{"id":158970,"title":"Apa yang Bisa Dilakukan di Phuket: 20 Aktivitas Favorit Saya","modified":"2026-10-07T10:42:42+02:00","plain":"Phuket punya masalah reputasi yang unik: sebagian orang hanya melihatnya sebagai tempat hostel para penggila pesta dan jet ski yang kelewat mahal, sementara yang lain menganggapnya sebagai titik awal terbaik di Thailand untuk menjelajahi pulau, menyelam, dan mengenal budaya Thailand. Kedua kubu ada benarnya, tetapi menurut saya kubu kedua jauh lebih tepat, dan kamu bisa menghabiskan 2 minggu di sini tanpa sempat melihat semuanya.\n\n\n\nPulau ini menawarkan beragam kegiatan, dari berkayak di gua batu kapur sampai menonton pertarungan Muay Thai di arena Chalong dengan serangan siku yang bertubi-tubi. Berikut 20 aktivitas favorit saya, lengkap dengan pendapat jujur tentang masing-masing aktivitas dan jebakan turis yang tersamarkan oleh halaman Instagram yang cantik.\n\n\n\n\n1. Naik ke Big Buddha dan mengunjungi Wat Chalong\n\n2. Jalan santai di kota tua Phuket\n\n3. Ikut kelas memasak masakan Thailand\n\n4. Menyelam di Laut Andaman dari Phuket\n\n5. Snorkeling di Ao Sane, naik perahu longtail di Rawai\n\n6. Berselancar di Pantai Kata\n\n7. Menghabiskan sehari di Kepulauan Phi Phi\n\n8. Mendayung di Teluk Phang Nga\n\n9. Pergi ke Kepulauan Similan atau Surin\n\n10. Pergi ke Kepulauan Racha dan Coral Island\n\n11. Berlatih Muay Thai di Chalong atau Bang Tao\n\n12. Meluncur dengan flying fox atau naik ATV di pedalaman\n\n13. Menikmati matahari terbenam di Tanjung Promthep\n\n14. Mampir ke titik pandang Karon dan Khao Rang\n\n15. Menikmati matahari terbit di titik pandang Samet Nangshe\n\n16. Mengunjungi Aquaria Phuket\n\n17. Melihat gajah di suaka yang memperhatikan kesejahteraan satwa di Paklok\n\n18. Mengajak anak-anak beraktivitas di Mai Khao\n\n19. Berpesta di Bangla Road atau beach club\n\n20. Menutup malam di Simon Cabaret atau kota tua\n\nBerapa biayanya?\n\nPanduan saya lainnya tentang Phuket\n\n\n\n\n1. Naik ke Big Buddha dan mengunjungi Wat Chalong\n\n\n\nBig Buddha di Bukit Nakkerd: saya naik ke sana sebelum pukul 9:00, sebelum bus wisata datang.\n\n\n\nPatung Buddha dari marmer putih setinggi 45 meter yang berdiri megah di Bukit Nakkerd ini terlihat dari separuh wilayah pulau. Bagi saya, daya tarik utamanya adalah panorama dari puncaknya: saat cuaca cerah pada pagi hari, kamu bisa melihat Teluk Chalong, Kata, Karon, dan pulau-pulau yang tersebar di selatan.\n\n\n\nSaya naik sebelum pukul 9:00, saat tempat parkir masih setengah kosong dan belum ada tongsis yang menyusup ke dalam foto. Menjelang siang, bus wisata berdatangan dan suasananya menjadi sesak. Kamu wajib berpakaian sopan (bahu dan lutut tertutup), kalau tidak, sarung bisa dipinjam gratis di pintu masuk.\n\n\n\nWat Chalong, kuil yang paling banyak dikunjungi di pulau ini, tetap memberi saya kesan sebagai tempat ibadah yang hidup: stupa utamanya menyimpan relik para biksu yang dihormati, dan kompleksnya terawat serta tenang pada pagi hari di hari kerja. Letaknya sekitar 15 menit berkendara, cocok dipadukan dengan Big Buddha untuk wisata budaya selama setengah hari.\n\n\n\n2. Jalan santai di kota tua Phuket\n\n\n\nPada Minggu malam, Thalang Road menjadi tempat pasar malam terbaik di pulau ini menurut saya.