang untuk membeli makan malam mereka.\n\n\n\nRasanya seperti kota sungguhan, bukan kawasan wisata. Sewa apartemen bulanan berada di kisaran 10 000 hingga 15 000 THB (260 hingga 400 EUR), itulah sebabnya begitu banyak orang akhirnya tinggal berbulan-bulan.\n\n\n\nSatu detail penting yang perlu diketahui: pantai Rawai tidak cocok untuk berenang. Ini adalah area tempat perahu-perahu berlabuh dan longtail boat merapat. Anda perlu berkendara lima menit ke selatan menuju Nai Harn atau pantai kecil Yanui untuk berenang.\n\n\n\nNai Harn\n\n\n\nNai Harn sendiri sudah cukup menjadi alasan untuk memilih kawasan selatan. Terletak di bagian paling bawah pulau, pantai ini diapit oleh danau dan kuil, dengan Tanjung Promthep (titik matahari terbenam paling terkenal di Phuket) tepat di sebelahnya. Pantainya indah dan jauh lebih sepi dibanding pantai mana pun di pesisir barat.\n\n\n\nPhuket Town memiliki scene kuliner terbaik di pulau ini, tetapi Rawai berada di posisi kedua, terutama untuk seafood. Rawai Seafood Market adalah pasar tempat Anda memilih ikan sendiri lalu memintanya dimasak sesuai pesanan.\n\n\n\nKekurangannya juga nyata\n\n\n\nAnda akan membutuhkan skuter di sini. Taksi mahal dan sulit ditemukan, terutama di sekitar Nai Harn. Lihat panduan transportasi dan anggaran kami untuk tarif dan tips. Perjalanan dari selatan ke bandara memakan waktu 45 hingga 60 menit, dan Chalong Circle, bundaran di jalan utama menuju utara, terkenal sebagai titik kemacetan.\n\n\n\nPada musim sepi (Mei hingga Oktober), Nai Harn bisa memiliki ombak besar yang berbahaya bagi anak-anak kecil. Dan setelah empat atau lima hari, pilihan restorannya bisa mulai terasa itu-itu saja.\n\n\n\nSiapa yang cocok\n\n\n\nTinggal jangka panjang selama satu bulan atau lebih. Nomad digital. Pasangan yang menginginkan romantisme dan ketenangan selama tiga atau empat malam.\n\n\n\nMereka yang sudah sering datang dan sudah pernah merasakan rute Kata\/Patong. Pecinta kuliner yang ingin seafood autentik dengan harga lokal. Ini bukan pilihan ideal untuk keluarga dengan anak kecil, karena trotoarnya minim dan Anda akan membutuhkan kendaraan untuk pergi ke mana-mana.\n\n\n\nHarga\n\n\n\nRelatif terjangkau untuk standar Phuket. Sewa bulanan berada di kisaran 10 000 hingga 15 000 THB (260 hingga 400 EUR). Hotel berkisar dari 1 500 hingga 3 000 THB per malam (40 hingga 80 EUR). Untuk kemewahan, The Nai Harn adalah hotel tepi pantai dengan pemandangan indah, mulai dari 8 000 THB (210 EUR) ke atas.\n\n\n\nBang Tao, Surin, dan Layan: koridor kemewahan\n\n\n\nPesisir barat laut Phuket adalah wilayah para resor. Bang Tao Beach membentang sepanjang enam kilometer, Surin memiliki teluk-teluk kecil yang berbagi pantai dengan hotel bintang lima, dan Layan, di ujung paling utara, adalah salah satu sudut paling tenang di Phuket. Kompleks Laguna, kumpulan resor yang mencakup Banyan Tree, Angsana, dan Dusit Thani, menjadi pusat utama kawasan ini.\n\n\n\nBeberapa orang sangat menyukainya. Pantainya luas dan enak untuk berenang. Kompleks Laguna aman, bersih, dan serba lengkap. Boat Avenue, pusat makan dan belanja di area ini, punya banyak tempat bagus. Jika Anda ingin liburan resor tanpa hampir pernah keluar dari properti, kawasan ini memenuhi kebutuhan itu dengan sangat baik.\n\n\n\nSisi negatifnya\n\n\n\nBang Tao panjangnya enam kilometer. Kedengarannya hebat sampai Anda sadar bahwa berjalan kaki ke restoran dari hotel hampir mustahil. Kawasan ini terasa menyebar dan kurang menyatu. Beberapa pelancong di Reddit menggambarkannya sebagai tempat yang \u201cterlalu steril\u201d dan kurang memiliki karakter Thailand. Kawasan ini jauh dari atraksi selatan seperti Big Buddha dan Tanjung Promthep. Dan harganya termasuk yang paling mahal di pulau ini.\n\n\n\nSurin dan Pansea Beach berbeda lagi. Ini adalah teluk-teluk kecil eksklusif tempat hotel seperti The Surin dan Amanpuri berbagi pasir dengan hanya segelintir tamu. Jika anggaran bukan masalah, Surin adalah salah satu tempat terindah di pulau ini.