\n\n\n\nDi kota tua, saya menemukan sisi Phuket yang sarat sejarah, jauh dari kesan destinasi resor pantai. Ruko bergaya Tionghoa-Portugis di Soi Romanee, dengan fasad pastel dan ornamen besi yang rumit, menjadi tempat berfoto andalan kawasan ini, tetapi bagi saya alasan utama datang ke sini adalah kulinernya.\n\n\n\nLock Tien Food Court adalah pujasera sederhana tempat warga sekitar makan: murah, cepat, autentik. Tu Kab Khao menyajikan kari kepiting di bangunan bersejarah, dan sudah menjadi semacam tempat ziarah bagi para pencinta kuliner. Di restoran Raya, saya menyantap Moo Hong (samcan babi yang dimasak perlahan ala Phuket) dan Gaeng Som (kari asam), hidangan Thailand selatan yang tidak ditemukan di jalanan wisata tepi pantai.\n\n\n\nPada hari Minggu, pasar malam Lard Yai Walking Street memenuhi Thalang Road: padat pengunjung, tetapi bagi saya inilah pasar malam terbaik di pulau ini untuk jajanan kaki lima dan kerajinan lokal. Pada malam-malam lainnya, Chillva Market punya suasana yang lebih lokal, dengan kontainer bekas yang dialihfungsikan, musik live, dan lebih sedikit turis.\n\n\n\n3. Ikut kelas memasak masakan Thailand\n\n\n\nKelas setengah hari berlangsung sekitar 3 sampai 4 jam dan pas untuk mengisi pagi, terutama saat hujan. Saya mengikuti kelas di Blue Elephant Cooking School, yang menempati bekas kediaman gubernur yang telah dipugar di kota tua.\n\n\n\nBiasanya kamu menyiapkan 4 atau 5 hidangan, mulai dari mengunjungi pasar sampai mencicipi semua yang sudah kamu masak. Siapkan sekitar 2.500 sampai 3.500 THB (65 sampai 90 EUR) per orang, tergantung sekolah dan menunya.\n\n\n\nIngin membuatnya lagi di rumah? Resep tom yum kung saya ada di situs ini.\n\n\n\nSaya menulis panduan lengkap tentang masakan Thailand, dan saya juga memasaknya di rumah. Resep pad thai, tom yum kung, dan kari massaman saya ada di situs ini.\n\n\n\n4. Menyelam di Laut Andaman dari Phuket\n\n\n\nPhuket adalah salah satu titik keberangkatan utama untuk menyelam di Laut Andaman, mulai dari sesi pengenalan hingga perjalanan menyelam beberapa hari dengan menginap di kapal (liveaboard). Untuk pengalaman menyelam pertama (Discover Scuba), jangan pelit memilih pusat selam bereputasi baik, karena pengalaman pertama yang buruk bisa membuatmu kapok menyelam selamanya.\n\n\n\nPusat selam yang bagus menjaga rasio 2 atau 3 penyelam per instruktur, dengan peralatan terawat dan instruktur yang sabar menghadapi pemula yang gugup, sementara operator kelas bawah terkadang menjejalkan 6 orang per instruktur dalam 1 kapal dan memberi pengarahan keselamatan seadanya. Rekomendasi utama saya adalah Aussie Divers Phuket, lalu Sea Bees Diving (kapal milik mereka sendiri membuat perjalanan lebih nyaman) dan Kiwi Divers, yang sudah beroperasi lebih dari 15 tahun.\n\n\n\nKalau kamu sudah bersertifikat (PADI Open Water atau setara FFESSM Level 1 ke atas), perjalanan sehari akan membawamu ke Racha Yai dan Racha Noi, Shark Point, serta bangkai kapal King Cruiser. Untuk menyelam lebih serius, pilih perjalanan kapal selama 4 atau 5 hari, cara yang tepat untuk mencapai Richelieu Rock, yang menurut saya merupakan lokasi selam terbaik di Thailand, berjarak berjam-jam pelayaran dari Phuket. Untuk perjalanan sehari, Kepulauan Similan membutuhkan waktu tempuh 3 sampai 4 jam sekali jalan hanya untuk 2 kali penyelaman: kalau kamu akan mengeluarkan uang sebanyak itu, pilih liveaboard.