\n\n\n\nSiapa yang cocok\n\n\n\nPelancong pencari kemewahan dan pasangan bulan madu yang menginginkan privasi. Keluarga yang menginginkan lingkungan aman dan ramah untuk kereta dorong, dengan kolam renang dan klub anak. Orang-orang yang berencana menghabiskan sebagian besar waktu di dalam area resor. Siapa pun yang memiliki anggaran nyaman dan lebih mengutamakan kenyamanan daripada keaslian.\n\n\n\nHarga\n\n\n\nTidak banyak opsi hemat di kawasan ini. Resor kelas menengah berkisar dari 3 000 hingga 6 000 THB (80 hingga 160 EUR). Resor di Laguna mulai dari 10 000 THB (260 EUR) dan bisa cepat melonjak jauh lebih mahal. The Pavilions, kumpulan vila dengan kolam renang, menawarkan privasi total bagi pasangan. The Surin di Pansea Beach adalah pilihan paling prestisius.\n\n\n\nCatatan transportasi: Bang Tao berjarak 20-30 menit dari bandara, lebih dekat daripada kawasan selatan. Tetapi Anda akan membutuhkan taksi atau shuttle untuk berpindah tempat, bahkan di dalam area ini sendiri.\n\n\n\nKamala: pilihan untuk keluarga\n\n\n\n\n\n\n\nKamala adalah desa yang ringkas dan mudah dijelajahi dengan berjalan kaki di pesisir barat, di antara Patong dan Bang Tao. Kawasan ini terus muncul sebagai area terbaik di Phuket untuk keluarga dengan anak kecil.\n\n\n\nAlasannya jelas: pantainya dangkal dan tenang, desanya mudah dijelajahi dengan berjalan kaki, dan sama sekali tidak ada nuansa kawasan hiburan dewasa. Kamala juga berlokasi bagus untuk menjangkau aktivitas terbaik di pulau ini.\n\n\n\nBerbeda dengan Kata atau Karon, di mana jalan raya memisahkan sebagian besar hotel dari pantai, Kamala menawarkan restoran tepi pantai yang benar-benar berdiri di atas pasir. Desa ini punya semua yang dibutuhkan dalam jarak jalan kaki: restoran, 7-Eleven, tempat pijat, dan Cafe del Mar, sebuah beach club yang memungkinkan orang tua menikmati malam yang menyenangkan tanpa atmosfer liar ala Bangla Road.\n\n\n\nBatasannya\n\n\n\nKamala lebih tenang daripada Kata dalam hal variasi restoran. Pilihan tempat makan lebih sedikit, dan kehidupan malam di luar Cafe del Mar nyaris tidak ada. Pantainya juga lebih kecil daripada Bang Tao atau Karon. Tetapi bagi keluarga, kompromi ini sangat sepadan.\n\n\n\nHarga\n\n\n\nUntuk kelas menengah, nilainya lebih baik bagi keluarga dibanding Bang Tao. Guesthouse mulai dari 600-1 000 THB per malam (16 hingga 26 EUR). Sunwing Kamala Beach adalah resor keluarga yang paling sering disebut, dan rutin direkomendasikan karena delapan kolam renang serta area anak-anaknya. Siapkan sekitar 3 000 hingga 5 000 THB per malam (80 hingga 130 EUR).\n\n\n\nPhuket Town: budaya, kuliner, tanpa pantai\n\n\n\n\n\n\n\nPhuket Town adalah satu-satunya kawasan dalam daftar ini yang benar-benar tidak memiliki pantai sama sekali. Pantai terdekat untuk berenang berjarak 30-45 menit dengan taksi. Meski begitu, bagi tipe pelancong tertentu, inilah tempat paling menarik di pulau ini.\n\n\n\nKota tua ini dipenuhi deretan jalan dengan arsitektur Sino-Portugis, rumah toko berwarna-warni, gang kecil yang dipenuhi kafe, dan dunia kuliner yang jauh mengungguli semua kawasan pantai.\n\n\n\nDi Phuket Town-lah Anda bisa mencicipi Moo Hong (perut babi rebus), Kanom Jeen (mi beras dengan kari), Oh Aew (hidangan penutup lokal berbahan es serut), dan kari kepiting di tempat-tempat seperti Raya Restaurant dan One Chun. Pasar Minggu malam di Thalang Road, Sunday Walking Street, adalah salah satu pasar malam terbaik di Thailand selatan.\n\n\n\nBudaya kafe\n\n\n\nPhuket Town memiliki budaya kopi yang nyata. Campus Coffee Roaster, Bookhemian, Dou Brew, Graph. Nomad digital dan pekerja jarak jauh tertarik ke sini karena kafenya punya wifi yang bagus, kopinya berkualitas, dan biaya bekerja seharian di kota ini jauh lebih rendah daripada di resor pantai.