\n\n\n\n5. Snorkeling di Ao Sane, naik perahu longtail di Rawai\n\n\n\nJangan berharap pemandangan sekelas National Geographic saat snorkeling dari pantai-pantai Phuket: jarak pandangnya lumayan, tapi tidak spektakuler. Spot pilihan saya adalah Pantai Ao Sane, dekat Nai Harn di ujung selatan, yang jadi favorit warga lokal: dasar laut berbatu, kehidupan laut yang cukup menarik, dan jauh lebih sepi daripada pantai-pantai utama. Pantai Ya Nui, tepat di sebelahnya, cocok untuk keluarga, sementara di Kata Noi kamu bisa melihat beberapa ikan di sekitar bebatuan di kedua ujung teluk.\n\n\n\nAo Sane Beach. Foto: Miles, Google Maps\n\n\n\nPilihan hemat lain yang sudah dikenal sejak bertahun-tahun: di dermaga Rawai, di pesisir tenggara, sewa perahu longtail pribadi selama beberapa jam. Kalau berangkat dengan 4 sampai 6 orang, biaya per orang kurang lebih sama dengan tur rombongan biasa, bahkan bisa lebih murah, dan kamu sendiri yang menentukan jadwalnya. Kebanyakan pengemudi perahu menuju Coral Island (Koh Hey) atau mengitari tanjung selatan, dan dermaga Yamu di pesisir timur menawarkan pilihan serupa. Tawar harganya sebelum berangkat, seperti yang saya lakukan.\n\n\n\n6. Berselancar di Pantai Kata\n\n\n\nPhuket memiliki ombak yang bisa dipakai berselancar selama musim hujan, kira-kira dari Mei sampai Oktober. Pantai Kata adalah spot utamanya, dengan ombak teratur yang cocok untuk pemula dan peselancar tingkat menengah. Penyewaan papan dan kursus tersedia di pantai.\n\n\n\nTidak ada yang akan menyamakan Kata dengan Bali atau Pipeline. Tapi kalau ingin menjajal beberapa ombak di sela kunjungan ke kuil, langsung ke Pantai Kata untuk kondisi selancar terbaik.\n\n\n\n7. Menghabiskan sehari di Kepulauan Phi Phi\n\n\n\nKepulauan Phi Phi, paling pas dikunjungi saat matahari terbit, sebelum dipadati speedboat.\n\n\n\nTeluk Maya (ya, teluk dalam film The Beach bersama Leonardo DiCaprio) sudah dibuka kembali setelah ditutup untuk pemulihan ekosistem. Menurut saya tempatnya indah sekali, tapi pukul 10:00 pada hari apa pun, pemandangannya penuh speedboat dan tongkat selfie. Solusi saya: tur saat matahari terbit yang berangkat pukul 6:00 atau 6:30, spesialisasi operator seperti Simba Sea Trips. Dengan tiba di Teluk Maya sebelum keramaian, saya menikmati 30 sampai 45 menit yang relatif tenang.\n\n\n\nSnorkeling di sekitar Bamboo Island dan Mosquito Island sangat bagus: air jernih, ikan warna-warni, jauh lebih baik daripada snorkeling dari pantai-pantai Phuket. Kamu juga bisa naik feri ke Phi Phi Don dan menginap 1 atau 2 malam. Dengan menyewa perahu longtail pribadi pukul 7:00, kamu bisa menjelajahi Laguna Pileh sebelum satu pun peserta tur tiba: menginap di sana benar-benar mengubah pengalamannya.\n\n\n\nPerjalanan dengan speedboat melintasi laut terbuka, dan saat ombak besar, guncangannya terasa sampai ke tulang. Kalau kamu mudah mabuk laut, minum obat sebelum naik dan duduklah di bagian belakang perahu, tempat guncangannya tidak terlalu keras.\n\n\n\nHindari juga tur gabungan yang memaksakan Phi Phi dan Pulau James Bond dalam sehari. Itu berarti 12 sampai 13 jam di atas perahu dengan 30 sampai 45 menit di setiap pemberhentian, melelahkan dan tidak sepadan: luangkan sehari penuh untuk Phi Phi. Operator yang saya sarankan: Simba Sea Trips, Aloha Tours, dan Love Andaman.\n\n\n\n8. Mendayung di Teluk Phang Nga\n\n\n\nPulau James Bond (Khao Phing Kan) adalah jebakan turis. Tempatnya berupa pulau batu kecil dengan penjual suvenir dan spot foto yang sesak di depan pilar batu kapur terkenalnya: ambil foto, berkeliling 2 menit, lalu pergi lagi.\n\n\n\nYang paling berkesan bagi saya dari perjalanan ini justru teluknya sendiri. Teluk Phang Nga merupakan bentang alam karst yang terendam, dengan tebing-tebing batu kapur menjulang dari air hijau zamrud: kata \u201cJura\u201d sangat cocok menggambarkannya, dan pemandangan dari perahu benar-benar memukau.\n\n\n\nPastikan turmu mencakup kano laut atau kayak, yang bagi saya merupakan bagian terbaik dari perjalanan ini. Pemandu mengajakmu mendayung melewati gua-gua laut beratap rendah menuju laguna tersembunyi yang dikelilingi dinding batu. Di beberapa bagian, saya harus berbaring di kano agar bisa melewati langit-langit gua, sebelum keluar ke laguna yang sepenuhnya dikelilingi tebing, dengan langit terbuka di atasnya.\n\n\n\nGua-gua Koh Panak dan Koh Hong adalah daya tarik utamanya, tetapi beberapa tur terburu-buru di bagian ini demi memperbanyak pemberhentian foto. Pilih tur yang memberimu cukup waktu di dalam gua, dan tanyakan berapa pemberhentian di gua yang termasuk sebelum membayar.\n\n\n\nTeluk Phang Nga juga merupakan pilihan terbaik untuk keluarga dengan anak kecil atau kalau kamu mudah mabuk laut: teluknya terlindung dan airnya tenang, berbeda dengan perjalanan melintasi laut lepas menuju Phi Phi. Kalau hanya memilih 1 tur besar: Phi Phi untuk pantai dan snorkeling, Phang Nga untuk pemandangan dan kayak.\n\n\n\n9. Pergi ke Kepulauan Similan atau Surin\n\n\n\nKepulauan Similan, sekitar 70 kilometer di barat laut Phuket, hanya dibuka pada musim tertentu, kira-kira dari November sampai Mei. Daya tariknya: kejernihan air dan formasi bongkahan batu bawah laut yang spektakuler di lokasi-lokasi penyelaman.\n\n\n\nSaya sangat menyukai pasir putih Teluk Donald Duck, snorkeling, dan sensasi berada di pulau yang terputus dari dunia luar. Tapi tempatnya bisa terlalu ramai dan karang di perairan dangkal bisa mengecewakan (rusak di beberapa bagian). Sering kali semuanya bergantung pada waktu keberangkatan: keberangkatan pukul 4:00 atau 4:30 tiba sebelum gelombang speedboat, sedangkan keberangkatan yang lebih siang membuatmu tiba bersama ratusan pengunjung lain. Kalau kamu penyelam berpengalaman, pilih perjalanan liveaboard, karena tur sehari tidak memberikan akses ke spot terbaik seperti Richelieu Rock atau lokasi di bagian luar kepulauan.\n\n\n\nUntuk snorkeling, pertimbangkan Kepulauan Surin. Menurut saya, terumbu dangkalnya lebih sehat dan bisa dinikmati sepenuhnya hanya dengan masker dan snorkel (spot terindah di Similan memerlukan perlengkapan selam). Turisnya lebih sedikit, dan ada daya tarik budaya yang tidak dimiliki Similan: desa pengembara laut Moken di Teluk Mae Yai. Kekurangannya: Surin lebih jauh, lebih sulit dijangkau, dan pilihan tur dari Phuket lebih sedikit. Untuk keduanya, menginap di Khao Lak alih-alih Phuket memangkas perjalanan perahu sekitar 2 jam.