\n\n\n\nHal yang perlu diingat\n\n\n\nSebagian besar pelancong merasa dua malam di Phuket Town sudah cukup. Kawasan ini bisa terasa sepi setelah pukul 20.00 di luar hari Minggu. Udaranya terasa lebih panas dibanding kawasan pantai karena tidak ada angin laut. Dan tidak adanya akses langsung ke laut membuatnya menjadi basis yang kurang ideal untuk seminggu penuh, kecuali jika akses ke pantai memang bukan prioritas bagi Anda.\n\n\n\nSiapa yang cocok\n\n\n\nPecinta kuliner. Pelancong hemat dan backpacker. Nomad digital yang menginginkan budaya kafe dan biaya hidup rendah. Pelancong solo yang mencari suasana budaya. Orang-orang yang siap menghabiskan dua malam di sini lalu pindah ke kawasan pantai untuk sisa liburan.\n\n\n\nHarga\n\n\n\nIni adalah kawasan termurah di Phuket, dengan selisih yang cukup jauh. Hostel berkisar 200-400 THB per malam (5 hingga 10 EUR). The Memory at On On Hotel adalah hotel tertua di pulau ini dan pernah menjadi lokasi syuting The Beach; kini hotel tersebut telah direnovasi menjadi hotel butik yang rapi.\n\n\n\nEcoLoft menawarkan kolam renang di rooftop dan kamar modern dengan harga terjangkau. Book a Bed Poshtel adalah pilihan yang disukai pelancong solo. Mad Monkey adalah hostel sosial andalan untuk bertemu orang baru.\n\n\n\nMencapai pantai dari kota sepenuhnya bisa dilakukan. Blue Bus (songthaew) melayani Patong, Kata, dan Karon dengan tarif 40 hingga 50 THB (sekitar 1 EUR). Perjalanan dengan Grab memakan waktu 30 hingga 45 menit tergantung lalu lintas.\n\n\n\nCape Panwa dan Ao Yon: opsi yang tenang\n\n\n\nCape Panwa, di pesisir tenggara, adalah salah satu kawasan yang paling jauh dari jalur wisata utama di Phuket. Di sini Anda terutama akan menemukan resor mewah dan properti residensial. Kawasannya terisolasi, dengan pilihan tempat makan yang terbatas dan nyaris tidak ada hiburan.\n\n\n\nJadi, mengapa kawasan ini tetap layak dibahas? Karena pantai Ao Yon. Semua pantai di pesisir barat (Patong, Kata, Karon, Bang Tao, Kamala) menghadap ke Laut Andaman. Selama musim monsun, kira-kira dari Mei hingga Oktober, pantai-pantai itu bisa memiliki arus balik yang berbahaya dan bendera merah yang melarang berenang.\n\n\n\nAo Yon, karena berada di pesisir timur yang terlindung, tetap tenang sepanjang tahun. Jika Anda mengunjungi Phuket pada musim sepi dan ingin yakin bisa berenang dengan aman, inilah kawasan yang perlu Anda ingat.\n\n\n\nMai Khao: pantai sepi, tidak ada yang lain\n\n\n\nMai Khao berada di ujung paling utara pulau, dekat bandara. Pantainya panjang dan nyaris sepi. Resornya didominasi kelas atas: JW Marriott, Anantara. Nai Yang, pantai tetangga yang dilindungi terumbu karang, menawarkan air yang tenang dan suasana taman nasional.\n\n\n\nMasalahnya, Mai Khao jauh dari segalanya. Big Buddha, Tanjung Promthep, Phuket Town, Patong: semuanya berjarak 45 menit, bahkan bisa satu jam.\n\n\n\nTempat ini tidak benar-benar memberi kesan sedang berada di Phuket. Rasanya seperti resor mewah yang bisa saja berada di mana pun di Asia Tenggara. Bagi mereka yang menginginkan isolasi total dan tidak berencana keluar dari akomodasi, mungkin inilah yang tepat. Untuk semua orang lain, tempat ini terlalu terpencil.\n\n\n\nCara memilih: panduan praktis\n\n\n\nBerikut versi singkatnya, dikelompokkan menurut jenis perjalanan.\n\n\n\nJika ini kunjungan pertama Anda dan Anda ingin aman, menginaplah di Kata. Tempat ini cocok untuk hampir semua orang dan Anda tidak akan menyesal.\n\n\n\nJika Anda datang untuk berpesta, Patong adalah satu-satunya pilihan yang benar-benar masuk akal. Menginaplah di sana untuk kehidupan malamnya dan terimalah segala kekacauannya.\n\n\n\nJika Anda bepergian dengan anak kecil, Kamala adalah pilihan utama. Pantai dangkal, desa yang bisa dijelajahi dengan berjalan kaki, tidak ada suasana yang kurang nyaman. Bang Tao juga bisa cocok jika Anda menginginkan resor yang lebih besar dengan fasilitas lebih lengkap, tetapi lebih mahal dan kurang nyaman untuk berjalan kaki.