\n\n\n\n10. Meluncur ke Kepulauan Racha dan Coral Island\n\n\n\nUntuk liburan singkat, Kepulauan Racha berjarak 30 sampai 45 menit ke selatan Phuket dengan speedboat. Racha Yai (yang terdekat) menawarkan air jernih dan snorkeling yang lumayan, meski ramai dikunjungi. Racha Noi (lebih jauh ke lepas pantai) memiliki jarak pandang lebih baik dan lebih banyak satwa laut. Airnya yang tenang dan kondisinya yang bersahabat menjadikannya lokasi favorit untuk pengalaman menyelam pertama.\n\n\n\nCoral Island (Koh Hey), pulau terdekat dari Phuket, berjarak sekitar 15 menit dengan speedboat dari Rawai. Praktis, meski tidak terpencil atau masih alami, pulau ini menawarkan air jernih dan pantai untuk bersantai setengah hari. Dengan perahu longtail pribadi dari Rawai, inilah pilihan saya untuk jalan-jalan sore yang hemat.\n\n\n\n11. Berlatih Muay Thai di Chalong atau Bang Tao\n\n\n\nLatihan Muay Thai: kebanyakan tempat latihan menerima pemula untuk sesi satuan.\n\n\n\nPhuket adalah salah satu destinasi terkemuka di dunia untuk Muay Thai, dan kamu tidak perlu menjadi petarung untuk mencobanya: kebanyakan tempat latihan menawarkan sesi satuan dan kelas yang terbuka bagi pemula. Soi Taied, di Chalong, sudah lama dikenal sebagai kawasan kebugaran, dengan deretan tempat latihan dan restoran makanan sehat.\n\n\n\nTapi Bang Tao semakin populer kalau kamu ingin memadukan latihan dengan suasana akrab. Saya menyukai Bangtao Muay Thai and MMA karena kualitas bimbingan dan para pesertanya yang ramah, ideal kalau kamu bepergian sendiri dan ingin berkenalan dengan orang lain. Rattachai, di kawasan yang sama, memiliki suasana kekeluargaan dan sabar menghadapi pemula.\n\n\n\nLebih serius dan tidak terlalu berorientasi pada pergaulan, Eagle Muay Thai menarik peserta yang tenang dan fokus. Sesi biasanya berlangsung 90 menit sampai 2 jam, di area beratap: aktivitas yang bisa diandalkan saat hujan.\n\n\n\n12. Meluncur dengan flying fox atau naik ATV di pedalaman\n\n\n\nBeberapa operator menawarkan flying fox di antara tajuk hutan, di perbukitan pedalaman. Satu rangkaian biasanya berlangsung 2 hingga 3 jam, dengan beberapa platform yang dihubungkan kabel di atas pucuk pepohonan: kegiatan yang pas untuk mengisi setengah hari, terutama bersama anak-anak atau remaja yang sudah bosan mengunjungi kuil. Flying Hanuman adalah operator yang paling mapan. Baca ulasan terbaru sebelum memesan, karena kualitas operator kecil tidak merata.\n\n\n\nJalur ATV melewati perkebunan karet dan jalan setapak di hutan, di pedalaman pulau yang berbukit. Menurut saya, kegiatan ini seru untuk 1 atau 2 jam, meski pengalamannya cukup standar untuk Asia Tenggara. Risiko utamanya adalah kecelakaan: jatuh bisa terjadi, dan evakuasi medis dari jalur di tengah hutan tidak bisa cepat. Jadi, pakai sepatu tertutup, patuhi petunjuk keselamatan dengan serius, dan jangan nekat di lereng berlumpur.\n\n\n\n13. Menikmati matahari terbenam di Tanjung Promthep\n\n\n\nTanjung Promthep, di ujung selatan pulau, adalah tempat ikonis untuk menikmati matahari terbenam di Phuket: pemandangan sepanjang pesisir menuju Laut Andaman sangat indah, dengan siluet pulau-pulau kecil di cakrawala. Masalahnya: semua bus wisata di pulau ini tahu tempat tersebut, dan area pandangnya diserbu pengunjung menjelang matahari terbenam.\n\n\n\nDatanglah 30 hingga 45 menit lebih awal agar mendapat tempat yang bagus. Saya naik ke mercusuar untuk menikmati pemandangan dari posisi yang sedikit lebih tinggi, jauh dari kerumunan utama.\n\n\n\nPromthep Cape. Foto: Ond\u0159ej Salava, Google Maps\n\n\n\nBlack Rock Viewpoint yang kurang terkenal adalah alternatif yang lebih disukai sebagian warga lokal daripada Tanjung Promthep: pengunjungnya lebih sedikit, dengan matahari terbenam yang tak kalah indah. Layak dikunjungi kalau kamu sudah pernah ke Promthep atau ingin menghindari keramaian.\n\n\n\n14. Mampir ke titik pandang Karon dan Khao Rang\n\n\n\nKaron Viewpoint (titik pandang Kata-Karon) terkenal dengan pemandangan 3 teluknya, Kata Noi, Kata, dan Karon. Tempat singgah klasik di rute menuju selatan ini layak mendapat jeda 10 menit, sebaiknya pada pagi hari, ketika cahaya menyinari air dari timur.\n\n\n\nBukit Khao Rang, di Kota Phuket, adalah tempat favorit warga lokal. Titik pandangnya menghadap ke utara, ke arah kota dan perbukitan di sekitarnya. Pemandangannya tidak semegah titik pandang di pesisir, tetapi lebih tenang dan lebih mudah dijangkau, dengan restoran di puncak kalau kamu ingin makan siang sambil menikmati pemandangan.\n\n\n\n15. Menikmati matahari terbit di Samet Nangshe Viewpoint\n\n\n\nSamet Nangshe berada di luar Phuket, sekitar 90 menit berkendara ke utara, di Provinsi Phang Nga. Bagi saya, ini panorama terindah di seluruh kawasan: dari atas, kamu bisa melihat seluruh teluk dan puncak-puncak karst yang menjulang dari permukaan air.\n\n\n\nSamet Nangshe Viewpoint. Foto: Dennis de Jong, Google Maps\n\n\n\nKalau kamu sudah berencana ikut tur ke Teluk Phang Nga, tambahkan tempat ini sebagai persinggahan. Matahari terbit adalah waktu yang ideal.\n\n\n\n16. Mengunjungi Aquaria Phuket\n\n\n\nAquaria Phuket adalah akuarium besar di pusat perbelanjaan Central Phuket Floresta, ber-AC dan dirancang dengan baik, yang bisa membuat anak-anak sibuk selama beberapa jam. Pilihan bagus saat hujan, kunjungannya bisa digabung dengan makan siang dan jalan-jalan di tempat sejuk saat panas sore sedang terik-teriknya.\n\n\n\nBagi saya, terowongan di bawah kolam hiu adalah bagian paling menarik dari kunjungan ini. Siapkan sekitar 1.100 hingga 1.500 THB (28 hingga 38 EUR) untuk dewasa, dengan diskon untuk anak-anak.\n\n\n\nAquaria Phuket. Foto: Benjamin Liew, Google Maps\n\n\n\n17. Melihat gajah di suaka yang beretika, di Paklok\n\n\n\nDi suaka yang sesungguhnya, saya mengamati gajah dari kejauhan, dari platform pengamatan.\n\n\n\nKalau ingin melihat gajah, pilihlah dengan sangat cermat: kata \u00ab suaka \u00bb dipakai oleh tempat-tempat yang sama sekali tidak pantas menyandang nama itu. Aturan utamanya: tempat yang membiarkanmu menunggangi gajah, memandikannya, atau berkerumun di sekelilingnya untuk berfoto sama sekali tidak beretika. Suaka yang sesungguhnya hanya mengizinkan pengamatan dari kejauhan, di habitat semi-alami.