\n\n\n\nJika Anda bepergian sebagai pasangan dan mencari suasana romantis, Nai Harn selama tiga atau empat malam sulit dikalahkan. Matahari terbenam di Tanjung Promthep, pantai yang tenang, makan malam seafood di pasar Rawai. Kata Noi dan Surin juga merupakan pilihan yang sangat baik.\n\n\n\nJika Anda tinggal sebulan atau lebih, Rawai adalah kawasan tempat komunitas pelancong jangka panjang tinggal. Apartemen terjangkau, gym, makanan enak, dan suasana kota kecil yang nyata.\n\n\n\nJika kuliner dan budaya lebih penting bagi Anda daripada bersantai di pantai, habiskan dua malam di Phuket Town dan cicipi semuanya. Lalu pindahlah ke kawasan pantai.\n\n\n\nJika Anda berkunjung saat musim monsun (Mei hingga Oktober), pesan hotel dengan kolam renang yang bagus di pesisir barat, atau pertimbangkan Cape Panwa untuk berenang di air tenang di pesisir timur.\n\n\n\nBerpindah antar-kawasan\n\n\n\nPhuket tidak memiliki jaringan transportasi umum yang benar-benar memadai. Blue Bus hanya melayani beberapa rute antara Phuket Town dan pantai-pantai, dan kurang lebih hanya itu. Untuk berpindah tempat, Anda punya tiga pilihan.\n\n\n\nGrab adalah solusi paling andal dan paling terjangkau. Aplikasinya berfungsi di seluruh pulau, biayanya hanya sebagian kecil dari yang akan diminta sopir tuk-tuk, dan Anda sudah tahu tarifnya sebelum naik. Unduh aplikasinya sebelum Anda tiba.\n\n\n\nMenyewa skuter hampir wajib jika Anda menginap di selatan (Rawai\/Nai Harn) dan sangat berguna di tempat lain. Tarif sewa berada di kisaran 200 hingga 300 THB per hari (5 hingga 8 EUR). Baca tips praktis kami tentang skuter dan SIM sebelum menyewa.\n\n\n\nNamun perlu diketahui bahwa berkendara di Thailand tidak mengenal ampun, dan biaya medis akibat kecelakaan skuter termasuk salah satu masalah yang paling sering dialami pelancong.\n\n\n\nTuk-tuk adalah pilihan terburuk. Mereka ada di mana-mana tetapi terkenal suka mematok harga berlebihan kepada turis, sering kali meminta tiga hingga lima kali tarif normal. Gunakan hanya sebagai pilihan terakhir.\n\n\n\nSegitiga Patong-Kata-Karon menawarkan akses transportasi terbaik di pulau ini. Jika Anda menginap di salah satu dari tiga kawasan ini, mencapai dua lainnya mudah dan murah. Semakin jauh Anda bergerak ke selatan atau utara, semakin Anda bergantung pada transportasi sendiri.\n\n\n\nMembagi masa menginap antara beberapa kawasan\n\n\n\nUntuk perjalanan seminggu atau lebih, banyak pelancong membagi waktu menginap mereka antara dua kawasan. Kombinasi yang paling umum: dua malam di Phuket Town untuk kuliner dan budaya, lalu sisanya di pantai (biasanya Kata atau Karon). Atau tiga malam di Kata untuk kemudahannya, lalu tiga malam di Rawai\/Nai Harn untuk perubahan suasana.\nLihat juga panduan kami tentang tempat menginap di Bali, dari Ubud hingga Uluwatu.\n\n\n\nBerpindah antar-kawasan cukup mudah dengan Grab, dan sebagian besar hotel sudah terbiasa menerima tamu yang datang dari sudut lain pulau ini. Membagi masa menginap Anda memungkinkan Anda melihat seluruh keragaman Phuket tanpa terjebak di satu kawasan saja yang mungkin tidak sesuai dengan ritme liburan Anda.\n\n\n\nUntuk mengetahui lebih lanjut tentang cara mengatur perjalanan Anda, lihat panduan lengkap Phuket kami.\nUntuk persinggahan Anda di Bangkok, lihat panduan kami tentang tempat menginap di Bangkok, kawasan demi kawasan.\n\n\n\nLihat juga panduan kami tentang tempat menginap di Hanoi dari Old Quarter hingga West Lake","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158973","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158973"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158973\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/114405"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158973"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158973"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158973"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}