\n\n\n\nPhuket Elephant Sanctuary (PES), di Paklok, adalah rekomendasi utama saya untukmu. Dari platform pengamatan, saya melihat gajah-gajah yang diselamatkan berjalan-jalan, makan, dan mandi sesuai ritme mereka sendiri. Para pemandu menceritakan kisah masing-masing gajah: informatif, tanpa pertunjukan yang dibuat-buat.\n\n\n\nSaya juga merekomendasikan Hidden Forest Elephant Reserve karena standar etikanya. Keduanya lebih mahal daripada tempat yang mengeksploitasi hewan (biasanya 3.000 hingga 5.000 THB, atau 78 hingga 130 EUR), tetapi selisih harga ini membiayai perawatan yang layak bagi hewan-hewan tersebut.\n\n\n\n18. Menghibur anak-anak di Mai Khao\n\n\n\nSplash Jungle Water Park, taman air dekat Pantai Mai Khao di utara pulau, punya seluncuran yang lumayan, kolam arus yang tenang, dan kolam ombak. Tidak ada yang luar biasa dibandingkan taman air besar di Eropa, tetapi tempat ini bisa mengisi setengah hari bagi keluarga dengan anak-anak berusia di bawah 12 tahun yang butuh jeda di antara 2 hari berisi kegiatan pantai, kuil, dan naik perahu.\n\n\n\nMasih di Mai Khao, Soi Dog Foundation adalah rekomendasi yang tidak biasa tetapi ternyata cukup populer: tempat penampungan hewan tempat kamu bisa mengajak anjing yang diselamatkan berjalan-jalan dan bermain dengan kucing. Gratis (donasi diterima dengan senang hati) dan menyenangkan bagi pencinta hewan serta anak-anak.\n\n\n\n19. Berpesta di Bangla Road atau di beach club\n\n\n\nSaran saya untuk Bangla Road, di Patong: susuri 1 kali. Jalan penuh warna dengan lampu neon, bar, klub, dan hiruk-pikuk meriah ini sudah menjadi pusat kehidupan malam Phuket selama puluhan tahun.\n\n\n\nBising, norak, pengalaman tersendiri: mau tinggal untuk minum atau selama 5 jam, itu tergantung suasana malam yang kamu cari. Jangan mengharapkan sesuatu yang berkelas, dan bersiaplah disapa penjaja bar setiap 10 meter. Jalan ini khusus pejalan kaki pada malam hari, dan saya berjalan santai di tengah jalan sambil menyerap suasananya tanpa mampir ke mana pun.\n\n\n\nUntuk berpesta tanpa merasa harus mandi begitu pulang, Catch Beach Club, di Bang Tao, adalah andalannya: DJ, kolam renang, pemandangan pantai, koktail dengan harga 5 kali lipat dari bar di Patong. Inilah tempat di Phuket yang suasananya paling mendekati beach club ala Bali, dengan campuran ekspatriat, wisatawan, dan warga Bangkok yang berlibur akhir pekan.\n\n\n\nCatch Beach Club. Foto: J.J. LaRocque, Google Maps\n\n\n\nAturan berpakaiannya cenderung santai tetapi rapi. Cafe Del Mar, juga di Bang Tao, menawarkan konsep serupa dengan kolam renang sendiri dan acara DJ rutin.\n\n\n\n20. Menutup malam di Simon Cabaret atau di kota tua\n\n\n\nSimon Cabaret, di Patong, adalah pertunjukan yang sudah lama hadir dan menjadi ikon Phuket: kostum mewah, koreografi dan produksi yang digarap apik, serta penonton yang ternyata sangat beragam (pasangan, keluarga, pengunjung solo). Ini pilihan cadangan dalam ruangan yang bagus untuk malam hujan, atau untuk mengisi jeda antara makan malam dan keluar hingga larut, dengan beberapa pertunjukan setiap malam dan tiket yang bisa dibeli di lokasi atau secara online.\n\n\n\nUntuk suasana yang sama sekali berbeda, habiskan malam di kota tua. The Library adalah bar koktail bergaya speakeasy yang sangat jauh berbeda dari Bangla Road: kecil, tenang, dengan koktail enak yang diracik bartender yang benar-benar menguasai pekerjaannya.\n\n\n\nThe Library. Foto: Alfie Hood-Nguyen, Google Maps\n\n\n\nBookhemian, di dekatnya, berfungsi sebagai kafe dan bar di sebuah ruko yang dialihfungsikan. Tempat-tempat lain di kota tua juga menawarkan alternatif yang tenang kalau kamu lebih suka mengobrol daripada mendengar dentuman bas. Dari kawasan Kata atau Karon, kota tua berjarak sekitar 30 menit berkendara, dan layak dikunjungi setidaknya 1 kali.\n\n\n\nBerapa biayanya?\n\n\n\nUntuk memesan, mengatur anggaran, dan berkeliling, semuanya ada di panduan praktis saya. Kunci saya agar tidak boros: memilih dengan pertimbangan matang dan mengabaikan calo di depan 7-Eleven yang mencoba menjual paket lengkap kepadamu.\n\n\n\nPesan tur langsung di lokasi. Agen perjalanan kecil di jalan-jalan Patong, Kata, atau Chalong menjual tur yang sama dengan harga hingga 50 % lebih murah daripada harga online, dengan tempat di kapal yang sama, dari operator yang sama, dan kamu bisa menawar. Tur gabungan (Phi Phi plus James Bond, atau Similan plus tujuan apa pun) hampir selalu tidak sepadan, karena sebagian besar hari dihabiskan di kapal dan hanya 30 menit di setiap pemberhentian. Dan aturan berangkat pagi berlaku untuk hampir semuanya, dari Phi Phi hingga Big Buddha dan Kepulauan Similan.\n\n\n\nUntuk berkeliling, saya memakai aplikasi Bolt, yang lebih murah daripada Grab dan jauh lebih murah daripada menawar dengan sopir tuk-tuk. Menyewa skuter sudah umum, tetapi razia polisi yang menyasar turis tanpa SIM internasional sering terjadi. Dendanya mulai dari 500 THB (sekitar 13 EUR), dan asuransi perjalananmu tidak akan menanggung kecelakaan jika kamu tidak memiliki SIM yang sah.\n\n\n\nKalau jet ski, saya memilih menghindarinya. Modus penipuannya sudah banyak didokumentasikan dan berlangsung selama bertahun-tahun: kamu mengembalikan jet ski, lalu operator mengaku kamu telah merusaknya dan menuntut ganti rugi ratusan, bahkan ribuan euro. Kalau kamu benar-benar ingin mencobanya, rekam jet ski dari semua sudut sebelum dan sesudah menyewa, tetapi jujur saja, lebih baik urungkan niatmu.\n\n\n\nPanduan saya lainnya untuk Phuket\n\n\n\nPhuket punya jauh lebih banyak sisi menarik daripada reputasinya sebagai destinasi liburan pantai. Panduan saya tentang makan di Phuket, pantai-pantai terindah di Phuket, tempat menginap di Phuket, dan mempersiapkan perjalanan ke Phuket membahasnya lebih lanjut, begitu juga tulisan tentang aktivitas favorit saya di Bangkok, Hanoi, dan Bali. Panduan lengkap saya untuk mengunjungi Phuket membagi pulau ini berdasarkan geografinya: selatan untuk budaya dan panorama, barat untuk pantai dan olahraga air, timur untuk keberangkatan kapal, utara untuk liburan yang tenang.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158970","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158970"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158970\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/114384"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158970"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158970"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158970"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}